Seorang wanita zaman kuno yang mati akibat di bunuh oleh kekasihnya saat ia sedang membuat pil naga suci untuk menjadi abadi.
Tapi ia malah berpindah ke tubuh seorang wanita modern, seorang istri lemah, yang setiap hari di siksa oleh suaminya seorang pemabuk, KDRT dan seorang penjudi.
Yang lebih membingungkan, ia malah sudah memiliki seorang gadis kecil cantik berusia 6 tahun.
"Dasar suami sampah! Ini saatnya aku membalas suami brengksek itu karena sudah menyakiti pemilik tubuh asli ini!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
Dua orang anak buah langsung menghampiri Ghaizka dengan pisau di tangan, berniat menghabisi wanita itu dengan cepat.
Namun...
SWOSH!!
Hanya dalam sekejap mata, Ghaizka bergerak. Tidak ada yang bisa melihat gerakannya dengan jelas.
BRUK! BRUK!
Dua suara benturan keras terdengar nyaris bersamaan.
Dua orang tadi langsung ambruk ke tanah pingsan bahkan sebelum mereka sempat mengayunkan senjata mereka.
Di kejauhan, ketua mereka berteriak tanpa menoleh.
"Hey Joko! Apa sudah selesai?! Cepat bawa orang itu masuk ke mobil, kita harus segera pergi!"
Ia lalu menoleh ke belakang, berharap anak buahnya sudah selesai membunuh wanita itu.
Namun apa yang dilihat matanya membuat jantungnya seakan berhenti berdetak.
Kedua anak buahnya tergeletak tak bergerak di tanah, dan di hadapan mereka berdiri seorang wanita cantik dengan tatapan yang sangat mengerikan dan mematikan.
"A-apa yang terjadi...?!" gumam ketua itu terkejut setengah mati.
"APA?! KENAPA BISA KALIAN KALAH OLEH SEORANG WANITA?!"
Ketua kelompok itu berteriak histeris, matanya terbelalak tak percaya melihat dua anak buahnya tergeletak tak bergerak hanya dalam hitungan detik.
Ia menatap tajam ke arah Ghaizka yang berdiri tegap di sana. Wajah wanita itu datar, namun aura yang dipancarkannya dingin mematikan.
"Kau... Siapa kau sebenarnya?!" tanya ketua itu mulai gemetar, menyadari bahwa wanita di hadapannya ini bukan orang biasa.
Ghaizka tidak menjawab. Ia hanya melangkah maju selangkah, dan langkah itu saja sudah membuat udara di sekitar mereka terasa berat dan menekan.
"Kalian sudah mengganggu jalananku, mencoba melukai anakku, dan sekarang berani-beraninya ingin membunuh kami hanya karena melihat sesuatu yang tidak seharusnya kalian lihat," ucap Ghaizka pelan namun suaranya bergema jelas.
"MATI KAU!"
Karena panik dan merasa terancam, ketua itu langsung memberi perintah.
"SERANG DIA! BUNUH DIA SEKARANG JUGA! JANGAN BIARKAN DIA BICARA BANYAK!"
Sisa lima orang yang masih berdiri langsung menerjang maju bersamaan! Mereka mengeluarkan pisau, besi beton, dan pentungan, siap untuk mencabik nyawa Ghaizka.
Namun...
Mereka seolah sedang berusaha melawan angin puyuh.
SWISH! BUG! DUG! BRAKK!!
Ghaizka bergerak bagaikan bayangan. Tidak ada yang bisa melihat gerakannya dengan jelas.
Hanya terdengar suara benturan keras dan teriakan kesakitan yang bergantian.
Satu orang dihajar pipinya hingga gigi copot, satu lagi diputar lengannya hingga patah, yang lain ditendang terbang menabrak mobil mereka sendiri.
Dalam waktu kurang dari satu menit, ketujuh orang penjahat itu sudah berubah menjadi tumpukan manusia yang meringkuk di tanah, merintih kesakitan tak berdaya.
Ketua mereka yang melihat pemandangan itu langsung kencing di celana karena ketakutan.
"Iblis... Ini pasti iblis! Jangan dekat-dekat!"
Ia berusaha lari ingin masuk ke mobil, tapi Ghaizka lebih cepat.
CEKLEK!
Tangan Ghaizka mencengkeram kerah baju pria itu dari belakang, lalu dengan mudahnya ia angkat tubuh besar pria itu hingga kakinya tidak menginjak tanah!
"Siapa yang menyuruh kalian? Dan apa hubungan kalian dengan pria itu?" tanya Ghaizka menatap tajam ke mata pria yang gemetar itu.
"K-Kami hanya disewa! Maafkan kami! Kami tidak tahu apa-apa! Ampun Tuan Putri!"
BRUKKK!!!
Ghaizka melempar tubuh pria itu ke tanah dengan kasar dan kuat. Tanah aspal seakan bergetar menerima hantaman tubuh besar itu.
Tanpa memberi waktu untuk bernapas, Ghaizka kembali bertindak. Ia mencengkeram pergelangan tangan pria itu dengan kekuatan yang luar biasa, lalu...
KRAAKK!!
Suara patah tulang yang mengerikan terdengar jelas di udara malam.
"AAAAAAARRRRGGGGHHHH!!!"
Pria itu berteriak sekuat tenaga, matanya terbelalak menahan sakit yang luar biasa. Tangannya kini tergantung lemas dan bengkok tak wajar.
"Kau tadi bukannya ingin membunuhku kan?! Ini baru permulaan... Ku balas perlakuanmu setimpal!" kata Ghaizka dengan wajah dingin tanpa belas kasihan
Belum cukup sampai di situ. Ghaizka kembali membungkuk, kali ini ia menarik kaki pria itu dengan kasar.
"TIDAK! JANGAN! AMPUN!!" teriak pria itu memohon dengan air mata bercucuran.
Namun permohonan itu sia-sia.
KRAAAAAAKKKK!!!
Kembali terdengar suara tulang yang dipatahkan dengan sengaja. Tulang kaling dan paha pria itu kini patah total.
"AAAAAAHHHHHH!! SAKIT BANGET!! MATI AKU!!"
Ia meringkuk di tanah, meronta-ronta, keputusasaan dan kesakitan melumpuhkan seluruh tubuhnya.
Anehnya, di sekitar sana ada beberapa orang yang sedang lewat atau sedang duduk santai.
Mereka melihat pemandangan mengerikan itu, tapi justru bereaksi biasa saja.
"Wah, keren banget efek suaranya!" kata salah satu orang sambil memakan gorengan.
"Iya tuh, aktingnya mantap! Pasti lagi syuting film laga atau film silat ya?" sahut temannya sambil merekam dengan HP.
"Maju terus Mbaknya, aktingnya keren banget galaknya!"
Mereka semua mengira itu hanyalah pemeran film atau pertunjukan jalanan yang sangat nyata.
Suara patah tulang dan teriakan itu dianggap sebagai efek suara yang bagus. Jadi mereka tidak merasa takut atau ingin menolong sama sekali, malah ada yang bertepuk tangan karena mengira itu bagian dari cerita.
Ghaizka sama sekali tidak peduli dengan pandangan orang-orang itu.
Baginya, hukuman ini masih jauh lebih ringan dibandingkan niat jahat mereka tadi.