Dikhianati saudari angkatnya sendiri, Su Fan — sang jenius fana pemegang rahasia Sembilan Dao Hukum Tertinggi memilih mati daripada menyerah. Namun, maut justru menjadi pintu reinkarnasi. Ia terbangun di tubuh pemuda bernama Li Fan di alam fana yang terpencil.
Ironisnya, Li Fan hanyalah pemuda biasa dengan akar spiritual normal. Bagi orang lain, itu hal biasa. Tapi bagi Su Fan yang dulu terkutuk 10.000 akar spiritual, tubuh ini adalah anugerah termurni untuk mulai berkultivasi. Berbekal wawasan hukum tertinggi dan pengetahuannya yang melimpah, Li Fan memulai pendakian berdarah dari titik nol.
“Surga sebelumnya tidak adil bagiku. Tapi sekarang, Aku sendiri yang mengadili Surga!”
Dari manusia fana yang dianggap sampah hingga menjadi penguasa hukum yang menggetarkan semesta. Inilah kisah perjalanan Su Fan ditubuh Li Fan untuk pendakian menuju puncak agung yang mustahil. Sang jenius yang dulu terbelenggu, kini telah lepas dari rantai takdirnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sang Nona Es Penolak Takdir
Sinar matahari pagi menembus celah jendela kayu di Paviliun Sayap Barat, area khusus yang diperuntukkan bagi para calon murid perempuan di Pos Pertama Sekte Awan Azure. Udara pagi yang dingin terasa menyegarkan bagi sebagian besar orang, namun bagi gadis yang sedang duduk bersila di atas ranjangnya, suhu sedingin apa pun tidak akan pernah mampu menembus kulitnya.
Lin Xueyan membuka matanya perlahan. Sepasang manik mata yang jernih itu memancarkan kilau biru sesaat sebelum kembali menjadi hitam legam. Helaan napasnya menghasilkan uap tipis yang langsung membeku menjadi serpihan es kecil di udara sebelum jatuh ke lantai kayu.
Gadis itu terlahir sebagai keajaiban yang hanya muncul satu kali dalam seratus tahun di Provinsi Hebei. Sementara kebanyakan kultivator jenius memiliki tiga atau empat akar spiritual yang saling tumpang tindih, Lin Xueyan dilahirkan dengan bakat surgawi yang sangat murni. Ia hanya memiliki dua akar spiritual di dalam Dantiannya. Akar spiritual berwarna kuning cerah yang melambangkan elemen angin, dan akar spiritual berwarna biru kristal yang melambangkan elemen es tingkat tinggi.
Kombinasi angin dan es di dalam tubuhnya membuat aliran Qi miliknya bergerak lebih cepat dari badai dan lebih tajam dari pedang pusaka mana pun. Bakat inilah yang membuat Klan Lin melindunginya dengan sangat ketat sejak ia masih bayi.
Namun, perlindungan yang berlebihan sering kali terasa seperti penjara bagi seorang anak kecil. Di masa lalunya, Lin Xueyan tidak diizinkan bermain di luar gerbang kediaman utama. Ia dipaksa menghabiskan waktunya membaca kitab kultivasi dan bermeditasi. Di tengah kebosanan dan kesepian yang mengurungnya, ia menemukan sebuah hiburan kecil di halaman belakang klan.
Hiburan itu bernama Xiao Chen.
Xiao Chen adalah seorang anak yatim piatu yang dipungut oleh pelayan luar Klan Lin untuk dijadikan tenaga kasar. Hidup Xiao Chen sangat menyedihkan. Ia memakai pakaian tambalan, makan dari sisa dapur, dan sering menjadi samsak hidup bagi anak-anak cabang Klan Lin yang sedang melatih bela diri. Semua orang merendahkannya karena ia dinilai tidak memiliki akar spiritual sama sekali. Ia dianggap sebagai sampah masyarakat yang hanya pantas membelah kayu bakar.
Namun, Lin Xueyan kecil melihat sesuatu yang berbeda dalam diri Xiao Chen. Ia melihat mata yang tidak pernah menyerah meskipun tubuhnya babak belur. Lin Xueyan sering kali menyelinap keluar dari paviliunnya secara sembunyi-sembunyi, membawa beberapa potong kue manis atau obat luka curian dari ruang alkimia ayahnya, lalu memberikannya kepada Xiao Chen di gudang kayu yang gelap.
