NovelToon NovelToon
The Artefact Of The Past And The Chosen One'S Destiny

The Artefact Of The Past And The Chosen One'S Destiny

Status: tamat
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: ARDICK

( upload senin - Sabtu= 6× )

The Artefact of the Past and the Chosen One's Destiny

Setiap seratus tahun, sebuah fenomena misterius bernama Divine Moon muncul di langit.

Setiap kali cahaya bulan tersebut muncul, empat anak terpilih lahir ke dunia. Mereka ditakdirkan menjadi penjaga Ancient Artifacts, peninggalan suci yang menjaga keseimbangan seluruh alam semesta.

Ater. Mala. Angis. Evir.

Empat anak. Empat kekuatan elemen. Satu takdir.

Namun, takdir tidak pernah mudah bagi mereka yang mewarisi dosa masa lalu.

Enam ratus lima puluh tahun sebelumnya, Sora adalah salah satu penjaga terhebat yang pernah dimiliki alam semesta. Dicintai oleh rakyatnya dan mengabdikan hidupnya untuk melindungi Ancient Artifacts, ia berdiri bersama Zeo, sahabat terdekatnya yang telah ia anggap seperti saudara.

Kemudian semuanya berubah.

Cinta yang seharusnya menjadi cahaya berubah menjadi tragedi.

Sebuah kehilangan menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARDICK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

{Chapter 15 }:{secret journey }

Apa ini benar? Kita harus mendapatkan jawaban dengan seberat ini?”

Zeo menatap Iles.

“Tidak. Kita berdua tidak. Tapi aku akan menjalankan ini untuk semua, agar semuanya kembali seperti semula.”

“Tapi ini sangat berat. Kau harus berdoa selama dua tahun tanpa makan dan minum. Dan kau tidak boleh sedikit pun bergerak. Sedikit saja bergerak, semuanya akan batal.”

Namun Zeo hanya diam. Senyum tipis tetap terlihat di wajahnya. Ia sama sekali tidak terkejut dengan syarat itu.

“Aku sudah tahu, Iles. Karena setiap jawaban memiliki harganya sendiri-sendiri.”

Zeo kemudian mengajak Iles pergi.

“Ikuti aku ke tengah perbatasan antara Bangsa Air, Api, Angin, dan Bumi.”

Sesampainya di perbatasan, Zeo berhenti.

“Di sinilah aku akan berdoa sampai waktu yang menjadi syarat terpenuhi.”

Kini waktu telah bertambah tiga tahun.

Doa Zeo akan dimulai setelah waktu sejak ia kembali dari Alam Roh—dua ratus tahun—ditambah dengan seluruh masa kehancuran yang telah berlalu. Dalam sepinya alam, makhluk-makhluk yang masih memiliki jiwa telah mengetahui apa yang terjadi.

Semuanya sudah berlangsung selama 63 tahun.

“Jadi totalnya 263 tahun ini terjadi. Maka aku akan selesai berdoa pada tahun ke-265.”

Zeo menatap Iles.

“Jadi, kau akan datang ke sini pada tahun ke-265. Aku meminta kepadamu untuk memperbaiki kerusakan yang masih dapat diperbaiki selama aku berdoa selama dua tahun.”

Iles mengangguk.

“Baik, Zeo. Aku akan memperbaiki apa yang masih dapat kuperbaiki.”

Sesaat kemudian, energi meluncur dari Artefak Kuno menuju Zeo.

Cahaya energi itu menandakan bahwa waktunya telah dimulai.

“Pergilah cepat. Karena ini akan terkunci di dalam lingkaran energi Artefak Kuno.”

Iles langsung menepi. Matanya menatap Zeo yang mulai menjalankan doanya.

Sebuah dosa telah ia lakukan.

Namun orang lainlah yang harus membayarnya.

Akhirnya, Iles meninggalkan tempat itu saat Zeo mulai berdoa.

Secara tiba-tiba, orang itu muncul.

Orang misterius.

“Kau akan berjalan ke mana, Iles?”

