Karena memiliki masalah keluarga yang cukup rumit, membuat Ranaya melampiaskan hidupnya di lantai disko. Motonya: Boleh nakal, asal tahu batas. Sayangnya, malam itu, batasnya benar-benar terlewati. Sebuah kecelakaan brutal membuat tubuhnya koma, sementara rohnya malah asyik gentayangan!
Sialnya, jadi arwah itu enggak segampang di film-film. Niat hati melompat elegan masuk kembali ke tubuhnya, Ranaya malah nyungsep di kolong ranjang. Masalah bertambah pelik ketika ia tau apa penyebab kecelakaan yang menimpanya. Ternyata ada udang di balik bakwan.
Berbekal status hantu amatiran dan bantuan seorang cowok indigo yang super cuek bebek, Ranaya harus menyelamatkan nyawanya sendiri. Kalau gagal? Ya wassalam, siap-siap saja jadi Kuntilanak Gen-Z selamanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Annisa Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Bestie Gweh
"Narsis banget," gumam Arka sembari mengetik kata sandi yang Ranaya sebutkan dan berhasil login ke akun instagram dengan dua ribu empat ratus enam puluh satu pengikut itu. "Udah, nih, terus?"
Ranaya mendekat. "Mana, gue mau liat."
Arka yang masih dalam posisi rebahan kembali menunjukkan handphone-nya.
"Oke, bener." Ranaya tersenyum. "Buka pesan, nah di sana ada pesan yang disematkan, namanya My Bestie Gweh, ada enggak?"
"Hmm."
"Ketik gini..." Ranaya diam beberapa saat. "Tha, ini gue, Ranaya Cantik Jelita Mempesona. Gue tau lu mungkin akan bingung, tapi please percaya sama gue. Gue enggak tau gimana cara jelasin semuanya sekarang. Gue cuman mau bilang, gue minta maaf ya, karena sering repotin lu selama ini, gue selalu jadi beban lu, maafin gue."
Ranaya duduk di tepi kasur, menatap Arka yang sibuk mengetik ucapannya. "Udah?"
"Hmm."
"Tha, gue enggak suka liat lu terus-terusan nyalahin diri lu sendiri setiap hari. Semuanya bukan salah lu. Ya walaupun gue sedikit kecewa sih, karena lu enggak setia kawan. Lu siuman, sedangkan gue malah gentayangan."
Arka hanya menggeleng pelan saat mendengar ucapan Ranaya sembari terus mengetik.
Ranaya kembali melanjutkan ucapannya. "Gue enggak mau tau, lu pokoknya harus percaya sama gue. Gue di sini kesepian, Tha. Enggak ada lu, cuman ada setan-setan aneh."
"Beruntung gue ketemu orang yang bisa liat setan, jadi gue sekarang minta tolong dia buat nyampein ini ke lu. Lu harus percaya sama dia, Tha! Demi gue!"
Arka menghela napas pelan. Tidak habis pikir kalau dia harus mengetik kata-kata pemaksaan seperti ini.
"Gue tunggu di tempat biasa, ya, jam 9 nanti. Jangan bilang-bilang Nyokap gue, entar kita dijadiin pepes sambal terasi. Lu enggak mau, kan? Jangan sampai telat. Entar gue keburu diangkat saber."
Arka menatap Ranaya. "Udah?"
Ranaya mengangguk. "Coba liat!"
Arka kembali menunjukkan handphone yang menampilkan room chat dengan akun instagram Agatha.
"Kok lu ngetiknya singkat-singkat gitu?"
"Biar cepat," jawab Arka.
"Ck!" Ranaya hendak protes tapi tidak jadi. Karena takut Arka tidak mau membantu rencana berikutnya. "Bantu gue lagi, ya?"
"Apalagi?" Arka menguap, jujur ia masih sangat ngantuk dan lelah sekarang.
"Lu ketemu Agatha. Gue yakin, dia pasti dateng, lu mau kan ambil bayarannya?"
"Dimana?" tanya Arka setelah mendengar kata bayaran.
"Entar gue arahin."
"Yaudah, sekarang lu keluar, masih jam tujuh kan? Gue mau istirahat lagi!" Arka menutup wajahnya dengan selimut. Berharap Ranaya segera keluar dari kamar kosnya.
"Oke, jam setengah sembilan gue ke sini lagi, awas aja kalau lu belum bangun!" ucap Ranaya lalu melayang keluar dari kamar Arka menuju rumah sakit.
****
Agatha yang baru keluar dari kamar mandi menatap layar handphone, ada beberapa notifikasi masuk, tadinya ia mau mengabaikan, tapi begitu membaca notifikasi itu dari akun instagram Ranaya, ia langsung meraih benda pipih itu.
"Nay, lu udah siuman?" ucap Agatha, ia tersenyum lebar dengan wajah yang berbinar. Namun, setelah membaca pesan itu kata demi kata. Raut wajah Agatha berubah. "Maksudnya apa?"
Agatha masih tidak paham apa maksud Ranaya. Ia membaca pesan itu sekali lagi. Namun tetap tidak paham, bagaimana mungkin Ranaya bisa mengirim pesan itu jika dia belum siuman, kan?
Karena tidak mau kebingungan tanpa jawaban. Agatha pun bersiap-siap dengan cepat untuk datang langsung ke rumah sakit dan melihat kondisi Ranaya. "Enggak mungkin kan dia ngeprank gue?"
Agatha yang masih trauma menyetir mobil meminta supir rumah untuk mengantarnya. Sepanjang perjalanan, ia terus membaca ulang pesan yang dikirim oleh akun instagram Ranaya sembari berusaha memahami apa maksudnya.
"Apa mungkin akun instagram Ranaya diretas? Dan ini cuman jebakan supaya gue datang nemuin peretasnya?"
Benar dugaan Arka, Agatha sudah mulai berpikir ke arah sana.
"Tapi, kata-katanya khas Ranaya banget. Bahkan gue bisa denger nada ngomong Ranaya. Ya meskipun ketikannya bukan seperti Ranaya, Ranaya enggak pernah ngetik sesingkat ini."
lnjut kk, aku makin penasaran, ditunggu bab selanjutnya nnti malem
🏃♀️