Aleena Keisha(24), desainer interior KALA JIVA Singapura. Kemenangan lomba desain hotel Bandung membawanya promosi ke Jakarta, kota yang menyimpan luka masa lalunya.
Hari pertama kerja, ia menabrak pintu kaca lobi. CEO KALA JIVA, Keanu Zayn Malik(30) terpaku. Gadis itu adalah Aleena, murid olimpiade matematika yang 7 tahun lalu pernah ia bimbing dan hilang kontak.
Gosip guru-murid dulu telah menghancurkan beasiswa Aleena. Zayn memberontak orang tuanya dan membangun KALA JIVA dari nol. Kini takdir mempertemukan mereka sebagai Bos dan Bawahan. Aleena tak mengenalinya sama sekali, malah mengira Zayn sudah beristri dan punya anak. Mampukah Zayn meluruskan semuanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RTPB - 11
Hening.
Hanya suara air mancur di taman ballroom hotel itu yang terdengar, bercampur dengan degup jantung Aleena yang seperti genderang perang.
Aleena sudah mengatakannya. Akhirnya. Setelah satu tahun memendam rasa itu sendirian. Setelah begadang belajar bersama, setelah boncengan motor, setelah semua tawa dan air mata.
"Saya... suka sama Bapak, Pak, sudah lama" ulang Aleena dengan suara yang hampir tidak terdengar, menunduk dalam, tidak berani menatap mata Zayn.
Wajahnya merah padam, tangannya meremas gaun dusty pink-nya kuat-kuat sampai berkerut. Dia sudah siap ditolak. Dia sudah siap malu. Setidaknya, seperti kata Shila, dia tidak akan menyesal seumur hidup.
Zayn membeku. Dia menatap gadis di depannya itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Ada kaget, ada bahagia, ada... sakit.
"Kei..." suara Zayn serak. Dia selangkah maju, ingin menghapus air mata yang mulai jatuh di pipi Aleena.
Tangannya sudah terangkat, hampir menyentuh pipi Aleena.
Tapi...
"ZAYN SAYANG!"
Sebuah suara wanita yang ceria dan manja memecah keheningan balkon itu.
Aleena dan Zayn sama-sama menoleh.
Seorang wanita cantik, tinggi, dengan gaun merah menyala yang sangat seksi, rambut panjang tergerai indah, berjalan mendekat dengan heels tinggi. Wajahnya cantik seperti model. Dia membawa dua gelas jus.
Itu Indira.
Sahabat Zayn sejak kecil. Anak rekan bisnis Papanya. Satu-satunya teman wanita yang diizinkan Pak Mahendra dekat dengannya.
"Aku cari kamu dari tadi, kamu di sini rupanya. Nih aku bawain minum" Indira langsung merangkul lengan Zayn dengan manja, seolah sudah sangat akrab. Lalu dia menatap Aleena dari atas ke bawah dengan senyum tipis.
"Oh.. ini murid kamu yang juara itu ya? Hai, Aleena Keisha kan?"
Aleena mematung, darahnya seakan berhenti mengalir. Otaknya langsung menyimpulkan sesuatu yang paling menyakitkan.
Jadi ini Bapak? Pantas... pantas Bapak menolak saya..
Indira cantik, kaya, selevel dengan Zayn. Sedangkan dia? Hanya gadis penjual klepon dengan gaun pinjaman dari sahabatnya.
Aleena langsung mundur dua langkah. Air matanya yang tadi dia tahan, kini tumpah deras.
"Ma-maaf Pak, saya permisi..." Aleena terbata-bata. Dia tidak sanggup lagi berdiri di sana.
"Kei, tunggu! Bukan seperti itu! Dengerin Bapak dulu" Zayn melepaskan rangkulan Indira dengan kasar dan ingin mengejar Aleena, tapi Indira menahannya.
"Zayn kamu kenapa? Sopan dong sama tamu Papamu" bisik Indira bingung.
Aleena sudah berlari. Gaunnya dia angkat agar tidak tersandung. Dia berlari masuk kembali ke ballroom, melewati Shila yang bingung, dan terus berlari keluar dari hotel. Dia tidak peduli orang-orang melihatnya menangis.
Shila yang melihat langsung panik dan mengejarnya.
"AL! ALEENA TUNGGU!"
Di balkon Zayn mengacak rambutnya frustasi.
"Indira kamu ngapain sih? Kenapa kamu manggil aku sayang di depan muridku?" bentak Zayn pelan tapi marah.
"Lho? Kan Papa kamu yang suruh aku kesini buat nemuin kamu. Kita udah lama gak ketemu dan aku kangen kamu. Lagian kan udah biasa juga aku panggil kamu seperti itu, kenapa kamu jadi marah?" jawab Indira santai, tidak merasa bersalah.
Zayn memejamkan mata. Ini semua skenario Papanya. Papanya sengaja menyuruh Indira datang ke malam perpisahan untuk menunjukkan pada Aleena bahwa Zayn sudah punya pasangan sepadan.
"Tapi jangan membuat orang lain salah sangka" elak Zayn.
Zayn ingin mengejar Aleena, tapi langkahnya terhenti. Dia ingat ancaman Papanya tadi pagi di ruang Kepala Sekolah:
"Kalau kamu dekatin Aleena lagi, saya akan pastikan dia tidak akan pernah diterima di fakultas kedokteran manapun di Jakarta. Saya punya kuasa di yayasan. Kamu mau hancurkan masa depannya? Jadilah guru yang benar, Zayn"
Zayn mengepalkan tangannya sampai kukunya menancap. Dia tidak bisa. Dia tidak bisa egois. Jika dia menerima Aleena malam ini, masa depan Aleena sebagai dokter akan hancur. Papanya pasti akan melakukannya.
