NovelToon NovelToon
Takdir Kita Yang Belum Selesai

Takdir Kita Yang Belum Selesai

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / Romansa Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nita_001

Setelah dikhianati dan meledakkan diri bersama musuhnya, Chongyue, kapten tim elit pemburu vampir, justru terlahir kembali di dunia kultivasi dalam tubuh Nona Kelima Kediaman Jenderal Kerajaan Dong—seorang gadis yang dianggap bodoh dan tidak berguna.

Namun, tidak ada yang tahu bahwa di balik tubuh lemahnya itu tersembunyi sebuah segel misterius.

Ketika segelnya terbuka, Chongyue berubah menjadi seorang jenius dengan kekuatan luar biasa. Dalam perjalanannya menjadi kuat, dia bertemu Bei Mingye, Pangeran Keenam yang dijuluki Raja Hantu—pria dingin yang ditakuti seluruh Benua Timur, tetapi justru rela menjadi pelindung Chongyue.

Bersama-sama, mereka menghadapi keluarga, sekte kuno, musuh dari alam atas, serta rahasia besar tentang asal-usul Chongyue.

Di tengah takdir yang terus mempermainkan mereka, mampukah dua hati yang telah dipertemukan itu bertahan hingga akhir?

Yuk ikuti kisah lengkapnya dalam sebuah kisah berjudul: TAKDIR KITA YANG BELUM SELESAI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita_001, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 - Bertarung dengan Xuan Qing

"Xuan Chongyue, apa yang kau tertawakan?!" bentak Xuan Qing dengan amarah yang semakin memuncak.

Perlahan, Chongyue menghentikan tawanya. Tatapan dinginnya langsung tertuju kepada Xuan Qing.

"Xuan Qing, kau berani berbicara soal hati nurani kepadaku?" ucapnya sambil menyunggingkan senyum sinis. "Lalu, bagaimana denganmu sendiri? Apa kau punya hati nurani?"

Suaranya terdengar tenang, tetapi setiap katanya membawa tekanan yang menusuk.

"Coba ingat kembali apa yang pernah kalian lakukan kepadaku. Sudah berapa ratus kali kalian menghina dan memukuliku? Ketika usiaku baru sembilan tahun, kalian bahkan menaruh seekor ular berbisa di atas tempat tidurku hingga ibuku meninggal karena dipatuk ular itu."

Tatapannya kemudian beralih kepada Xuan Yang.

"Aku pernah berlutut di depan ruang kerjamu seharian penuh. Aku memohon kepada pria yang kupanggil Ayah agar memanggil tabib untuk menyelamatkan ibuku. Namun, apa yang kau lakukan? Kau membiarkan ibuku meninggal."

Jemari Chongyue mengepal semakin erat.

"Setelah beliau meninggal, wanita kejam itu, Du Ru, bahkan membuang jasadnya begitu saja ke tengah hutan."

Suaranya mulai bergetar. Bukan karena takut, melainkan karena kemarahan yang telah dipendam tubuh ini selama bertahun-tahun.

"Aku kembali berlutut memohon kepadamu. Aku hanya ingin ibuku dimakamkan dengan layak. Namun, apa balasan yang kuterima? Kau justru marah karena menganggap tangisanku mempermalukan nama baik keluarga."

Tatapan Chongyue semakin tajam.

"Kau tidak menghukum Xuan Qing, Xuan Qingqing, maupun Xuan Xi yang telah menyebabkan kematian ibuku. Sebaliknya, kau justru memukuliku ketika aku sedang memohon kepadamu."

Dia menarik napas perlahan sebelum melanjutkan, "Sekarang katakan padaku, apakah kalian masih pantas berbicara tentang hati nurani?"

Suasana di halaman langsung berubah sunyi.

Tidak ada yang bersuara. Bahkan suara dedaunan yang tertiup angin terdengar begitu jelas di tengah keheningan.

"Seluruh keluarga Xuan tidak lebih dari sekumpulan binatang buas." Chongyue menyapu pandangannya ke arah mereka satu per satu. "Dari mana kalian memiliki kepercayaan diri untuk menyebutku tidak punya hati nurani?"

Setelah mengucapkan kalimat itu, dia menghunus belati tajam dari balik lengan bajunya.

