Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.
"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.
Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16. Air hitam bau
Rania tertegun dengan pikiran entah ke mana meski saat ini orang sedang ramai di dalam rumah namun dia merasa mereka semua tidak bisa memahami dirinya, ini bukan hanya kesedihan tentang ditinggal Rina saja tapi dia merasa sesuatu yang tidak beres telah terjadi dan kemungkinan besar nanti akan berhubungan satu sama lain dengan Ilham itu sendiri.
Entah Mengapa gadis ini begitu yakin bahwa ada sesuatu yang telah terjadi kepada Rina dan dia berusaha keras untuk memahami apa yang telah terjadi itu, rasanya dia ingin mengatakan kepada semua orang bahwa Rina meninggal dunia dalam keadaan tidak beres dan dia harus berjuang keras untuk mencari tahu.
Namun untuk memulai pembicaraan itu dari mana saja Rania masih tidak tahu karena nanti dia berpikir bahwa orang-orang bukan hanya memberikan solusi, tapi mereka akan sibuk menghujat satu sama lain sama seperti ketika Pak RT mendatangi rumah mereka untuk membicarakan tentang penampakan tadi malam yang sudah dia lihat itu.
Ada rasa curiga yang begitu besar namun kecurigaan itu tidak bisa dia buktikan dengan baik, ini mau tidak mau memang dirinya harus berusaha keras untuk mencari tahu sendiri tentang apa yang telah terjadi kepada Rina dan Kenapa juga Rina bisa meninggal secara mendadak seperti itu saat akan pergi bersama dengan dia.
Walau Rina dikatakan oleh Ilham bahwa dia telah menderita kanker payudara, namun Setidaknya masih ada beberapa waktu dan Kemungkinan tidak meninggal secara langsung seperti ini, jadi Rania memang merasa tidak percaya dan dia akan berusaha keras untuk mencari tahu tentang kematian sang kakak yang secara mendadak itu.
"Ran!" Ayu menunggu Rania yang sejak tadi duduk di dekat gentong air.
"Hah iya?" Rania menoleh dan menatap tetangga yang sedang membantu Dia masak untuk acara tahlil malam ketiga Rina.
"Untuk mencuci beras kita pakai air yang mana?" Ayu bertanya dengan suara sengau karena dia memang belum seberapa sehat.
"Ini saja, air yang ada di dalam sini bersih kok karena memang sudah disimpan sejak lama.'' Rania menunjuk gentong besar yang ada di dekat dia.
"Kamu Jangan termenung terus seperti itu." Ayu masih sempat menasehati karena dia tahu bahwa Rania begitu berduka.
"Ya gimana tidak berdosa karena dia adalah satu-satunya saudara yang aku miliki saat ini.'' Rania Berkata sambil tertunduk.
Ayu menghelai nafas panjang ketika dia mendengar apa yang Rania katakan saat ini, Memang benar bahwa hanya Rina saudara yang di miliki oleh Rania dan sekarang justru Rina meninggal dunia seperti itu sehingga pasti meninggalkan duka yang begitu besar untuk gadis kecil ini.
Sreeeeeng.
"Astaga bau nya!" keluh Ayu saat membuka tutup gentong.
"Loh kenapa bisa bau seperti itu?!" Rania ikut berdiri karena dia merasa heran.
"Ini katamu tadi air bagus tapi kenapa berwarna hitam seperti ini?!" Ayu menutup hidung dan menatap Rania dengan heran.
"Ya allah, Kenapa air ini bisa berubah warna dan menjadi Bau seperti ini?" Rania sungguh heran dengan kejadian itu.
"Sudah lah, tidak usah diperpanjang lagi." Mbok Inem datang dan langsung menutup kembali gentong tersebut.
"Mbok, tapi air yang ada di dalam gentong ini memang biasanya air bersih dan tidak pernah berubah menjadi seperti ini." Rania masih berusaha untuk menjelaskan.
