Linggar Angkasa adalah seorang pria yang sudah memiliki istri, menjalin cinta terlarang dengan seorang wanita yang tidak lain adalah karyawannya sendiri, istrinya seorang model majalah yang sering berada di luar kota.
Tania... wanita berusia 25 tahun yang menjabat sebagai sekretaris perusahaan retail,, atas dasar cinta, dia rela menjadi simpanan dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
3 tahun menjalin asmara tanpa kepastian kemana arah hubungan akan berlabuh, tiada hari tanpa desahan, kepuasan dan... cinta bertepuk sebelah tangan.
Jalinan cinta terlarang keduanya membuahkan hasil... tanpa ikatan... tanpa tuntutan... yang ada hanya sebuah kesadaran dari kesalahan...
Apakah Tania dan Linggar akan tetap bertahan? ataukah Tania mundur dan memutuskan hidup tanpa perlindungan...
Selamat membaca ya guys... semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
SHAKA DAN SHAKTI
" Adek... Jangan lari lari nak... Nanti jatuh sayang." Teriak Tania pada putra putranya yang sudah berusia 2 tahun.
" Mamaaa... Caka ama cakti mau beyi es kim ma..."
suara cadel bayi berusia 2 tahun itu membuat Tania gemas.
" Nanti kalau ayah Arga sama ibu Tiyas pulang, kita jalan jalan ya sayang." Jawab Tania yang baru saja pulang dari mengajar.
Shaka Linggar Angkasa dan Shakti Linggar Angkasa, adalah dua nama yang di pilih Tania untuk kedua putranya. Sedangkan Tiyas karena belum juga di karuniai keturunan, meminta Tania agar membiarkan anak anaknya memanggil dengan sebutan Ibu dan Ayah, alasannya sederhana... Arga dan tiyas ingin merasakan bahagianya di panggil ayah dan ibu.
" yeeee aciiiiik, nanti kita main boya " teriak kegirangan dari shakti.
Setelah melahirkan 2 tahun lalu, Tania kiri bekerja sebagai guru Les di salah satu bimbel yang ada di kecamatan, pulang dari mengajar, Tania menuju cafe yang terletak di dekat kantor kecamatan dan juga sekolah SMA. Pekerjaan apapun dia lakukan untuk memenuhi kebutuhan 2 anak kembarnya.
" Assalamualaikum bu... " sapa Tania pada bu Lastri.
" Waalaikumsalam... , tadi kamu di cari pemilik cafe, kenapa tidak masuk dua hari ini." jelas Bu Lastri setelah menjawab salam.
" oiaaa Tania lupa Bu... Todak.memberi kabar bahwa ada bimbingan guru les." jawab Tania.
" Loooh bukannya kamu sudah keluar dari cafe? , katanya kemarin melamar pekerjaan di panti Asuhan dan panti jompo?" tanya Bu Lastri.
" Iya bu... Tapi belum terpanggil... " jawab Tania dengan murung.
" Kamu melamar di bagian apa dek? , biar aku rekomendasikan, yayasan tersebut bekerjasama dengan klinikku" kata Tiyas yang muncul sari depan.
" buk iaaas. Buk iaaas" teriak anak Tania.
Hup!!!!
Shaka dan shakti langsung minta gendong tantenya.
" iyuuuuh beratnya ini anak anak ibu sudah pada gendut" goda tiyas pada kedua keponakannya.
"itak endut buuu ayak apo" sela Shakti tidak terima.
" Tidak kak... Biar aku berusaha sendiri saja, enak masuk tanpa bantuan, lebih terasa perjuangannya... " jawab Tania.
Tiyas menurun kan kedua keponakan gembulnya, lalu duduk di samping adik iparnya.
" Ya sudah... Yang terpenting kamu nyaman" jawab Tiyas.
Tiyas tidak akan memaksa adik iparnya, dia menghargainya. Dia paham... Tania adalah wanita cerdas, tetapi satu kesalahan membuatnya sempat terpuruk. Tepi... Itu sudah berlalu.
Adik iparnya sudah bangkit dan mandiri, bahkan secara finansial. Penghasilannya bekerja di cafe dan mengajar bimbel lumayan cukup untuk memenuhi kebutuhan putranya.
Tania kembali mengecek email, apakah ada balasan atau tidak dari yayasan. Dan ternyata.... ada.
Yayasan panti asuhan dan panti jompo tersebut membutuhkan tenaga pendidik dan staff administrasi.
Yayasan yang di bentuk secara mandiri itu berdiri sejak 1 tahun yang lalu, dan sekarang berkembang memiliki sekolah TK, SD dan SMP, untuk sekolah lanjutan atas atau SMA, yayasan yang bernama LINGGAR KASIH bekerjasama dengan sekolah swasta yang ada di kecamatan tersebut, sebab sekolah SMA di lingkungan panti masih tahap pembangunan.
