NovelToon NovelToon
Zee Dan Kamera Tua

Zee Dan Kamera Tua

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Time Travel / Mengubah Takdir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: _SyahLaaila

Setelah bertahun-tahun tak pernah dibuka, gudang tua di belakang rumah akhirnya kembali disentuh Zee. Dia hanya berniat merapikan peninggalan kedua orang tuanya yang telah lama tiada. Di antara debu dan kardus usang, Dia menemukan sebuah kamera analog tua yang tak pernah Dia ingat sebelumnya, kamera itu masih menyimpan satu gulungan film.

Karena penasaran, Zee mencoba memotret halaman belakang rumahnya, tempat sumur lama yang sudah kering berdiri sunyi di dalam pagar, tidak ada yang aneh saat Dia menekan tombol rana. Namun saat hasil cetaknya muncul, Dia terkejut.

Di dekat sumur kering itu, tampak sebuah pintu tua transparan, berdiri tegak tanpa dinding, seolah-olah mengarah tepat ke bibir sumur, pintu itu tidak ada saat Dia memotret.

Zee bingung apa maksud dari jepretan kamera tua itu? Penasaran lanjutan cerita nya? Yukk ikutin kelanjutan ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _SyahLaaila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15.

Ada notifikasi masuk di Aplikasi AetherShop.

Ting!

Zee langsung membukanya. Seketika matanya sedikit melebar saat membaca isi di layar ponselnya.

*Kapal Pesiar empat lantai

*Keterangan: Bisa menjaga Laut dan mendapatkan dua robot seperti manusia.

Zee terdiam untuk sesaat. Jantungnya berdegup sedikit kencang. "Ini.." gumamnya

Tanpa ragu, Dia menekan tombol Beli. Beberapa detik kemudian, tulisan baru muncul di layar ponselnya.

*Silakan pilih Kurir instan atau jasa kurir.

Zee pun memilih jasa kurir, agar tidak membuat curiga, keluarga Pak Sam dan warga Desa.

*Saldo tersisa: 0 Koin

*Pesanan sedang di kirimkan

Zee menatap layar ponselnya beberapa saat. "Tidak apa-apa, nanti setelah masalah di Desa Pesisir selesai, baru menambahkan koin lagi." batinnya.

Lalu perlahan Zee mengangkat kepalanya ke arah laut. Angin berhembus lebih kencang, dari kejauhan sebuah bayangan besar mulai terlihat.

Awalnya samar, namun semakin lama... semakin jelas. Sebuah kapal yang jauh lebih besar dan megah dari kapal orang negeri seberang.

Lampu-lampunya menyala terang, membelah gelapnya malam saat kapal itu melaju perlahan di tengah laut.

"Hei, lihat disana. muncul lagi kapal yang lebih besar dan mewah dari kapal orang negeri seberang." kata seorang warga

"Iya, betul sekali. Jangan-jangan itu kapal meraka lagi."

"Pak Sam, bagaimana ini, apa yang harus kita lakukan. Dan juga Nak Zee katanya kamu sudah punya solusi, mana solusi itu. Coba kamu lihat ke laut, sudah datang kapal yang lebih besar lagi Nak." tanya Ibu Tini dengan suara yang bergetar

"Iya betul. Bagimana ini, Nak Zee, jangan-jangan kamu bohong lagi. Dan pak Sam juga kamu itu masih terlalu muda untuk jadi kepala Desa. Kamu bingung kan pasti mau berbuat apa, coba waktu itu biarkan orang lain saja yang jadi kepala Desa begini semua sudah selesai teratasi." Balas seorang warga yang tidak suka dengan Pak Sam yang jadi Kepala Desa.

Pak Sam dan Bu Yati ikut terdiam. Mereka belum pernah melihat kapal sebesar itu di perairan mereka.

Zee tidak menjawab, karena Dia tahu, percuma kita jelaskan panjang lebar kepada orang yang tidak menyukai kita, semuanya percuma. lebih baik kita buktikan saja apa yang akan terjadi selanjutnya.

