Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."
Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.
Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:
[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]
Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.
Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14: IDENTITAS BARU DAN MUSUH LAMA
Kota Kekaisaran Langit adalah pusat peradaban yang berdiri di atas sembilan naga nadi bumi. Tembok kotanya menjulang tinggi hingga menembus awan, terbuat dari batu meteor yang tak hancur oleh ribuan tahun erosi. Di kota inilah berdiri Akademi Langit Abadi, tempat berkumpulnya para jenius dari seluruh penjuru benua yang berharap bisa menembus gerbang Alam Surgawi.
Ye Xuan, kini mengenakan jubah abu-abu sederhana, berjalan di antara kerumunan pendaftar. Rambut peraknya telah ia samarkan kembali menjadi hitam pekat menggunakan teknik penyamaran tingkat tinggi dari sistem. Pedang Penghancur Surga yang raksasa itu kini terbungkus kain kasar, tampak seperti besi tua yang berat.
[Ding! Mengaktifkan Mode Penyamaran Sistem!]
[Identitas Baru Terdaftar: "Lin Fan", Kultivator Mandiri dari wilayah Barat.]
[Tingkat Kultivasi yang Ditampilkan: Nascent Soul Tahap Awal (Hanya 10% dari kekuatan asli Inang).]
[Catatan Sistem: Cobalah untuk tidak terlalu mencolok. Jika Inang menghancurkan gerbang akademi lagi, biaya perbaikannya akan dipotong dari poin sistem Inang.]
Ye Xuan menarik napas dalam, merasakan Qi yang sangat padat di kota ini. "Lin Fan... nama yang cukup membosankan. Tapi ini akan membantu kita bergerak di bawah radar Klan Su."
Di sampingnya, Ye Tian telah menyamar menjadi seorang pelayan tua yang setia, sementara Ye Ling'er ia titipkan di sebuah paviliun rahasia milik Klan Jiang demi keselamatannya. Qing'er tetap berada di dalam pedang, bersiaga sebagai roh pelindung yang tak terlihat.
Namun, ketenangan Ye Xuan terganggu saat ia tiba di depan meja pendaftaran. Sebuah suara yang sangat ia kenal—suara yang penuh kesombongan dan kebencian—terdengar dari barisan depan.
"Minggir, sampah! Jangan menghalangi jalan Tuan Muda Lu Chen!"
Ye Xuan menoleh. Di sana stood Lu Chen, murid jenius dari Sekte Pedang Awan Biru yang dulu pernah mempermalukan Ye Xuan di masa lalu. Lu Chen tampak jauh lebih kuat sekarang, telah mencapai tingkat Gold Core puncak, dan ia dikelilingi oleh pengawal yang kuat. Sepertinya ia tidak menyadari bahwa pemuda di depannya adalah Ye Xuan yang telah menghancurkan gerbang sektenya beberapa bulan lalu.
"Kau bicara padaku?" tanya Ye Xuan dengan nada malas, matanya yang tajam tetap tersembunyi di balik poni rambutnya.
Lu Chen mendengus jijik melihat penampilan Ye Xuan yang kumal. "Tentu saja padamu, gelandangan! Akademi ini hanya untuk mereka yang punya garis keturunan mulia, bukan untuk kultivator liar sepertimu. Lihat pedang karatan di punggungmu itu... apa kau berencana memotong daging babi dengan itu?"
Para pengikut Lu Chen tertawa terbahak-bahak. Orang-orang di sekitar mulai berbisik, menatap Ye Xuan dengan tatapan meremehkan.
[Ding! Misi Sampingan: Tamparan Wajah Secara Diam-diam!]
[Tujuan: Masuk ke akademi dengan peringkat lebih tinggi dari Lu Chen tanpa membongkar identitas asli.]
[Hadiah: Teknik Gerak 'Langkah Bayangan Kekacauan' & 5.000 Poin.]
