NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Theo duduk di kursi roda dengan wajah muram. Perban di kakinya membuatnya tidak bisa berjalan sendiri untuk sementara waktu.

Almond berdiri di belakang kursi roda sambil mendorongnya keluar dari rumah sakit.

"Geser, pasien penting lewat!" Teriaknya sembarangan.

"Diam nggak?" Omel Theo.

Ken yang berjalan di samping mereka langsung tertawa.

Sementara itu, Elang membawa kantong berisi obat-obatan Theo, sedangkan Alya berjalan diam sejak tadi. Gadis itu masih terlihat memikirkan sesuatu.

Ara berjalan paling belakang sambil memperhatikan semuanya. Begitu tiba di area parkir rumah sakit, mobil keluarga Anderson sudah menunggu.

Sopir berdiri di samping mobil dan langsung membuka pintu begitu melihat mereka datang.

Sebelum Theo dinaikkan ke dalam mobil, Ara menghentikan Ken dan Almond.

"Ken, Almond."

Keduanya langsung menoleh.

"Iya?"

Ara mengangguk pelan.

"Terima kasih sudah membawa Theo ke rumah sakit tepat waktu."

Mendengar ucapan itu, Ken dan Almond langsung menggaruk belakang kepala dengan canggung.

"Hehe ... ya namanya juga teman."

Ara mengangguk. "Tapi..."

Senyum di wajahnya perlahan menghilang. Ken dan Almond langsung menegakkan badan. Mereka mengenal ekspresi itu.

Ekspresi yang sama saat Ara mengejar mereka menggunakan sapu lidi.

"Aku masih marah sama kalian bertiga." Ucap Ara datar. Theo yang duduk di kursi roda langsung memejamkan mata.

"Kalian balapan malam-malam. Padahal besok masih ujian. Dan hasilnya?" Ara menunjuk kaki Theo.

"Masuk rumah sakit."

Ken dan Almond langsung menunduk. Tidak ada yang berani membantah. Itu semua memang salah mereka.

Lalu tiba-tiba Ara berkata, "jadi aku sudah memutuskan hukumannya."

"Hukuman?" Ulang Ken pelan.

Ara mengangguk. "Kalian berdua harus membantu merawat Theo sampai sembuh."

"Serius?!" Mata Ken langsung berbinar.

"Serius." Jawab Ara.

"Setuju!" Seru Almond.

"Iya, setuju banget!" Ken nampak senang.

Ara mengernyit, Ken langsung tersenyum lebar.

"Berarti kami bisa main ke rumah Theo setiap hari setelah pulang sekolah."

"Iya!" Sambung Almond antusias. "Bisa main PS sepuasnya!"

Kening Ara langsung berkerut.

"Oh..." Ucapnya pelan. "Tentu saja." Senyumnya muncul perlahan.

Senyum yang membuat Elang langsung melirik curiga. Ken dan Almond justru terlihat semakin senang. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa Ara sedang memikirkan sesuatu.

Sesuatu yang kemungkinan besar akan membuat mereka menyesali persetujuan barusan.

"Pokoknya besok datang." Ucap Ara ramah.

"Siap!" Jawab Ken.

"Siap!" Sahut Almond.

Theo justru merinding melihat senyum Ara. Entah kenapa firasatnya buruk sekali.

"Elang." Panggil Ara.

Elang menoleh.

"Bantu Theo masuk mobil."

"Oke."

"Alya, bantu pegang pintunya."

Alya mengangguk. Mereka segera membantu Theo masuk ke kursi belakang mobil.

Sementara itu Ara masih berdiri bersama Ken dan Almond. Tiba-tiba ia teringat sesuatu.

"Kecelakaan tadi..."

Ken langsung menoleh. "Kenapa?"

Ara menyilangkan tangan di dada. "Aku merasa ada yang aneh."

Mendengar itu, Ken dan Almond saling melirik.

Kemudian Ken berkata pelan, "Sebenarnya..."

"Apa?" Ara langsung bertanya.

Ken menggaruk kepala. "Kemungkinan lawan Theo melakukan kecurangan..."

Mata Ara langsung menyipit. "Katakan,"

Almond segera mengeluarkan ponselnya.

"Motor Theo jatuh gara-gara kelereng di tikungan."

"Apa?" Suara Ara berubah dingin.

"Aku sempat rekam videonya." Ucap Almond.

"Nih." Almond menyerahkan ponselnya.

Ara langsung melihat rekaman tersebut. Video memperlihatkan momen menjelang kecelakaan. Motor Theo melaju paling depan. Lalu terlihat sesuatu berserakan di tikungan.

Beberapa detik kemudian motor Theo kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Ara memutar ulang videonya. Lalu matanya menyipit ketika melihat wajah lawan Theo.