Tatapannya tenang. Tak lama kemudian, dari kapal besar itu, sesuatu meluncur turun ke permukaan laut.

Sebuah speedboat. Melaju cepat, membelah ombak, langsung menuju ke Desa Pesisir.

Suara mesinnya terdengar jelas, semakin mendekat... hingga akhirnya berhenti tepat di tepi pantai.

Mesin dimatikan, Pak Sam dan warga desa sekitarnya melihat itu mulai waspada. Takut itu orang suruhan dari negeri seberang.

Suasana terasa hening sejenak, lalu pintu speedboat terbuka. Munculnya seorang pria melangkah turun dari speedboat itu.

Penampilannya rapi, raut wajahnya dingin dan gerakannya tenang. Namun ada sesuatu yang terasa berbeda darinya.

Dia berjalan mendekat ke arah Zee, langkahnya mantap. Sesampainya di hadapan Zee, pria itu sedikit menundukkan kepala.

"Selamat malam, Nona Zee. Saya A1, yang membawa kapal pesanan Anda." ucapnya dengan suara tenang dan jelas.

Semua warga hanya terdiam dengan menatap lurus ke arah Zee dan A1. Mereka juga tidak tahu apa yang sedang di bicarakan oleh mereka berdua.

Zee menatapnya sejenak, lalu mengangguk pelan. "Malam, terima kasih A1"jawabnya singkat.

A1 lalu mengeluarkan beberapa lembar dokumen. "Ini ada beberapa surat yang perlu Nona terima dan tanda tangani, untuk bukti penerimaan pesanan." lanjut A1.

Zee menerima berkas itu, membacanya sekilas, lalu mendatanginya tanpa ragu.

Setelah itu, A1 kembali berbicara. "AetherShop juga memiliki rencana tambahan, yaitu mereka akan mengirimkan pekerja untuk membangun jembatan atau dermaga, agar kapal pesanan Nona bisa berlabuh di dermaga dan juga para nelayan di desa ini bisa berlabuh dengan lebih aman."

Zee sedikit mengangkat alisnya, Dia juga melirik ke arah Pak Sam dan para warga, lalu menoleh kembali ke A1.

"Bisa saja, tapi saya harus bicara dulu dengan warga disini. Takutnya mereka merasa bahwa saya terlalu ikut campur dalam urusan Desa Pesisir." ujarnya tenang.

A1 mengangguk. "Tentu, Nona."

Zee lalu menatap kembali ke arah laut... kearah kapal-kapal asing yang terlihat samar dari kejauhan.

Seketika tatapannya berubah dingin. "Dan satu lagi. Kamu juga harus bisa mengusir orang-orang itu dari wilayah perairan Desa Pesisir dan pastikan mereka tidak akan datang lagi ke sekitar perairan ini?" ucapnya dingin.

Angin laut berhembus pelan, seolah menunggu jawaban.

A1 tidak langsung menjawab. Tapi kemudian, Dia sedikit menundukkan kepalanya. "Siap, Nona." jawabnya tegas.

"Saya dan A2 akan memastikan... mereka tidak akan mencoba datang lagi ke wilayah ini."

Zee tetap berdiri tenang, namun di balik ketenangannya, sesuatu telah dimulai.

Di bawah langit gelap dan suara ombak yang terus bergulung, keseimbangan mulai berubah.

Dan mungkin, untuk pertama kalinya. Desa kecil ini tidak lagi sendirian menghadapi laut yang terbuka.

Angin malam berhembus lebih dingin dari biasanya. Debur ombak terdengar lebih keras, seolah laut itu sendiri sedang gelisah.

Di tepi pantai, setelah percakapan singkat itu, A1 menundukkan kepala sekali lagi kepada Zee.

