NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan
Popularitas:404
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mami Riana

Ria ke toilet perempuan, memperbaiki riasannya. Namun dia di ikuti oleh Lidya.

"Apa maumu?? Mau mempermalukan saya."

"Kenapa kamu tidak suka." Ria tersenyum sinis.

"Kamu masih kecil, terlalu mudah dan cepat kamu mengartikan situasi yang saya dan Davin alami. Saran saya jauhkan pikiranmu tentang Davin suamiku." Ria menunjukan cincin pernikahannya.

"Jangan jadi cewek pelakor."

Ria langsung meninggalkan Lidya di toilet. Dia kira Ria tidak tahu, kenapa dia mengikuti dirinya di toilet. Dia kira gampang mau menjatuhkan seorang Riana Timothy yang sudah hidup tiga puluh tahun, lebih dulu di bumi ini dari dia.

"Dasar bocah alay."

"Its oke." Ria tersenyum kepada Grace temannya ini. Handphone Ria berdering. Ternyata suaminya yang menelepon. Davin sudah datang menjemput istrinya dan sudah berada di mall yang sama dekat dengan restoran tempat Ria dan rekan - rekan medis menikmati syukuran makan siang karena dokter Edo ulang tahun. Davin begitu melihat istrinya, langsung mendekati dan mencium Ria di bibir, dan sengaja mememang Ria pamerkan buat ketiga mahasiswinya Davin yang ada di sebrang meja.

" Mesra amat. Tahulah kita Ria, he is yours."

Dokter Edo mengoda Davin dan Ria. Selesai makan siang bersama temannya. Davin masih mau mengajak kekasih hatinya, istri tercintanya nonton film kesukaan mereka. Ria belum memberitahu keberadaan ketiga mahasiswinya. Namun Ria tidak menyangka bahwa ketiga ulat bulu ini pun mengikuti mereka nonton di bioskop yang ada di mall itu.

"Mas mahasiswi mu tuh ada nonton juga di samping kita??"

"Siapa???"

"Ya pengembar kamu." Davin langsung mencium bibir istrinya sambil melihat dimana posisi ketiga mahasiswinya.

"Mereka sakiti kamu sayang?"

"Lidya sepertinya dia tahu semua tentang kita. Dia ikuti aku ke toilet."

"Apa yang sakit sayang."

"Tidak ada mas. Aku ini jagoan."

Mereka berbicara sangat pelan, hanya dia dan suaminya yang mendengarkan. Tetapi hati Davin sangat panas sekali. Dia tidak menyangka mahasiswinya terlalu lancang mencampuri urusannya.

Besok hari di kampus, Davin mendengar cerita yang berkembang tentang dirinya dan istrinya. Sebenarnya dia mau cuek, namun berita ini sampai masuk kedalam media kampus maupun media sosial dan ini sudah berhubungan dengan orang yang dia cintai yang sedang mengandung anaknya. Davin langsung ke ruangan multimedia meminta mereka menghapus berita yang viral itu dan mencari tahu siapa yang menyebarkan. Lima menit kemudian pemimpin redaksi kampus siapa yang mengupload berita dan dari siapa berita itu.

Davin tidak langsnug menyerang penyebar gosip, namun dia menggunakan kapasitasnya sebagai dosen pembimbingnya. Lidya dan genknya tidak bisa ikut ujian, karena dosen pembimbing mereka sama - sama tidak memberi acc dia untuk ujian. Skripsinya belum rampung baik?? Banyak sekali coretan dari dosen pembimbing lain dan Davin tidak membantu dia tambah mencoret.

Lidya pusing, orangtuanya sudah menanyakan kapan dia selesai. Membuat dia menjadi stress.

"Jangan pak Davin sengaja memboikot kamu ngak bisa ujian."

"Bukan hanya aku, kalian juga. Jadi Kita semua."

"Tetapi salah apa??"

"Kamu tidak ingat berita yang kamu sebarkan sudah takedown. Apa kamu tidak curiga pak Davin ada andil dalam hilangnya berita itu??" Lidya dan genknya terdiam.

"Aku harus bagaimana?? Mana pak Davin tidak mau bertemu lagi."

"Kamu harus usaha. Aku tidak mau tahu." Salah satu anggota genk Lidya mengeluh.

