NovelToon NovelToon
AKAD NIKAHKU BATAL KARENA TUNANGANKU MENGHAMILI WANITA LAIN

AKAD NIKAHKU BATAL KARENA TUNANGANKU MENGHAMILI WANITA LAIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pengkhianatan / Drama
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Umma Khummaira

Dua minggu sebelum pernikahan, dunia Larasati runtuh saat memergoki Arjuna, tunangan sekaligus pacar pertamanya yang ternyata sudah menghamili wanita lain.

Tanpa air mata, Larasati melempar cincin dan membatalkan pernikahan demi harga diri. Namun, pengkhianatan itu justru membawa Larasati ke pelukan Dewa Dirgantara, CEO konglomerat tempatnya bekerja yang siap pasang badan melindunginya.

Sementara itu, Arjuna menyesal bersama selingkuhannya yang tinggal di sebuah rumah kecil.

Sanggupkah Larasati menyembuhkan lukanya demi cinta Dewa? Dan bagaimanakah akhir dari penyesalan sang mantan tunangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umma Khummaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Satu minggu kemudian,

Proyek besar milik Pak Surya telah memasuki tahap akhir sebelum peluncuran materi iklan secara nasional. Kesibukan di divisi kreatif Dirgantara Media Group pun semakin padat.

Sebagai pimpinan di divisinya, Larasati benar-benar mengerahkan seluruh tenaga dan pikirannya. Besarnya tanggung jawab yang ia emban membuat naluri kepemimpinan muncul sepenuhnya, sampai-sampai ia mengabaikan waktu istirahat dan jam makannya.

Pukul tujuh malam, Larasati memutuskan untuk lembur. Sebagian besar anggota tim telah dipulangkan olehnya agar mereka bisa beristirahat sebelum memasuki tahap akhir pekerjaan keesokan harinya.

Di kursi kerjanya, Larasati masih duduk tegak, menatap layar laptop yang menampilkan puluhan revisi papan cerita terakhir.

Puk... puk...

Larasati mengetuk pelan pelipisnya yang mulai berdenyut nyeri. Pandangannya sempat mengabur selama beberapa detik, sementara rasa mual perlahan menyerang akibat melewatkan makan malam demi mengejar target pekerjaan.

"Mbak Laras, laporannya sudah saya cetak. Ada yang perlu saya kerjakan lagi ga sebelum saya pulang?" suara Cindy memecah keheningan. Ia melangkah mendekat sambil meletakkan sebuah map di atas meja.

"Astaga, Mbak... wajahmu pucat sekali. Bibirmu juga kering. Kita lanjut besok saja saja, yuk?"

Larasati memaksakan senyumannya untuk menutupi tubuhnya yang mulai melemah.

"Sedikit lagi selesai, Cindy. Kamu boleh pulang duluan. Cepat pesan ojek daringmu dan hati-hati di jalan. Saya tinggal menyelesaikan materi video ini."

Cindy mengembuskan napas panjang. Dia sangat hafal dengan sifat Larasati jika menyangkut pekerjaan. Dia pun akhirnya menyerah.

"Oke, Mbak. Jangan terlalu malam, ya. Aku pulang duluan." pamit Cindy ke Laras.

Begitu sosok Cindy menghilang di balik pintu kaca, pertahanan Larasati runtuh seketika. Tubuhnya melorot lemas menyandarkan punggung ke kursi. Kedua matanya terpejam rapat menahan pusing yang semakin hebat, sementara tubuhnya mulai menggigil karena dinginnya pendingin ruangan.

Klik.

Pintu kaca perlahan terbuka, sama sekali tidak membuat Larasati membuka mata. Ia mengira petugas kebersihan malam datang untuk membersihkan ruangan.

Namun, aroma parfum kayu cendana yang begitu dikenalnya tiba-tiba memenuhi indra penciumannya, disusul kehangatan yang menyelimuti kedua bahunya.

Larasati tersentak pelan. Saat membuka mata, pandangannya langsung bertemu dengan sepasang mata tajam milik Dewa Dirgantara. Pria itu baru saja memakaikan jas mewahnya ke bahu Larasati.

"Pak... Pak Dewa?" Larasati terkejut. Dengan gerakan spontan, ia berdiri memberi hormat.

"Larasati, duduklah!"

Dewa memerintah dengan suara tenang, tetapi tidak memberi ruang untuk dibantah.

Pria itu berlutut dengan satu kaki di samping kursi Larasati agar tinggi mereka sejajar. Punggung tangannya menyentuh dahi Larasati. Keningnya langsung berkerut saat merasakan suhu tubuh wanita itu.

"Tubuhmu panas. Kamu juga terlihat sangat lemas. Sudah berapa lama kamu belum makan malam?"

Larasati menundukkan kepalanya.

"Saya... tadi siang sudah makan, Pak Dewa. Hanya saja makan malamnya tertunda karena harus menyelesaikan...."

"Pekerjaan tidak akan pernah habis, Larasati. Kesehatanmu jauh lebih penting." Dewa memotong pembicaraan dengan lembut. Tatapan matanya tidak lepas dari wajah Larasati yang semakin pucat.