"Jika tidak ada lagi perintah tambahan dari Nona, saya akan kembali ke kapal untuk menjalankan tugas yang diberikan oleh Nona," ucapnya tenang.

Zee mengangguk pelan. "Lakukan."

Tanpa banyak kata, A1 berbalik. Langkahnya mantap menyusuri pasir, kembali menuju speedboat yang terparkir di tepi pantai.

Pak Sam memperhatikan semuanya, beliau berjalan mendekat ke arah Zee. " Nak siap pria itu, apa Dia orang dari negeri seberang?" tanya Pak Sam dengan wajah kawatir.

"Tidak Pak, Dia orang saya dan kapal itu juga kapal saya. Yang nantinya akan tetap berada di Desa ini untuk menjaga perairan Desa Pesisir." jawab Zee tenang

"Dan juga... mereka akan membuat orang negeri seberang itu agar tidak lagi membuat kerusakan di perairan Desa Pesisir maupun sekitar wilayah perairan." lanjut Zee

"Jadi begitu, Bapak kira itu orang dari negeri seberang. Dan semoga saja dengan adanya kapal besar itu, mereka tidak akan mendekat lagi." ucap Pak Sam

Mesin speedboat kembali menyala. Dalam hitungan detik, kendaraan itu meluncur cepat, membelah gelapnya laut menuju kapal pesiar besar yang berdiri kokoh di kejauhan.

Sesampainya di sana, A1 naik kembali ke atas kapal. Lampu-lampu di kapal mulai berubah, dari yang semula hanya menerangi... kini beberapa bagian tampak aktif, seperti sistem yang baru saja dihidupkan.

Di deck atas, A1 berdiri tegak. Sedangkan di sampingnya, satu sosok lain muncul. Wajahnya hampir sama dan gerakannya serupa.

"A2, kita mulai." ujar A1 singkat.

A2 mengangguk.

Dalam sekejap, suasana di kapal berubah menjadi tegang namun terkontrol.

Sistem pengawasan di aktifkan, radar menyala dan cahaya-cahaya kecil bergerak di permukaan air laut.

Tak lama kemudian, dari arah kapal orang negeri seberang yang tadi terlihat, lampu-lampu mereka mulai bergerak tidak lagi mendekat.

Namun A1 mengangkat tangannya sedikit. "Ini belum cukup," katanya dingin

Kapal pesiar itu langsung mengeluarkan suara rendah, seperti mesin besar yang mulai bekerja. Di permukaan air laut, gelombang berubah arah.

Cahaya terang menyapu area perairan,seolah memberi peringatan. Sehingga di kejauhan, lampu kapal orang negeri seberang itu mulai menjauh. Satu persatu tanpa perlawanan, dan tanpa suara ledakan lagi.

Malam kembali sunyi, namun bukan sunyi yang lemah dan penuh ketakutan. Melainkan sunyi yang di jaga.

"Horeee, kapal mereka sudah pergi. Terima kasih kak Zee." ucap Doni tiba-tiba langsung membuyarkan lamunan semua orang dan memecahkan kesunyian malam.

"Terima kasih Nak Zee." ucap Pak Sam dan warga Desa serentak dengan terharu.

Sementara itu, Zee berdiri menghadap Pak Sam. "Pak, kita tidak bisa tunggu sampai besok, kita akan mulai membuat sedikit perubahan malam ini." ucapnya tegas.

Pak Sam langsung menoleh. "Iya Nak, tadi Bapak sudah sedikit menjelaskan kepada sesepuh dan warga Desa." jawab Pak Sam

"Tapi Nak, apa yang mau di lakukan malam ini, bukannya mereka sudah pergi." lanjut Pak Sam

Zee mengangguk. " Karena kita tidak bisa tunggu besok, harus mulai malam ini. Pak Sam, tolong sampaikan untuk seluruh warga agar tidak pulang dulu, ada yang mau saya bicarakan. Tentang pembangunan dermaga dan jalan di Desa Pesisir ini."

