NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan Suami Bucin

Menikahi Mantan Suami Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kopii Hitam

Dua tahun lalu Fahri dipaksa menikah oleh sang kakek yang sudah renta dan sakit-sakitan. Demi bakti terhadap orang tua yang sudah membesarkannya itu, Fahri menikahi seorang gadis bernama Bella, gadis cantik berusia 21 tahun pilihan sang kakek.

Tanpa sepengetahuan kakeknya, Fahri membuat surat perjanjian dengan Bella, mereka menikah hanya untuk mewujudkan keinginan orang tua itu, perjanjian berakhir ketika sang kakek sudah tiada.

Setelah waktu yang ditunggu-tunggu tiba, Fahri menceraikan Bella tiga hari setelah kakeknya meninggal.

Pasca perceraian banyak hal yang terjadi dengan Bella tanpa sepengetahuan Fahri. Hingga pada saat kebenaran terkuak, Fahri menyesal menceraikan Bella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kopii Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27.

Di ruangan, derap langkah Fahri terdengar pelan, manik matanya mengerling menyisir setiap sudut, tapi tidak menemukan Bella di sana. Jantung Fahri berdenyut ngilu, perasaan khawatir muncul, harusnya dia tidak membiarkan Bella pergi sendirian.

Ketika berbalik badan hendak pergi mencari Bella ke tempat lain, kaki Fahri terpaku di tempat. Terdengar rintihan kecil dari arah sudut rak yang berada di pojok samping jendela.

Darah Fahri berdesir, dia berlari kecil ke arah sumber suara dan menemukan Bella yang berjongkok di sudut dinding, meringkuk sambil menangis terisak-isak.

Hiks...

Fahri menghela nafas panjang, dia berjongkok dan merengkuh tubuh Bella, memeluknya erat dengan pandangan berkabut.

Tidak terasa air mata Fahri menetes, sakit sekali melihat Bella seperti ini. "Sudah, sayang. Jangan menangis lagi!" lirih Fahri sambil mengusap-usap punggung Bella, hatinya hancur. Bagaimanapun, dia ikut andil atas semua yang menimpa Bella.

Hiks...Hiks...

Tangisan Bella makin kencang, dadanya sesak, tubuhnya berguncang, air matanya mengalir membasahi jas Fahri. "Ya sudah, menangis saja jika itu bisa membuatmu lega!" ucap Fahri membiarkan Bella menumpahkan semua air matanya.

Buang, lepaskan. Siapa tau setelah ini semua beban itu hilang.

Capek berjongkok, Fahri meluruskan kakinya, duduk di lantai dengan punggung tersandar di dinding, mendekap tubuh Bella dengan erat sambil mengusap-usap kepalanya.

Tanpa sadar mulut Fahri mengeluarkan suara berirama, dia bernyanyi dengan suara pelan seperti seorang ibu menidurkan bayi, membuat tangisan Bella perlahan hilang.

Setelah tangisannya reda, Bella naik ke pangkuan Fahri. Dia mengalungkan kedua tangan di tengkuk Fahri lalu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher suaminya itu, matanya perlahan terpejam.

Melihat tingkah manja Bella yang seperti anak kecil, senyum Fahri menyungging. Dia kembali bernyanyi, satu tangannya membelai rambut Bella sedang satunya lagi mengusap punggung istrinya itu.

Tak berselang lama, Bella tertidur di pangkuan Fahri, nafasnya terdengar pelan dan teratur.

...****************...

"Sepertinya ruangan ini perlu direnovasi." kata Fahri pada Reza yang duduk di seberang meja kerjanya. Fahri menaruh ujung pena di dagunya dan memutar leher menatap sekelilingnya.

"Renovasi seperti apa, Pak?" tanya Reza bingung, alisnya bertaut. Bukankah ruangan tersebut baru direnovasi, kenapa harus direnovasi kembali? Lagipula konsepnya sudah sesuai dengan permintaan Fahri.

Sambil menatap Bella yang tertidur pulas di sofa, Fahri menjelaskan bahwa dia ingin ruangan tersebut diberi sekat atau lebih tepatnya dibuatkan kamar. Ruangan itu sangat besar jadi apabila dibagi tidak akan membuatnya sempit.