Mereka bermain bersama di bawah bayangan tembok besar klan. Xiao Chen akan menceritakan kisah-kisah dunia luar yang ia dengar dari para pedagang jalanan, sementara Lin Xueyan mendengarkan dengan mata berbinar. Hubungan itu tumbuh menjadi persahabatan yang tulus, dan mungkin, benih-benih perasaan yang lebih dalam.
Tentu saja, rahasia tidak pernah bertahan lama di dalam klan besar. Suatu hari, para tetua memergoki mereka. Hukuman yang dijatuhkan sangat brutal. Xiao Chen dicambuk puluhan kali hingga hampir mati dan dibuang ke pinggiran desa, sementara Lin Xueyan dikurung di gua es selama sebulan penuh. Sejak saat itu, Lin Xueyan menutup hatinya. Ia menjadi gadis es yang dingin, memendam perasaannya dan fokus pada kultivasinya. Ia bertekad menjadi kuat agar tidak ada lagi yang bisa mengatur hidupnya.
Lalu, mimpi buruk yang sebenarnya datang dalam bentuk lamaran pernikahan.
Klan Ma, penguasa wilayah timur Hebei, mengirimkan utusan untuk melamar Lin Xueyan. Pria yang dijodohkan dengannya adalah Ma Liang. Seorang tuan muda yang terkenal bodoh, tidak berguna, arogan, dan memiliki reputasi buruk karena sering menindas rakyat jelata. Ma Liang pernah melihat Lin Xueyan di sebuah festival lentera dan langsung tergila-gila padanya seperti orang kehilangan akal sehat.
Lin Xueyan menolak keras. Ia merasa sangat jijik bahkan hanya dengan mendengar nama pria itu. Bagaimana mungkin seekor angsa putih dipaksa bersanding dengan katak beracun di dasar sumur? Namun, ayahnya yang merupakan Pemimpin Klan Lin tidak bisa menolak begitu saja. Klan Ma adalah raksasa ekonomi di Hebei dengan koneksi yang menggurita hingga ke dalam sekte-sekte besar, termasuk Sekte Awan Azure. Bagi Klan Lin, pertunangan ini adalah tameng politik yang tidak bisa ditolak. Menolak lamaran itu sama saja dengan mengibarkan bendera perang yang akan menghancurkan Klan Lin berkeping-keping.
Malam sebelum Lin Xueyan dijadwalkan berangkat ke kediaman Ma, sebuah pertengkaran hebat terjadi antara ayah dan anak itu. Lin Xueyan nyaris ingin bunuh diri dengan memenggal kepalanya sendiri. Di tengah kekacauan itu, ayahnya yang menangis memohon pengertian menawarkan sebuah jalan keluar yang sangat tipis.
Perjanjian itu sederhana. Jika Lin Xueyan bisa masuk ke Sekte Awan Azure, berlatih hingga mencapai tingkat kultivasi yang membuat para petinggi Klan Ma merasa terancam, dan mendapatkan dukungan langsung dari Master Sekte, maka ia memiliki hak untuk membatalkan pertunangannya sendiri. Klan Ma tidak akan berani menyentuh seorang murid jenius kesayangan sekte besar.
Itulah alasan mengapa Lin Xueyan berada di pos pertama ini. Ia membawa takdirnya di atas bahunya sendiri.
Ketukan pintu yang keras menyadarkan Lin Xueyan dari lamunannya. Ia turun dari ranjang, merapikan gaun sutra birunya, dan membuka pintu. Di luar, pelayan pribadinya yang bernama Xiao Qing berdiri dengan wajah penuh semangat. Xiao Qing ini bukanlah pelayan biasa, ia memiliki sedikit bakat spiritual sehingga diizinkan ikut mendaftar sebagai calon murid.
“Nona! Nona harus mendengar berita pagi ini!” seru Xiao Qing dengan napas terengah-engah.
“Ada apa, Qing-er? Jaga tata kramamu,” tegur Lin Xueyan dengan nada dingin, melangkah keluar menuju ruang tengah paviliun.
Di sana, beberapa gadis calon murid dari berbagai wilayah sedang berkumpul membentuk lingkaran. Mereka terlihat sangat antusias membicarakan sesuatu. Lin Xueyan biasanya tidak peduli dengan rumor murahan, namun karena paviliun itu terasa berisik, ia melangkah mendekat.
