NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: namice

"Dua sisi kegelapan, satu raga, dan satu candu yang mematikan: diriku."

​Zaviar, penguasa dingin yang sebelumnya mati rasa, mendadak meledak gairahnya saat Arumi—sang macan bar-bar yang bertransmigrasi ke tubuh istrinya antagonis—menghapus riasan badutnya.

Perubahan drastis ini tak hanya membangkitkan Zaviar, tapi juga monster di dalamnya: Varian.
​Varian, alter ego gelap, obsesif, dan haus gairah, bangkit tanpa kendali, matanya memancarkan kedalaman yang menakutkan dengan mata merahnya.

Terkunci di dalam sangkar emas kamar utama, Arumi terjebak dalam kecemburuan Calista istri kedua sekaligus pemeran utama wanita dan pusaran hukuman ganda: kelembutan menuntut Zaviar, dan keganasan tanpa lelah Varian. Keduanya menginginkannya dengan cara yang paling mengerikan.

Varian menyeringai gelap​, manik merahnya mengunci pergerakan arumi. "Kau membuat monster dalam diriku terbangun, Sayang. Bersiaplah untuk tidak bisa berjalan besok pagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Pertolongan Zaviar dan Varian

Bambang dan satu preman tersisa yang melihat tiga temannya lumpuh total dalam waktu singkat langsung kehilangan seluruh keberanian mereka. Mereka berbalik, berniat lari menyelamatkan diri melalui pintu darurat belakang.

‎"Mau kabur ke mana lu, Pak Tua?!" Arumi melompat lincah, mengejar Bambang. Ia melayangkan satu tendangan ganda yang bersarang telak di punggung Bambang, membuat pria tua berkhianat itu tersungkur menabrak panel listrik tepat di samping bom waktu.

‎Arumi segera berbalik, berlari kencang menuju posisi Sherly. Ia menarik tubuh sahabatnya itu berdiri secara paksa. "Sher! Pegangan yang kencang ke leher gue! Kita lompat lewat jendela lantai dua sekarang!"

‎Namun, kondisi raga Arumi Razetha yang asli yang belum pulih sempurna dari kelelahan fisik semalam mendadak memprotes. Kakinya terasa kaku dan lemas saat mencoba menaiki tangga besi menuju lantai dua. Napasnya terengah-engah, dan dadanya yang menderita kelainan galaktorea mulai berdenyut kencang karena lonjakan hormon kepanikan yang luar biasa masif. Rembesan hangat mulai membasahi kaos putihnya kembali.

‎00:00:12... 00:00:11... 00:00:10...

‎Angka kematian itu terus menghitung mundur dengan suara detakan yang semakin memekakkan telinga. Arumi terjatuh di anak tangga kelima, memeluk Sherly yang sudah menangis pasrah. Di dalam benaknya, Arumi mengumpat habis-habisan: Sialan! Masa gue musti mati kena ledakan setelah kemarin lolos dari setruman listrik?!

‎Brak! Jasss!

‎Dinding kaca bagian depan gudang logistik mendadak hancur berantakan menjadi jutaan serpihan kristal kecil. Sebuah kendaraan taktis militer lapis baja berwarna hitam legam menerobos masuk dengan kecepatan ekstrem, menghancurkan seluruh palet kayu dan tumpukan kardus yang menghalangi jalan.

‎Pintu kendaraan baja itu terbuka bahkan sebelum mobil berhenti sempurna. Sesosok pria dengan mantel panjang hitam yang berkibar melompat keluar dengan pergerakan yang luar biasa cepat dan dominan.

‎Pria itu adalah Zaviar Ravindra—atau lebih tepatnya, wujud alter egonya yang telah mengambil alih kesadaran raga sepenuhnya akibat racun cemburu buta dan kekhawatiran ekstrem yang membakar otaknya sejak menerima laporan pergerakan Calista: dia adalah Varian.

‎Manik mata Varian merah menyala, menyala penuh kegilaan dan obsesi mutlak untuk melindungi candu manisnya. Dalam dua kali lompatan besar yang berada di luar batas kemampuan manusia normal, Varian sudah berada di depan tangga besi. Tanpa sepatah kata pun, ia langsung menyambar tubuh Arumi dan Sherly sekaligus ke dalam pelukan kedua tangan kekarnya yang sekeras baja.

‎00:00:03... 00:00:02...

‎Varian berbalik, melompat mundur masuk ke dalam kabin kendaraan taktis baja yang terbuka, membanting tubuh Arumi di bawah dadanya yang bidang sebagai tameng hidup, tepat saat pintu baja mobil menutup otomatis secara hidrolik.

‎00:00:00!

‎BOOOOOOMMM!!!

‎Ledakan dahsyat berskala militer meledak hebat dari arah panel listrik utama.

