Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!
___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.
Dunia berubah.
Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.
Chu Kai.
Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:
Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.
Pendekar Naga itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15 - Bantuan
BAAAAM...!
Suara ledakan kembali mengguncang udara. Tanpa ragu, Wei Zhang Zihan langsung bergerak. Tubuhnya melesat ke depan, menembus angin pegunungan yang tajam. Di belakangnya, Wei Shezi mengikutinya dalam bentuk cahaya samar.
Semakin dekat—pemandangan di hadapannya terbuka.
Wei Zhang Zihan melihat sebuah benteng pertahanan yang berdiri kokoh di antara tebing-tebing curam, diapit oleh dua pagoda besar yang menjulang tinggi—tidak jauh di hadapannya.
Tempat itu tampak suram, dipenuhi aura kelam yang menekan. Di balik benteng tersebut, terdapat jalur menuju penjara tebing. Tempat yang mengurung para tahanan dari kalangan binatang iblis dan darah campuran. Termasuk… ibu dari Long Yang Wang.
Pupil mata Wei Zhang Zihan menyusut. Di tengah kekacauan yang ia saksikan di depannya—seekor rubah perak raksasa setinggi hampir sepuluh meter mengamuk tanpa kendali.
Bulu-bulu makhluk itu berkilau di bawah cahaya, namun matanya merah menyala, dipenuhi kegilaan yang liar.
Ada sekitar dua puluh kultivator yang mengelilingi makhluk tersebut. Serangan demi serangan diluncurkan dan pertarungan sengit pun terjadi.
"Sepertinya dia berhasil menyerap pedang iblis itu," ujar Wei Shezi pelan saat ia menapak tepat di samping Wei Zhang Zihan, matanya menyipit. "Dia sudah menjadi binatang iblis sejati... bukan darah campuran lagi."
GROOOAAAR...!!
Rubah perak itu mengaum. Mulutnya terbuka dan api biru menyembur keluar dengan dahsyat.
Api tersebut menyapu pagoda dan ledakan yang terjadi. Struktur bangunan runtuh dan terbakar dalam sekejap. Benteng pertahanan pun mulai roboh, dilahap kobaran api biru yang membara.
"Tahan dia!"
Tiga kultivator tingkat ahli maju bersamaan. Energi spiritual mereka meledak dan Teknik Penciptaan Wujud terbentuk—rantai emas melesat dari udara, berkilau terang, sementara cambuk api berputar seperti ular yang mengamuk.
Serangan tersebut diluncurkan. Namun, sosok Long Yang Wang menghilang dari posisinya, dan bergerak cepat menghindari jeratan itu. Hanya saja sebuah serangan lain justru datang dan menghantamnya dari belakang.
Tubuh besar dari Long Yang Wang terpukul dan luka robekan tercipta di punggungnya karena benturan keras tersebut. Namun rubah itu tidak berhenti, sebaliknya—aura merah darah tiba-tiba meledak keluar dari tubuhnya.
BAAAAM...!
Gelombang energi menyapu area sekitar dan membuat para kultivator terhuyung mundur.
"Apa—?!"
"Sialan! Dia berubah!"
"Cepat! Atur formasi! Segel makhluk itu!!"
Suasana langsung kacau.
Wei Zhang Zihan menyaksikan situasi Long Yang Wang berbahaya dan segera menarik pedangnya.
Kilatan tajam terpancar dari bilah senjata Wei Zhang Zihan. "Kita harus membantunya."
Wei Shezi menoleh. "Apa kau ingin ke sana? Masuk dalam pertarungan itu?"
Wei Zhang Zihan terdiam. Tatapannya tertuju pada rubah perak yang mengamuk, lalu mengarah pada para kultivator yang mencoba menahan makhluk itu.
Pikiran Wei Zhang Zihan bergerak cepat. "Long Yang Wang datang untuk membebaskan ibunya. Kau bantu aku dan cari tahu penjara yang mengurung ibunya."
Wei Zhang Zihan menggenggam pedangnya lebih erat. "Aku sendiri... yang akan menghadapi mereka."
Wei Shezi berkedip, lalu menghela napas. "Idemu bagus... tapi sebaiknya kau yang pergi menyelamatkan ibunya.”
Wei Zhang Zihan sedikit mengernyit.
Wei Shezi menatap pemuda di sampingnya. Nada suaranya tenang, "Tampan. Selama ini aku memperhatikanmu dan kau punya empati yang tinggi. Itu tidak buruk..."
Ia melirik ke arah medan pertempuran. "Tapi dalam situasi seperti ini... itu justru akan jadi beban."
Tatapan Wei Shezi kembali pada Wei Zhang Zihan. Dia menyilangkan tangan, "Aku bisa memastikan satu hal—kau akan menahan dirimu, dan tidak akan menyerang dengan sepenuh kekuatan... karena kau tidak ingin melukai mereka."
Wei Shezi menghela napas pelan. "Dan itu hanya akan membuatmu kelelahan tanpa hasil. Jadi, jangan ikut campur dalam pertarungan itu dan biarkan aku yang turun tangan."
