NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Tuan Muda

Menjadi Istri Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Romantis / Nikah Kontrak
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Di balik hiruk-pikuk kehidupan modern, setiap manusia menyimpan rahasia gelap yang mereka simpan sendiri. Kota yang tampak gemerlap di siang hari menyembunyikan luka, pengkhianatan, dan pilihan-pilihan sulit yang mengubah arah hidup seseorang.

Ini kisa tentang Naya, yang menerima pengkhianatan dari tunangan dan adik tirinya. Tentang Naya yang terjebak dalam pernikahan kontrak dengan pria paling berkuasa di negaranya. Dan tentang Naya yang ternyata tidak punya siapa-siapa, selain lapisan rumit labirin hidup yang membuatnya berjuang memecahkan teka-teki, lalu dengan tanpa pilihan memilih percaya pada suaminya.

*

Cerita ini hanyalah karangan penulis, kesamaan nama tokoh dan latar hanyalah fiksi belaka untuk kebutuhan tulisan dan tidak ada hubungannya dengan dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Sesampainya di rumah, Naya langsung memilih berdiam diri di kamarnya. Ia duduk di tepi ranjang cukup lama, mencoba menenangkan pikirannya yang sejak tadi dipenuhi berbagai hal.

Sementara itu Lucio pergi entah ke mana. Pria itu bahkan tidak mengatakan apapun sebelum keluar rumah.

Mungkin ia pergi menyelesaikan beberapa masalah yang tadi sempat ia lihat di ponselnya.

Itu hanya tebakan Naya. Ia sebenarnya ingin bertanya, tetapi tidak pernah benar-benar berani membuka percakapan dengan Lucio.

Waktu berlalu perlahan hingga akhirnya jam menunjukkan lewat pukul sembilan malam.

Naya yang sejak tadi berbaring menatap langit-langit kamar akhirnya bangkit dari ranjang.

“Ini kesempatanku untuk mencari tahu,” gumamnya pelan.

Ia sudah memperhatikan satu hal sejak kemarin. Saat malam hari, sebagian besar pelayan biasanya sudah kembali ke rumah mereka yang berada tepat di belakang rumah besar ini. Rumah itu memang disediakan khusus untuk para pekerja.

Artinya, di dalam rumah utama biasanya hanya tersisa beberapa orang saja dan mereka jarang berkeliaran di lantai atas.

Dengan langkah hati-hati, Naya membuka pintu kamarnya dan keluar ke koridor yang sunyi.

Beberapa lampu dinding menyala redup, membuat lorong panjang itu tidak terlalu gelap.

Ia berjalan perlahan menuju ruang kerja Lucio.

Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat saat tangannya menyentuh gagang pintu.

Naya membuka pintu ruang kerja itu dengan sangat pelan, lalu segera menyelinap masuk sebelum menutupnya kembali dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara.

Ruangan itu gelap dan sunyi.

Naya mengulurkan tangannya ke samping pintu, lalu menekan sakelar lampu.

Klik.

Dalam sekejap, ruangan itu menjadi terang benderang, memperlihatkan meja kerja besar, rak buku yang rapi, dan suasana dingin khas ruang kerja seseorang.

“Aku harus memastikannya, walaupun Papa sudah bilang kalau Lucio memang terlibat,” gumam Naya pelan.

Ia berdiri di depan meja kerja Lucio, membuka beberapa laci dengan hati-hati sambil mencari map yang sempat ia lihat kemarin.

Ya, ayahnya memang mengatakan bahwa Lucio kemungkinan besar terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap ibunya. Namun hingga sekarang semuanya masih sebatas dugaan. Tidak ada bukti kuat yang bisa menyeret pria itu ke pengadilan.

Itulah sebabnya Naya datang ke sini malam ini.

Ia harus menemukan sesuatu, apapun itu, yang bisa membuktikan kebenaran.

“Lho, kok nggak ada?”

Naya mengerutkan kening. Ia memeriksa kembali permukaan meja Lucio, membuka satu per satu laci yang ada, bahkan menggeser beberapa dokumen yang tertata rapi di sana.

Tetap saja, map itu tidak ada.

“Lucio pasti tahu,” gumamnya kesal. “Dia sudah memindahkannya.”

Naya memukul pelan permukaan meja dengan telapak tangannya, lalu menatap sekeliling ruangan sambil berpikir keras.

Ke mana Lucio menyimpan map itu?

Matanya perlahan menyapu setiap sudut ruangan.

Rak buku.

Laci tambahan.

Beberapa kotak dokumen.

Namun kemudian perhatiannya tertuju pada sebuah lemari besar yang berdiri tepat di belakang meja kerja Lucio.

Entah kenapa, instingnya mengatakan bahwa tempat itu mencurigakan.