" Yeeee Alhamdulillah... Bu... Kak... Ibu... Ka tiyas..." Tania turun dan berlari ke arah ibu dan kakaknya.
" Kak... Aku di terima.... Besok ada interview langsung." Tania memeluk kakak iparnya
" Alhamdulillah... Lalu bagaimana pekerjaan kamu yang di cafe?" tanya bu Lastri.
" Aku akan mengajukan resign Bu... " kata Tania dengan mantap.
" Bagaimana dengan Abimanyu?? Bukankah dia melarang kamu keluar dari cafe??" tanya Tiyas.
Abimanyu bos dan pemilik cafe tempat Tania bekerja. Dia adalah laki laki yang selalu ada baut Tania. Pria berdarah minang yang jatuh cinta pada janda dua anak dari sejak pertama Tania bekerja di cafenya.
1 tahun 6 bulan Tania bekerja di cafe, tepatnya saat anak anaknya berusia 6 bulan. Dia tidak ingin terus membebani keluarga, walaupun sesungguhnya... Semua keluarga tidak merasa terbebani sama sekali.
Tetapi... Tania yang hatinya masih sangat mencintai Linggar, juga karena dia trauma dengan kisah cinta, tidak bisa begitu saja menerima Abimanyu.
Selain itu... Dia sadar diri... Abimanyu berhak mendapatkan yang lebih baik, bukan dia... Wanita yang memiliki anak tetapi masih berstatus lajang. Bahkan... Demi sebuah status, anak anak Tania masuk ke dalam kartu keluarga kakaknya, bahkan akta lahir tertera nama kakaknya dan kakak iparnya sebagai orang tua. Demi status... Dan demi menjaga anak anaknya dari... perundungan.
" Kamu sama sekali tidak.berniat menikah dek? " tanya Tiyas.
" Tidak untuk saat ini kak... Hubungan yang terjalin karena sebuah alasan tidak akan bertahan lama" jawab Tania tetap teguh pada prinsipnya
" baiklah... Adik kakan sudah dewasa, sudah pandai menarik benang merah hahahaha." canda Tiyas.
" bukan benang mahkota perkawinan ya kak... " canda Tania mananggapi iparnya.
"Bu... Ayo ita ke inmalet.... Beyi mainan" tiba tiba Shaka dan Shakti memegang baju Tiyas dan merengek.
" sebentar sayang... Tunggu ayah Arga dulu..." rayu Tiyas.
" Itak mau... Cekalang bu... Ayooo" Shakti menarik tangan Tiyas.
" Cama mama cuga..." Shaka ikut ikutan menarik tangan Tania.
"Sebentar sayang, mama belum mandi, bau acem" kata Tania.
" Hasying, hasying, hasying!!! " Tiba tiba Tania bersin bersin.
" Sudah sudah, kalian berdua segera bersih bersih, anak anak biar sama ibu." titah Bu Lastri pada anak dan menantunya.
" Shaka... Shakti... Ayo sama nenek" kata Bu Lastri dengan membawa ubi hangat kesukaan cucunya.
Shaka dan Shakti menurut... mereka mengikuti neneknya dengan berjalan di belakang.
Duduk di tanah berumput hijau, dengan aliran sungai di depan yang langsung terjun ke laut bebas, membuat suasana sore begitu syahdu.
Rumah yang di tempati Tania dan keluarga berada di pemukiman yang dekat dengan pantai selatan, berada di dua tebing, memang jauh dari kota... Tetapi cukup membuat hati dan pikiran tenang...
" nah... Kalian duduk dan makan ubi ini." Shaka dan Shakti menurut. Duduk tenang dan menikmati ubi bakar buatan sang nenek.
Sesekali anak anak itu terlibat rebutan, lalu tertawa... Bahkan manja pada nenek mereka. Sungguh... Pemandangan yang membuat gemas bu Lastri yang baru menikmati peran menjadi nenek.
....ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hay guys...
Terimakasih ya... masih setia bersama Linggar dan Tania...
Semoga kalian selalu sehat...
krna km berulang kali mngatakn tak menginginkn ank dri rahim tania.... bhkn klo smpe tania hamil... km dgn enteng mgatakn untuk digugurkn...🙄🙄
eeee istri yg di bela"in.... taunya mndua😂😂😂😂
yg hncur km ato tania.....
tania saat ini sedih dan trluka.... tpi kelak saat anknya lahir.... dia punya pngobat luka....
sdangkn kamu linggar..... bhagia nggk ... tpi kecewa... trnyata perempuan yg km prioritaskn... km cintai ugal"an... nyatanya sm berhiantnya sprtimu di belakangmu....
ap lgi kelak saat tak sengaja km brtemu tania dgn anknya ..... ank yg nyata" tak prnah km inginkn trlahir dri rahim tania....