NovelToon NovelToon
Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman

Sistem Raja Cuan Membangun Kampung Halaman

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.

Ding!

​[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]

​[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]

​[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Brak!

Pejabat Sun yang tadinya berdiri sangat angkuh, kini ambruk berlutut di lantai dengan wajah pucat pasi seperti mayat hidup.

Keringat dingin bercucuran deras dari dahinya membasahi kerah kemejanya yang mahal.

"Pak Walikota? Ada apa? Kenapa Anda berlutut di depan anak ini?" tanya Kapten Zhao panik sambil mencoba menarik lengan atasannya.

Plak!

Pejabat Sun tiba-tiba menampar wajah Kapten Zhao dengan kekuatan penuh hingga topi polisi kapten itu terpental jauh.

"Diam kau, anjing bodoh! Letakkan borgol itu sekarang juga!" teriak Pejabat Sun dengan air mata ketakutan yang mulai menetes.

Kapten Zhao memegang pipinya yang memerah dengan tatapan tidak percaya, sama sekali tidak memahami situasi gila yang berbalik dalam hitungan detik ini.

Pejabat Sun merangkak maju menyeret perut buncitnya dan memegang ujung celana jas Yao Wi dengan kedua tangannya yang gemetar hebat.

"Tuan Yao... ampun, Tuan Yao Wi yang terhormat, saya mohon ampuni mata anjing saya yang buta ini," ratap Pejabat Sun menangis tersedu-sedu layaknya babi yang akan disembelih.

"Saya tidak tahu kalau Anda adalah dewa yang turun ke kota kami, tolong jangan sita balai kota, saya bisa kehilangan jabatan dan dipenjara seumur hidup."

Yao Wi menatap lalat korup yang meratap di ujung kakinya itu dengan tatapan sedingin es di kutub utara.

Ia menendang tangan Pejabat Sun pelan untuk melepaskan cengkeramannya dari celana mahalnya.

"Menyedihkan sekali, kesombonganmu bahkan tidak bisa bertahan lebih dari lima menit di hadapan uang," ejek Yao Wi menusuk tepat di jantung sang walikota.

"Bukankah tadi kau bilang ingin menyegel tempat ini dan memasukkanku ke penjara bawah tanah?"

Pejabat Sun menggelengkan kepalanya kuat-kuat hingga rambutnya berantakan seperti orang gila.

"Tidak, Tuan! Itu semua murni kesalahan Kapten Zhao, dia yang menghasut saya untuk datang ke mari memeras Anda!" teriak Pejabat Sun melemparkan seluruh kesalahan kepada bawahan setianya.

Mata Kapten Zhao melotot nyaris copot mendengar fitnah keji dari atasannya sendiri di saat genting.

"Pak Walikota! Apa yang Anda katakan? Ini semua adalah ide Anda sejak awal!" bantah Kapten Zhao tidak terima dijadikan tumbal.

Yao Wi mengangkat sebelah tangannya, memberikan isyarat agar kedua anjing itu berhenti saling menggigit di depannya.

"Aku tidak peduli siapa yang merencanakan ide bodoh ini," ucap Yao Wi dengan nada penuh otoritas absolut.

"Walikota Sun, hutangmu sekarang berada di tanganku, itu artinya seluruh hidupmu dan karir politikmu ada di bawah telapak kakiku."

Pejabat Sun mengangguk cepat berkali-kali layaknya ayam yang sedang mematuk beras di tanah.

"Benar, Tuan Yao, Anda adalah bos saya sekarang, saya akan menjadi anjing setia Anda di pemerintahan kota ini," janji Pejabat Sun tanpa sisa harga diri sedikit pun.

Yao Wi tersenyum puas melihat anjing barunya telah tunduk sepenuhnya kepada kekuatan uang.

"Bagus, sebagai bukti kesetiaanmu yang pertama, aku ingin kau memecat Kepala Kepolisian Distrik ini sekarang juga di depanku," perintah Yao Wi sambil menunjuk ke arah Kapten Zhao.

Napas Kapten Zhao seketika terhenti, wajahnya berubah dari merah amarah menjadi sepucat kertas putih.

"T-Tuan Yao, Anda tidak bisa melakukan ini, saya punya keluarga yang harus dinafkahi!" mohon Kapten Zhao yang kini ikut menjatuhkan dirinya berlutut di sebelah walikota.

Pejabat Sun tidak mempedulikan ratapan bawahannya itu sama sekali demi menyelamatkan lehernya sendiri.

"Kapten Zhao, atas wewenangku sebagai Walikota, mulai detik ini kau dipecat secara tidak hormat dari jajaran kepolisian Linzhou!" teriak Pejabat Sun lantang dan tanpa ragu.

"Serahkan lencanamu dan bawa semua anak buahmu pergi dari halaman gedung Tuan Yao sekarang juga!"

Kapten Zhao merosot lemas di lantai, masa depannya hancur lebur hanya karena ia salah memilih orang untuk digertak pagi ini.

Dengan tangan bergetar, ia melepaskan lencana dari dadanya dan meletakkannya di atas lantai marmer lobi, lalu berjalan keluar dengan kepala tertunduk dalam.

