"Katanya, sebelum semua ilmu nya lepas.. nenek nggak akan bisa mati."
"Jadi sekarang nenek dimana?"
"Nenekmu sedang menjalani semua hukuman sebelum akhir nya dia mati. Selama 40 hari, dia akan dalam pengaruh Iblis."
"Tapi kan nenek udah meninggal!?"
Sebuah ilmu tua membuat seorang nenek mengalami hal di luar nalar ketika akan mendapatkan ajalnya.
Elma, gadis biasa yang baru saja datang dari Jakarta itu harus menelan bulat - bulat atas semua rentetan kejadian tak masuk akal yang dia alami selama mencari jasad nenek nya, dalam waktu 40 hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.5. Desas Desus
Saat itu, Tian dan Elma melihat banyak pocong yang mereka lihat dengan mata lahir. Entah sebenar nya mereka itu bisa melihat atau bagaimana tapi saat itu mereka melihat pocong - pocong itu mengerubungi rumah nenek mereka sambil mengeluarkan suara gerangan - gerangan.
"Hh!!"
"Hmmm!!"
"Hhhh!!"
Elma, adik nya dan Tian sampai hanya bisa berdoa sambil memejamkan mata mereka, sampai akhir nya mereka mendengar suara pintu depan di buka.
"CKLEK!!"
Mereka spontan membuka mata dan menatap ke arah pintu depan dengan tatapan panik dan takut.
"Kreekkkk!!"
Dan ternyata yang masuk adalah ibunya Elma dan di belakang nya juga ada ayah nya Tian, tapi pria berpakaian serba hitam yang sebelum nya ikut dengan mereka sudah tidak ada.
"Lho, kalian kok udah bangun?" Tanya ibunya Elma.
"Bangun apa, kita dari tadi di sini nungguin mama. Tadi di luar banyak banget pocong, ma! Aku sama bang Tian liat!" Ucap Elma, dan Tian mengangguk.
"Iya tante, ada juga yang manggil - manggil kita." Ucap Tian.
"Tapi kalian nggak jawab, kan?" Tanya ayah Tian, Elma dan Tian menggeleng.
"Ya sudah, sudah nggak ada apa - apa.. Untung kalian nggak nyaut, sekarang kalian istirahat ini sudah jam empat pagi." Ucap ibunya Elma, seketika Elma dan Tian pun terkejut.
"Jam empat!?" Elma langsung mengambil hp nya di saku dan ternyata mati.
Elma lalu menatap jam dinding, dan ternyata benar.. Itu sudah jam empat. Padahal Elma merasa kejadian itu tidak begitu lama, suara gedoran - gedoran pintu dan suara yang memanggili namanya juga berlangsung hanya kurang dari satu jam, tapi..
"Kok jam empat?! Berarti kita semaleman di gangguin pocong!?" Tanya Elma, dia saling tatap dengan abang sepupunya.
"Sudah - sudah, Tian ayo pulang." Ucap ayah Tian.
"Eh, nenek mana pak?" Tanya Tian, dia kembali teringat dengan nenek nya yang hilang.
Ayah Tian dan ibunya Elma hanya bisa menunduk dan sempat saling pandang, lalu dengan nafas yang berat ayah Tian pun mengatakan.
"Nenek belum ketemu, besok kita cari lagi." Ucap ibunya Elma, Elma dan Tian terkejut.
"Ma, nenek kan nggak bisa jalan, masa kalian nggak bisa nemuin nenek di luar?" Tanya Elma, dia sungguh kebingungan.
"Nak, ini nggak se- sederhana yang kamu pikir. Besok kita lanjutkan pencarian, sekarang kita butuh istirahat." Ucap ibunya Elma, karena memang nenek tidak di temukan di manapun.
"Tian, ayo." Ajak ayah Tian.
"Aku tidur di sini aja pak, bapak aja yang pulang." Ucap Tian, setelah mempertimbangkan akhir nya ayah Tian mengangguk.
"Kalo begitu bapak pulang dulu." Ucap ayah Tian, lalu langsung pergi.
Sebenar nya rumah Tian dan rumah nenek tidak jauh, jika dari titik gerbang rumah nenek.. Rumah ayah Tian ada di arah jam 2 dan hanya berjarak sekitar 100 meter saja.
"Elma, tidur nak. Nanti kamu ngantuk, mama bawa adikmu." Ucap ibunya Elma, Elma mengangguk.
Elma benar - benar tidak bisa berkata apa - apa lagi, ibunya lalu menggendong adiknya Elma pergi masuk kedalam kamar dan meninggalkan Elma dan Tian di ruang tamu seperti orang kebingungan.