Gelombang api berwarna merah jingga yang membara langsung melalap seluruh isi gudang logistik Razetha Group dalam sekejap. Tekanan udara yang luar biasa besar menghantam dinding luar kendaraan taktis baja hingga mobil seberat beberapa ton itu sempat bergeser beberapa meter di atas lantai beton. Serpihan besi panas dan puing bangunan berjatuhan seperti hujan di atas atap mobil.

‎Di dalam kabin kendaraan yang gelap dan kedap suara, atmosfer terasa begitu panas, pekat, dan menyesakkan.

‎Arumi terbaring diam di bawah kungkungan tubuh besar Varian. Napas mereka berdua berkejaran dengan sangat cepat, saling bergesekan kasar di dalam kesempitan kabin. Arumi bisa merasakan degup jantung Varian yang berdetak dengan kecepatan ekstrem di balik kemeja hitamnya yang kini robek di beberapa bagian.

‎Varian tidak segera bangkit. Ia menatap wajah cantik Arumi yang kini dipenuhi noda debu hitam namun masih memancarkan kilatan bar-bar yang menantang. Pandangan mata kegelapan milik Varian perlahan turun, terkunci sepenuhnya pada bagian depan kaos putih Arumi yang kini basah kuyup akibat rembesan cairan manis murni dari rahasia tubuhnya yang bocor karena syok ledakan tadi. Aroma manis yang khas itu menguar kuat di dalam kabin mobil, mengalahkan bau gosong mesiu dari luar.

‎Jakun Varian naik turun dengan cepat, gairah kegilaan posesifnya langsung naik ke tingkat yang paling ekstrem. "Kau... berani bermain-main dengan maut tanpa izin dariku, Sayang?" Suara Varian terdengar sangat rendah, parau, dan bergetar karena amukan nafsu purba yang mengamuk hebat di dalam tubuhnya yang selama ini cacat.

‎Arumi mendongak, mencoba memasang wajah lempengnya meskipun perut bawahnya berkedut hebat merasakan Varian mini yang kembali menegang keras menekan celananya tepat di celah paha Arumi. "Gue kagak main-main, monster kaku! Lu sendiri ngapain nyasar ke sini pake mobil perang beneran?!"

‎Varian mengeluarkan tawa rendah yang sensual sekaligus mengerikan. Tangan kanannya mencengkeram rahang Arumi dengan kepemilikan yang mutlak, memaksa bibir seksi Arumi untuk terbuka. "Zaviar mungkin akan membiarkanmu mengurus perusahaan sialan ini. Tapi aku... Varian... aku akan memastikan seluruh candu manis di tubuhmu ini dihabiskan di dalam kamarku malam ini sebagai hukuman atas kelancanganmu hari ini."

‎Tanpa memberikan kesempatan bagi Arumi untuk memaki lagi, Varian menundukkan kepalanya secara agresif, membungkam mulut bar-bar istrinya dengan ciuman paksa yang brutal di dalam kabin mobil yang aman dari kobaran api luar, mengunci takdir mereka berdua dalam jeratan gairah yang semakin tidak memiliki jalan keluar.

Ciuman brutal Varian di dalam kabin mobil taktis yang sempit itu berubah menjadi penjarahan tanpa ampun sepanjang perjalanan pulang. Varian mengklaim candu manisnya dengan intensitas ekstrem, mengabaikan Sherly yang pingsan di kursi belakang. Begitu kendaraan baja itu tiba di mansion Ravindra, kepribadian liar Varian perlahan surut karena terpuaskan, mengembalikan kendali raga pada Zaviar yang langsung didera kelelahan emosional hebat.

‎Malam di mansion Ravindra terasa jauh lebih sunyi dan mencekam setelah insiden ledakan gudang pagi tadi. Di dalam kamar tidur utama yang kedap suara, atmosfer berubah menjadi sangat panas dan menyesakkan. Arumi baru saja keluar dari kamar mandi dengan jubah sutra tipis, namun langkahnya terhenti saat melihat sosok pria yang duduk di tepi ranjang dengan kemeja yang sudah terbuka sepenuhnya.

‎Itu adalah Zaviar. Namun, tatapan matanya tidak lagi dingin seperti es, melainkan gelap dan penuh tuntutan. Begitu Arumi mendekat, Zaviar menarik pinggang Arumi dengan sentakan kuat hingga wanita itu jatuh terduduk di pangkuannya.

‎Di dalam kamar mandi utama yang luas dan mewah, uap air hangat membubung tinggi, menciptakan atmosfer yang pekat dan menyesakkan. Arumi berdiri di bawah guyuran shower, mencoba membasuh sisa jejak Varian dari kulitnya. Namun, rasa sensitif di tubuhnya justru semakin menjadi-jadi saat air hangat menyentuh dadanya yang masih merembeskan aroma manis murni akibat syok ledakan. Perut bawahnya berkedut, masih mengingat dengan jelas bagaimana kejantanan keras suaminya menekan celah pahanya di dalam mobil tadi.

