NovelToon NovelToon
Jebakan Hati Gadis Cupu

Jebakan Hati Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: who i am?

Bagi Arlan, harga diri adalah segalanya. Namun, ketika sebuah kekalahan memaksanya memacari gadis paling "tak kasatmata" di sekolah, ia memulai permainan manipulasi yang paling berbahaya—tanpa sadar bahwa kepolosan adalah senjata yang paling mematikan bagi egonya.

Arlan tidak pernah kalah. Dengan wajah rupawan dan kekuasaan di tangannya, dia adalah "Tuhan" di SMA Nusantara. Hingga satu malam, sebuah taruhan konyol di meja biliar mengubah segalanya. Taruhannya sederhana: Taklukkan Lulu, si gadis kutu buku yang kuper, polos, dan selalu menunduk, lalu campakkan dia di malam perpisahan.
Bagi Arlan, ini hanyalah tugas mudah. Dia akan menggunakan pesonanya, melakukan love bombing, dan membuat Lulu bertekuk lutut. Namun, Lulu bukanlah lawan yang biasa. Kepolosan Lulu yang keterlaluan membuat semua taktik manipulasi Arlan mental. Saat Arlan mencoba menyakitinya, Lulu justru membalas dengan ketulusan yang menampar ego narsistiknya.
Siapakah yang akan hancur lebih dulu? Arlan dengan egonya, ata

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon who i am?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Pagi pertama setelah hari kelulusan terasa seperti bangun di tengah padang gurun yang sunyi. Lulu terbangun pukul lima pagi, kebiasaan lamanya untuk belajar sebelum subuh masih melekat di tubuhnya. Namun, saat tangannya meraba meja belajar, ia tidak menemukan tumpukan buku kalkulus atau biologi. Meja itu kosong, hanya ada bekas isolasi bening dari kalender yang tempo hari ia perbaiki mati-matian.

Lulu menatap cermin. Di sana berdiri seorang gadis berusia 16 tahun yang tampak sepuluh tahun lebih tua karena kesedihan. Matanya sembab, kacamata tebalnya retak di bagian sudut, dan ia menyadari satu hal yang paling menyakitkan: ia telah lulus SMA di usia yang sangat muda, tapi ia tidak tahu harus ke mana sekarang. Jalur beasiswa prestisius yang ia incar sudah tertutup rapat setelah nilai ujian akhirnya anjlok dan reputasinya hancur di tangan keluarga Wiraguna.

Ia berjalan keluar kamar dengan langkah ragu. Di meja makan, Ayahnya sedang menyeruput kopi sambil menatap koran, namun matanya kosong. Ibunya sedang menyiapkan sarapan dengan gerakan yang lambat, seolah beban di pundaknya terlalu berat untuk dipikul.

"Lulu," panggil Ayahnya pelan. "Duduk sini."

Lulu duduk dengan kepala menunduk. Ia merasa seperti terdakwa yang menunggu vonis terakhir.

"Ayah sudah pikirkan semuanya semalam," ucap Ayah tanpa menatap Lulu. "Kita tidak bisa tinggal di lingkungan ini lagi. Semua tetangga membicarakan video sambutan Arlan yang viral itu. Ayah... Ayah sudah mengajukan mutasi kerja ke luar kota. Kita akan pindah minggu depan."

Lulu tersentak. "Pindah, Yah? Tapi kuliah Lulu gimana?"

Ayah Lulu akhirnya menatap putrinya dengan mata yang berkaca-kaca. "Kuliah? Lu, universitas mana yang mau menerima murid dengan catatan moral seperti yang Arlan buat kemarin? Kamu harus istirahat dulu. Ayah mau kamu pulih. Kamu masih 16 tahun, Lu. Kamu masih punya waktu, tapi tidak di sini. Di sini, kamu hanya akan diingat sebagai 'taruhan 60,000 CAD'."

Mendengar angka itu disebut lagi oleh Ayahnya, Lulu merasa ingin muntah. Rasa malu itu kembali membakar kulitnya. Ia masuk kembali ke kamar dan membanting pintu.

