NovelToon NovelToon
Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

Tamara, seorang gadis muda berusia 19 tahun rela menjadi pelayan demi membalas dendam pada orang-orang yang telah menyakiti keluarganya.

Namun saat sedang menjalankan misi, hal yang tak terduga terjadi. Tamara terlibat cinta segitiga dengan suami majikannya.

Akankah misi Tamara untuk balas dendam berhasil? ikutin terus kisahnya ya🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

'Rumah baru'

Hari itu memang tidak berjalan sesuai dengan harapan Tamara. Rencananya untuk membuat Giyandra mengetahui pengkhianatan suaminya, dan melihat wanita itu hancur karena amarah, gagal total. Ponsel yang rusak menjadi penghalang tak terduga.

Namun, tidak sepenuhnya hari Tamara berakhir buruk. Ada secercah cahaya, sebuah kelegaan yang ia rasakan.

Setelah kembali dari rumah sakit, Tamara tidak langsung pulang ke rumah majikannya yang megah namun penuh intrik itu. Ia menaiki taksi daring, tujuannya kini adalah sebuah bukit kecil di pinggiran kota. Sebuah tempat yang telah lama ia impikan untuk keluarganya.

Tiba di sana, wajah Tamara berseri-seri. Ia berdiri di hadapan tiga makam yang kini tampak baru, dikelilingi bunga-bunga segar dan batu nisan yang bersih. Bukan lagi pusara sederhana di pemakaman umum, melainkan sebuah tempat yang lebih layak, sejuk, dan damai, sesuai dengan impian terakhir kedua orang tuanya.

"Ayah... Ibu... Kakak..." bisik Tamara, suaranya bergetar menahan haru. "Akhirnya... akhirnya aku bisa memindahkan makam kalian ke tempat yang lebih baik."

Tamara masih ingat, ketika kedua orang tuanya masih hidup mereka pernah berucap, ingin dimakamkan di atas bukit, di bawah pohon rindang, memandang langit luas. Sebuah keinginan sederhana yang kala itu bukan hal yang mustahil bagi keluarga Wiratama, salah satu keluarga terkaya di ibu kota.

Tamara telah menabung mati-matian, mengumpulkan setiap sen dari gajinya dari berbagai pekerjaan. Selama bertahun-tahun, ia hanya mampu mengumpulkan seratus juta rupiah saja, jumlah yang hanya cukup untuk memindahkan satu makam. Namun, berkat uang 200 juta dari Dion semalam, kini Tamara memiliki total 300 juta rupiah. Cukup untuk memindahkan ketiga makam keluarganya ke tempat yang istimewa.

"Demi keluargaku, demi memenuhi janjiku kepada mereka yang telah tiada, aku tidak lagi peduli dengan harga diriku." Tamara telah mengorbankan segalanya, bahkan dirinya sendiri.

Tak butuh waktu lama, tiga pusara itu kini telah dipindahkan, berdiri berdampingan di puncak bukit, di bawah naungan pohon kamboja yang menenangkan. Pemandangan kota membentang di kejauhan, seolah keluarga Tamara kini bisa melihat dunia dari ketinggian.

Tamara berlutut di antara ketiga makam itu, mengusap nisan kedua orang tuanya dengan jari-jari gemetar. Air mata kembali menggenang di pelupuk matanya, namun kali ini bukan air mata kesedihan, melainkan air mata lega bercampur haru.

"Ayah... Ibu... Apa kalian suka dengan 'rumah baru' kalian?" bisik Tamara, suaranya tertahan. "Tempatnya sejuk, pemandangannya juga indah bukan...? Persis seperti yang dulu kalian impikan."

Tamara memejamkan mata sejenak, menghirup aroma tanah basah dan bunga dalam-dalam. Kenangan pahit kembali menyeruak. Kematian orang tuanya yang mendadak, tragis, dan janggal. Laporan polisi yang tidak pernah ditanggapi serius karena kurangnya bukti. Rasa ketidakadilan yang membakar hatinya selama ini.

"Aku tahu, aku memang belum bisa memberikan keadilan untuk kalian saat ini," lanjut Tamara, kini dengan suara yang lebih mantap. "Tapi kalian tenang saja. Jika hukum tidak mampu memberikan keadilan itu... maka aku akan menciptakan keadilan itu sendiri."

Tekad Tamara membara, membakar seluruh keraguan di hatinya. Ia tidak akan berhenti sampai keadilan itu ditegakkan, sampai semua orang yang terlibat dalam kematian keluarganya merasakan balasan yang setimpal.

"Ayah... Ibu... kalian tenang saja," ucap wanita cantik itu lagi, ia memeluk nisan sang ibu erat-erat. Air matanya mengalir deras, membasahi pipi dan nisan dingin itu. "Aku pasti bisa merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik kita. Apa yang dulu direbut paksa dari kita."

Rasa lelah fisik dan emosional yang luar biasa menghantamnya. Ditemani deru angin dan bisikan dedaunan, Tamara tertidur pulas di atas makam keluarganya, seolah menemukan kedamaian yang telah lama hilang di sisi orang-orang yang dicintainya.

Dalam tidurnya, Tamara seolah mendengar bisikan lembut yang memberinya kekuatan, mengingatkannya akan tujuan besar yang harus ia capai. Dendam itu kini memiliki fondasi yang kokoh, dan Tamara adalah senjata utama untuk mewujudkannya.

Bersambung...

1
Dewi
jangn menyerah tmara, kamu harus membals org-org yang jahat pada keluargamu
Dewi
jijik sama orangnya tapi minta dibikinin jus sama orang itu
Dewi
katanya orang kaya, tapi gak bisa bedain barang asli sama palsu
Dewi
ah, Pasti tamara pura-pura jatuh supaya bisa dekat dengan Dion
Dew666
👄👄👄
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
💄💄
Dew666
🔥🔥🔥
Dewi
fokus saja dengan misimu tamara, jangan terkecoh sama Dion
Dewi
Dion udh suka sama tamara, makanya nolak giandra
Dewi
Dion suka sekali bermain api
Dew666
💃💃
Jengendah Aja Dech
❤️
Dew666
🥰🥰
Dew666
🥰🥰
Dewi
kayaknya tamara mau balas dendam karena dion atau istrinya sudah menghancurkan keluarganya
Dewi
misi apa tuh?
Dew666
👑👑
Dew666
💜💜
Dew666
🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!