"Pedang ini memang terlihat tua," Ye Xuan tersenyum tipis, sebuah senyum yang akan membuat musuh-musuhnya gemetar jika mereka mengenalnya. "Tapi biasanya, barang tua lebih punya 'jiwa' daripada orang yang hanya mengandalkan nama sekte untuk menggertak."
"KAU!" Lu Chen menghunus pedang tipisnya yang berkilau perak. "Beraninya kau menghinaku! Di sini memang dilarang membunuh, tapi mematahkan beberapa tulangmu tidak akan menjadi masalah!"
Tepat saat Lu Chen akan menyerang, sebuah tekanan luar biasa turun dari menara akademi. Seorang tetua berambut putih melayang turun, mengenakan jubah biru tua dengan simbol bintang.
"Cukup!" suara tetua itu menggelegar. "Siapa pun yang bertarung di luar gerbang pendaftaran akan langsung didiskualifikasi selamanya!"
Lu Chen segera menarik pedangnya, wajahnya berubah menjadi penuh hormat yang dibuat-buat. "Mohon maaf, Tetua. Gelandangan ini hanya tidak tahu aturan."
Tetua itu melirik Ye Xuan sejenak. Ia tampak sedikit bingung; meskipun pemuda ini terlihat biasa saja, ada sesuatu yang tak bisa ia tembus dengan pandangan batinnya. "Masuklah. Tes bakat akan segera dimulai. Kita akan lihat siapa yang benar-benar punya 'jiwa' dan siapa yang hanya bicara besar."
Di dalam aula besar akademi, terdapat sebuah batu kristal raksasa yang disebut Batu Ukur Langit. Kristal ini akan bersinar sesuai dengan potensi dan tingkat kultivasi seseorang.
Lu Chen maju dengan percaya diri. Ia meletakkan tangannya di atas batu.
SHIIIIING!
Batu itu mengeluarkan cahaya biru yang cerah, mencapai angka 85.
"Luar biasa! Bakat tingkat Tinggi! Lu Chen dari Sekte Awan Biru, peringkat 3 untuk sejauh ini!" seru petugas ujian.
Lu Chen menoleh ke arah Ye Xuan dan memberikan isyarat memotong leher. "Lihat itu, sampah? Itu adalah jarak antara aku dan kau."
Ye Xuan berjalan maju dengan tenang. Ia meletakkan tangannya di atas batu. Ia harus menahan kekuatannya dengan sangat hati-hati agar tidak meledakkan kristal tersebut.
WUUUUUSSSSHHH...
Awalnya batu itu tidak bersinar. Lu Chen mulai tertawa. Namun tiba-tiba, sebuah cahaya ungu tua yang redup namun sangat padat muncul dari dalam kristal. Cahaya itu tidak terang, tapi membuat seluruh aula terasa sangat berat.
Angka di kristal mulai merayap naik... 80... 86... 90... dan akhirnya berhenti tepat di angka 91.
Aula seketika menjadi sunyi senyap.
"Peringkat... peringkat 1?" petugas itu terbata-bata. "Bakat tingkat... Mistik?"
Lu Chen terbelalak, wajahnya berubah dari merah menjadi pucat. "Tidak mungkin! Itu pasti kesalahan! Dia hanya seorang kultivator liar!"
Ye Xuan menarik tangannya, menatap Lu Chen dengan pandangan datar yang menusuk tulang. "Angka tidak berbohong, Tuan Muda Lu. Sepertinya pedang karatan ini... punya tuan yang tidak seburuk dugaanmu."
Tanpa menunggu balasan, Ye Xuan berjalan melewati Lu Chen, bahunya menabrak bahu Lu Chen dengan sedikit energi yang membuat pemuda sombong itu terpental tiga langkah.
Penyamarannya dimulai. Di dalam akademi ini, ia akan menemukan cara untuk menghancurkan Klan Su dari dalam, satu langkah pada satu waktu.