NovelToon NovelToon
Dewi Angin Utara

Dewi Angin Utara

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:640
Nilai: 5
Nama Author: AraLum

Jauh sebelum sejarah manusia dimulai, Dewi Angin Utara telah menjaga bumi dari balik bayang-bayang.

Namun ketika perang besar mengancam Agharta, Utara harus berpisah dari Zhuin, sosok yang telah dicintainya sejak ribuan tahun lalu.

Zhuin akan terus Ada, dengan berbagai wujudnya.

Dan setiap kehidupan, dia akan melupakan Utara.

Sementara Utara tetap mengingatnya.

Satu Dewi. Satu jiwa. Ribuan kehidupan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AraLum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 PERTEMUAN ANTAR KLAN SILUMAN

Wilayah Klan Serigala Perak lembah siluman akhirnya kedatangan tiga tamu yang tidak bisa dianggap biasa: She Chang dari Klan Ular, Xiong Yan dari Klan Beruang Hitam, dan Mei Ruyan dari Klan Rubah Api.

Kedatangan mereka jelas bukan untuk bertamu secara baik-baik.3 klan siluman sudah benar benar di buat resah oleh klan siluman serigala Perak.

Begitu mereka tiba, atmosfer di sekitar langsung berubah menjadi tegang dan berat.

Yin Shuang berdiri di hadapan mereka dengan didampingi oleh beberapa pengawal pribadinya.

"Jarang sekali tiga pemimpin klan datang bersamaan," ujarnya membuka percakapan.

Xiong Yan menatap Yin Shuang dengan pandangan datar.

"Kami tidak datang untuk berbasa-basi," jawabnya dingin.

Mei Ruyan menimpali dengan senyum tipis di bibirnya.

"Wilayah kami mulai terganggu karena pergerakan pasukanmu."

Sementara itu, She Chang berdiri paling tenang di antara mereka. Namun, tatapan matanya begitu menusuk saat menyahut, "Putriku terluka."

Yin Shuang sempat terdiam sesaat mendengar perkataan itu. "Aku sudah menghentikan pasukanku memasuki wilayah Klan Ular," ucapnya kemudian, berusaha meredakan ketegangan.

"Bagus," She Chang mengangguk kecil. "Tapi kami ingin tahu satu hal." Tatapannya langsung mengarah tajam kepada Yin Shuang. "Apa sebenarnya yang sedang kau cari?"

Xiong Yan ikut menyudutkan. "Benar. Pasukanmu bergerak ke mana-mana hanya untuk mencari satu wanita."

Mei Ruyan menyilangkan tangan di depan dada. "Bahkan hal itu sampai membuat beberapa klan mulai saling menaruh curiga."

Yin Shuang memandang ketiga pemimpin klan itu satu per satu.

Dia sadar betul bahwa tidak ada gunanya lagi menyembunyikan masalah ini dari mereka. "Baik," ujarnya pasrah.

Yin Shuang berbalik dan mengambil sebuah gulungan dari meja di belakangnya. Sebuah lukisan.

Kemudian, dengan satu sentakan cepat, lukisan itu dilempar ke arah mereka.

Xiong Yan dengan sigap menangkapnya, lalu perlahan membuka gulungan tersebut. Seketika itu juga, sang pemimpin Klan Beruang Hitam terdiam.

Untuk beberapa saat, tidak ada satu pun kata yang keluar dari mulutnya.

Di dalam lukisan itu terlihat seorang wanita berambut panjang.

Wajahnya memiliki kecantikan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, ditambah dengan tatapan mata yang tenang serta senyum yang terukir tipis.

Tidak ada perhiasan berlebihan ataupun pakaian mewah yang melekat pada tubuhnya. Namun, hanya dengan melihat wajahnya saja, Xiong Yan merasa seolah ada sesuatu yang berhenti bergerak di dalam pikirannya.

Meskipun wajahnya tetap terlihat serius, matanya sama sekali tidak bisa berpaling.

Cantik sekali, hanya kalimat itu yang mendadak muncul di dalam hatinya. Dia tidak tahu siapa wanita itu, juga tidak tahu dari mana asalnya.

