satria baru mengetahui jika dirinya hanya seorang anak yang di temukan oleh kakek pandu saat berada di kaki gunung gede, saat kakek Pandu merasa ajalnya sudah dekat ia memberikan sebuah gelang yang ada bersama Satria langit saat ia menemukannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sangkal Putung
Satria membuka chat yang di kirim oleh Niken, ternyata sebuah video rekaman dari pelataran Parkir Cafe Permata
" Kurang Ajar, awas kalian !" geram Satria saat melihat Hadi yang akan ke mobil di kepung dan di keroyok lebih dari lima orang, Satria mengamati dengan seksama satu persatu orang yang memukuli Hadi dan mencirikannya
Drrrrrrt
saat sedang memperhatikan video itu, Niken menelpon
" Assalamualaikum" Satria mengangkat panggilan itu
" Waalaikum salam, udah gw kirim videonya, mau loe sebarin di medsos apa gimana ?" tanya Niken dari sebrang sambungan
" ga usah serahin ke polisi aja, nanti gw lihat perkembangannya?" sahut Satria, jika pihak kepolisian bisa menangkap mereka dan di hukum sesuai dengan kejahatan yang mereka perbuat ia tak akan ikut campur tetapi jika tak adil ia akan membalas dengan tangannya sendiri
" Ok, kalau butuh bantuan kabarin, muaaach" Niken menggoda Satria dan langsung menutup sambungan telponnya
" dasar kak Niken, ga tau apa kalau gw lelaki normal" gerutu Satria sambil menggelengkan kepala, ia teringat saat pertemuan pertama kali dengan Niken, anak Universitas Bandar Lampung ( UBL ) yang pernah di tolongnya saat kecelakaan di jalan Kartini , wajahnya cantik dengan rambut sebahu dan bentuk tubuh yang ideal, dari sana ia mulai akrab namun satria yang saat itu baru kelas 2 SMEA menjaga jarak karena selain usianya berbeda tiga tahun, kondisi keluarga Niken juga jauh di atasnya, ayah Niken punya perusahaan di Panjang.
Di rumahnya Niken sendiri setelah menelpon ia langsung membenamkan wajahnya ke bantal , mukanya memerah karena ia mengirim ciuman jauh pada Niken
" Gw harus dapetin loe" gumam nya sambil menghayal menjadi kekasih Satria, ia telah jatuh cinta saat pertama kali Satria menolong dirinya yang tabrakan, walau ia dalam keadaan antara sadar dan tidak, ia merasa nyaman saat di pondong oleh Satria dan yang lebih membuat ia semakin kagum setelah mengantarnya ke rumah sakit dan memberitahukan pada keluarga Niken , Hadi tak mengharapkan imbalan, ia langsung pergi
Niken mengetahui jika penolongnya satria karena kemampuannya meretas CCtv di tempat kejadian, ia bisa melihat jelas , dirinya yang berlumur darah karena menabrak pantat mobil tergeletak bersimbah darah, di saat semua hanya menonton,satu pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah tanpa ragu memondongnya dan membawanya ke rumah sakit, dan itu Satria. Biasanya dia yang menelpon Satria dan mengajaknya bertemu namun sering kali Satria menolak, baru kali ini Satria menelpon dan meminta tolong, tentu saja ia sangat senang dan akan memanfaatkan hal itu
Niken Tertidur dengan tersenyum, di mana ia menghayal telah menjadi kekasih Satria, sampai tertidur dan terbawa mimpi.