Di saat Lulu sedang meratapi nasibnya, ponselnya bergetar. Sebuah notifikasi muncul dari akun anonim di media sosial. Rupanya, Arlan belum selesai. Di akun pribadinya yang diikuti ribuan orang, Arlan mengunggah foto tumpukan uang tunai dengan caption:

"Debt settled. 60,000 CAD looks good on my bank account. Thanks to the 'Genius Girl' for being the most predictable variable in this experiment. Good luck with your broken life, Kiddo."

Lulu melempar ponselnya ke dinding. Ia berteriak histeris, sebuah teriakan yang sudah ia pendam sejak di panggung kemarin. Ia mencakar lengannya sendiri, merasa jijik karena pernah membiarkan tangan Arlan menyentuhnya. Ia merasa bodoh karena di usia 16 tahun, ia mengira telah menemukan cinta sejati, padahal ia hanya menjadi proyek sains bagi seorang sosiopat.

Tiba-tiba, ada ketukan lembut di pintunya. Bukan Ayah atau Ibu, melainkan suara yang sangat ia kenal.

"Lu... ini gue, Sisil."

Lulu terdiam. Ia membuka pintu dengan ragu. Sisil berdiri di sana, mengenakan seragam sekolah barunya. Sisil tidak menunggu izin, ia langsung masuk dan memeluk Lulu dengan sangat erat.

"Gue denger semuanya, Lu. Gue liat videonya," bisik Sisil sambil menangis. "Maafin gue karena ninggalin lo sendirian di sekolah itu. Gue harusnya tetep ada di sana buat nampar muka Arlan."

Lulu hanya bisa terisak di bahu Sisil. "Dia jahat, Sil... dia jahat banget..."

"Gue tahu. Tapi dengerin gue," Sisil melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Lulu. "Bu Sarah kirim pesan ke gue. Dia bilang, meski dia dipecat, dia punya kenalan di sebuah yayasan pendidikan di luar negeri yang nggak peduli sama drama sekolah ini. Dia mau bantu lo dapet ujian ulang atau penyetaraan di sana. Lo itu jenius, Lu. Otak lo itu aset, bukan sampah kayak yang dibilang Arlan."

Lulu menatap Sisil dengan pandangan tidak percaya. "Masih ada yang mau bantu aku?"

"Masih banyak, Lu. Tapi lo harus berhenti jadi hamba buat kenangan Arlan. Lo harus hapus dia dari otak lo," tegas Sisil.

Namun, saat Sisil sedang memberikan semangat, Lulu melihat sesuatu di layar televisi yang menyala di ruang tamu. Berita pagi itu menampilkan sosok Arlan Wiraguna yang sedang berada di bandara, bersiap berangkat ke Inggris untuk melanjutkan studinya. Arlan tampak melambaikan tangan ke kamera dengan senyum kemenangannya yang khas. Di sampingnya ada Shinta, yang tampaknya ikut pergi bersamanya.

Arlan pergi membawa kemenangan, uang taruhan, dan harga diri Lulu yang ia injak-injak. Ia terbang menuju masa depan yang cerah, sementara Lulu ditinggalkan di sini untuk mengais sisa-sisa hidupnya.

Lulu mengepalkan tangannya. Rasa sedihnya perlahan berubah menjadi api dingin yang membara di dadanya. Jika Arlan menganggapnya sebagai "variabel yang bisa diprediksi," maka Lulu bersumpah akan menjadi satu-satunya variabel yang akan menghancurkan hidup Arlan suatu saat nanti.

"Sil," suara Lulu mendadak datar dan dingin. "Gue mau ikut bantuan Bu Sarah. Gue mau pergi dari sini. Tapi gue nggak mau cuma sekadar sembuh."

"Terus lo mau apa?" tanya Sisil cemas melihat perubahan tatapan mata Lulu.

"Gue mau tumbuh jadi orang yang bakal bikin Arlan menyesal pernah menyebut nama gue di panggung itu," jawab Lulu.

1
Valent Theashef
mreka bakal ketemu lagi tp entah brp th..
lily
cerita yang menarik semoga sampai tamat
Valent Theashef
bgus,liat coba end ny apakh mreka brsma ???
Siska Dores
😍
Valent Theashef
penuh tantangan suka deh film novel kyk gni,
Dewi Yanti
ko ada cowo ky reno yg jahat bgt
Siska Dores
next kak
Siska Dores
lanjutt kak
Siska Dores
next kak
Siska Dores
greget bngt
Siska Dores
next kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!