NovelToon NovelToon
Penyihir Gila Dari Jurang Hantu

Penyihir Gila Dari Jurang Hantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Balas Dendam
Popularitas:762
Nilai: 5
Nama Author: AbdulRizqi60

Cakrawala Dirga Samudra adalah seorang Pangeran kerjaan Nirlata yang dibuang kedalam jurang saat umurnya baru menginjak 6 tahun. namun bukannya mati, di dalam sana ia justru bertemu sosok misterius yang membuat dirinnya menjadi penyihir gila. 7 tahun berlalu ia kembali dengan kekuatan baru untuk menuntut balas, merebut takhta yang seharusnya menjadi miliknya, dan mengungkap rahasia di balik tembok istana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AbdulRizqi60, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback Datuk Ringgih

Flashback

Disebuah taman istana, embun pagi bergelantungan di ujung kelopak mawar seperti butiran kristal yang menyimpan rahasia langit. Kupu-kupu dengan sayap bermotif beludru menari diantara wewangian melati yang tumpah ke bumi.

Sepasang suami istri tampak duduk di kursi taman tersebut memandangi hamparan bunga-bunga indah di taman.

Ia adalah dua tabib istana yaitu Datuk Ringgi dan Nyai Sekar Arum.

"Mas, emmm... mas tau bukan, orang yang mau kita sembuhkan itu bukan orang biasa. Dia Putri Pitaloka anak dari Raja Karna.. Aku khawatir, kalau kita gagal menyembuhkan Putri Pitaloka kita justru dibunuh..." Ujar Nyai Sekar Arum lirih.

"Apalagi terdengar desas desus kalau Negara Garuda dan Harimau sedang terlibat konflik karena kematian Pangeran Samudra."

Datuk Ringgih tersenyum, "tenang saja Bu, aku yakin sekali kita tidak akan di apa apakan oleh Raja Karna dan aku yakin sekali tidak ada perselisihan apapun antara Raja Karna dengan Raja Kala Dewangga. Kematian Pangeran Samudra sudah berlalu tujuh tahun yang lalu, aku yakin sekali mereka saat ini sedang berpura pura dalam perselisihan agar pihak yang mengadu domba mereka merasa di atas angin dan aku yakin sebenarnya mereka berdua diam diam sedang mengatur rencana rahasia untuk mengungkap siapa pengadu domba itu."

Panggilan 'Bu' dari Datuk Ringgih itu memang sudah menjadi kebiasaannya, agar anak mereka mencontoh panggilan tersebut.

"Kenapa mas begitu yakin akan hal itu?"

"Tidak banyak orang yang tau, hanya aku dan beberapa petinggi istana saja yang tau bahwa Raja Karna, Raja Kala Dewangga dan Tetua Jambulana dahulu adalah teman satu tim, ketika mereka masih menjadi penyihir junior. Mereka telah menyelesaikan banyak misi dan sudah saling membangun kepercayaan, apakah menurutmu Raja Karna akan melakukan hal sekejam itu? Membunuh anak sahabatnya sendiri... itu mustahil..."

Putri Pitaloka adalah anak dari Raja Karna, Raja yang memimpin Istana Megah Sangkara. Putri Pitaloka mengidap kutukan mematikan yang secara perlahan akan merenggut nyawa.

Datuk Ringgih, Nyai Sekar Arum dan Tuan Dipa Mandala yang terkenal sebagai tiga tabib terbaik dari Negara Garuda di panggil oleh Raja Karna dan dimintai tolong untuk menyembuhkan Putri Pitaloka.

***

Didalam hutan kehampaan, keret kuda tampak melintas, Kereta tersebut terbuat dari kayu gelap yang dipoles mengkilap, lengkap dengan ukiran emas di bagian panelnya dan lambang istana Nirlata yang terpatri di pintu. Roda-rodanya yang besar sesekali memercikkan air dari genangan sisa hujan semalam.

Empat ekor kuda gagah berwarna hitam legam menarik kereta tersebut. Napas mereka mengembus uap putih di udara dingin pagi, sementara lonceng kecil di tali kekang mereka berdenting ritmis.

Beberapa pasukam Hierarki bertopeng Garuda tampak mengawal didepan dan belakang kereta, menjaga kewaspadaan sambil menatap tajam ke arah semak-semak yang rimbun.

Didalam kereta itu ada tiga tabib istana yaitu Datuk Ringgih, Nyai Sekar Arum dan Dipa Mandala.

Diperjalanan tampak Datuk Ringgih kerap bercanda dengan Nyai Sekar Arum, mereka sama sekali tidak merasa sungkan walaupun disana ada Dipa Mandala.

Sedangkan Dipa Mandala menatap lurus pemandangan semu didepannya.

Perjalanan mereka lancar lancar saja, hingga tiba di celah antar bukit seorang penyihir sensor merasakan ada gerakan energi sihir angin dari atas bukit yang sengaja menjatuhkan bebatuan dari atas.

