NovelToon NovelToon
Takluk Oleh Kelembutannya

Takluk Oleh Kelembutannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hasanah Yoyoh

Demi memenuhi permintaan kakeknya yang sekarat, kamilah menikah cepat dengan pria acak yang ternyata musuh kakaknya, begitu tuan rizky syah mendapatkan dirinya, ia tak melepaskannya diadaptasi dari master syah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasanah Yoyoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: KERIBUTAN DUA PRIA PALING BERKUASA

​BAB 21: Keributan Dua Pria Paling Berkuasa

​Tawaran pilihan yang diberikan oleh Rizky Syah menggantung hangat di udara. Kamilah yang menatap manik mata tegap di hadapannya tak lagi mampu menahan gejolak di dalam dadanya. Dengan napas terengah pelan dan pipi yang merona merah padam, Kamilah memajukan tubuhnya, memejamkan mata, lalu mendaratkan ciuman manis di bibir Rizky Syah.

​Ciuman itu berlangsung singkat namun terasa teramat dalam. Saat Kamilah menarik wajahnya dengan canggung, Rizky Syah menyunggingkan senyum lebar yang teramat tampan dan penuh kepuasan.

​Namun, momen manis nan romantis itu mendadak hancur berkeping-keping detik itu juga.

​BRAAAKKK!

​Pintu utama rumah megah itu didobrak paksa dari luar! Suara dentuman kencang bergema memenuhi seluruh penjuru ruangan, membuat Kamilah tersentak kaget setengah mati.

​"RIZKY SYAH, BRENGSEK! LEPASKAN ADIKKU SEKARANG JUGA!" raung sebuah suara berat yang penuh amarah membara.

​Seorang pria tegap berwajah tampan dengan aura intimidasi yang tak kalah mengerikan menerobos masuk. Pria itu adalah Roya Ye—kakak laki-laki kandung Kamilah!

​Rizky Syah yang masih bertelanjang dada berbalik badan dengan santai, menatap kehadiran Roya Ye dengan raut wajah sangat malas dan jengkel.

​"Kamu datang di saat yang benar-benar tidak tepat, Roya," sindir Rizky Syah dengan nada suara dingin dan menyebalkan.

​"Menyingkir dari adikku sekarang!" bentak Roya Ye murka. Tanpa basa-basi, Roya Ye melangkah lebar, mengulurkan tangannya yang kekar dan menarik baju Rizky Syah secara kasar hingga tubuh kedua pria tegap itu saling berhadapan kaku!

​Kamilah yang masih berada di sofa menutup mulutnya rapat-rapat, jantungnya berdegup gila-gilaan akibat rasa panik yang membakar seluruh tubuhnya.

​G-gawat! jerit Kamilah histeris di dalam benaknya. Kakak malah melihatku sedang berpelukan dan bermesraan dengan calon Kakak Ipar! Bagaimana ini?!

​Roya Ye menggerakkan rahangnya tegas, matanya menyala-nyala oleh amarah seorang kakak laki-laki yang posesif. "Ayo keluar ke halaman dan bertarung denganku secara jantan, Rizky Syah!" raungnya sambil menarik leher kemeja yang dipegangnya.

​Rizky Syah justru menyunggingkan senyum miring yang teramat arogan. Pria itu sama sekali tidak merasa takut pada kemarahan calon kakak iparnya. "Boleh saja... Lagipula sudah cukup lama aku tidak memukul orang sampai babak belur."

​Rizky Syah berpaling sebentar ke arah Kamilah. Sebelum membiarkan dirinya diseret keluar, ia mengulurkan tangannya dan mengusap lembut rambut Kamilah dengan tatapan yang mendadak berubah menjadi teramat manja dan manis.

​"Kamilah... tunggu aku sebentar di sini ya," bisik Rizky Syah hangat.

​"Kemari kamu, brengsek!" seret Roya Ye kasar sambil menarik tubuh tegap Rizky Syah secara paksa keluar menuju halaman vila yang luas.

​Kedua pria paling berkuasa di kota itu pun melangkah keluar dengan tensi amarah yang membakar udara, siap meluapkan persaingan lama mereka melalui adu jotos.

​Melihat kepergian kedua pria tegap itu, Kamilah menghela napas panjang dan menyandarkan punggungnya ke sofa dengan lemas.

​Mereka berdua ini benar-benar... Padahal orang-orang di luar sana selalu bergosip kalau mereka itu pasangan yang saling mencintai, tapi kenapa kalau bertemu malah selalu bertengkar dan ingin saling bunuh seperti ini? batin Kamilah mengelus dadanya yang sesak.