Dia kasihan melihat Bella yang harus meringkuk di sofa seperti saat ini, bangun tidur badan terasa pegal. Jika ada kamar setidaknya Bella bisa tidur dengan leluasa.

Setelah mendengar penjelasan Fahri, Reza mengangguk-anggukan kepala, dia mengerti tapi kemudian berceletuk. "Bapak yakin alasannya cuma itu?"

Fahri mengerutkan kening, matanya menyipit menatap Reza. "Tentu saja, emang ada alasan lain?"

"Mana saya tau apa yang bapak pikirkan," jawab Reza dengan bahu terangkat. "Tapi ide bapak masuk akal juga, kadang saya tidak enak masuk ruangan ini, rasanya tidak sopan melihat Bu Bella tidur. Apalagi mengingat kejadian waktu itu, untung saja Bu Bella mengirim pesan menyuruh saya berjaga di luar. Jika tidak, entahlah..." imbuh Reza berbicara panjang lebar.

Fahri mengetuk-ngetuk permukaan meja, kembali mengingat kejadian dimana Venny memberinya obat. Dia tidak tau tentang pesan yang dimaksud Reza, tapi dia bersyukur Bella mengambil tindakan yang tepat.

"Kalau begitu kamu atur saja bagaimana baiknya. Selama proses renovasi, aku dan Bella bekerja di rumah dulu." terang Fahri.

"Baiklah," angguk Reza kemudian memohon izin meninggalkan ruangan.

Sepeninggal Reza, Fahri melanjutkan pekerjaan. Kebetulan banyak sekali berkas permohonan dari perusahaan lain yang berharap mendapat suntikan dana darinya. Ada juga beberapa investor besar yang ingin menanam modal di perusahaannya.

"Fahri..." gumam Bella dari sofa sana, dia sepertinya terbangun.

"Iya sayang, sebentar!" sahut Fahri, dia buru-buru menutup dokumen yang ada di meja lalu berlari kecil ke arah Bella.

"Kenapa, sayang?" tanya Fahri, dia berjongkok dan merapikan rambut Bella yang berantakan, menyelipkannya ke belakang telinga.

"Sakit..." rengek Bella dengan mata separuh terbuka.

"Apanya yang sakit?" tanya Fahri panik.

Bella menempelkan telapak tangan di bawah dada. "Ini... rasanya sakit sekali."

Tanpa pikir panjang, Fahri membuka beberapa baris kancing kemeja yang dikenakan Bella. Sepasang gunung kembar menganga dibalut bra berwarna merah muda.

Dengan raut wajah panik, Fahri memperhatikan keduanya dengan seksama dan turun ke perut, akan tetapi dia tidak menemukan luka sedikitpun.

"Tidak ada luka, apa luka dalam....? Sebentar, aku panggilkan dokter." Fahri benar-benar panik, dia bergegas bangkit dari jongkok, berjalan ke meja kerja mengambil telepon genggam yang tergeletak di sana.

Dengan tangan gemetar diselimuti rasa khawatir, Fahri membuka kunci layar dan masuk ke kontak mencari nomor dokter kenalannya. Ketika hendak menekan tombol memanggil, Bella tiba-tiba berteriak. "Aku tidak butuh dokter,"

Fahri terperanjat dan menoleh ke arah Bella yang kini sudah berdiri. Dengan tatapan kesal dan mulut menggembung, Bella menghentakkan kaki kemudian berbalik badan dan berjalan memasuki kamar mandi.

Bruk...

Fahri terkesiap, dia mengerutkan kening, mematikan ponselnya dan menaruhnya kembali di meja.

"Apa dia marah?" batin Fahri kebingungan, menggaruk kepala yang tidak gatal sama sekali.

Setelah mencuci wajah, Bella keluar dengan wajah cemberut. Tanpa mempedulikan Fahri yang berdiri di depan pintu kamar mandi, dia melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.

"Ranti..." panggil Bella, dia mengajak gadis itu ke kantin untuk makan siang.

Ranti yang kini menjadi sekretaris menggantikan Venny pun mengangguk, keduanya masuk ke lift menuju lantai dasar.