Senyumnya perlahan menghilang. Dalam hati Ara bergumam, 'Reno.'

Raut wajahnya langsung berubah dingin. Ken dan Almond sampai saling melirik. Mereka jarang melihat ekspresi seperti itu dari Ara.

Beberapa saat kemudian Ara mengembalikan ponsel tersebut.

"Ken."

"Iya?"

"Almond."

"Iya?"

Ara tersenyum tipis. "Kalian mau membantu Theo kan?"

"Tentu!" Jawab mereka kompak.

"Bagus." Ara mengangguk.

"Kalau begitu bantu Theo juga menagih kerugian yang dia alami."

Keduanya berkedip bingung. Ara melanjutkan,

"Motornya rusak, biaya rumah sakit yang tak sedikit sampai dia sembuh, lalu biaya obat. Dan semua kerugian lain akibat kecelakaan itu."

Senyumnya semakin tipis. "Kalau memang terbukti ada kecurangan ... maka orang yang menyebabkan kecelakaan itu harus bertanggung jawab."

Ken langsung mengepalkan tangan.

"Setuju!"

Almond mengangguk cepat. "Setuju banget!"

Ara tersenyum puas. "Anak pintar."

Kemudian ia melirik ke arah mobil.

"Nah, sekarang waktunya pulang. Sudah malam."

Keduanya mengangguk. "Baik, Bu Ara."

Ara membuka pintu mobil. Sebelum masuk, ia kembali menoleh.

"Kalian juga langsung pulang. Jangan keluyuran, besok sekolah."

"Iyaaa..." Jawab Ken dan Almond bersamaan. Ara akhirnya masuk ke dalam mobil.

Pintu tertutup.

Mobil perlahan meninggalkan area rumah sakit. Sementara Ken dan Almond berdiri di parkiran sambil melambaikan tangan.

Ponsel Ara berdering saat dia melihat layarnya, panggilan masuk dari Nathan.

"Oiih! Baru juga duduk sebentar menyandarkan punggung. Masalah lain, udah langsung datang," gumam Ara, ketiga anak tirinya yang melirik layar ponsel Ara diam-diam langsung menahan tawanya.

1
Siti Saadah
kasian ara thorr
Siti Saadah
🤣🤣🤣
Creslivia 💫
Itu pembantu kenapa gak dari dulu dipecat sih? heran
Creslivia 💫
Apakah Reno kembali ?
Anonim
Dasar ulat kekep...jelmaan ulat bulu mau coba" rusak rumah tangga orang... belum move on ka apa... cih cih cih parah amat
Sri Murtini
gool
Siti Aisyah
salah lawan atuh klo mau mengintimidasi ara mah...gak akan ngaruh 😄
Siti Aisyah
karya cerita mu bgs sekali thor...bikin penasaran gak bosen baca nya.dan penasaran dgn bucin nya nathan kayak nya seruu..
ibu tiri rasa bestie...yg tdk mdh mendidik anak sambung yg sdh pd besar..menghempaskan prediksi tentang ibu tiri yg jahat..kasihan elang baru merasakan cinta sdh hrs patah hati krn incarannya sdh mau menikah...auto jd ceo yg dingin seperti kulkas 11 pintu hahahahaa...
bravo thor aku suka semua karya mu..the best..love u sekebon mawar orang lain...
Aisyah Alfatih: maksih kakak 💞 btw nama kita sama 🤏
total 1 replies
Siti Aisyah
kasihan elang baru merasakan cinta sdh dibuat patah hati...😭😭
Siti Aisyah
prosedur orang kayak sangat berbelit...ngapain nunggu 3thn....apa orangtua itu gak pernah merasakan rindu gitu...apa gak pernah muda..hadeuuh..sulit banget pemikiran orang kaya mah..😞
Siti Aisyah
itu tak akan terjadi kenzo, dady mu sdh kalah ...seri jadi nya...smg bsk keputusannya menguntungkan ara dan keluarga baru nya..😍👍
Siti Aisyah
aku pendukung pertama yg mendoakan nathan..smg diberi kelancaran dlm usaha nya mengejar cinta nya pd ara...😍😍
Siti Aisyah
iiiih....aku ikutan stres..tegang banget apalagi kaki theo kembali kambuh...entah apa jadi nya....bila keluarga nya mendengar kabar ini
Sri Murtini
teletabis
Siti Aisyah
saingan berat mu adalah alex tuan nathan...jd berusaha nya hrs lbh ..
Siti Aisyah
ini mah ibu tiri rasa bestie
Siti Aisyah
dari awal aku gak percaya theo yg melakukan nya...dia nakal remaja bkn kriminal...sedih nya sampai nyesek ini..😭😭
Sri Murtini
kocak abis si alya
Siti Aisyah
waaah...salah paham nih
Siti Aisyah
apa bener theo yg melakukannya...??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!