​Tiba-tiba, dari arah pintu samping, sosok Elisa berlari masuk dengan wajah yang dipenuhi air mata buatan. Gadis itu langsung berhamburan berlutut di samping sofa Kamilah, menangis terisak-isak dengan gaya melodramatis yang sangat berlebihan.

​"Kamilah... hiks! Apa benar kali ini aku benar-benar akan tamat?!" tangis Elisa histeris sambil memeluk lutut Kamilah.

​Kamilah menatap sahabatnya itu dengan dahi berkerut bingung. "Elisa? Kamu ini bicara apa sih?"

​Kamilah melirik ke arah jendela luar rumah, mendengar suara pukulan dan dentuman keras dari dua pria yang mulai adu fisik di luar. "Kalau mereka berkelahi sengit seperti itu... kira-kira apa mereka berdua akan terluka parah?"

​Mendengar kekhawatiran Kamilah, tangisan palsu Elisa mendadak terhenti seketika. Elisa mendongakkan kepalanya, menatap Kamilah dengan binar mata yang penuh kejahilan dan godaan.

​"Kamilah... jadi sekarang kamu lebih mengkhawatirkan kakak kandungmu sendiri... atau kamu lebih mengkhawatirkan Rizky Syah, hah?" sorak Elisa antusias.

​Elisa berdiri dari lantai, melompat-lompat kecil dengan senyuman gembira yang luar biasa heboh. "Hei! Jujurlah padaku sekarang, Kamilah! Cowok misterius yang berhasil membuatmu gelisah dan kamu bicarakan waktu di kafe kemarin... itu sebenarnya adalah Rizky Syah, kan?! Iya, kan?!"

​Melihat Elisa yang makin heboh sampai melompat-lompat girang di dalam rumah orang, wajah Kamilah seketika memerah padam karena malu.

​"Mulut kecilmu itu diam saja, Elisa!" sergap Kamilah panik, menengok cemas ke kanan dan ke kiri. "Bagaimana bisa kamu dan kakakku tiba-tiba datang ke tempat ini?"

​"Tentu saja karena Kak Roya melacak keberadaanmu!" jawab Elisa cepat. Namun kemudian, raut wajah Elisa berubah menjadi agak takut saat mendengar benturan keras dari arah luar.

​Elisa mencengkeram lengan baju Kamilah dengan raut panik. "A-anu, Kamilah... sebaiknya kita pergi melarikan diri saja dari sini sekarang! Aku takut sekali melihat dua iblis itu bertengkar!"

​Elisa menarik tangan Kamilah kuat-kuat. "Ingat kata pepatah kuno! Teknik kabur dengan mobil dari 36 strategi melarikan diri adalah strategi yang paling terbaik! Ayo, kita kabur sekarang sebelum mereka sadar!"

​Kamilah berkedip terkejut, namun dengan cepat ia menyetujui ide tersebut demi menyelamatkan dirinya dari kecanggungan yang lebih parah. "Iya, benar juga! Ayo cepat!"

​Kamilah berdiri dan melangkah terburu-buru ditarik oleh Elisa menuju pintu keluar bagian samping.

​Saat berjalan tergesa-gesa menyusuri koridor, Elisa mendadak menghentikan langkahnya sejenak, membayangkan kejadian gila yang mungkin terjadi di antara Roya Ye dan Rizky Syah di luar sana.

​"Tapi tunggu deh..." gumam Elisa dengan wajah cemas. "Pasangan pria berkuasa itu... mungkin saja habis berkelahi sengit begini, mereka malah berakhir berdamai dan 'berakhir di atas ranjang' bersama!"

​Elisa memegang dadanya sendiri dengan raut wajah terpukul dan dramatis. "Oh, tidak! Kalau gosip itu benar... berarti aku benar-benar tidak punya kesempatan sedikit pun untuk mendekati dan mendapatkan hati Kak Roya Ye!"

​Elisa menghentakkan kakinya heboh. "Huwaaa! Tidak boleh! Ayuk cepat pergi dari sini, Kamilah!"

​Kamilah hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah melihat tingkah heboh sahabatnya itu. Mereka berdua pun berlari menyusuri halaman samping, masuk ke dalam mobil, dan melaju pergi meninggalkan dua pria yang masih sibuk bertengkar hebat di pelataran rumah megah tersebut.

1
Hasanah Yoyoh
bagus sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!