mantan tim keamanan negara yang bernama Darren mengundurkan diri tinggal ditengah hutan, dirinya dikabarkan oleh sahabatnya bahwa presiden hilang. akhirnya Darren dan tim khusus dibawah naungan Samuel menyusun rencana untuk membebaskan presiden Roland dari jeratan musuh. masalah cinta, konspirasi, serta manipulasi diungkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
the return of Mr Darren
...Helim membuka pintu kamar yang mendapati kamarnya sudah tidak ada Selena didalam sana bahkan lemarinya pun kosong tanpa adanya pakaian bahkan perhiasan Selena, tas sepatu koleksi Selena juga tidak ada....
...“Selena” teriak Helim kebingungan menuruni tangga kembali....
...“Nyonya Selena sudah pergi setelah anda pergi” ucap kepala asisten rumah tangga....
...“Dia pergi kemana?”....
...“Saya kurang tahu Tuan karena nyonya pergi juga terburu-buru”....
...“Sintia masih di sekolah?”....
...“Masih tuan”....
...Dengan cepat Helim menelpon sekolah Sintia, dirinya menanyakan keberadaan anaknya “apa Sintia masih di sekolah? Kalau masih biasanya sintia pulang jam berapa agar saya bisa menjemputnya tepat waktu” tanya Helim dengan dadanya yang berdebar cemas....
...“Maaf ini siapanya ananda Sintia?”....
...“Saya papanya Sintia”....
...“Maaf sebelumnya, ananda sintia sudah pulang sedari tadi dijemput oleh mamanya. Emm ini juga hari terakhir Sintia masuk sekolah”....
...“Maksud kepala sekolah apa?”....
...“Bu Selena sudah mengajukan kepindahan sekolah untuk Sintia pak”....
...“Sintia mau dipindah kemana? Kenapa saya tidak diberi tahu”....
...“Untuk pindah sekolah dimananya saya tidak tahu karena Bu Selena juga tidak mau memberitahu Sintia akan dipindahkan sekolah dimana”....
...Tanpa banyak bicara lagi helim langsung mematikan telponnya, “Selena kamu dimana?” teriak Helim kesal sambil membanting ponselnya di sofa....
...Tak lama Helim ditelpon oleh nomor tak dikenal, “siapa?” Tanyanya....
...“Gak perlu tahu aku siapa, yang aku tahu sekarang kamu pasti lagi kebingungan nyari istri kamu itu” ucap Jesy....
...“Siapa kamu? Kenapa kamu bisa tahu kalau aku sekarang lagi nyari istriku” ucap Helim penasaran....
...“Gak usah kamu cari istrimu itu”....
...“Terserah aku mau cari istriku atau gak bukan urusanmu juga”....
...“Percuma juga kamu cari toh kalau dia ketemu gak bakalan mau balik juga sama kamu”....
...“Sok tahu, kamu siapa sebenarnya? Keterlaluan kamu terlalu ikut campur urusan rumah tanggaku”....
...“Aku hanya ngasih tahu aja kalau gak mau dengerin ya silahkan” ucap Jesy langsung mematikan telponnya....
...Helim menelpon asistennya untuk mencari istrinya yang pergi dari rumah....
...Jesy yang duduk di pangkuan Frederick merangkulnya sambil menelpon asistennya untuk melakukan yang dia perintahkan waktu lalu, “lakukan segera” ucapnya langsung mematikan telponnya kembali....
...“Kamu terlalu licik sayang?” Ucap Frederick memandangi wajah Jesy....
...“Kan kamu sendiri yang mengajari ku cara memanfaatkan keadaan dan memonopoli orang” ucap Jesy sambil mengusap pipi Frederick dengan mesra....
...“Memang pantas kamu menjadi wanitaku” ucap Frederick lagi....
...“Maafkan aku Darren, aku terpaksa menjadikanmu pion. Suatu saat aku akan memegang tanganmu untuk mengucapkan terimakasih kepadamu” ucap Jesy dalam hati....
...“Aku sudah buatkan surat pengalihan harta Alexo atas namamu, tinggal aksimu sendiri untuk dapat tanda tangannya” ucap Frederick....
...“Kenapa kamu begitu peduli dengan ku? Seharusnya kamu jijik denganku karena Alexo menjualku kepadamu” tanya Jesy berdiri didekat jendela....
...“Sepenuhnya bukan salahmu, Alexo saja yang terlalu serakah” ucap Frederick memeluk Jesy dari belakang....
...“Nominal berapa yang harus aku ganti untuk semua jasamu?”....
...“Cukup kamu menjadi bagian dari hidupku”....
...“Apa aku pantas?”....
...“Yang pantas menilai aku” ucap Frederick mencium kepala Jesy....
...“seharusnya aku berterima kasih kepada Alexo karena telah melepaskan wanita yang sempurna serta baik hati seperti mu Jes” ucap Frederick dalam hati sambil tersenyum manis....
...Sore hari Darren janji temu dengan Clara, “silahkan duduk” ucap Darren menggeser kursi untuk Clara duduki dengan sikap gugup....
...“Terimakasih”....
...“Mau pesan minum atau makan apa ?”....
...“Kamu gak perlu repot-repot”...
...Mereka sedikit canggung, Darren tanpa basa basi langsung mengeluarkan sebuah amplop coklat besar yang dia berikan untuk Clara....
...“Lebih baik kamu jujur sekarang”....
...Clara membuka amplop tersebut dirinya sangat terkejut melihat tulisan hasil test lab yang menunjukkan bahwa lylya adalah benar anak Darren....
...“Ternyata kamu sudah tahu kebenarannya”....
...“Kenapa kamu sembunyikan ini dariku Ra?”....
...“Aku gak merasa menyembunyikan nya, untuk apa? Apa aku untung menyembunyikannya darimu?”....
...“Kita sudah bertemu beberapa kali tapi kamu gak ada bicara tentang lylya kepadaku?”....
...“Coba kamu pikir kalau aku jujur kepadamu, untungnya buatku apa? Bukannya yang dulu ninggalin aku tuh kamu, kamu pergi gitu aja tanpa alasan yang jelas, tanpa pamitan tahu tahu kamu pergi gitu aja” ucap Clara mulai kesal....
...“Terus dengan kamu selidiki lylya, kamu bisa seenaknya aja ambil dia dariku? Mana pantas kamu? Aku berterima kasih denganmu karena sudah menolongku tapi bukan berarti kamu bisa ambil lylya dariku” sahutnya kembali dengan dirinya yang berdiri ingin pergi....
...“Aku gak bermaksud menyinggungmu”....
...“Cukup sampai disini saja anggap yang kemarin atau sekarang gak pernah kita ketemu” ucap Clara ingin melangkah keluar dari restoran....
...“Mama” panggil lylya yang masuk dengan Alisa serta teman-teman Alisa....
...“Kamu ada disini Ra?” Tanya Alisa memeluk Clara....
...“Mama kok bareng sama om ganteng?” tanya lylya yang langsung merangkul kaki Darren....
...Darren menggendong lylya dengan penuh kehangatan, tangan satunya menggandeng Clara pergi dari hadapan Alisa....
...Di Taman Darren memeluk lylya, “aku gak akan ambil yang bukan hak aku Ra” ucapnya....
...“Aku memang gak pantas bersanding denganmu atau menjadi ayah lylya, kalian bahagia itu sudah cukup bagiku” sahutnya lagi....
...“Aku gak bermaksud memisahkan kalian, aku cumaaa…..” ucap Clara menjadi sungkan....