NovelToon NovelToon
SENTUHAN PAPA MERTUA

SENTUHAN PAPA MERTUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Rumah Tangga / Balas Dendam
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

"Pa, Papa mau apa??" Adelia terkejut saat papa mertuanya tiba-tiba mendekat dan memeluknya dari belakang. la tak pernah membayangkan, kalau setelah menikah papa mertuanya itu justru berubah dan bersikap seolah ia adalah istrinya.

Apakah Adelia mampu mengendalikan diri dari papa mertuanya?

Atau ia justru ikut terjerumus juga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIGA PULUH

Adelia tersenyum canggung. "Terima kasih, Pa. Saya sudah siap."

Bastian mengangguk, lalu merenggangkan bahunya sembari tersenyum hangat. "Bagus. Kita pemanasan dulu, ya."

Keduanya melangkah keluar rumah. Udara pagi terasa sejuk, matahari baru muncul, dan angin tipis menyapu wajah Adelia saat ia berdiri di halaman depan. Bastian mulai mengarahkan gerakan pemanasan seperti peregangan tangan, memutar leher, dan menekuk lutut.

Adelia mengikutinya.

Sesekali Bastian memperhatikan Adelia-bukan dengan tatapan mengganggu, tetapi lebih mirip seseorang yang tidak bisa berhenti memastikan orang lain baik-baik saja.

"Del, jangan terlalu tegang bahunya!" kata Bastian. "Santai sedikit."

"O-oh... iya, Pa." Adelia memperbaiki posturnya.

Mereka tertawa kecil ketika Adelia salah mengikuti gerakan pemanasan, membuat suasana sedikit lebih cair daripada sebelumnya.

Setelah itu, mereka mulai jogging pelan keluar dari halaman.

Langkah mereka beriringan.

Di sepanjang jalan kompleks, beberapa tetangga sedang menyiram tanaman, membersihkan halaman, atau baru keluar rumah untuk berolahraga juga. Karena Adelia jarang keluar rumah pagi-pagi, beberapa tetangga tampak senang melihatnya.

Namun, pandangan mereka berubah aneh saat melihat Bastian berlari di samping Adelia.

Halo, Bu Adel! Pak Bastian! Wah... jogging bareng nih?" sapa Bu Ratna sambil tersenyum menggoda.

Adelia mengangguk canggung. "I-iya, Bu. Pagi-pagi cocoknya emang olahraga."

"Tetap kompak aja ya kalian berdua," sambung seorang bapak sambil tertawa kecil. "Menantu sama mertua tapi kayak teman seumuran!"

Adelia langsung salah tingkah, sedangkan Bastian hanya tersenyum sopan.

"Kami cuma olahraga pagi, Pak," jawab Bastian.

"Ya, ya... tapi makin ke sini makin mirip pasangan muda, loh!" goda bapak itu sambil tertawa lebih keras.

Adelia hampir tersedak napasnya sendiri. Pipinya memanas. "A-astaga, Pak..."

Bastian menoleh ke Adelia, tersenyum tipis. "Tidak usah diambil hati. Mereka suka bercanda."

"Bercanda yang... bikin deg-degan, Pa," gumam Adelia pelan.

Bastian tertawa kecil.

Mereka melanjutkan jogging hingga akhirnya mencapai taman kota yang cukup luas. Banyak orang berolahraga-mulai dari anak-anak bermain sepeda, ibu-ibu senam, hingga bapak-bapak jogging sambil membawa anjing. Suasana ramai dan penuh energi.

Adelia mulai merasa nyaman.

Ia mulai berlari sedikit lebih cepat, menikmati udara segar. Sesekali ia menyalip beberapa orang, membuat Bastian ikut mempercepat langkah untuk menyamakan kecepatan.

"Wah, kamu cepat juga ya," komentar Bastian sambil tertawa.

"Aku cuma... sudah lama nggak olahraga," jawab Adelia sambil tersenyum.

Mereka berlari memutari taman. Sesekali Bastian memberi instruksi ringan seperti,

"Langkahnya diperpendek sedikit."

"Atur napas, Del."

"Jangan terlalu cepat!"

Adelia mengikutinya, merasa seperti sedang jogging dengan pelatih pribadi.

Namun mendadak-

"Aduh!"

Adelia mengerang kecil dan terhenti. Kakinya menginjak permukaan tanah yang tidak rata dan sedikit terpeleset. Ia kehilangan keseimbangan dan nyaris jatuh.

"Del!" Bastian langsung menangkap lengan Adelia sebelum tubuhnya benar-benar ambruk ke tanah.

Adelia menahan napas, merintih pelan. "Pa... kaki saya kayaknya keseleo..."

"Duduk dulu!" kata Bastian cepat.

Ia membantu Adelia duduk di bangku taman terdekat.

Setelah itu, ia berlutut di depannya dan memegang pergelangan kaki Adelia dengan hati-hati.

"Sakit?" tanya Bastian lembut.

Adelia mengangguk. "Sedikit... tapi bukan sakit parah."

"Cuma terkilir ringan." Bastian memijit pelan bagian dekat pergelangan kaki, membuat Adelia meringis kecil.

"Ambil napas... pelan saja."

Adelia mencoba.

Bastian mengusap area yang sakit dengan gerakan perlahan, memastikan tidak menekan terlalu keras. Ada beberapa orang yang melihat mereka sekilas dan tersenyum seperti melihat momen manis sepasang suami istri.

Adelia makin salah tingkah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!