NovelToon NovelToon
Diantara Dua Hati

Diantara Dua Hati

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Candra Arista

Rara Wijaya, seorang perawat muda berbakat di RS Bunda, hidup dengan luka yang dalam akibat kehilangan kedua orang tuanya. Ibu yang berhati lembut meninggal karena penyakit langka, sementara ayahnya, seorang dokter, tewas dalam kecelakaan mobil saat menolong korban tabrakan. Meskipun penuh dendam, Rara tumbuh menjadi perawat yang sangat berdedikasi.

Namun, kehidupannya berubah total ketika RS Bunda mendatangkan dokter spesialis bedah baru, dr. Arkan Pratama. Dokter muda ini dikenal dingin dan perfeksionis, yang sering meremehkan perawat. Awalnya, Rara dan Arkan selalu bertikai, sampai suatu hari Rara mengetahui bahwa Arkan adalah putra dari dokter yang menyebabkan kematian ayahnya 15 tahun lalu.

Konflik mereka memuncak ketika mereka harus bekerja sama menangani pasien kritis. Di tengah badai, mereka terjebak di rumah sakit tua yang sudah tidak terpakai - tempat yang sama di mana ayah Rara terakhir kali bekerja. Di sana, rahasia keluarga mereka terbongkar satu per satu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Kebenaran yang Mulai Terungkap

Ruangan dokter kepala di RS Bunda tenang saat Arkan masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu. Dr. Santoso, dokter kepala berusia sekitar 60 tahun, mengangkat alisnya melihat sikap Arkan yang tidak biasa.

"Ada yang ingin kamu sampaikan, Arkan? " Dr. Santoso bertanya sambil meletakkan dokumen yang sedang dibacanya.

"Saya perlu bertanya mengenai sesuatu," Arkan menutup pintu dengan kasar. "Tentang Rara Wijaya. "

Dr. Santoso tersenyum kecil. "Ah, perawat muda itu. Apakah kamu mulai tertarik padanya? "

"Bukan itu," Arkan menggelengkan kepala. "Saya butuh tahu tentang hubungannya dengan ayah saya. "

Dr. Santoso terdiam sejenak sebelum menghela napas panjang. "Aku sudah menduga pertanyaan ini akan muncul suatu hari nanti. "

"Jadi memang ada kaitannya? " Arkan mengepalkan tangan tanpa sadar.

"Duduklah, Arkan," Dr. Santoso menunjukkan kursi di depannya. "Cerita ini cukup panjang. "

Setelah Arkan duduk dengan enggan, dokter tua itu mulai bercerita.

"15 tahun yang lalu, terjadi kecelakaan di jalan tol," Dr. Santoso berbicara perlahan. "Sebuah mobil menabrak kendaraan lain yang berhenti untuk membantu seorang korban kecelakaan sebelumnya. Dalam mobil yang berhenti itu ada dr. Wijaya—ayah Rara—dan seorang pasien yang baru saja dia selamatkan. "

"Dan ayah saya? " Arkan bertanya dengan suara bergetar.

"dr. Reza Pratama—ayahmu—adalah pengemudi mobil yang menabrak mereka," Dr. Santoso menundukkan kepalanya. "dr. Wijaya meninggal seketika. Pasiennya selamat, tetapi terluka parah. "

Arkan merasakan sesak di dadanya. "Apakah ayah saya. . . dalam pengaruh alkohol? "

"Tidak," Dr. Santoso menggelengkan kepalanya. "Hasil tes menunjukkan tidak ada alkohol dalam darahnya. Namun. . . "

"Namun? "

"Dia mengungkapkan bahwa dia sudah tiga hari tidak tidur akibat jadwal yang padat," Dr. Santoso menjelaskan. "Dia tertidur saat mengemudi. "

Arkan menutupi wajahnya dengan kedua tangan. "Lalu bagaimana selanjutnya? "

"dr. Wijaya sudah tiada, tetapi keluarganya tidak menggugat. Mereka memaafkan ayahmu," Dr. Santoso melanjutkan. "Namun, ayahmu tidak pernah memaafkan dirinya sendiri. "

"Itu sebabnya dia mulai minum," Arkan bergumam. "Dan akhirnya. . . "

"Bunuh diri," Dr. Santoso menyelesaikan kalimatnya dengan nada sedih. "Aku benar-benar berduka, Arkan. "