Ia menoleh ke arah pintu, lalu mengangkat dagunya sedikit dan memanggil asistennya.

"Evan! Bawa masuk makanannya!"

"Siap, Bos!"

Sang asisten yang sejak tadi menunggu di luar, langsung membuka pintu. Ia masuk dengan tenang sambil membawa tas makanan, kemudian menghampiri meja kerja Larasati dan mengeluarkan semangkuk bubur ayam hangat serta segelas teh jahe madu dari dalamnya.

Setelah menata dengan rapi, ia lalu melangkah mundur.

"Bos, saya keluar dulu ya!"

Dewa hanya menganggukkan kepala pelan sebagai jawaban.

Pintu kembali tertutup dengan lembut, menyisakan keheningan di dalam ruangan.

Dewa kemudian menarik sebuah kursi ke hadapan Larasati. Bunyi kaki kursi yang bergesekan pelan dengan lantai, langsung memecah kesunyian. Ia duduk dengan posisi berhadapan dengan Larasati. Sorot matanya dipenuhi rasa khawatir.

"Larasati, makanlah sekarang."

Larasati menundukkan pandangan. Jari jemarinya saling bertaut. Bibirnya bergerak pelan seolah ingin membantah, tapi tak ada satupun kata yang keluar.

Dewa menggeser mangkuk bubur itu agar lebih dekat ke arah Larasati, dan mengaduknya perlahan agar uap panasnya berkurang.

"Kalau tanganmu terlalu lemas untuk memegang sendok, saya yang akan menyuapimu, Laras."

Mata Larasati langsung membulat. Ia mengangkat wajahnya menatap Dewa dengan napas yang sedikit tertahan. Dalam hitungan detik, wajah pucatnya berubah menjadi merah.

"Pak Dewa... saya masih bisa makan sendiri." Suaranya lirih, nyaris seperti bisikan.

Larasati meraih sendok di atas meja dengan tangan yang sedikit gemetar. Ia mencoba menyendok bubur, tetapi jemarinya yang kehilangan tenaga membuat sendok itu sedikit bergetar hingga kuahnya hampir tumpah kembali ke mangkuk.

Dewa mengembuskan napas pelan. Tanpa banyak bicara, ia dengan lembut mengambil sendok dari tangan Larasati. Gerakannya tenang dan hati-hati, sama sekali tidak terburu-buru.

"Pelan-pelan, Laras." Suara Dewa terdengar begitu sayup. Ia meniup sesendok bubur, memastikannya sudah hangat, lalu mengulurkannya ke depan bibir Larasati.

"Malam ini, saya hanyalah seorang pria yang sedang mengkhawatirkan wanita yang dicintainya."

Deg!

Jantung Larasati berdegup sangat kencang, mengalahkan rasa pusing yang masih menyelimuti kepalanya.

Ia terpaku, tenggorokannya terasa kelu dan rasa malunya tak sanggup dia sembunyikan.

Larasati akhirnya membuka mulut perlahan dan menerima suapan pertama dari pria itu.

1
Anonim
CIH PERCUMA TAIK
Umma Khummaira: sabar ya kak,,,😄😄😄
total 1 replies
Anonim
BACOT KEMEM
Anonim
TOLOL... LO ITU LAKNATULLAH, DASAR SIALAN GAK PANTES LO NYEBUT TUHAN
sunaryati jarum
Sepertinya gayung tersambut Pak Dewa.
sunaryati jarum
Kalian sudah berumur,jika sudah cocok langsung ke pernikahan Saja.Emak.berharap kehidupan rumah tangga Arjuna dan Sisil tidak bahagia karena dibangun di atas rasa sakit hati perempuan lain.
sunaryati jarum
Dikhianati tunangan dipinang atasan.Arjuna kau harus menghormati Larasati karena sebentar lagi akan jadi istri mitra kerjamu
sunaryati jarum
Balasan pengkhianatan dari pasangan ya hidup dengan bahagia
Melda Andriyani
jempol untuk mu Larasati 😍😍🤗
Siti M Akil
lanjut thor
sunaryati jarum
Dikhianati tunangan dicintai bos besar
sunaryati jarum
Kena mental kan kamu , Arjuna
sunaryati jarum
Kapook
sunaryati jarum
Ibumu orang baik,demi smbisimu hidup enak dan kebiasaan hidup liarmu membawamu menjadi pelakor.
Ibu Anak Dua
Sebagai pemula ya novel ini bisa dibilang lumayan ya. Semoga author semakin semangat menerbitkan karyanya
Ibu Anak Dua
laki-laki alasannya dijebak, tapi sampai hamidun gede gitu. Ya ampun Junnnn,,,sing eling toh Jun
partini
silakan di nikmati jun penyesalan mu
Ibu Anak Dua
syalan kalian emang🤭🤭🤭
Ibu Anak Dua
munahfiq banget si Jun, dasar buaya🤣🤣
tadi diawal ngomongnya manis bet ke Selly.
sekarang ditinggal Laras ngomongnya manis ke laras. hadeuh🤭🤭
partini
aihhh kata cinta tapi selingkuh itu ga cinta namanya jun
bagus lah kalian pasang yg cocok sama" bobrok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!