‎Tiba-tiba, pintu kaca kamar mandi bergeser terbuka. Melalui pantulan cermin yang berembun, Arumi tersentak saat sepasang lengan kekar langsung melingkari pinggangnya dari belakang. Kulit basah mereka menyatu, menciptakan sensasi panas yang membakar seketika.

‎Itu adalah Zaviar. Pria itu masuk tanpa melepas celana panjangnya, membiarkan kainnya basah kuyup demi bisa merapatkan tubuhnya pada lekuk belakang Arumi. Tatapan mata Zaviar di balik tetesan air terasa begitu gelap dan penuh tuntutan yang lapar.

‎"K-kaku... lu ngapain masuk?!" pekik Arumi tertahan, suaranya bergetar saat jemari kokoh Zaviar mulai merayap naik, mencengkeram rahangnya dan memaksa wajah Arumi menoleh ke samping.

‎"Menagih hakku yang dirampas oleh Varian pagi tadi," bisik Zaviar parau tepat di depan bibir Arumi. Suaranya yang berat berbaur dengan suara gemercik air shower.

‎Tanpa memberikan celah untuk membantah, Zaviar langsung meraup bibir Arumi dalam ciuman yang mendalam, menuntut, dan penuh pemujaan. Tangan Zaviar bergerak liar di bawah guyuran air, meremas pinggul Arumi dan mengangkatnya sedikit hingga wanita itu terpaksa bertumpu pada dinding marmer yang dingin untuk menahan guncangan gairah suaminya. Sentuhan Zaviar yang elegan namun dominan membuat pertahanan bar-bar Arumi runtuh seketika. Di bawah basahnya air shower, Zaviar menyesap habis sisa aroma manis di tubuh istrinya, memberikan hukuman ronde pertama yang begitu intens hingga lutut Arumi terasa mati rasa.

‎Beberapa saat kemudian, setelah keintiman yang basah dan melelahkan itu mereda, Arumi akhirnya keluar dari kamar mandi dengan jubah sutra tipis yang melekat pasrah di tubuhnya yang masih gemetar. Namun, langkahnya kembali terhenti di tepi ranjang.

‎Di sana, sosok pria itu sudah duduk menunggunya dengan kemeja yang sudah terbuka sepenuhnya. Tatapan matanya kembali menggelap, seolah jatah di kamar mandi tadi belum ada apa-apanya.

1
yuningsih titin
aku mampir kak... lanjutkan👍👍
namice: terimakasih banyak ya kak Yuningsih mau mampir,🤭😘😘😘🌹🌹🌹
total 2 replies
Sulati Cus
kok bulu angsa🤔lbh bagus bulu rubah klu nggak bulu serigala biar keren😅
namice: 👍😁😁😁😘😘🌹🌹🌹
total 5 replies
arsyila putri
dek Calista 🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
arsyila putri
ceritanya kereeen👍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suka😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
kebolak balik😄😄😄😄
Rani Saraswaty
namanya bikin pusing
namice: 🙏🙏🙏, maaf nanti aku revisi kembali
total 1 replies
Sulati Cus
😅ini sih di hajar habis2an namanya😅
namice: 🤣🤣.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
tunggu tunggu knp jd calista?
namice: iya kak namanya Arumi Razetha... maaf salah typo nanti aku revisi 🙏🙏
total 1 replies
Rani Saraswaty
namanya calista ato clarisa sih? ada 2 org ato 1 calis claris?
namice: Calista kak, maaf typo kak... nanti aku revisi kembali🙏🙏.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
hihihi kok aku latah ya, baca ny mlh pke aksen betawi 🤭
namice: 🤣🤣... 😘😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
ok thor mampir dsini.
kek nya seru nih. aku juga sering uring² thor klo baca novel yg mc ny cinta buta + tulul.
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
Noul
suka visualnya thor,, 😍😍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak... love you sekebon untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
hahaha langsung kicep tu mulut ,terpesona,,aku terpesonaaaa...🤣🤣
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
awal yg bagus, lanjut thor 💪😍
namice: 😘😘😘, iya kak setiap hari aku update dan aku usahakan double update kak.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
langsung bukti nyata....sat set.....gavin
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
aku
mantan lu rum, astaga omdong bgt 🤣🤣
namice: 😘😘💪💪.. terimakasih banyak supportnya kak😘😘😘
total 3 replies
aku
alamak klo arumi imyuuut mode bgni siapa yg gk klepek2??? 🤩🤩
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘🌹🌹🌹🌹🌹😘
total 1 replies
CaH KangKung,
🫣🫣
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
bar bar gini nie....mantappp
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kenapa aku boleh rasa 🍯 itu
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!