"Kenapa Rara bekerja di sini? " Arkan bertanya setelah beberapa saat hening. "Mengapa dia memilih RS Bunda? "

"dr. Wijaya adalah kepala dokter di RS Bunda sebelum kecelakaan itu," Dr. Santoso menjelaskan. "Rara ingin mengikuti jejak ayahnya. Dia masuk sekolah perawat dan menentukan untuk bekerja di sini. "

"Apakah dia mengetahui tentang ayah saya? "

"Ya," Dr. Santoso mengangguk. "Tetapi aku tidak tahu seberapa jauh dia tahu. dr. Wijaya adalah teman dekatku. Ketika Rara diterima di sini, aku berjanji akan melindunginya. "

"Itu sebabnya Anda selalu memperlakukannya secara istimewa," Arkan menyadari sesuatu. "Dan itu sebabnya Anda meminta saya untuk membimbingnya. "

"Dia adalah perawat yang sangat berbakat," Dr. Santoso membela. "Tetapi ya, aku juga ingin melihat bagaimana perkembangan hubungan kalian. "

"Dan sekarang? "

"Sekarang terserah kalian," Dr. Santoso tersenyum kecil. "Aku sudah terlalu tua untuk campur tangan. "

Arkan berdiri perlahan. "Terima kasih atas kejujurannya, Dokter. "

"Arkan," Dr. Santoso memanggilnya sebelum ia meninggalkan ruangan. "Rara adalah gadis yang kuat. Namun, dia juga menyimpan banyak luka. Perlahan-lahan. "

Arkan mengangguk sebelum melangkah keluar. Dia perlu menemui Rara. Dia perlu menjelaskan semuanya. Namun pertama-tama, dia harus memberi dirinya waktu untuk mencerna semua informasi ini.

Di sisi lain rumah sakit, Rara berdiri di depan ruangan arsip yang sudah kuno, menggenggam sebuah foto lama. Dalam gambar itu, ayahnya berada di samping Dr. Santoso dan dr. Reza Pratama. Mereka tampak seperti sahabat karib.

"Apa yang terjadi, Ayah? " Rara berbisik sembari memerhatikan wajah dr. Reza di dalam foto. "Mengapa kamu tidak pernah menceritakan tentang persahabatanmu dengannya? "

Dia tidak menyadari bahwa ayahnya dan ayah Arkan memiliki hubungan yang sangat dekat. Hal ini memperumit keadaan.

Kini, setiap kali Arkan tersenyum kecil saat membaca catatan medisnya dengan seksama—sama persis dengan ekspresi ayahnya di foto-foto lama—Rara merasakan dadanya semakin sesak. Bagaimana mungkin dia bisa membenci seseorang yang begitu mirip dengan ayahnya yang dicintainya? Bagaimana dia bisa menyembunyikan kebenaran dari orang yang mengingatkannya pada semua kenangan indah dalam hidupnya sebelum segalanya hancur?

Di ruang operasi, ketika tangan mereka bekerja dalam harmoni—Arkan dengan pisau bedahnya dan Rara dengan peralatan medis lainnya—Rara menyadari suatu ironi menyakitkan: di meja operasi ini, mereka dapat dengan mudah menyelamatkan nyawa orang lain, tetapi tidak mampu melindungi diri mereka dari masa lalu yang terus mengejar.

"Apakah semuanya baik-baik saja? " Arkan bertanya pelan saat mereka mengambil jeda di tengah prosedur.

Rara mengangguk, berusaha menyembunyikan tangan yang bergetarnya di balik baju operasi. "Hanya merasa lelah. "

Namun mereka berdua tahu bahwa itu adalah kebohongan. Di antara mereka terdapat rahasia yang lebih mendalam daripada hanya prosedur yang rumit ini—ada sejarah keluarga yang penuh liku, pengkhianatan yang tidak terduga, dan perasaan cinta yang tumbuh di tengah bekas-bekas kebencian yang lama. Suatu saat, mereka harus menghadapi semuanya. Tapi tidak hari ini. Hari ini mereka masih bisa berpura-pura menjadi dokter dan perawat yang bekerja sama untuk menyelamatkan hidup—bukan dua individu yang terluka dan secara tidak sadar saling menyembuhkan.

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!