Song Jiao, di kehidupan pertamanya dia adalah Jenderal Wanita terkuat yang berhasil menguasai Dunia, tapi hidupnya berakhir begitu cepat karena sebuah penyakit bawaan yang belum ada obatnya.
Tetapi jiwa berdarah-darah Song Jiao tidak diterima di Surga maupun Neraka, hingga pada akhirnya dia harus menjalani kehidupan kedua sebagai Song Jiao yang lain, yaitu putri Raja yang kehilangan statusnya setelah gagal mengkudeta Kekuasaan Kaisar yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.
Terbangun di tubuh gadis muda kurus yang lemah di akhir musim dingin, ingatan asing diterima Song Jiao begitu membuka mata, dan dari dalam ingatan itu dia tau hidupnya tinggal sebatang kara, dimana orangtuanya meninggal sebelum datangnya musim dingin, lalu para pelayan yang tersisa pergi setelah mengambil seluruh harta milik keluarga Song Jiao.
Tanpa harta, tanpa kekuatan, juga tanpa orang yang bisa diandalkan. Sanggupkah Song Jiao menjalani kehidupan keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membantu Secara Diam-Diam
Qin Wanru, adik Qin Zixuan. Qin Yue, putri Qin Beihe, Bibi Kedua Song Jiao. Qin Liangyi, Putri Qin Ning, Bibi Ketiga Qin Jiao.
Ketiga gadis kecil itu cepat akrab dengan Song Jiao, begitu juga dengan Qin Chen, adik Qin Yue.
Mereka semua adalah generasi termuda di keluarga Qin, tapi selain Qin Wanru, mereka semua telah kehilangan sosok Ayah.
Ayah mereka termasuk Kakak Qin Yue yang seumuran dengan Qin Zixuan, mereka semua gugur di medan perang.
Begitu tiba di kediaman keluarga Qin, anak-anak yang baru kembali segera berkumpul dengan para orangtua, memberi kesempatan pada Qin Jiao terbebas dari anak-anak yang begitu lengket dengannya.
Masih ada waktu sebelum makan malam, dimana waktu yang ada dimanfaatkan oleh Song Jiao melatih Qin Zixuan menggunakan busur silang otomatis.
Ini bukan kali pertama Song Jiao melatih Qin Zixuan, dan tampak jelas perkembangan Qin Zixuan sejak pertama kalinya menggunakan busur silang otomatis.
'Bisa tepat mengenai target di jarak tiga puluh meter sambil menunggang kuda, tapi akurasi tembakannya mulai goyah pada jarak tiga puluh meter. Sudah cukup baik, dan pantas menjadi sosok Jenderal Muda!'
Dalam hati Song Jiao menilai kemampuan Qin Zixuan, yang mana dia menilai kemampuan Qin Zixuan cukup baik, dan kedepannya masih bisa berkembang.
Sebelum tiba waktu makan malam, Song Jiao dan Qin Zixuan sudah kembali ke kediaman, dan setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian, mereka pergi ke ruang makan karena sudah waktunya makan malam.
Hidangan makan malam kali ini cukup lengkap, tapi Song Jiao menangkap ada yang kurang sangat banyak dari jumlah menu, terutama menu makanan yang berbahan utama daging.
'Kemungkinan persediaan makanan mulai menipis, apalagi dalam beberapa hari terakhir Kota Beixuan ditutup total.'
Sejak awal Song Jiao sudah memperkirakan jika cepat atau lambat kebutuhan makanan di Kota Beixuan pasti akan habis, dan ini sudah mendekati waktunya.
Untungnya dia sudah memperkirakan segalanya, dan tengah malam ini waktu yang tepat untuk mengisi ulang gudang makanan terbesar di Kota Beixuan, juga beberapa gudang lainnya.
'Ruang ajaibku saat ini berbeda dengan yang sebelumnya, dimana apapun yang aku ambil dari ruangan itu akan selalu terisi kembali dengan jumlah dan juga berat yang sama. Dengan demikian aku bisa mengisi ulang seluruh gudang makanan di Kota Beixuan tanpa takut kehabisan barang-barang di ruang ajaib.'
Selesai makan malam, Song Jiao cepat kembali ke kamar dengan alasan lelah setelah seharian beraktivitas.
Mengingat apa saja yang hari ini dilakukan oleh Song Jiao apalagi Qin Zixuan yang seharian ini mendampingi gadis itu. Saat Song Jiao ijin pergi ke kamar, tidak ada satu orang pun yang mencoba menghalanginya.
Memanfaatkan situasi saat semua orang tidak fokus pada keberadaannya, Song Jiao yang telah berada di dalam kamar, cepat dia menyelinap keluar dari kamarnya.