Wei Shezi mengangkat tangannya, menunjuk ke salah satu tebing raksasa yang ada di kejauhan. "Aku merasakan energinya. Ibu dari monster rubah perak itu... ada di puncak tebing itu."
Angin berhembus, membawa aroma darah dan abu saat Wei Shezi melanjutkan. "Akan kubantu kau melintas. Mereka tidak akan menyadari kehadiranmu. Kita hanya perlu menyelamatkan ibu Long Yang Wang... lalu pergi sejauh mungkin dari tempat ini."
Wei Zhang Zihan terdiam sejenak. Tatapannya kembali pada medan pertempuran yang jauh di depannya, sebelum ia mengangguk pelan. Kali ini—dirinya setuju dengan Wei Shezi.
*
*
Long Yang Wang masih bertarung sengit dengan para kultivator di tempat ini dan setiap gerakan yang ia lakukan menciptakan kehancuran.
Api birunya menyapu, cakar raksasa Long Yang Wang merobek tanah dan batu, sementara aura merah darah yang menyelimutinya terus berdenyut liar.
Kekacauan menyebar dan benteng itu sendiri—hampir runtuh sepenuhnya.
Wei Shezi menyaksikan itu dan memberi isyarat singkat pada Wei Zhang Zihan. Tanpa bicara apa pun, keduanya bergerak.
Wei Zhang Zihan melesat naik, berdiri di atas pedang terbangnya. Tubuhnya meluncur cepat, tepat di atas medan pertempuran yang kacau tanpa hambatan yang berarti.
Angin berputar liar di sekitar Wei Zhang Zihan, namun aura kehadirannya tertutup rapat karena diselimuti oleh kekuatan Wei Shezi. Tidak satu pun dari para kultivator itu yang menyadari keberadaan Wei Zhang Zihan, apalagi situasi mereka sedang fokus menyerang Long Yang Wang.
"..."
Wei Zhang Zihan melintas seperti bayangan. Sejenak, dia menatap pemandangan di bawahnya—di mana pertarungan terus berlangsung tanpa henti.
Sementara itu, Wei Shezi sendiri mulai melesat untuk memasuki pertarungan. Tubuhnya bergetar samar lalu—berubah.
Wujud manusia Wei Shezi terdistorsi, dengan cepat memanjang dan membesar—hingga dalam sekejap, sosoknya menjelma menjadi binatang iblis berwujud ular kalajengking yang mengerikan.
Tubuh Wei Shezi berlapis sisik merah, ekornya panjang melengkung dengan sengat berkilau di ujungnya. Aura kuno yang pekat menyelimuti keberadaannya.
Tanpa ragu, Wei Shezi menerjang masuk ke dalam pertarungan dan mengejutkan para kultivator yang saat ini sedang menghadapi Long Yang Wang.
!!
"Binatang Iblis lain?!"
"Dari mana dia berasal—?!"
"Ini tidak masuk akal—!!"
Kepanikan langsung menyebar. Ekor Wei Shezi melesat seperti cambuk, cepat dan mematikan.
CLANG—!
Ular kalajengking itu menahan Teknik Penciptaan Wujud milik kultivator yang hendak membentuk rantai emas, dan menghentikan serangan yang seharusnya mengikat Long Yang Wang.
Rubah perak itu sendiri menoleh. Mata Long Yang Wang yang merah menyala bertemu dengan sosok mengerikan di hadapannya.
Sejenak, Long Yang Wang menggeram—namun tidak menyerang. Dia seakan memahami bahwa binatang iblis yang ia lihat ini bukanlah musuh, tetapi berdiri di pihaknya.
Tanpa bicara, Long Yang Wang kembali bergerak. Dia menargetkan salah seorang kultivator dan kemudian menyemburkan api biru di mulutnya.
"AAAKH—!!"
Kultivator itu tidak sanggup menahan semburan api dari Long Yang Wang dan langsung berteriak kesakitan. Dia bahkan tidak sanggup menghindar sehingga tubuhnya mulai dilalap api. Dalam hitungan detik—ia lenyap dan hanya menyisakan abu yang beterbangan di udara.
Di sisi lain, Wei Shezi bergerak lebih kejam. Ekor panjangnya melilit salah satu kultivator dan mencengkeramnya dengan kuat—sama sekali tidak memberi ruang bagi musuh untuk melawan.
"Lepaskan—ugh?!"
Sengat di ujung ekor Wei Shezi menancap di leher kultivator itu. Racun pun mengalir, namun tidak sampai membunuh musuh. Racun itu hanya berfungsi sebagai pelumpuh hingga tubuh lawan terasa kaku.
Kultivator itu bahkan masih terkejut dengan energi spiritualnya yang tiba-tiba saja kacau setelah disengat oleh binatang iblis ini. Namun bahkan belum sempat berteriak—rahang ular kalajengking yang melilit tubuhnya terbuka lebar.
KRAAK—!!
Di depan semua orang—Wei Shezi melahap kepala kultivator itu hingga terdengar suara yang berat dan mengerikan.
!!!
******