Seorang gadis berbaju merah sedang bercerita dengan gaya hiperbolis. “Kalian tidak akan percaya! Tadi malam, di pemandian asrama sayap timur, Tuan Muda Ma Liang dari Hebei mengamuk! Kalian tahu Zhu Da, kan? Preman botak besar yang sering memalak anak baru itu? Dia dipukuli sampai giginya rontok semua!”
Langkah Lin Xueyan terhenti. Alisnya yang lentik bertaut tajam.
“Ma Liang?” tanya Lin Xueyan tanpa sadar, suaranya sedingin angin musim dingin.
Gadis-gadis itu langsung menoleh dan menatap Lin Xueyan dengan rasa segan, karena semua orang tahu tentang pertunangan politik tersebut. Gadis berbaju merah itu mengangguk cepat. “Benar, Nona Lin! Katanya, Zhu Da mencoba merebut air mandi milik pelayan Tuan Muda Ma. Lalu Tuan Muda Ma datang dan menampar Zhu Da sampai tubuh gempal itu terbang melintasi ruangan dan menghancurkan tiga bak mandi sekaligus! Dia juga mengalahkan dua teman Zhu Da hanya dengan sebelah tangan!”
Lin Xueyan terdiam. Ekspresi wajahnya terlihat sangat aneh. Di satu sisi, ia merasa cerita itu adalah bualan kosong yang dibuat-buat oleh seseorang yang dibayar oleh Ma Liang untuk menaikkan reputasinya. Ma Liang yang ia kenal adalah pengecut kelas kakap. Pria itu bahkan akan berlindung di balik punggung penjaganya jika melihat anjing liar menggonggong di jalan. Bagaimana mungkin Ma Liang bisa memukuli preman sekelas Zhu Da yang memiliki tubuh sebesar beruang?
Tapi di sisi lain, ingatan Lin Xueyan melayang pada kejadian kemarin siang di pelataran. Saat Ma Liang menatapnya.
Meskipun pria itu berbicara dengan nada menjijikkan dan senyuman bodoh khas seorang playboy, ada sesuatu yang berbeda di kedalaman matanya. Tidak ada lagi kilatan nafsu kotor yang biasanya terlihat. Mata itu sangat tenang, gelap, dan seolah memancarkan aura kuno yang memandang segala sesuatu di sekitarnya sebagai semut yang tidak berharga. Aura itu sangat bertolak belakang dengan kepura-puraan yang ia tunjukkan di luar.
‘Apakah dia menyembunyikan kekuatannya selama ini? Atau ada tetua sekte yang diam-diam memberinya artefak pelindung?’ batin Lin Xueyan, mencoba merasionalisasi kejadian itu. Namun, ia segera menggelengkan kepalanya dengan kuat. ‘Tidak peduli apa pun itu, sifat aslinya tetaplah sampah. Dia memukuli orang hanya karena masalah air mandi pelayannya. Itu sungguh kekanak-kanakan.’
Xiao Qing menatap nonanya dengan tatapan canggung. “Nona... semua orang sekarang membicarakan tunangan Anda. Beberapa gadis bahkan mulai mengatakan bahwa Tuan Muda Ma ternyata sangat maskulin dan tampan saat sedang marah.”
Lin Xueyan mendengus dingin. Hawa beku seketika menyebar dari tubuhnya, membuat gadis-gadis yang sedang ngerumpi itu merinding ketakutan dan perlahan mundur.
“Tutup mulut kalian. Membicarakan sampah tidak akan membantu kalian membuka gerbang spiritual,” potong Lin Xueyan tajam. Ia menoleh pada pelayannya. “Qing-er, hentikan gosip konyol ini. Ayo kita pergi ke kedai. Aku butuh sarapan sebelum kelas pagi dimulai.”
Tanpa menunggu jawaban, Lin Xueyan melangkah keluar dari paviliun wanita. Di dalam hatinya, tekadnya untuk menjadi kuat semakin membara. Ia tidak akan pernah membiarkan masa depannya terikat pada pria penuh intrik murahan seperti Ma Liang. Ia akan membuktikan bahwa es yang ia miliki mampu membekukan nama besar Klan Ma suatu hari nanti.
Cerdas...
Lucu...