Mbok Inem tidak menjawab lagi ucapan Rania dan justru memberi kode agar Gadis itu diam saja, padahal saat ini Rania begitu heboh dan dia bertanya-tanya Kenapa hal itu bisa terjadi karena menurutnya aneh saja bila air yang biasa jernih namun sekarang berubah menjadi hitam pekat dan juga berbau anyir.
"Kan, aku semakin merasa ada yang tidak beres dengan kematian Kak Rina." batin Rania di dalam hati dia sekarang.
Dengan langkah yang begitu gontai membuat Rania menjadi semakin tidak terlihat bercahaya, Rona lesu itu terlihat sekali di wajah Si Gadis Sehingga siapa saja yang melihat pasti akan merasa iba dengan Rania, para warga yang sedang membantu masa hanya bisa saling tatap satu sama lain karena mereka Sebagian ada yang mengetahui tentang air itu dan sebagian lagi hanya merasa bingung dengan tingkah Rania.
''Bantu aku menganggap air yang ada di dalam gentong.'' Mbok Inem mendatangi Ilham yang sedang membuat api di luar rumah.
''Loh Kenapa kok gentongnya mau di angkat, Mbok?'' Ilham bertanya karena dia memang sama sekali tidak tahu.
''Angkat saja dulu keluar.'' Mbok Inem menjawab singkat.
''Itu agak besar Jadi kemungkinan agak sulit juga mau mengangkat keluar, tidak kuat kalau sama sampeyan.'' ujar Ilham sehingga wanita tua ini menghentikan langkah dia
''Air yang ada di dalam gentong itu sudah berwarna hitam dan bercampur dengan bau amis, bila tidak diangkat Sekarang maka warga lain akan mengetahui tentang keanehan ini.'' Mbok Inem berkata dengan wajah dingin.
''Hah, Kenapa bisa begitu?!'' Ilham saja merasa kaget dengan ucapan wanita tua tersebut.
Mbok Inem sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Ilham karena menurut dia pria ini pasti tahu apa yang telah terjadi tanpa perlu dia jelaskan, dengan langkah tergesa-gesa maka Ilham segera masuk ke dalam rumah dan Dia mengintip sedikit Bagaimana keadaan air yang ada di dalam gentong tersebut.
Ilham menatap Mbok Inem dengan pandangan begitu takut namun dia berusaha untuk tetap tenang agar para warga lain tidak mengetahui tentang kejadian ini, jadi meski kesulitan untuk mengangkat dia tetap saja berusaha untuk membawa gentong keluar karena itu adalah pilihan yang paling aman agar mereka semua tidak mengetahui apa yang telah terjadi.
''Aaaaah astaga berat sekali.'' Ilham mengeluh dan dia berusaha untuk menurunkan gentong tersebut.
Byuuuurrrr.
''Hueeeek!'' Mbok Inem tidak kuat juga mencium aroma itu ketika tanpa sengaja Ilham menumpahkan air yang ada di dalam gentong.
''Hueeeek, Hueeeeek.'' Ilham muntah-muntah seketika setelah tubuh dia terguyur oleh air yang ada di dalam gentong itu.
''Iiiihh kenapa air nya bau sekali.'' Winda berteriak keras karena dia ada di dekat sana sedang menanak nasi.
''Winda!'' Mbok Inem memberikan peringatan agar Gadis itu tidak Berisik.
''Itu badan bang Ilham penuh dengan air bau amis.'' Winda menutup hidung karena tidak kuat mencium aroma yang ada.
Ilham saja segera berlari mencari air bersih karena dia perlu mandi dari air berwarna hitam yang ada di dalam gentong, entah itu air dari apa namun yang jelas aromanya sangat luar biasa menusuk hidung, Mbok Inem hanya menatap air itu dengan pandangan begitu sedih karena dia tahu ada sesuatu yang tidak beres sekarang.
Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.