Belati ini merupakan hadiah dari pemilik bengkel pandai besi yang pernah ditemuinya beberapa hari yang lalu.

Wajah Xuan Yang memerah karena malu sekaligus marah. Namun, dia tidak bisa membantahnya.

Semua yang dikatakan Chongyue memang benar.

Hanya saja, menurutnya, semua itu bukanlah kesalahan siapa pun.

Di Benua Timur, yang kuat selalu dihormati, sedangkan yang lemah hanya pantas ditindas.

Sebagai seseorang yang tidak bisa berkultivasi, Chongyue memang dianggap pantas menerima perlakuan seperti itu.

"Tutup mulutmu!" Bentak Xuan Qing, yang sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya.

Sebagai seorang jenius yang telah mencapai tingkat lima seniman beladiri di usia muda, belum pernah ada orang yang berani mempermalukannya seperti ini.

Terlebih lagi, orang itu adalah Chongyue, sampah yang selama ini selalu dipandang rendah oleh semua orang.

"Aku ingin melihat seberapa hebat kemampuanmu sampai berani bersikap sesombong ini!"

Segera setelah itu, dia langsung menghunus pedangnya dan melesat ke depan.

Kecepatannya jauh melampaui Xuan Qingqing sebelumnya. Dalam sekejap, dia sudah berada di hadapan Chongyue.

Pedang panjang di tangannya menebas lurus ke arah kepala Chongyue.

Chongyue tetap berdiri di tempat. Tatapannya mengikuti lintasan pedang yang semakin mendekat. Dia tahu tubuhnya tidak akan bisa menandingi kekuatan seorang seniman beladiri tingkat lima jika beradu secara langsung.

Karena itu, dia memilih menunggu hingga jarak serangan menjadi cukup dekat.

Saat mata pedang hampir menyentuh wajahnya, Chongyue mengangkat belati di tangannya dan menahannya tepat pada jalur tebasan tersebut.

TANG

Benturan logam langsung menggema.

Kekuatan yang terkandung dalam pedang Xuan Qing membuat lengan Chongyue terasa kebas. Tubuhnya bahkan sedikit terdorong akibat benturan itu.

Dia menggertakkan gigi. Tubuh ini memang masih terlalu lemah.

Di sisi lain, Xuan Qing juga terkejut.

Dia memang belum mengerahkan seluruh kekuatannya, tetapi serangan tadi sudah mengandung delapan puluh persen tenaganya.

Namun, Chongyue berhasil menahannya.

Bagaimana mungkin?

Mungkinkah Xuan Chongyue ternyata juga seorang seniman beladiri?

Sorot mata Xuan Qing langsung berubah dingin.

Tidak!

Dia tidak boleh membiarkan wanita ini tetap hidup.

Jika Putra Mahkota mengetahui bahwa Chongyue bisa berkultivasi, kemungkinan besar dia akan menyesali keputusannya membatalkan pertunangan mereka.

Jika itu terjadi, seluruh rencana keluarga Xuan akan berantakan.

Hari ini, Xuan Chongyue harus mati!

Memikirkan hal itu, Xuan Qing tidak lagi berniat menguji kemampuan Chongyue. Dia langsung mengerahkan seluruh kekuatan batinnya.

Tekanan yang jauh lebih kuat seketika menyelimuti tubuh Chongyue.

Dada Chongyue terasa sesak. Rasa manis bercampur amis memenuhi tenggorokannya.

Dia tahu perbedaan kekuatan mereka terlalu besar. Jika terus menerima serangan secara langsung, tubuhnya tidak akan bertahan lama.

Namun, tepat ketika Xuan Qing meningkatkan tekanannya dan bersiap melancarkan serangan berikutnya, Chongyue melihat celah.

Posisi Xuan Qing sedikit terbuka setelah dia mengubah tumpuan untuk kembali menyerang.

Tanpa membuang kesempatan, Chongyue tiba-tiba mengangkat kaki kanannya dan menghantam lurus ke arah selangkangan pria itu.

BUK

"Ugh..."

Xuan Qing mengerang kesakitan.

Serangannya terhenti. Genggaman pada pedangnya melemah, sementara tubuhnya refleks membungkuk akibat serangan itu.

Chongyue sendiri tidak berada dalam kondisi yang jauh lebih baik. Setelah menahan serangan sebelumnya, tubuhnya terasa berat dan dia terhuyung mundur beberapa langkah.

