Linggar Angkasa adalah seorang pria yang sudah memiliki istri, menjalin cinta terlarang dengan seorang wanita yang tidak lain adalah karyawannya sendiri, istrinya seorang model majalah yang sering berada di luar kota.
Tania... wanita berusia 25 tahun yang menjabat sebagai sekretaris perusahaan retail,, atas dasar cinta, dia rela menjadi simpanan dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
3 tahun menjalin asmara tanpa kepastian kemana arah hubungan akan berlabuh, tiada hari tanpa desahan, kepuasan dan... cinta bertepuk sebelah tangan.
Jalinan cinta terlarang keduanya membuahkan hasil... tanpa ikatan... tanpa tuntutan... yang ada hanya sebuah kesadaran dari kesalahan...
Apakah Tania dan Linggar akan tetap bertahan? ataukah Tania mundur dan memutuskan hidup tanpa perlindungan...
Selamat membaca ya guys... semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Seorang wanita di sebuah desa terpencil, sedang menghadapi puluhan anak anak dengan membawa buku di tangannya.
Di desa ini terletak jauh dari akses kota, tetapi memiliki destinasi yang memukau. Berada di tepi pantai selatan, di apit oleh dua bukit yang menjulang tinggi.
Letaknya yang jauh dari kota, membuat desa tersebut jauh dari sarana kesehatan dan pendidikan.
Di desa inilah dia lari dari kehidupan yang menyakitkan, di sini... ibunya pernah di lahirkan, dan disini pula kelak dia akan melahirkan. Perutnya masih rata, kandungannya masih berusia 2 bulan, tetapi dia tidak memiliki keluhan apapun. Bayinya sangat pintar menjaga ibunya.
Wanita itu membuka pintu rumahnya untuk anak anak yang ingin belajar tambahan. Rp.1000 per anak setiap kali pertemuan, angka yang sangat kecil tetapi cukup membantu anak anak sekitar yang ingin belajar tambahan.
Tania... Wanita muda yang membuka belajar tambahan itu adalah Tania.
Beberapa waktu lalu, setelah Linggar menolak kandungannya bahkan berkata untuk menggugurkan, Tania bertekat tidak memberi tahu perihal kehamilannya. Dia bertekat mempertahankan anaknya..
Dia sudah melakukan dosa, dia tidak ingin menambahnya dengan menghilangkan nyawa anaknya sendiri.
Beruntung ibunya menerima kejujurannya, meskipun kecewa pada perilaku putrinya. Kakaknya sempat marah dan menanyakan siapa laki laki yang harus bertanggung jawab, tetapi Tania memilih diam. Dia tidak ingin menuntut laki laki beristri tersebut.
Tiyas.... Istri dari kakaknya memutuskan ikut mertua dan adik iparnya untuk tinggal di desa itu, dia di terima di pustu yang memang belum ada dokter atau bidan yang bertugas di sana.
Tiyas juga buka praktek 24 jam di samping rumah mertuanya, agar bisa membantu orang orang yang ada di sana. Sedangkan Arga... mengundurkan diri dari jurnalis, dan memilih menjadi supir angkot antar desa, dia ingin berada di samping istri, ibu dan adik semata wayangnya.
Arga membangun rumah sederhana yang terbuat dari papan kayu, rumah minimalis yang dia buat untuk tempat praktek dan juga tempat tinggalnya. Meskipun dari kayu, rumah tersebut tertata rapi indah dan unik.
( tempat tinggal dan tempat praktek tiyas.) unik ya guys... Outhor jadi pengen punya rumah seperti itu.
Tidak ada lagi drama mertua ipar, mereka hidup saling mendukung. Beruntung juga orang sekitar begitu baik, tidak ada yang menghakimi meskipun Tania hamil tanpa suami.
Bu Lastri yang memang terlahir di sana, dan mengetahui karakter orang orang di desa itu, langsung memutuskan membawa Tania pulang kampung untuk menjaga mental putrinya, yang juga di dukung oleh putra dan menantunya.
Tania sendiri membagi waktunya menjadi 3, sebab dia satu satunya tempat les di sana. Muridnya ada 30 anak, dan dia memulai dari jam 3 sore, jam 4 sore dan jam 6 sore.
Pagi Tania mengajar di sekolah yang ada di desa tersebut. Bukan sekolah besar, tetapi cukup membantu pendidikan anak anak.
" Kak tiyas hari ini jadi kekota?" tanya Tania sepulang dari mengajar.
" Iya dek sama kakakmu, kamu mau ikut?, sesekali keluarlah... Aku lihat kamu juga tidak mual muntah, bisa lah ya jalan jalan sebentar. " jawab tiyas.
"Nggak lah kak... Aku mau di rumah saja, cuma mau nitip susu hamil kalau kakak jadi ke kota. " ucap Tania.
Tania memang jarang sekali mau ke kota, dia lebih suka duduk di tepi karang, menikmati hamparan laut lepas, dari pada ikut kakaknya beli obat obatan di kota.
Tiyas tersenyum dan mengangguk, lalu merapikan tempat prakteknya.
" Kak tiyas ini uangnya" Tania menyodorkan sejumlah uang.
" Tidak usah dek, pakai uang kakak saja." Tiyas menolak.
" Jangan kak... Aku punya uang kok... " paksa Tania.
" Sudah dek tidak usah!! Biar kakak belikan, siapa tahu dengan begitu... Tuhan juga menitipkan anak di rahimku." Kata Tiyas dengan wajah sendu.
" Kak..." Tania memeluk kakak iparnya.
