NovelToon NovelToon
Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Transmigrasi
Popularitas:305
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Dunia di mata Shen Yu terbagi menjadi dua: realitas yang membosankan dan dunia fiksi yang ia cintai. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan hidung menempel pada halaman buku atau layar ponsel.

Ia bukan sekadar membaca—ia hidup di dalamnya.

Setiap kali menyelesaikan sebuah bab, imajinasinya tidak pernah berhenti berpikir. Ia sering membayangkan betapa indahnya jika bisa melangkah melewati batas kertas, menjadi tokoh utama yang mengalami petualangan epik, romansa yang mendebarkan, atau bahkan nasib tragis yang penuh drama.

Apa pun juga bentuknya, asalkan lebih berwarna daripada hidupnya yang datar ini.

"Ah, andai saja aku benar-benar bisa masuk ke dalam cerita..." gumamnya pelan sambil menyimpan novel yang baru saja selesai dibaca ke dalam tas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

Matahari pagi mulai menyelinap masuk melalui celah-celah dinding kayu, menyinari ruang tamu yang masih dingin.

Shen Yu perlahan membuka matanya. Pandangannya sempat kabur, dan yang pertama ia rasakan bukanlah kesegaran—melainkan rasa pegal luar biasa di sekujur tubuh.

"Aduh... punggungku..." erangnya pelan sambil mencoba duduk.

Di bawah matanya terlihat jelas kantung hitam yang tebal, tanda bahwa semalam ia sama sekali tidak bisa tidur nyenyak. Alas jerami yang tipis itu terasa keras seperti papan, sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan kasur empuk di dalam Ruang Ajaibnya. Tubuhnya yang sudah terbiasa dengan kenyamanan modern kini memberontak.

"Benar-benar siksaan..." gerutunya sambil memijat lehernya yang kaku. "Besok-besok jangan ada tamu lagi! Aku lebih baik tidur di dalam Ruang saja daripada harus merasakan ini lagi!"

Dengan langkah tertatih-tatih, ia berjalan keluar menuju halaman rumah.

Untunglah cuaca pagi itu cerah. Sinar matahari emas menyinari seluruh Desa Mati, menghalau kabut dingin semalam. Suasana menjadi lebih hangat dan cerah.

Shen Yu mengambil sedikit air dari ember yang tersisa, membasuh wajahnya yang masih mengantuk, dan berkumur untuk menyegarkan mulut. Setelah merasa sedikit lebih segar, ia berjalan menuju dapur.

Ia membuka keranjang makanan dan melihat-lihat isinya. Di sana hanya tersisa beberapa buah-buahan dan sayuran mentah—tidak ada yang siap makan.

Perutnya berbunyi kruuk-kruuk.

"Tidak enak makan buah terus..." gumamnya, lidahnya mulai merindukan rasa yang lebih nikmat.

Tiba-tiba terbayang di kepalanya gambar makanan yang lembut, manis, dan hangat.

"Aku ingin makan... Bakpao!"

Ya! Bakpao isi daging ayam atau kacang merah yang empuk! Itu makanan yang paling pas untuk sarapan pagi yang dingin begini.

Shen Yu tersenyum licik. Ia melihat sekeliling memastikan tidak ada orang yang memperhatikan—para prajurit tampak sibuk membersihkan area dan merawat kuda, sementara Tuan Muda dan Komandan masih di dalam kamar.

"Oke, waktunya jajan rahasia..." bisiknya.

Ia menyembunyikan tubuhnya di balik dinding dapur yang agak tertutup, lalu mengibaskan tangannya pelan ke udara.

Wush!

Seketika muncul sebuah piring kayu berisi tiga buah bakpao besar yang masih mengepulkan asap panas, kulitnya putih mulus dan mengkilap, aromanya wangi menggoda selera!

Shen Yu langsung mengambil satu, memegangnya dengan hati-hati karena panasnya.

"Ahh... ini baru namanya hidup!"

Ia menggigit bagian pinggirnya dengan lahap. Rasa manis dan gurih dari isiannya langsung memuaskan lidahnya. Rasa pegal di punggung seakan berkurang drastis hanya dengan satu suapan makanan enak.

Shen Yu benar-benar bersyukur memiliki Ruang Ajaib itu. Meskipun sebagian besar isinya adalah bahan mentah atau makanan instan, jumlahnya sangat melimpah—tak akan habis dimakan sepuluh tahun pun masih tersisa. Tidak perlu khawatir kelaparan di tempat terpencil seperti ini.

Dengan lahap, ia menghabiskan ketiga buah bakpao itu dalam waktu singkat. Lembutnya adonan dan manisnya isian membuat perutnya yang keroncongan langsung terasa penuh dan nyaman.

Hahh...

Ia menghela napas panjang lalu bersendawa pelan, wajahnya tampak sangat puas.

