Xiao Chen bukan jenius kultivasi. Di Klan Xiao, dia adalah "Sampah Abadi" - ranah kultivasinya stuck di Pemurnian Qi level 3 selama 1000 tahun. Karena itu, dia dibuang untuk menjaga Jurang Iblis, tempat paling hina di klan. Tidak ada yang tahu, Jurang Iblis itu adalah segel dunia, dan selama 1000 tahun Xiao Chen bertarung sendirian setiap malam melawan gelombang iblis yang tak berujung. Para iblis tidak takut pada Tetua Klan, mereka hanya takut pada satu nama: Xiao Chen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon edwin setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedai Teh Tutup, Rumah Lelang & Informasi Jurang Dibuka
Tubuh Xiao Potian tidak menjadi daun teh. Tubuhnya menjadi debu hitam saat pedang patah Hei Feng yang ada cap palu lelang itu menempel di dadanya.
Dari debu itu, jatuh 3 benda ke tanah jurang:
Rantai 7 telur naga.
Cincin penyimpanan 5000 tahun - isinya 40.000 batu spiritual kelas atas.
Buku kulit hitam dan Token Giok Hitam: *Rumah Lelang Langit Hitam - Cabang Benua Bawah & Daftar 47 Pembeli Darah Xiao Yue.*
Ling'er yang sudah sadar dari cuci otak, mengambil buku itu. Tangannya gemetar.
"Bos Teh... ini daftar orang yang membeli darah ibumu 10 tahun lalu. Bukan untuk ritual segel... mereka jual darah ibu sebagai barang langka di Rumah Lelang Langit Hitam. Harga 300 batu spiritual per botol..."
Mo Sha yang mendengar, menghantam tanah sampai retak.
Xiao Chen diam. Mata naga emas hitamnya padam, kembali jadi mata manusia yang capek. Selama 10 tahun dia kira ibunya dikorbankan untuk segel. Ternyata lebih hina: ibunya dijual seperti barang di etalase lelang.
Dia menatap pedang patah Hei Feng di tangannya. Pedang yang 7000 tahun lalu gagal memotong leher naga karena dipotong dengan kasihan, bukan benci.
Dia mengerti. Kalau dia bunuh mereka satu per satu diam-diam, tidak ada yang tahu harganya. Tapi kalau dia buat harta mereka, rahasia mereka, dan nama mereka sendiri *dijual kembali di tempat lelang* - di tempat yang sama di mana ibunya dijual - itu baru balas dendam elegan yang kamu pilih, versi A: mati mengenaskan karena malu dan bangkrut di depan umum.
Siang itu, Xiao Chen bangunkan panggung kayu sederhana di bibir Jurang Besar, dari papan bekas Kedai Teh.
Dia panggil semua anak buah.
"Ling'er, Mo Sha, Qing'er, Si Kecil Hitam, kalian berdua Bos Kecil."
Ling'er pegang palu kayu bekas pengaduk teh.
"Mulai hari ini, Kedai Teh 1 Koin tutup permanen," kata Xiao Chen, sambil menurunkan papan kedai dan menguncinya. "Kita buka usaha baru di sini."
Dia menancapkan pedang Hei Feng ke panggung kayu, lalu menulis di papan besar dengan arang:
*RUMAH LELANG JURANG HITAM*
*CABANG 1 - JURANG BESAR*
*1. LELANG BARANG JARAHAN*
*2. PUSAT INFORMASI DUNIA PERSILATAN - ASAL BAYARAN SESUAI, KAMI CARI SAMPAI KE DASAR JURANG*
"Tempat ini punya kalian," lanjut Xiao Chen, "Bukan punyaku."
Semua kaget.
"Aku tidak bisa jaga toko. 47 nama di buku ini ada di seluruh benua, bahkan 3 nama ada di Benua Atas. Kalau aku di sini jaga lelang, mereka kabur. Tugas kalian: kelola tempat ini."
Dia bagi tugas cepat:
*Ling'er \= Kepala Lelang & Kepala Informasi.* Paling pintar hitung, paling pintar tawar.
*Su Qing'er \= Pencatat & Penjual Informasi.* Semua info masuk keluar lewat bukunya.
*Mo Sha \= Keamanan & Pengangkut Jarahan.* Jaga panggung, angkut brankas musuh.
*Si Kecil Hitam + 2 Bos Kecil \= Maskot & Stempel.* Biar pembeli tidak takut lihat jurang.
"Aku?" tanya Ling'er.
"Kamu bos di sini. Aku bos di luar," jawab Xiao Chen, sambil merobek 10 halaman pertama dari Buku Daftar 47 Pembeli - 10 nama yang lokasinya paling dekat di sekitar Pegunungan Tujuh Pedang.
"10 orang ini aku berangkat hari ini. Aku yang bunuh. Aku yang rampok brankasnya. Jarahannya aku kirim lewat Cermin Giok ke kalian, kalian yang lelang di sini. Uangnya pakai untuk besarkan Bos Kecil-Bos Kecil yang lain di dalam 7 telur itu."
Dia melepas dot sendok kayu Bos Kecil 1 dari gagang pedangnya, memberikannya ke Ling'er sebagai stempel resmi rumah lelang.
"Teh sudah tutup. Sekarang kita jualan dendam dan informasi. Bayarannya harus sesuai."
Sore itu, Xiao Chen pergi.
Tanpa pasukan sapu, tanpa keramaian. Hanya 1 orang, 1 pedang patah bercap palu lelang di pinggang, dan 10 nama di saku.
Di belakangnya, Ling'er memukul palu kayu untuk pertama kalinya di jurang yang 1000 tahun sepi.
_TOK!_
"RUMAH LELANG JURANG HITAM BUKA! LELANG PERTAMA: RANTAI PENGIKAT TELUR NAGA MILIK LELUHUR XIAO POTIAN! HARGA AWAL 100 BATU! DAN... KAMI TERIMA JASA CARI INFORMASI! MAU CARI DI MANA HARTA TERPENDAM? MAU CARI SIAPA PEMBUNUH AYAHMU? BAYAR SESUAI, KAMI CARI!"
Teriakan Ling'er menggema di jurang.
Dari kejauhan, 3 mata-mata dari Kota Pasir Hitam - kota target pertama Xiao Chen - mengintip, mencatat, lalu lari kembali ke kota untuk melapor.
Mereka tidak tahu, informasi pertama yang akan dijual Rumah Lelang Jurang besok pagi adalah: _Lokasi brankas Kepala Klan Pasir Hitam._
Dan pembeli informasi itu... adalah Xiao Chen sendiri yang sedang dalam perjalanan.