Melihat ancaman telah pergi, Pejabat Sun kembali menatap Yao Wi dengan senyum menjilat yang menjijikkan.

"Semuanya sudah beres, Tuan Yao, apakah ada perintah lain untuk anjing kecilmu ini?" tanya Pejabat Sun sambil tersenyum hingga matanya menghilang.

Yao Wi mengeluarkan sapu tangan sutra dari sakunya, mengelap sepatunya yang tadi sempat disentuh oleh pria kotor itu, lalu membuang sapu tangan itu ke wajah sang walikota.

"Singkirkan semua garis polisi di depan, lalu pastikan seluruh perizinan perusahaanku selesai dalam waktu satu jam tanpa ada satu cap pun yang kurang," perintah Yao Wi mutlak.

"Jika aku mendengar ada satu saja hambatan birokrasi di kota ini, aku akan langsung mencairkan obligasi itu dan membuatmu menjadi gembel di jalanan."

"Siap laksanakan, Tuan Yao! Saya akan mengurusnya sendiri menggunakan tangan saya!" seru Pejabat Sun semangat lalu buru-buru berlari keluar lobi seolah dikejar setan.

Ding!

[Misi Sampingan Selesai: Tundukkan Walikota korup dan ambil alih kendali birokrasi bayangan Kota Linzhou.]

[Hadiah Sistem: Izin eksklusif untuk memonopoli seluruh lahan komersial di tingkat distrik telah dibuka tanpa batasan hukum.]

Yao Wi tersenyum membaca notifikasi sistem tersebut, merasa sangat puas karena seluruh rintangan politik di kota ini telah hancur dalam satu pagi.

Drrr! Drrr!

Ponsel Yao Wi bergetar, menampilkan nama Shen Yue di layar panggilannya.

"Bagaimana progresnya di lapangan, Nona CEO?" sapa Yao Wi santai.

"Tuan Bos, misi selesai dengan sempurna tanpa cacat sedikit pun," suara Shen Yue terdengar sangat bersemangat dari seberang sana.

"Seluruh pemilik lahan dan ruko di Jalan Utama Sudirman setuju menjual aset mereka setelah saya mengguyur mereka dengan penawaran tunai dua puluh persen di atas harga pasar."

"Bagus sekali, kerja yang cepat dan mematikan, persis seperti yang kuharapkan darimu," puji Yao Wi tulus.

"Sekarang kembalilah ke markas besar, kita harus segera merekrut orang-orang untuk mengisi ratusan kursi kosong di ruko-ruko yang baru saja kita beli itu."

"Siap, Tuan Bos, saya segera kembali meluncur ke sana," jawab Shen Yue sebelum memutus sambungan telepon.

Yao Wi berjalan mendekati dinding kaca lobi, menatap ke arah luar di mana mobil-mobil polisi yang tadi mengepung gedungnya kini bergegas pergi dengan panik.

Hari ini, tidak ada satu orang pun di Linzhou yang tidak tahu siapa penguasa sebenarnya dari kota kecil ini.

Bukan walikota, bukan kepala polisi, melainkan seorang pemuda bernama Yao Wi yang memegang triliunan uang tunai di sakunya.

"Langkah selanjutnya adalah menyulap jalanan kumuh itu menjadi surga belanja kelas dunia," batin Yao Wi sambil melipat tangannya di dada.

Dan untuk melakukan itu, ia tahu ia akan kembali bentrok dengan Geng Naga Hitam yang menjadikan jalanan itu sebagai wilayah kekuasaan mereka selama ini.

Namun kali ini, ia tidak akan hanya menyuruh kuli panggul untuk mengusir mereka, ia akan menghancurkan mereka sampai ke akar-akarnya.

1
Fajar Fathur rizky
aturan mentri zhou di bantai
Hadi Hadi
mantap🤭
Hadi Hadi
sikat💪
Hadi Hadi
up up
Kirigaya Haruto
tinggi gedungnya 5 kali burj khalifah
Kirigaya Haruto
alur ceritanya bagus dan gak berbelit-belit walaupun aku gak tau uangnya dari mana bisa ngeluarin uang sebanyak itu
Fajar Fathur rizky
hahahaha mampus kau
Kirigaya Haruto
linzhou itu kota di China gimana bisa di linzhou ada jalan sudirman yang lekat sama kota2 di Indonesia
Kirigaya Haruto
kan harusnya jumlah uangnya itu 4.348.550.000 kenapa dia bisa ngeluarin 5m hari ini kan uangnya seharusnya gak cukup
Kirigaya Haruto: aku sebagai pembaca veteran selalu menemukan pola yang sama jumlah uang yang keluar sama jumlah uang yang masuk itu gak seimbang banyakan uang keluar dari pada uang yang masuk
total 2 replies
Hadi Hadi
up💪
Nissa Safira: terima kasih kaka hadi🥰🙏
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
lanjut💪
Hadi Hadi
good😍
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
mantap😍😍💪
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
mantap
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
lanjut💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!