Dia segera menelan kembali darah yang sudah memenuhi rongga mulutnya.

Keringat dingin membasahi pelipis Xuan Qing. Namun, bukan karena rasa sakit semata.

Melainkan karena syok.

Kalau saja refleksnya terlambat sesaat, tendangan Chongyue barusan akan menghancurkan kejantanannya seumur hidup.

Chongyue berdiri tegak sambil menatap dingin ke arah selangkangan Xuan Qing.

Dia mengernyit.

Sayang sekali. Kalau gerakannya sedikit lebih cepat, pria itu pasti sudah menjadi kasim.

Memikirkan hal itu membuatnya sedikit kecewa.

"Aku akan membunuhmu!" Xuan Qing meraung penuh amarah.

Rasa malu akibat serangan tadi membuat wajahnya memerah. Urat-urat di lehernya menonjol saat dia kembali menggenggam pedangnya dengan erat.

Kali ini, dia tidak lagi memberi Chongyue kesempatan untuk mendekat.

Tubuhnya kembali melesat maju.

Pedang panjang di tangannya menebas bertubi-tubi. Setiap tebasan mengarah ke bagian tubuh yang mematikan, memaksa Chongyue terus bergerak untuk menghindarinya.

Chongyue tidak berani menerima serangan itu secara langsung.

Perbedaan tingkat kultivasi mereka terlalu besar. Satu benturan saja sudah membuat lengannya kebas, sehingga dia tahu bahwa jika terus bertukar serangan, orang yang akan kalah lebih dulu adalah dirinya.

Karena itu, dia terus memanfaatkan tubuhnya yang lebih ringan.

Setiap kali pedang Xuan Qing menebas, Chongyue menggeser langkahnya, merunduk, atau memutar tubuhnya untuk menghindari lintasannya. Setelah menemukan celah, dia segera membalas dengan belatinya.

Belatinya beberapa kali berhasil menggores tubuh Xuan Qing, meninggalkan luka-luka tipis.

Namun, Xuan Qing juga tidak membiarkan dirinya terus menjadi sasaran.

Beberapa tebasannya berhasil mengenai Chongyue.

Ujung pedang menggores lengan, bahu, serta pinggangnya. Darah perlahan merembes keluar dan membasahi gaun putih yang dikenakannya.

Meski terluka, Chongyue tetap tidak mundur.

Dia terus mengamati gerakan Xuan Qing, menunggu kesempatan untuk mengakhiri pertarungan.

Sementara itu, Xuan Qing semakin frustrasi.

Dia tidak menyangka seorang gadis yang selama ini dianggap sampah ternyata bisa bertahan selama ini di bawah serangannya.

Pertarungan yang awalnya dia kira akan berakhir dalam beberapa gerakan justru berubah menjadi pertarungan yang menguras kesabarannya.

Tepat ketika Chongyue kembali menemukan celah, belatinya menikam lurus ke dada Xuan Qing.

Namun, sebelum ujung belatinya mencapai sasaran, sebuah bayangan tiba-tiba melintas dari samping.

Chongyue bahkan tidak memiliki waktu untuk mengubah arah serangannya.

Sebuah telapak tangan menghantam dadanya dengan kekuatan yang luar biasa.

BUK

Rasa sakit yang hebat langsung menjalar ke seluruh tubuhnya. Belati di tangannya juga terlepas.

Tubuh Chongyue terpental beberapa meter ke belakang sebelum menghantam tanah dengan keras.

Benturan itu membuat liontin giok yang tersembunyi di dalam kerah bajunya menyembul keluar.

"Uhuk-uhuk!"

Chongyue terbatuk hebat, dengan seteguk darah menyembur dari mulutnya.

1
marlaina marliana
beraninya main keroyokan dasar iblis
marlaina marliana
semangat chongyue, balas dendam musnahkan semua musuh 💪💪
marlaina marliana
nah baru tau cerita awalnya pertemuan mereka ternyata seperti itu ya 🤔
marlaina marliana
masih menyimak 😊😊❤❤
marlaina marliana
kakak syantik ini sama seperti yg yg f**z* ya.
Author Nita_001: Iya kak say, aku pindah kesini, karena disana sepi pembacanya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!