Iles terdiam.

“Ingat, bayaran semakin mendekat. Apa kau tidak takut ia menagihnya?”

Iles tidak berani menoleh ke belakang. Mendengar ucapan itu saja sudah membuat rasa takutnya kembali memenuhi dada.

Napasnya terasa sesak. Keringat mengalir dari pelipisnya hingga menetes ke kakinya.

Ketakutan Iles bukan karena hukuman.

Ia takut Sora akan membalasnya.

“Aku sangat merasakan sesuatu yang besar akan terjadi.”

Perlahan, Iles membalikkan tubuhnya.

Namun seperti biasanya, orang misterius itu sudah menghilang.

“Mana orang itu? Sudahlah. Untuk apa aku memikirkannya?”

Iles segera mengalihkan pikirannya.

“Sekarang aku harus pergi ke tempat Sora di penjara.”

Ia menatap langit.

“Burung Api, datanglah. Antarkan aku ke tempat Sora.”

Burung Api menghampirinya dan membawa Iles menuju tempat Sora dipenjara.

Beberapa waktu berlalu.

Akhirnya, mereka sampai.

“Aku akan mencoba meminta maaf pada Sora.”

Iles langsung bergegas masuk.

Keringat terus menetes saat ia berlari di tempat yang sangat panas. Udara terasa membakar kulitnya.

“Tempat ini sangat panas... aku tidak tahan.”

Langkahnya semakin cepat.

“Bagaimana dengan Sora di dalam penjara ini?”

Akhirnya, Iles sampai di depan jeruji besi sihir Api Abadi.

“Sora... aku datang ke sini. Aku ingin meminta maaf kepadamu.”

Sora yang lusuh sedang tertidur. Mendengar suara itu, tubuhnya tersentak.

“Zeo... kau datang?”

Sora segera berdiri.

Namun ketika matanya terbuka, ia melihat Iles.

“Ada apa kau ke sini, Putri Raja Api?”

Tatapan Sora menjadi tajam.

“Pengkhianat kejam.”

Iles menundukkan kepalanya.

“Aku ingin mengatakan maaf.”

Suaranya bergetar.

“Apa kau akan memaafkanku, Sora?”

Sora menatap tajam ke arah Iles. Tangannya terlipat di dada.

“Minta maaf?”

Tawa Sora menggema di dalam penjara.

“Maaf? Ke mana saja kau selama ini? Ke mana setelah sekian lama kau baru muncul dan meminta maaf?”

Tawa kehancuran jiwa Sora terasa menyayat hati Iles.

“Aku mohon... maafkan aku. Aku tidak ingin menanggung dosa ini sangat lama.”

Sora menjawab dengan tegas,

“Takkan pernah aku maafkan.”

Tatapannya tidak bergeser sedikit pun.

“Kau akan merasakan sakit yang setara, cepat ataupun lambat. Ingat itu, Iles, Putri Raja Kejam.”

Amarah Sora semakin besar. Gigi atas dan bawahnya beradu menahan kemarahan.

Iles merasakan ketakutan yang semakin besar hingga ia mundur beberapa langkah.

Dalam hatinya ia berkata,

“Aku sangat takut kalau Sora akan bebas dari penjara ini.”

Ia menatap Sora dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Mengapa, Sora? Kau tidak seperti dulu... pemaaf.”

Iles menundukkan wajahnya.

“Aku tahu begitu banyak melakukan kesalahan. Tapi aku seorang anak yang tidak rela ayahnya mati dengan begitu keji.”

Tatapan Sora semakin tajam.

“Kau berkata keji?”

Suaranya terdengar penuh amarah.

“Lihat ayahmu yang sangat terkutuk. Kejam hingga menghabisi ibu sendiri.”

Iles terus memohon maaf. Ketakutan yang teramat dalam membuat tubuhnya gemetar.

“Lalu apa yang harus aku lakukan, Sora, agar kau memaafkanku?”

Sora terdiam sejenak.