Namun untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, Xiong Yan merasa sangat penasaran terhadap seseorang hanya karena melihat sebuah lukisan.

Mei Ruyan yang sejak tadi memperhatikan ekspresi wajah pria di sebelahnya mulai menyipitkan mata. "Kau terlalu lama melihatnya," sindir Mei Ruyan.

Xiong Yan tersentak dan langsung menutup lukisan itu kembali. "Tidak," kilahnya.

"Bohong," balas Mei Ruyan sangsi.

Xiong Yan tidak berniat menjawab. Dia justru melemparkan gulungan itu kepada She Chang.

Pemimpin Klan Ular itu menangkapnya dengan satu tangan lalu membuka lukisannya.

Tak lama kemudian, ular tua itu tiba-tiba tertawa renyah. "Ha... hahaha..."

Mei Ruyan mengerutkan keningnya, merasa heran. "Apa yang lucu?"

She Chang masih tersenyum lebar sambil terus menatap lukisan di tangannya. "Sudah lama sekali aku tidak melihat wajah secantik ini."

Dia mendekatkan lukisan itu sedikit ke arah wajahnya. "Menarik."

Xiong Yan meliriknya dengan tidak suka. "Jangan terlalu dekat."

She Chang menoleh. "Kenapa?"

"Tidak ada."

She Chang kembali tertawa kecil melihat reaksi itu. "Anak muda," gumamnya, yang langsung membuat kening Xiong Yan mengkerut kesal.

Sementara mereka berdebat, Mei Ruyan langsung merebut lukisan itu dari tangan She Chang. Begitu pandangannya jatuh pada permukaan kertas, senyuman yang tadi menghiasi bibirnya perlahan-lahan menghilang. Dia menatap wajah Beifeng Yao yang tergambar di sana dalam waktu yang cukup lama.

Cantik. Wanita itu terlalu cantik, bahkan membuat kecantikan Mei Ruyan yang selama ini terkenal dan diagungkan di antara para klan terasa langsung kehilangan tempat.

Tatapan mata Mei Ruyan pun berubah, bukan lagi kilat kekaguman, melainkan rasa kesal dan terancam.

"Jadi..." Mei Ruyan menyentuh bagian wajah dalam lukisan itu dengan ujung jarinya yang lentik, "...ini wanita yang kalian cari?"

Yin Shuang mengangguk. "Benar."

Mei Ruyan kembali tersenyum, namun senyumnya kali ini terasa berbeda dan penuh arti.

"Kalau aku memakannya... mungkin kecantikannya bisa menjadi milikku."

Mendengar ucapan mengerikan itu, semua orang spontan menoleh ke arahnya.

Namun dengan santai Mei Ruyan melanjutkan, "Bukankah itu sudah jelas?"

She Chang langsung tertawa terbahak-bahak. "Hahaha!"

Sedangkan Xiong Yan hanya menatap wanita itu dengan pandangan datar. "Kau benar-benar seekor rubah."

Mei Ruyan membalasnya dengan senyuman manis.

Yin Shuang menghela napas berat, mencoba mengembalikan fokus pembicaraan. "Aku tidak tahu apakah dia siluman biasa atau bukan."

Mei Ruyan kembali melayangkan pandangannya pada lukisan tersebut. "Kalau begitu, mari kita cari tahu."

Matanya menyipit penuh intrik. "Dan kalau dia benar-benar secantik ini... aku ingin melihatnya secara langsung."

Saat itu, tidak ada satu pun dari para pemimpin klan yang tahu bahwa wanita di dalam lukisan itu sedang berada di tempat yang sangat jauh dari wilayah mereka. Beifeng Yao sama sekali tidak sedang bersembunyi ataupun bertarung melawan siapa pun.

Dia bahkan tidak mengetahui bahwa dirinya saat ini sedang menjadi bahan pembicaraan hangat di antara para penguasa klan.

Dan yang paling lucu, mereka semua mengira bahwa mereka sedang memburu seekor siluman misterius biasa, padahal sosok yang sedang mereka incar adalah seseorang yang kekuatannya berada jauh melampaui bayangan nalar mereka.

1
Aralum
ikuti terus yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!