Dengan hati yang hancur, Zayn memutuskan untuk melakukan hal yang paling menyakitkan. Dia harus membuat Aleena membencinya, agar Aleena bisa pergi jauh dan mengejar cita-citanya tanpa beban.
Zayn berjalan masuk kembali ke ballroom, mencari Aleena yang sedang menangis di pelukan Shila di lobi.
Aleena melihat Zayn datang. Harapannya muncul sedikit.
Zayn berdiri di depannya dengan wajah dingin, wajah yang tidak pernah Aleena lihat sebelumnya. Wajah seorang guru yang tegas, bukan Zayn yang lembut.
"Aleena Keisha" ucap Zayn dengan suara yang dibuat sedingin mungkin, meski hatinya berdarah.
"Apa yang kamu katakan di taman tadi... Bapak anggap kamu tidak pernah mengatakannya."
Aleena membeku.
"Perasaan kamu itu salah, Keisha. Itu bukan rasa suka. Itu hanya kekaguman murid pada guru. Kamu masih kecil, masih labil. Bapak ini guru kamu. Dan mulai malam ini, Bapak bukan guru kamu lagi. Jadi lupakan saja"
Setiap kata itu seperti belati yang menghunjam jantung Aleena.
"Dan satu lagi.." lanjut Zayn, melirik Indira yang sudah berdiri di belakangnya.
"Indira adalah calon tunangan Bapak. Kami sudah dijodohkan keluarga. Jadi tolong jaga sikap kamu sebagai murid Bapak. Jangan buat masalah lagi seperti kemarin yang sampai beasiswa kamu dicabut" ucap Zayn berbohong agar harapan Aleena kepadanya pupus.
Dunia Aleena runtuh untuk kedua kalinya dalam seminggu. Lebih hancur dari beasiswa yang dicabut.
Jadi semua kebaikan Zayn selama ini hanya kasihan? Dan sekarang Zayn bahkan sudah punya calon tunangan yang cantik?
"Baik Pak... Saya mengerti..." Aleena menjawab dengan suara yang hancur, air matanya sudah tidak bisa berhenti. Dia melepaskan diri dari pelukan Shila dan berlari keluar dari hotel, meninggalkan acara perpisahannya sendiri.
"AL..." Shila ingin mengejar, tapi dia menatap Zayn dengan tatapan marah.
"Pak Keanu keterlaluan!"
Shila berlari mengejar Aleena.
Zayn masih berdiri mematung di lobi hotel yang ramai. Tangannya mengepal.
Indira mendekat.
"Zayn.. kamu kasar banget sih sama murid kamu..."
"DIAM!" bentak Zayn untuk pertama kalinya pada Indira.
"Kamu puas? Papa puas?"
Zayn berjalan keluar dari hotel, meninggalkan Indira sendirian.
Malam itu, di dalam mobil Alphard Shila, Aleena menangis sejadi-jadinya. Gaun cantiknya basah oleh air mata.
"Udah Al, jangan nangis lagi. Laki-laki brengsek itu gak pantes dapatin air mata kamu. Dia udah punya tunangan cantik, dia cuma mainin kamu" hibur Shila sambil memeluk Aleena.
Aleena mengangguk di dalam pelukan Shila, tapi hatinya berkata lain.
Malam perpisahan yang seharusnya menjadi malam terindah, berubah menjadi malam patah hati terburuk dalam hidupnya.
Mulai malam ini, Aleena berjanji pada dirinya sendiri. Dia akan melupakan Pak Keanu Z. M. Dia akan fokus menjadi dokter. Dia akan buktikan pada Papanya Zayn bahwa tanpa belas kasihan mereka, dia bisa sukses.
Dan dia tidak akan pernah lagi jatuh cinta pada gurunya sendiri.
Di sisi lain kota, Zayn duduk di dalam mobilnya sendirian di parkiran hotel. Dia membuka kotak brownies pemberian Aleena. Isinya sudah lama habis tapi kenangannya tetap ada.
Zayn mengusap lembut kotak itu dengan air mata yang akhirnya tumpah. Brownies terenak yang pernah dia makan, dengan rasa patah hati yang paling pahit. Brownies itu adalah buatan Aleena.
"Maafkan Bapak, Kei... Bapak harus begini demi masa depan kamu..." bisik Zayn di dalam mobil yang sepi.
Malam itu, dua hati patah di dua tempat berbeda. Satu karena merasa ditolak dan dikhianati, satu lagi karena terpaksa menolak demi melindungi.
.
.
BERSAMBUNG
🥺🥺🥺🥺 sesulit itu untuk mereka meraih bahagia 💪💪💪💪
kenapa masih mencuri lihat ke Keisha aleena
sdah pangling Aleena ma Zayn Keanu.
ikutan sedih dengan kisah kalian,semoga cepat bersama Pak KEANU dan KEISHA 💪
akhirnya pak Keanu memanggil KEISHA Nama panggilan sayang terucap juga💃💃💃💃
kasihan ma Aleena hatinya tertahan 6 THN yg lalu ma Zayn keanu
tapi penasaran ma hidup Zayn 6 THN yg lalu kenapa Sampek bisa dan menikah .mana manggil sayang lagi pas di bandara.tapi sekarang hatinya katanya masih memikirkan Aleena.
tambah kepo ma penasaran baca lanjutannya
bukannya kamu sdah nikah yaaa
💃💃💃 liburan diBandung Allena 💪