"Jelas - jelas tadi.. nggak lama, kok bisa sampe jam empat.." Gumam Elma sampai dia tidak bisa berkata - kata.
"Udah jangan di pikirin, mending kamu istirahat aja." Ucap Tian, dia juga berjalan ke arah sofa.
"Aku jaga di sini, kalo ada apa - apa panggil aja." Ucap Tian, sambil duduk dan meletakan bantal di ujung sofa.
Elma tak menjawab apapun, dia masih tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja terjadi padanya. Terlalu tidak bisa di cerna dengan akal nya..
Tapi akhir nya Elma juga pergi dari sana dan masuk ke dalam kamar yang dia tempati. Elma duduk di ranjang dan mengecas hp nya, saat hp nya nyala.. Itu benar - benar sudah menjelang jam 4 pagi.
Itu artinya semalaman dia di ganggu pocong tapi dia tidak tahu sudah selama itu sampai pagi menjelang. Setelah adzan subuh berkumandang, Elma baru merasakan tenang, dia sholat dan baru kemudian dia tidur meski sebenar nya tidak di perbolehkan setelah sholat subuh kembali tidur.
Dan siang harinya..
Karena Elma begadang tanpa sengaja, dia bangun sudah siang sekitar jam 8 pagi. Kala itu Elma terbangun karena dia mendengar suara orang mengobrol di luar kamar nya, kebetulan di luar kamar nya ada teras seperti lorong yang di depan nya terdapat banyak tanaman - tanaman hias.
"Jadi sekarang nenek ndak tau kemana?"
"Ndak tau, hilang secara misterius lho."
Elma mendengar ada dua orang yang sedang mengobrol, bisa dia pastikan itu adalah asisten rumah tangga nenek nya yang hanya datang saat pagi sampai sore, mbak Er dan mbak Lis.
"Iki jangan - jangan nenek di culik, ndak!?" Ucap mbak Er.
"Mosok yo di culik, ndak mungkin." Sahut mbak Lis.
Elma duduk di ranjang nya, dia meregangkan otot nya sambil memutar leher nya kenana dan kekiri. Tapi saat dia memutar ke kanan di mana ada lemari dengan kaca, Elma terkejut karena dia melihat nenek nya dari kaca itu.
"Nenek?!" Ucap Elma, nenek nya yang ada di dalam kaca itu sedang menatap nya.
Tapi saat Elma perjelas lagi pa dangan nya, sosok nenek nya hilang. Dan.. Saat itu juga Elma mendengar selenting cerita yang asisten rumah tangga nenek nya ucapkan.
"Nenek itu bukan orang sembarangan, jadi nek misal di culik itu ndak mungkin. Semua orang juga tau, nenek iki sakti." Ucap mbak Er.
Elma lalu langsung berjalan ke arah jendela dan membuka jendela kamar nya, saat itu juga mbak Er dan mbak Lis yang sedang merapihkan tanaman terkejut.
"Eh, mbak Elma sudah bangun." Sapa mbak Lis.
"Mbak, maksud nya nenek itu orang sakti apa?" Tanya Elma to the poin.
Mbak Er dan mbak Lis tampak saling pandang dengan tatapan tak enak hati, mereka tersenyum kikuk menatap Elma. Elma yakin ada hal yang sepertinya tidak dia ketahui tentang nenek nya, dan Elma juga yakin kedua asisten nenek nya itu tau sesuatu.
"Ndak ada, mbak. Mbak Elma salah dengar, kami ndak ngomong apa - apa." Ucap mbak Er, dia menutupi lalu menarik mbak Lis pergi dari sana.
Elma jadi semakin yakin kalau ada hal yang tidak dia ketahui tentang nenek nya setelah melihat gelagat dua orang itu, Elma yakin ada hal yang tidak dia ketahui. Apalagi semua kejadian yang terjadi pada nenek nya juga bukan hal yang wajar, nenek nya yang jelas - jelas sudah tidak bisa bergerak dan nafas nya hanya tinggal di tenggorokan itu tiba - tiba hilang.
"Gue harus tanya mama." Ucap Elma, dia lalu berbalik badan.
BERSAMBUNG!
hayooo kek mana coba
nenek idup lagi
masih kerabat kah?
dlm penglihatan Elma, waktu ditunjukin nenek masih muda, ada ayah dan pakde masih kecil... ada siapa lagi ya?
ato jangan-jangan Tian??
pasti ada yg msk tp lwt pintu lain