Kemudian ia menjawab,

“Kembalikan Dewi Bulanku yang telah ayahmu habisi.”

Iles langsung bersujud di luar penjara.

“Maafkan aku... aku mohon. Apa yang kau inginkan, ambillah.”

Suara Iles semakin bergetar.

“Nyawaku.”

Sora menatapnya dari balik jeruji.

“Ingat ini baik-baik.”

Tatapan Sora kemudian beralih ke cahaya yang redup di dalam penjara.

“Cahaya yang dulu terang kini tidak lagi memancarkan keindahannya.”

Sora kembali menatap Iles.

“Cahayaku telah kau renggut.”

Senyum perlahan muncul di wajah Sora.

“Jadi, aku akan merenggut sesuatu darimu di waktu yang tepat.”

Senyum Sora tetap bertahan saat Iles hanya bisa terdiam di hadapannya.

1
Putri Ayu
ditunggu thor lanjutannya hehe😁
Putri Ayu: asiappp/Kiss/
total 2 replies
Putri Ayu
menurutku menarik ceritanya
Aurelia Sadewa
waw deskripsi nya keren thor aku langsung kebayang... panutan thor salam kenal dari pemula
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: salam juga
total 1 replies
Zyraa
hi kak, salam kenal ya, kita saling support kak.🙏😍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: oke 💪
total 3 replies
Illa🌙
i don't actually understand 😄
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: yes this is Indonesian
total 1 replies
♡⃝ 𝓠𝓾𝓮𝓮𝓷𝓡𝓪 ♕
Dikendalikan oleh Sora ternyata. Dia manfaatin Garha karena dendam kah
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: iyaah
total 1 replies
Miranda.
eee kritik dikit ya mas ardick. bab ini kek montase singkat deh, ketimbang flashback atau menceritakan sebuah alur/Sweat/
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: emm bab 1 sampe bab kejadian zeo membekukan dunia, itu di masa depan, bab selanjut baru mencerikan masa lalu kisah Sora dll,
total 1 replies
Miranda.
agak was-was ya, zeo nikah/Sweat/
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: kenapa tu
total 1 replies
naws
walah. rebutan perempuan rupanya.
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: hahahah🤣
total 1 replies
naws
aku jadi inget aang
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: haha iya mirip dri elemen nya
total 1 replies
naws
profesi yang diwariskan ya
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: iya yang terpilih
total 1 replies
Mingyu gf😘
Ayahmu memang seorang iblis
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: astaghfirullah ayah aku manusia
total 1 replies
Mingyu gf😘
Andai kamu tahu, ibhmu sudah di bunuh oleh ayahmu sendiri
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: 🥺🥺🥺iyah
total 1 replies
Naisha Anindya
ceritanya sangat sangat bagus! apalagi kalo dibuat komik! jarang jarang ada cerita sebagus ini 😍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: serius jadi semngat jangan lupa reting
total 1 replies
Isma Iis
senjata makan tuan?? mungkin karena belum terlatih mengendalikan kekuatan dengan baik kali ya
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: bisa jadi
total 1 replies
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
ternyata dulu Sora orang yang merendah ya. dan skrg spt-nya ada dendam dihatinya
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: begitu lah takdir
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
ini dewi bulan nya bakal reinkarnasi lagi kah thor?
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: emm gak tau si baca aja mak
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
kan dia.. emang orang gila, dimna mna para pengendali api di avatar ang juga, jadi musuh seluruh dunia kan!!! 🙄 kenapa sih di dunia ini harus ada api? kebakaran tuh dmna mna! 😒
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: hahahahah sabar
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
saking kecintaan dia... lir ibarat, dia mati pun gak papa, asal bisa sama pujaan hati nya, aseeeekk.. 🗿🙄
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: asekkk wkwkwk🤣
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
sampe masih belum rela ya si sera.. dia sampe nembus kabut batas dunia, ini mreka tuh kaya para dewa gitu kan, emak loding? /Facepalm/
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: kwkwkwk mereka menjaga alam
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!