Pukul dua belas siang selesai Davin mengajar di kelas bawa, ternyata ketiga ulat bulu ini sudah ada di depan ruangan.

"Selamat siang pak."

"Iya selamat siang." Davin sambil berjalan cepat dan di ikuti oleh Lidya sambil berlari.

"Pak, bisa perlu sebentar." Davin berhenti.

"Saya ada urusan penting. Saya harus menjemput istri saya dan ini jam makan siang. Kami ada janjian makan. Jika urusan kampus besok saja kita bertemu. Jam sepuluh selesai saya mengajar."

"Siap bapak."

Davin langsung berjalan menuju ke mobil. Tiba - tiba ada mahasiwa lain yang bertemu dengannya. Dan mereka berbicara di samping mobil pak Davin sangat lama. Lidya tahu itu mahasiswa siapa, dia rekan kuliahnya yang di bimbing oleh pak Davin. Katanya lusa dia akan ujian. Sebenarnya Davin tidak ada janji, makan siang dengan istrinya karena hari ini, Ria akan melakukan operasi bagi dua pasien. Namun dia mencoba menghubungi istrinya.

"Sayang.... Sibuk ya??"

"Sudah selesai mas.... Mas perutku?" Manjanya Ria keluar.

"Sayang tunggu mas. Duduk disitu."

Jarak kampus dan rumah sakit tempat Riana Timothy bekerja sangat dekat. Hanya lima menit, ketika Davin keluar jalan tol tiba di gerbang rumah sakit. Dia bergegas mencari istrinya. Dan menjumpai Ria sedang terbaring di rancang rumah sakit di poli kandungan.

"Sayang ......."

Air ketuban Ria sudah pecah dan dia sudah mengalami kontraksi yang tiba - tiba datang. Davin menghubungi Stella kakaknya memberitahukan keadaan Ria. Begitu juga dengan Rian adiknya Riana.

Orangtua Davin sudah berada di rumah sakit bersama Stella, juga Rian adiknya Ria. Melihat sakit melahirkan yang Ria alami, Rian langsung menghubungi papanya menyampaikan keadaan Ria kakaknya. Kebetulan pada saat papa menerima telepon ada bersama mama. Jadi sempat mamanya mendengar. Papanya bergegas mempersiapkan dirinya dia mau bertemu dengan anaknya yang sedang kesakitan. Waktu mau keluar mamanya ikut.

"Mama mau kemana??"

"Mama mau ikut ke rumah sakit."

"Mama di rumah saja."

"Mama mau ikut, kalau tidak di ijinkan papa tidak boleh kesana."

"Dia itu anak saya. Sedang berjuang melahirkan cucu saya."

"Itu hukuman buat anak yang melawan."

"MAMA!!! JAGA MULUTMU."

Hampir saja, papanya Riana dan Rian menampar istrinya ibu dari dua anaknya. Namun tanpa banyak bicara dia masuk mobil dan diikuti oleh istrinya. Sampai di rumah sakit. Ria masih berjuang menahan sakit, kontraksinya. Namun pembukaannya belum - belum sempurna. Sementara air ketubannya sudah semakin sedikit. Dokter kandungan memutuskan melakukan operasi.

"Yang terbaik saya setujui dokter, asalkan istri dan anakku selamat."

Ria sudah didorong ke ruang operasi, Davin ikut menemani. Setelah berdoa bersama mertua, papa, Stella dan Rian. Riana dan Davin masuk ke ruangan operasi. Davin selalu berada disamping istrinya.

"Sayang......"

"I love you istriku Riana Timothy."

"I love you too, suamiku sayang."

"Biasanya aku yang membela orang, sekarang giliran aku yang di belah."

Davin tersenyum. Dia berdoa sambil tetap menyium kening istrinya. Tiba - tiba terdengar tangis bayi sangat kencang suaranya.

"Sayang, anak kita lahir??"

"Iya mas."

Dokter langsung menyerahkan bayi laki - laki itu kepada Davin. Bayi yang sehat dengan panjang lima puluh sentimeter dan berat empat kilogram ini, membuat maminya tidak bisa melahirkan normal karena dia kelilit tali pusar. Davin membawa anak mereka ke maminya. Ria langsung menciumnya. Sementara itu, Davin di suruh bertelanjang dada, karena anaknya harus tidur di dadanya. Bayi laki - laki itu mencari - cari susu maminya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!