Naya melangkah mendekat dengan perasaan penuh antisipasi. Jantungnya mulai berdetak lebih cepat saat ia mengulurkan tangan ke gagang lemari itu.

Ia mencoba membukanya.

Namun,

Terkunci.

Naya mendesah pelan.

Tentu saja Lucio tidak akan menyimpan sesuatu yang penting di tempat yang mudah diakses.

Setelah mencoba beberapa kali dan memastikan bahwa lemari itu benar-benar terkunci, Naya akhirnya menyerah.

Dengan perasaan kecewa, ia mematikan lampu ruang kerja itu lalu kembali ke kamarnya dengan tangan kosong.

Namun begitu membuka pintu kamarnya,

“Dari mana?”

Suara itu membuat Naya langsung membeku.

Matanya membesar saat melihat Lucio sudah berada di dalam kamar.

Pria itu duduk setengah berbaring di atas ranjang, satu lengannya bertumpu santai di belakang kepala. Tatapannya tajam mengikuti setiap gerakan Naya yang baru saja menutup dan mengunci pintu kamar.

“Lu!”

Naya terlonjak kaget.

Jantungnya langsung berdebar kencang.

Ia berdiri di dekat pintu, tidak berani melangkah lebih dekat ke arah Lucio.

“Kenapa kamu kaget? Aku hanya bertanya, kamu dari mana?”

Lucio mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan reaksi Naya yang terlihat terlalu terkejut. Tatapannya menyelidik, mengamati wajah Naya beberapa detik lebih lama dari biasanya.

Sedetik kemudian, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis.

Apakah Naya baru saja melakukan sesuatu yang mencurigakan di rumah ini?

“Dari… dari dapur,” jawab Naya cepat, suaranya sedikit terbata. “Aku haus.”

Lucio menatapnya sejenak, seolah mempertimbangkan jawaban itu. Lalu ia mengangguk kecil.

“Sebaiknya kamu tidur.”

“Apa?” Naya mengerjapkan matanya, sedikit terkejut. Kenapa Lucio tiba-tiba mengajaknya tidur?

Jangan-jangan—

Lucio menghela napas berat, jelas merasa Naya salah menangkap maksudnya.

“Kamu harus tidur,” ulangnya dengan nada datar. “Ini sudah malam.”

Baru saat itu otak Naya kembali bekerja dengan normal. Pipinya langsung memerah karena pikiran aneh yang sempat melintas di kepalanya.

“Oh…”

Dengan hati-hati Naya berjalan mendekat ke ranjang, lalu berbaring di sebelah Lucio. Ia sengaja menjaga jarak sejauh mungkin, seolah takut sedikit saja bergerak terlalu dekat akan memancing sesuatu.

“Naya.”

“Ya,” jawab Naya pelan dengan mata terpejam, pura-pura sudah siap tidur.

“Aku akan keluar kota selama dua hari. Berangkat besok pagi,” kata Lucio.

Naya tidak langsung menjawab.

Ia hanya diam, mencerna kalimat itu dalam pikirannya.

Ia seharusnya merasa lega. Dengan Lucio pergi, setidaknya ia akan memiliki lebih banyak waktu dan kesempatan untuk mencari tahu sesuatu di rumah ini.

Namun anehnya, perasaan yang muncul justru berbeda.

Ada sedikit rasa tidak nyaman yang tiba-tiba muncul di dadanya.

Bahkan untuk sesaat, ia hampir ingin mengatakan sesuatu untuk menahan pria itu.

“Hati-hati,” akhirnya hanya itu yang keluar dari bibir Naya.

Beberapa detik kemudian ia merasakan ranjang sedikit bergerak.

Lucio mendekat.

Tangan besar pria itu melingkar di pinggang Naya, menarik tubuhnya sedikit lebih dekat.

“Ya,” gumam Lucio pelan.

Ia menunduk dan menghirup aroma di leher Naya sesaat sebelum akhirnya memejamkan mata.

Tidak lama kemudian terdengar suara napas Lucio yang perlahan menjadi teratur dan dalam, tanda bahwa pria itu sudah tertidur pulas.

Naya tetap diam beberapa saat, memastikan.

Setelah benar-benar yakin Lucio tertidur, ia perlahan mengangkat tangan pria itu dari perutnya dan memindahkannya dengan sangat hati-hati.

Setiap gerakannya begitu pelan, hampir tanpa suara.

Naya lalu turun dari ranjang.

Ia berjalan ke arah nakas di samping tempat tidur dan membuka lacinya dengan hati-hati.

Dari dalamnya, ia mengambil sebuah kunci berwarna hitam.

Itu adalah kunci kamar Lucio, kamar yang dulu digunakan pria itu sebelum mereka menikah.

Kamar yang berada tepat di seberang kamar ini.

...***...

1
saptonah dppkad
Naya yg bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!