Puluhan batu batu besar dari atas bukit terjatuh, akibat sihir angin dari sosok yang belum di ketahui.

"Bawa para tabib! Menjauh!" Teriak sang Kapten Hierarki.

Kapten Hierarki tersebut membuat segel tangan sihir dan meniup udara.

"Sihir angin gelombang angin!"

Gelombang angin tercipta di udara dan mementalkan puluhan batu yang mengarah ke arah mereka.

Beberapa pasukan Hierarki tampak membawa terbang ketiga tabib menjauh dari sana.

Swuuussshhh....

Swuuuusssshhh....

Tidak tanggung tanggung ratusan hujan panah api mengarah ke arah mereka.

"Gawat!" Ucap sang Kapten.

Para pasukan Hierarki di sana langsung menangkis ratusan panah api tersebut dengan sihir dinding tanah.

Baru saja mereka selesai menangkis serangan tersebut dari atas rimbunnya semak dan dari atas bukit muncul pasukan Hierarki dengan topeng harimau.

"Kalian! Pasukan hierarki dari Negara Harimau? Mengapa kalian menyerang." Tanya sang Kapten.

Jumlah mereka ada ratusan pasukan, mereka tidak ada yang menjawab justru langsung menyerang dengan rentetan tembakan sihir dan serangan fisik.

Ketiga tabib itu tampak panik, wajah mereka pucat ketakutan karena melihat banyaknya pasukan musuh.

"Kalian bertiga bawa tabib menjauh! Biarkan kami yang menahan mereka!" Ucap Sang Kapten.

Ketiga Pasukan Hierarki membawa ketiga tabib menjauh, namun ketika mereka hampir sampai di ujung bukit tembakan rentetan jarum jarum air melesat dari atas.

Ketiga pasukan hierarki yang menggendong tiga tabib itu pun terpaksa mundur.

Namun di nelakang mereka seorang pasukan hierarki bertopeng harimau dengan belati di tangannya melesat cepat dan menebas kepala ketiganya dengan cepat dan presisi.

Ketiga tabib itu jatuh di tanah.

Pasukan hierarki dengan belati di tangannya itu menatap ketiganya dengan tatapan tajam.

"T... t... tuan tolong jangan bunuh kami! Kami hanya menjalankan permintaan Raja Karna untuk mencoba menyembuhkan putrinya." Ucap Sekar Arum memohon.

Para tabib memang hanya memiliki sihir penyembuhan, mereka tidak bisa bertarung sehingga mereka tidak ada yang melawan.

Sosok itu berdecih pelan, "cih.. aku juga melakukan perintah dari Raja Karna."

Puluhan Pasukan Hierarki dari negara harimau kembali datang, dua dari mereka langsung memegangi Dipa Mandala dan Datuk Ringgih.

"Lepaskan! Kalian semuanya! Apa maksud kalian menyerang kami? Aku yakin kalin bukan dari negara harimau!" Ucap Datuk Ringgih.

"Diam!!!" Ucap salah satu musuh kemudian menampar Datuk Ringgih.

Pria dengan belati itu melemparkan belatinya dan mendarat tepat di depan Sekar Arum.

"Kau Sekar Arum, gunakan belati itu untuk membunuh salah satu di antara mereka berdua... jika kau melakukannya aku akan membiarkanmu dan orang yang tidak kau pilih tetap hidup..."

Sekar Arum tampak meneteskan air matanya, dengan tangan gemetar ia mengambil belati tersebut.

Cukup lama Sekar Arum berdiri dengan kaki gemetar, ia ragu ragu siapa yang hendak ia bunuh.

"Lakukan! Atau aku akan membunuh kalian bertiga!"

Blar!

Pria tersebut mengangkat tangannya ke atas, bola api raksasa tercipta.

"Bu bunuh aku saja..." ucap Datuk Ringgih.

Sementara Dipa Mandala hanya diam, senyuman tipis terukir di sudut bibirnya.

"Ma.. maaf mas..." Sekar arum dengan langkah gemetar dan ragu ragu, langsung menusuk Datuk Ringgih.

Uhuk!

Datuk Ringgih melotot lebar dan mutah darah. Tubuhnya langsung ambruk ke tanah..

"Hahahaha.... kau memang tidak tega membunuhku, Sekar Arum sayang." Ucap Dipa Mandala.

Mendengar itu dunia Datuk Ringgih seakan hancur, rasa sakit dihatinya jauh lebih sakit daripada luka tusukan tersebut.

"A... a.... apa maksud semua ini... Dipa, Bu?"

"Maafkan aku mas. Akan aku jelaskan secara singkat, Aji bukan anak kita..."

1
anggita
nama ilmu yg keren. mantra api jiwa👏
anggita
ikut dukung ng👍like, 2x☝☝iklan. moga novelnya lancar.
anggita
novel laga lokal👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!