Dengan kecepatan yang membuat sosoknya terlihat seperti bayangan dalam kegelapan malam, saat meninggalkan kediaman keluarga Qin, tidak satupun penjaga menyadari kepergian Song Jiao.
Saat ini tujuan pertama Song Jiao adalah gudang pangan keluarga Qin, tempat yang malam ini dijaga sangat ketat, tapi para penjaga tidak cukup untuk menghentikan seorang Song Jiao.
Masuk melalui atap gudang, begitu berhasil masuk ke dalam gudang, Song Jiao melihat bagian dalam gudang yang sebagian besar telah kosong, hanya menyisakan bahan makanan di bagian paling ujung gudang.
"Malam ini aku harus bekerja keras!"
Menggunakan kekuatan mentalnya, Song Jiao mengeluarkan berbagai bahan makanan dari dalam ruang ajaib miliknya, dan butuh waktu hampir satu jam lamanya untuk memenuhi gudang pangan keluarga Qin, sebelum akhirnya dia pergi ke tujuan selanjutnya.
Selain gudang pangan milik keluarga Qin, masih ada tiga gudang lainnya yang perlu diisi ulang oleh Song Jiao, dan hal serupa seperti yang ditemukan di gudang pangan keluarga Qin juga ditemukan di gudang lainnya, yaitu pemandangan gudang yang hampir kosong melompong.
Setelah memastikan barang di ruang ajaib kembali terisi penuh, Song Jiao cepat mengisi gudang pangan yang kosong dengan berbagai jenis bahan makanan, tetapi sebagian besar berupa beras putih.
Dari gudang satu pindah ke gudang lain, hingga akhirnya Song Jiao selesai mengisi ulang gudang pangan Kota Beixuan, gudang terbesar yang kini kembali dipenuhi bahan makanan, padahal sebelumnya gudang itu sudah dalam keadaan memprihatinkan.
"Besok pagi pasti terjadi kehebohan, tapi itu bukan urusanku!"
Song Jiao tersenyum kecil, lalu dia cepat kembali ke kediaman keluarga Qin sebelum datangnya pagi.
Meski sebentar, setidaknya dia ingin istirahat, dan bangun dalam keadaan segar.
***
Seperti dugaan Song Jiao, pagi harinya kehebohan terjadi di empat gudang pangan utama yang ada di Kota Beixuan.
Qin Tianyu bahkan belum sempat membersihkan wajahnya saat kedua kakinya berlari cepat ke gudang pangan keluarga Qin, hingga akhirnya dia menyaksikan sendiri gudang yang hampir kosong kini telah terisi penuh bahan makanan, dan itu semua merupakan bahan makanan terbaik yang di ibu kota saja hanya keluarga tertentu yang bisa memilikinya.
Di tempat berbeda, Qin Zixuan pergi menuju gudang terbesar di Kota Beixuan, dan di tempat itu dia melihat hal serupa seperti apa yang dilihat ayahnya, tapi ini dalam jumlah yang lebih besar.
Cepat Qin Zixuan pindah ke dua gudang lainnya, dan begitu sampai di gudang ketiga, dia sudah tidak lagi bisa menahan kebahagiaan, tapi di balik kebahagiaan karena mulai saat ini Kota Beixuan terselamatkan dari musibah kelaparan, dia dibuat penasaran siapa orang yang diam-diam membantu keluarga Qin dan Kota Beixuan?
Disaat seperti ini dia sangat ingin bertanya pada Song Jiao, tapi Qin Zixuan baru sadar jika adiknya itu belum kelihatan sejak meninggalkan kediaman, padahal sejak tiba di kediaman keluarga Qin, Song Jiao biasanya menjadi orang pertama yang bangun di pagi hari, lebih pagi daripada para pelayan.
"Tumben dia belum bangun? Biasanya juga dia yang bangun paling awal."
Qin Zixuan bergumam begitu tiba di depan kamar Song Jiao yang masih tertutup rapat.
"Padahal tidur lebih awal, tapi ini belum bangun seolah malam tadi dia bekerja sepanjang malaaam..."
Seketika mata Qin Zixuan melotot, seolah dia tanpa sengaja telah menemukan sebuah pertanyaan yang sejak tadi mengganjal di hatinya.
"Srek..."
Qin Zixuan berbalik arah, tidak jadi mengusik tidur Song Jiao.
"Dia benar-benar telah bekerja keras!"
Suara Qin Zixuan terdengar lirih, dan cepat dia pergi menemui ayahnya, untuk melaporkan sesuatu yang bisa dipertimbangkan tentang sosok yang telah mengisi ulang keempat gudang pangan terbesar di Kota Beixuan.
'Aku yakin dia adalah orangnya!'