"Enak sekali..." gumamnya sambil mengusap perutnya yang sedikit buncit karena kekenyangan.

Tanpa membuang waktu, ia mengambil kendi tanah liat yang berisi air matang—air yang sempat ia rebus dan simpan kemarin malam—lalu meneguknya untuk melancarkan makanan yang baru saja ia lahap. Segar.

Setelah perut terisi penuh dan energi kembali terkumpul, Shen Yu mengambil keranjang bambu besar yang biasa ia bawa. Ia berniat "pergi ke hutan" lagi—bukan untuk mencari makan sungguhan, tapi lebih untuk alibi dan mencari ketenangan agar tidak terlalu dicurigai.

Baru saja ia melangkah melewati halaman, suara seseorang menyapanya.

"Tuan sudah bangun dan hendak pergi lagi?"

Shen Yu menoleh dan melihat Duan Ma sedang berdiri tidak jauh dari sana, tampaknya baru saja selesai memeriksa perlengkapan kuda. Prajurit itu menatapnya dengan tatapan hormat.

"Mn," jawab Shen Yu singkat dan datar, mengangguk sedikit. "Pergi cari... sesuatu."

Ia sengaja bicara seperlunya agar terlihat seperti orang yang pendiam dan kurang pandai bicara, sesuai citra yang ingin ia bangun.

Duan Ma mengangguk mengerti. "Hati-hati di jalan, Tuan. Hutan di sekitar sini cukup lebat."

"Ya." Shen Yu hanya menjawab singkat, lalu terus berjalan meninggalkan halaman rumah menuju arah pepohonan rindang.

Di dalam hati ia bergumam, "Baguslah, mereka tidak curiga. Sekarang aku bisa bersantai sejenak di dalam Ruang sebelum mereka berangkat."

Siang hari berganti, matahari sudah berada tepat di atas kepala. Shen Yu masih belum terlihat kembali dari hutan.

Komandan berdiri di halaman sambil memandang arah jalan setapak, wajahnya tampak gelisah. Kondisi Tuan Muda sudah sedikit membaik, namun perjalanan harus segera dilanjutkan sebelum cuaca berubah buruk. Mereka tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

"Sayang sekali tidak sempat berpamitan langsung," gumam Komandan itu pelan. "Tapi kita harus berangkat sekarang."

Ia pun memerintahkan anak buahnya untuk membereskan semua tenda dan peralatan. Sebagai tanda terima kasih yang mendalam karena telah diizinkan menginap dan beristirahat, Komandan meminta agar disiapkan sebuah bungkusan besar.

Di dalamnya dimasukkan beberapa kantong beras berkualitas baik, daging kering, mi kering, dan berbagai bahan makanan awet lainnya yang cukup untuk dimakan berbulan-bulan—ditambah beberapa uang. Dan sebagai tanda hormat yang lebih besar, ia juga menyelipkan sesuatu yang lain di bagian bawah bungkusan itu.

Setelah semuanya siap, Tuan Muda dengan bantuan para pengawal masuk kembali ke dalam kereta kuda. Dengan bunyi derap kuda yang gemuruh, rombongan besar itu perlahan bergerak meninggalkan Desa Mati, meninggalkan keheningan seperti semula.

Beberapa saat kemudian...

Shen Yu berjalan santai kembali ke desa, keranjang di tangannya terisi penuh oleh "hasil hutan" yang sebenarnya ia ambil dari Ruang Ajaib.

Namun saat ia mendongak dan melihat halaman rumahnya, ia terkejut.

"Hah? Tendanya hilang?"

Tempat yang tadi sore penuh dengan prajurit, kuda, dan tenda-tenda kini kembali kosong melompong. Hanya ada jejak-jejak kaki dan bekas tiang tenda yang tertinggal di tanah.

"Mereka sudah pergi..." Shen Yu menghela napas panjang, perasaan lega bercampur aneh menyelimuti hatinya.

Tanpa membuang waktu, ia berlari kecil masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya.

Di atas lantai kayu yang bersih itu, tergeletak sebuah bungkusan kain yang cukup besar dan terikat rapi.

"Itu apa?"

Shen Yu segera meletakkan keranjangnya dan berjalan mendekat. Ia membuka ikatan kain itu dengan hati-hati.

Matanya langsung berbinar.

"Wah! Beras, daging kering, mi... lumayanlah, stok makanku makin banyak," gumamnya senang. Ini memang sangat berguna untuk alibi kalau-kalau ada orang melihat lagi.

Namun saat ia merogoh bagian paling dalam dari bungkusan itu, tangannya menyentuh benda yang dingin dan berat.

Ia mengambilnya dan membentangkan kain pembungkusnya.

Glekk!