Pak Sam terdiam sejenak, Dia menatap laut yang kini mulai tenang. Lalu kembali menoleh ke Zee, Dia dapat melihat sesuatu di mata gadis itu. Keyakinan dan tanpa sadar Dia ikut mempercayainya.

"Baik, Nak Zee." jawab Pak Sam

"Bapak-bapak, ibu-ibu semuanya, tolong jangan ada yang pulang dulu ke rumah masing-masing. Karena ada mau di sampaikan langsung oleh Nak Zee" Ujar Pak Sam

Setelah semua warga sudah kumpul di depan rumahnya Pak Sam. Zee mulai menatap mereka semua dengan serius.

"Bapak, Ibu, semuanya. Malam ini saya harap, semuanya tetap di dalam rumah. Apapun yang terjadi di luar, semuanya harus tetap di dalam rumah." jelas Zee tegas.

Suasana mendadak hening.

"Kenapa kita tidak boleh keluar rumah Nak Zee." tanya Pak Bondan

Zee tidak langsung menjawab, Dia hanya melirik ke arah air laut. "Demi keselamatan dan kesejahteraan kalian semua warga Desa Pesisir. Nanti akan ada kapal besar yang datang lagi membawa banyak orang, mereka akan membangun dermaga besar dan juga jalan di Desa Pesisir ini." jawab Zee

"Mereka juga tidak suka jika pekerjaan mereka di ganggu." lanjut Zee

Setelah semuanya sudah mengerti, mereka semua kembali ke rumah masing-masing.

Bu Yati menggenggam tangan Doni sedikit lebih erat. "Nak Zee, ayo singgah sebentar makan dulu baru balik ke rumah." tawar Bu Yati

"Maaf ya, Bu. Lain kali saja saya akan singgah di rumah Ibu. Saya rasa sudah terlalu lama sini, sebentar lagi malam semakin larut. Jadi saya akan kembali ke rumah saya." jawab Zee sungkan

"Besok pasti saya akan datang lagi, untuk melihat perkembangan pembangunan jalan dan dermaga di sini." lanjut Zee.

Lampu-lampu pelita di rumah warga mulai di padamkan, walaupun ada sebagian yang mendengarkan perintah Zee ada juga yang penasaran ingin melihat lewat jendela.

Setelah Zee pamit dari keluarga Pak Sam. Zee berjalan menyusuri pantai, tepat menuju ke arah pepohonan. Zee berdiri diam, angin malam menyapu rambutnya pelan.

Matanya menatap ke arah laut yang kini gelap, namun terasa berbeda. Lebih tenang, tapi di balik semua itu, Dia tahu malam ini adalah awal dari perubahan di Desa Pesisir.

Dan dari arah laut, muncul sebuah kapal besar dengan logo ARS, mendekat ke pesisir pantai.

1
Ida Kurniasari
Doble up thorr
Ida Kurniasari
Doble up thor
Ida Kurniasari
Doble up dong thorr😍
keyza formoza
lanjut thoorr
Ida Kurniasari
sangat sangat menarik thor
SyahLaaila: siap kak☺️
total 1 replies
Ida Kurniasari
bagus banget thorr,lanjutt up😍
Ida Kurniasari
😍
Chen Nadari
The best Thorr
SyahLaaila: makasih kak☺️
total 1 replies
Ida Kurniasari
baru bab satu aja udah deg degan thor,ceritamu bikin penasaran
Musdalifa Ifa
menguji kesabaran
Andira Rahmawati
mau nabung dulu biar puas entar bacanya👍👍💪💪💪
Andira Rahmawati
trusss semangat💪💪💪 lanjuttt
Andira Rahmawati
lama amattt jadi penasaran...
Andira Rahmawati
hadir thorr
Twis G
semangat author 🌹🌹🌹
Narina
lanjut thor semakin penasaran 😍😍
Narina
cerita nya seru thor lanjut 🌷🌷🌷
SyahLaaila: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!