Di kantin, Bella tidak bersemangat menikmati makan siang. Makanan yang ada di hadapannya hanya diacak-acak tanpa dimakan.

"Bu Bella, kenapa makanannya tidak dimakan?" tanya Ranti bingung, keningnya mengernyit.

"Tidak selera," jawab Bella dengan suara pelan dan tatapan datar.

Ranti menautkan alis. Kenapa jadi tidak berselera, bukankah tadi Bella yang mengajaknya ke kantin?

"Ibu sakit?" tanya Ranti lagi.

Bella tidak menjawab, dia memang merasa sakit tapi tidak mau mengatakannya.

"Lanjut makan saja, aku duluan." ucap Bella, dia kemudian meninggalkan kantin dan berjalan ke depan. Dia tidak kembali ke kantor, tapi malah menyetop taksi dan memilih pulang lebih dulu.

Di kantor, semua karyawan sudah kembali ke meja masing-masing usai istirahat makan siang, Ranti pun sudah duduk di tempatnya melanjutkan pekerjaan.

Di ruangannya, Fahri nampak gelisah mondar-mandir di situ-situ saja. Reza muncul dan bertanya kenapa memanggilnya, Fahri langsung menanyakan keberadaan Bella yang sudah satu jam tidak kembali.

Reza terkejut, dia sedari tadi di ruangannya memeriksa beberapa berkas ajuan, dia belum melihat Bella sejak meninggalkan ruangan Fahri tadi.

Deg...

Jantung Fahri berdegup kencang. Tanpa mengatakan apa-apa, dia berlarian meninggalkan Reza yang masih berdiri kebingungan. Kepalanya celingak-celinguk kesana kemari menyisir tempat yang dia lalui.

"Apa kalian melihat Bella?" tanya Fahri dengan suara lantang.

Semua orang terkejut mendengar suara Fahri, mereka menoleh ke arah sumber suara sambil menggeleng.

Tidak dengan Ranti yang langsung berdiri dan mengatakan kalau tadi Bella bersamanya makan siang di kantin, tapi Bella meninggalkan meja lebih dulu.

Deg...

Tubuh Fahri terhuyung lemah, beruntung ada Reza menahannya dari belakang. "Cek CCTV kantin!" perintah Fahri yang benar-benar khawatir memikirkan kemana Bella pergi.

1
Uthie
Begitulah laki tuhh,.. sendiri nya gak nyadar udah bikin istrinya cemburu dengan interaksi nya pada wanita lain, sedang saat istrinya interaksi juga dengan laki2 lain sendiri nya lebih terbakar lagiii oleh api cemburu 😁😁
Kopii Hitam: huahaaa, benar ya kk🤣
total 1 replies
Uthie
akhiiirrnyaaa.. buka puasa juga yaa 😂
Kopii Hitam: asekkkk😄
total 1 replies
Uthie
Bahagia selalu yaaa kalian berdua 👍👍😍🤗🤗🤗
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Uthie
Bella tanda-tanda Hamidun kahh 😁😍
Uthie: 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Uthie
Duhhh.. dasar orang tua lucknut bisa nya cuma cari-cari Masalah aja 😡😡
Kopii Hitam: bikin kesel ya kk🤭
total 1 replies
Uthie
niceee 👍😍
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
muhammad ihsan
kok cuma satu bab thor
Kopii Hitam: besok ya KK 2 bab
total 1 replies
Uthie
Bagussss.. Hama emang harus di bersihkan 👍👍👍🤩
Kopii Hitam: bersihkan 🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Nahhh....bagus itu 👍😡
emang curiga sihhh . masa orang tua sangat-sangat kejam kaya gtu 😡
Kopii Hitam: ok kak👍👍
total 1 replies
Uthie
Nahhh....gitu dong 👍👍😁
Kopii Hitam: siap🙏🙏🙏
total 1 replies
Uthie
senyum-senyum bacanya
Kopii Hitam: hmm😄🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Waowwww😂😂
Kopii Hitam: kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
Kasihan nya Bu Sari 😢
Kopii Hitam: iya /Sob//Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
Uthie
terlalu lemah 😌
Kopii Hitam: iya kak🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
coba mampir 👍🙏
Kopii Hitam: siap makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!