NovelToon NovelToon
Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!

Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Persaingan Mafia / Sugar daddy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Gwen rela menjadikan tubuhnya sebagai jaminan demi menyelamatkan nyawa ayahnya yang terlilit utang kepada pemimpin mafia paling kejam.

Tak disangka, Raymon, pemimpin kejam itu, ternyata lumpuh akibat ulah keluarganya sendiri yang ingin menggulingkan kekuasaannya.

Demi menjaga stabilitas, ia membutuhkan seorang istri untuk meredam gosip tentang dirinya yang masih lajang dan belum memiliki keturunan sebagai pewaris kekuasaan.

Masa terapi pemulihan kakinya diperkirakan berlangsung selama enam bulan. Selama itu pula, Gwen harus berpura-pura menjadi istri yang mencintai Raymon di hadapan semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alat Penyadap

Raymon menatap Troy tanpa ekspresi. Pria itu berdiri di depan mejanya dengan tangan terlipat di dada. Raymon mencoba memahami dari mana tiba-tiba Troy mendapat ide-ide konyol seperti ini.

“Enggak,” katanya.

“Kenapa enggak? Ini kesempatan yang sempurna. Dia bisa bilang dia cuma nyasar atau lagi keliling rumah.”

“Karena pertama, kemungkinan besar dia belum pernah lihat alat penyadap seumur hidupnya dan enggak tahu cara atau tempat masangnya. Kedua, enggak ada yang bakal percaya dia masuk ke kamar Esmond atau kantornya tanpa sengaja. Kita juga enggak tahu siapa lagi yang terlibat. Bisa saja dari staf atau salah satu penjaga. Aku enggak mau dia tanpa sengaja memperingatkan Esmond atau partnernya lebih cepat dari yang aku rencanakan.”

“Kamu yakin itu Esmond?”

“Yakin banget.”

“Ya sudah, kita tangkap aja sekarang. Suruh Jamerson yang urus. Besok pagi dia pasti sudah beresin semua.”

“Kalau ternyata bukan dia?” tanya Raymon. “Kamu tahu dampaknya ke moral dan kepercayaan anak buah aku kalau aku nyiksa salah satu dari mereka tanpa bukti?”

“Kalau begitu kita buntu, Raymon.” Troy melepas kacamatanya dan menghela napas. “Aku sudah dengar rekaman berbulan-bulan, dan isinya cuma gosip biasa. Kamu tahu enggak kalau Dalton tidur sama Dottie dan Clarra?”

“Aku enggak peduli. Kamar mana saja yang sudah kamu pasang alat?”

“Perpustakaan, ruang tamu, ruang makan, dua kamar mandi bawah, ruang bawah tanah, gudang senjata juga. Carolina pasang di dapur dan pantry buat aku. Itu saja.”

“Mobil?”

“Semuanya kecuali Esmond, Jamerson, dan Darius.”

“Mobil Darius enggak perlu. Kalau dia yang pasang bom itu, aku jelas sudah mati. Sekalian satu blok mungkin. Dan itu juga bukan Jamerson.”

Raymon mengetukkan jarinya ke meja, berpikir. “Suruh Dottie pasang alat di kamar Esmond dan kantornya.”

“Dottie?”

“Kenapa? Dia bisa dipercaya.”

Troy menggeleng. “Gini saja. Tadi malam Gwen duduk di pangkuan kamu, rambutnya berantakan, tanpa alas kaki, tangannya melingkar di leher kamu sementara kamu meraba pahanya di bawah gaun. Kemeja kamu terbuka, dan kamu cium dia kayak orang kesurupan.” Troy mengangkat alis. “Seluruh staf bahkan sudah tahu kelakuan kalian berkat Dottie, lengkap dengan kesimpulannya kalau kalian berdua itu jodoh dan bakal punya anak-anak cantik sebentar lagi. Dia memang setia, tapi mulutnya panjang banget, Raymon. Enggak mungkin dia bisa tutup mulut, bahkan kalau pun nyawanya dipertaruhkan.”

“Sialan.” Raymon menarik napas panjang dan menatap langit-langit.