" Jangan bersedih kak... Aku akan selalu berdoa untuk kakak. Meskipun aku seorang pendosa, tetapi aku yakin Tuhan tetap mendengarkan doaku..." lanjut Tania.
" Aku takut kakakmu meninggalkan aku karena aku tidak kunjung hamil dek..." ujar Tiyas sambil menghapus air mata nya.
" Tidak. Aku tidak akan meninggalkanmu meskipun seumur hidup kita tidak memiliki anak. Aku menikahimu bukan karena ingin memiliki anak, tetapi karena aku mencintaimu. Sangat mencintaimu." tiba tiba Arga datang dari pintu depan yang tidak tertutup.
" alaaah bucin bucin lah kalian" Tania nyengir saja melihat kakaknya bucin sama kakak iparnya.
Kakaknya tersenyum dan memeluk adiknya juga, lalu mengecup sayang ujung kepala adiknya.
" Kamu juga dek... Jangan capek capek, jangan banyak banyak menerima murid, kakak takut kamu dan anakmu kenapa napa... " peringatan Arga pada adiknya.
Arga dan Tiyas lalu berpamitan untuk pergi ke kota, serta berpesan pada ibunya agar tidak memasak hari ini, karena dia mau membeli lauk di sana nanti.
Hari ini rumah lesnya libur, karena anak anak ada acara camping di kecamatan, Tania ikut ibunya bekerja di pelelangan ikan, bu Lastri susah mencegah, tetapi Tania tetap kekeh mau ikut.
Sungguh... Tania tidak ingin ibu atau kakaknya kerepotan atas kehamilannya, itu sebabnya di tetap berusaha mendapatkan penghasilan meskipun sedikit.
Tania dan ibunya memilih milih berbagai ikan, cumi dan lainnya, Yang kecil dan yang besar di sendirikan. Walaupun tidak secepat yang lain, tetapi Tania senang melakukannya.
Setelah selesai... Tania dan ibunya berpindah ke tempat pengukusan ikan, ikan ikan yang sudah di sortir, lalu di kukus dan menjadi ikan pindang.
Setelah sore, Tania pulang dengan senyum yang mengembang, hari ini penghasilannya lumayan banyak.
" Alhamdulilllah... Bisa di tabung" gumam Tania dalam hati.
Tania masih memiliki tabungan yang banyak sebenarnya, dari pemberian Linggar yang sama sekali belum.pernah di gunakan.
Uang dari Linggar untuk biaya sekolah anaknya nanti, begitu pikir Tania. Sebab itulah uang tersebut tidak pernah dia gunakan dan tersimpan tanpa ada yang mengetahui.
" Nia... Kamu hubungi kakakmu, ini sudah gelap, kenapa mereka belum pulang??"
" Iya bu"
Tidak lama kemudian terdengar suara mobil berhenti di depan rumah.
" Itu kakak pulang bu..." Tania setengah berlari keluar untuk melihat. Dan benar... Kakaknya pulang.
" Dek, jangan lari lari, nanti kamu bisa jatuh" hardik Arga pada adiknya.
Tania hanya tersenyum mendengar omelan kakaknya.
Tiyas masuk rumah dengan membawa berbagai makanan dan buah.
" waaah acara ini... Banyak sekalo kakak membeli buah dan makanan?" teriak Tania kegirangan.
" Semua ini buat bumil kakak tersayang" jawab Tiyas.
" Ha?? Aku?? Segini banyaknya" Tania melongo
Tiyas hanya tersenyum melihat tingkah adik iparnya. Lalu membawa semua belanjaaan ke dapur.
Bu Lastri hanya geleng geleng tersenyum.... Memang... Semenjak meminta maaf, Tiyas sangat royal, bahkan terkesan mencukupi kebutuhannya.
" Bu... Ini tiyas tata di sini saja ya?" tanya tiyas dan langsung memasukkan semu buah dan makanan frozen ke dalam kulkas.
Bu lastri menata semua lauk yang di beli Arga, dia tidak pernah menegur apapun yang di beli putra dan menantunya.
Dia tidak ingin terjadi gesekan drama mertua menantu hanya karena masalah sepele. Kejadian lalu benar benar dia jadikan pelajaran, agar lebih mampu memahami menantunya.
" Sudah selesai semua bu... Ayo kita makan, hari sudah malam" kata Tiyas sambil menutup pintu kulkas.
Tania keluar dari kamar mandi dan ikut bergabung bersama keluarganya., mereka makan dengan di selingi canda tawa penuh kehangatan...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys... Terimakasih masih setia... Bukan malas Up ya manteman... Tetapi kondisi tubuh yang terserang flu batuk demam, menjadikan tubuh sedikit lemas.
Semoga kalian semua selalu sehat ya... Jangan lupa tinggalkan jejak....😘😘
krna km berulang kali mngatakn tak menginginkn ank dri rahim tania.... bhkn klo smpe tania hamil... km dgn enteng mgatakn untuk digugurkn...🙄🙄
eeee istri yg di bela"in.... taunya mndua😂😂😂😂
yg hncur km ato tania.....
tania saat ini sedih dan trluka.... tpi kelak saat anknya lahir.... dia punya pngobat luka....
sdangkn kamu linggar..... bhagia nggk ... tpi kecewa... trnyata perempuan yg km prioritaskn... km cintai ugal"an... nyatanya sm berhiantnya sprtimu di belakangmu....
ap lgi kelak saat tak sengaja km brtemu tania dgn anknya ..... ank yg nyata" tak prnah km inginkn trlahir dri rahim tania....