Shen Yu menelan ludah dengan kasar. Matanya terbelalak tak percaya menatap apa yang ada di tangannya.

Itu bukan perak, bukan tembaga...

Itu adalah emas!

Beberapa keping emas berbentuk tael yang berkilauan indah di bawah sinar matahari yang masuk dari celah jendela. Jumlahnya tidak sedikit, cukup untuk membeli sebuah rumah besar di kota atau hidup mewah selama bertahun-tahun!

"Tunggu... emas?!" serunya tak sengaja, suaranya bergetar.

Shen Yu memandangi emas itu lalu memandang ke arah pintu tempat rombongan itu pergi.

"Gila... mereka benar-benar orang kaya ya! Cuma numpang semalam kasihnya segini banyaknya?!"

Jantung Shen Yu berdegup kencang bukan main. Di zaman kuno ini, emas adalah mata uang yang paling berharga!

"Wah... ternyata jadi orang baik itu ada balasannya yang luar biasa," bisiknya sambil menyeringai lebar, segera menyembunyikan emas-emas itu ke dalam saku bajunya dengan hati-hati. "Hidupku mulai berubah jadi makin menarik nih!"

Shen Yu memutar-mutar kepingan emas itu di antara jari-jarinya. Logam mulia itu terasa berat dan dingin, memantulkan cahaya yang sangat memikat mata.

"Hmm..." ia mengerutkan kening, mulai berpikir keras.

Selama ini, impian terbesarnya hanyalah hidup tenang di sini, jauh dari keramaian, menikmati kenyamanan Ruang Ajaibnya tanpa gangguan siapa pun. Tapi sekarang, melihat bukti kekayaan yang nyata di tangannya ini, sesuatu di dalam hatinya bergetar.

Ibu Kota...

Bayangan kota besar yang megah, jalanan yang ramai dipenuhi orang, toko-toko yang berderet, dan kehidupan yang berwarna-warni tiba-tiba terlintas di pikirannya. Tempat itu pasti sangat hidup—berbeda dengan sini yang sunyi senyap seperti kuburan.

"Selama ini aku pikir tinggal di sini aman..." gumam Shen Yu pelan, namun wajahnya perlahan berubah menjadi serius. "Tapi tunggu... apa benar aman?"

Pikiran itu muncul begitu saja.

Di novel-novel yang ia baca, tempat-tempat terpencil seperti Desa Mati atau hutan belantara justru sering dijadikan sarang penjahat. Bandit, perampok, atau orang-orang buangan sering bersembunyi di tempat yang jarang dilalui orang. Mereka tidak takut pada siapa pun. Jika suatu saat ada sekelompok perampok yang lewat dan melihat ada rumah yang terawat, atau bahkan mencium bau makanan...

"Nah! Itu bahaya besar!" Shen Yu tersentak sendiri.

Kalau yang datang seperti rombongan Tuan Muda tadi yang sopan dan beradab, itu masih mujur. Tapi bagaimana kalau yang datang adalah gerombolan bandit yang kejam dan lapar? Mereka tidak akan peduli dia anak baik atau tidak—mereka akan merampok, mengusir, atau bahkan...

Membayangkan kemungkinan itu membuat bulu kuduk Shen Yu meremang.

"Benar juga... tinggal di sini sendirian sebenarnya sangat berisiko," batinnya menganalisis. "Aku punya banyak makanan dan sekarang bahkan punya emas. Kalau sampai ketahuan ada orang kaya tinggal sendirian di tempat terpencil, itu sama saja mengundang malapetaka."

Lalu, apa solusinya?

Shen Yu menatap kepingan emas itu lagi, lalu menatap pintu rumahnya yang menghadap ke jalan setapak utama.

"Daripada hidup dalam ketakutan menunggu bahaya datang... kenapa aku tidak pindah saja ke Ibu Kota?"

Ide itu muncul begitu saja dan langsung terasa sangat menarik.

Di kota besar, ada hukum, ada tentara, dan orang-orangnya banyak. Mustahil ada bandit yang bertindak semena-mena di tengah keramaian.

Selain itu, dengan emas yang ia punya dan persediaan barang di Ruang Ajaib, ia bisa hidup nyaman di sana, membeli rumah yang bagus, dan hidup tenang tanpa perlu khawatir atap rumahnya rubuh atau diserang binatang buas.

"Ya! Itu ide bagus!" Shen Yu mengangguk-angguk mantap.

"Aku bosan juga hidup di sini terus. Lagipula, sebagai 'Qin Yu' yang dulunya berasal dari keluarga kaya di kota... mungkin memang takdirnya aku harus kembali ke sana, bukan?"

Rasa penasaran bercampur rasa ingin aman membuat keputusannya bulat.

"Oke! Rencana baru: Beres-beres, lalu berangkat ke Ibu Kota!"

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!