Apa tidak ada satu orang pun di rumah ini yang waras?

“Kalau begitu, minta Gwen saja. Staf dan anak buah belum kenal dia. Kalau kamu suruh dia bersikap kayak cewek ceroboh yang selalu cekikikan, enggak ada yang bakal merhatiin dia.”

“Aku enggak akan menikahi cewek ceroboh yang suka cekikikan, Troy. Semua orang tahu itu.”

“Tentu saja kamu bakal nikahin. Kamu itu kayak lagi kesurupan pas ciumin dia, ingat?”

Raymon menutup mata dan menggeleng kesal. Suatu hari nanti dia akan mencekik Dottie.

“Berarti sudah beres.” Troy merapikan jaketnya, memakai kembali kacamatanya, lalu berbalik pergi. “Kasih tahu aku kapan kamu mau aku jelasin prosedurnya ke Gwen.”

Saat kembali ke suite-nya di sayap timur, Raymon tidak melihat Gwen di mana pun. Tidak di dapur, tidak juga di ruang tamu. Ia lalu menuju kamar Gwen, dan kamar itu juga kosong.

Sesaat, ia berpikir Gwen berubah telah pikiran dan entah bagaimana dia berhasil kabur.

Raymon memutar kursi rodanya, bersiap membunyikan alarm, tapi sesaat ia akhirnya melihatnya.

Ternyata Gwen sedang duduk bersila di sudut paling jauh perpustakaan, bersandar pada rak buku. Di sekelilingnya berserakan tumpukan tisu.

Raymon melintasi ruang tamu, berhenti beberapa langkah darinya, lalu mengamati.

Gwen sedang menggambar di salah satu tisu. Gambar itu sederhana, tapi terlihat bentuk seorang perempuan yang memegang sesuatu di depannya. Sebagian besar tisu lain yang berserakan berisi gambar serupa, ada yang hanya coretan tak jelas, ada juga yang lebih detail.

Raymon tidak meninggalkannya lebih dari satu jam.

Bagaimana dia bisa membuat semua ini dalam waktu sesingkat itu?

“Kamu bisa kirim orang ke rumah aku buat ambil barang-barang aku?” tanya Gwen tanpa mengalihkan pandangan dari gambarnya. “Ada tiga kotak besar di ruang tamu. Bilang ke mereka hati-hati, kanvas dan cat aku ada di dalam.”

“Kapan kamu butuh?”

“Kemarin... Karena aku sudah terjebak di sini, lebih baik aku pakai waktu aku buat sesuatu yang berguna. Tiga minggu lagi aku ada pameran, dan aku baru punya enam karya. Aku butuh sembilan lagi, termasuk yang besar.”

“Yang besar?”

“Karya utama aku. Kanvasnya sudah aku pesan, bakal datang minggu depan.”

Raymon terus mengamatinya beberapa menit lagi. Ia memperhatikan bagaimana Gwen sesekali menyipitkan mata saat mengerjakan detail, atau memiringkan kepala dan menggigit pipinya saat berpikir.

Rambutnya berantakan, dikumpulkan asal di atas kepala dan ditahan dengan pensil.

Makhluk yang aneh.

Sangat berbeda dari perempuan-perempuan yang biasa Raymon temui. Menyegarkan, sekaligus berbahaya.

“Aku perlu ngomong sama kamu kalau kamu sudah selesai,” kata Raymon akhirnya. “Aku di ruang tamu.”

“Iya.”

Gwen meletakkan sketsa yang sudah selesai, mengambil tisu terakhir yang belum terpakai, dan langsung mulai menggambar lagi.

1
Agnes💅
kalo udah nikah kuras harta nya aja sekalian🤣
Agnes💅
wah seru cerita nya 😍
Neng Anne
lanjut thoooorrrr
Neng Anne
Padahal ceritanya bagus. susunan kata-katanya, bahasanya dan tentu ceritanya. tetap semangat thor,,, jangan menyerah... aku padamu😘🫶🫰
Na-Hyun: terimakassi kk 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!