Di rumah Bimo, Satria tak tidur, ia melatih pernapasannya agar tenaga dalamnya meningkat, masih banyak ilmu ilmu kanuragan yang tersimpan di ingatannya, hanya saja ia harus mempunyai tenaga dalam yang cukup untuk menguasainya
Satria tenggelam dalam meditasinya
Tok
Tok
Tok
Terdengar suara pintu di ketuk, satria menyudahi meditasinya dan membuka pintu
" udah bangun loe, ayo mandi sarapan" ajak Bimo, satria mengangguk
ia segera mandi dan salin dengan pakaian yang bersih
" Eh nak Satria, sini makan tante sudah masak Nasi Goreng" Tante Ida, ibu Bimo menyapa Satria ramah
" Maaf nih tante. aku jadi ngerepotin" sahut Satria tak enak hati
" kamu kaya siapa saja, kalian makan dulu saja tante ada perlu " Ucap Tante Ida setelah ia duduk di meja makan yang bulat dan besar
" Iya tante" sahut Satria, bersama Bimo ia sarapan , tak lama bibi jumiah, pembantu Bimo datang dengan dua gelas kopi
" Makasih yah bi" ucap Satria
" Sama sama Aden, bibi ke belakang lagi" ucap Bi jumiah , satria mengangguk
" Sekarang kita kemana?' tanya Bimo sambil menyeruput kopinya
" Ke Pringsewu, ada pengobatan Sangkal putung di sana dan katanya banyak yang berhasil di obati setelah di rawat di sana " Jawab Satria
" ok gw ngikut loe aja" kata Bimo , ia mengeluarkan satu bungkus rokok Surya,dan menyulut satu batang, Satria mengambil sebatang dan menyalakannya
" Pake motor aja biar cepat yah?" usul Bimo, Satria mengangguk
setelah menghabiskan kopi mereka segera menuju Pringsewu tempat pengobatan Sangkal Putung berada
saat memasuki daerah pringsewu Gunung Tanggamu terlihat indah , Bimo berhenti sejenak melihat keindahan gunung itu dari tempat ia berhenti
" Gw pengen naik gunung itu" gumam nya pada Satria
" lah dulu gw ajak loe ga mau" ejek satria, karena memang saat ada kegiatan pecinta alam Bimo tidak mau ikut saat di ajak , dia malah asik mendekati anak SMA tetangganya tetapi malah di tolak
" He he he, kan dulu gw lagi nguber gebetan" Bimo tertawa malu
" ya udah nanti kita naik kesana kalau Hadi sudah sembuh" ucap Satria, ia melihat ke kiri dan ke kanan, lalu turun dari boncengan motor
" eh mau kemana?" tanya Bimo melihat Satria turun
" Tanya alamat" jawab Satria singkat
Satria mendatangi warung yang ada di dekat sana dan menanyakan Pengobatan sangkal putung
" Di mana alamatnya?" tanya Bimo yang melihat Satria balik lagi ke motor
" Desa Fajar Esuk, noh di perempatan sana kita belok ke kiri katanya rumahnya cat biru ada plang nama pengobatan" sahut Satria sambil naik kembali ke atas motor
" Berangkaaaat" Bimo langsung menggas motornya setelah mendengar ucapan Satria
Wuuut
Satria yang baru naik belum stabil terjengkang secara reflek ia meloncat dan berhasil mendarat dengan selamat, sementara Bimo tak sadar Satria terjatuh dari boncengan, ia terus melaju ke arah perempatan
" Dasar temen ga ada ahlak" gerutu Satria yang melihat Bimo terus saja jalan dan belok di perempatan
Satria berdiri menunggu di pinggir jalan sambil menggelengkan kepala
Tak lama terlihat Bimo kembali dengan motornya
" He he he, gw kira loe udah naik" Ucap Bimo sambil nyengir
" Gw udah naik loe nya ngegas sekaligus jatoh gw" gerutu Satria
" maaf" bimo berkata sambil menggarukan kepala
" Dah ayo berangkat" Satria menepuk bahu bimo dan naik ke boncengan motor, kali ini ia berpegangan pada bagasi agar tak terjengkang lagi seperti tadi
Namun kali ini justru Bimo tak tancap gas seperti tadi malah melajukan motornya pelan
" Plak"
" Buruan" Satria menepuk bahu Bimo dengan kesal
" Iya iya" Bimo langsung mempercepat laju kendaraannya setelah di tepak
tak butuh waktu lama mereka berdua sampai di Pengobatan Sangkal Putung, sebuah rumah besar bercat biru muda, di samping rumah utama ada beberapa bangunan seperti asrama , sepertinya di pakai sebagai kamar perawatan bagi yang berobat kesana
" Maaf bisa saya bertemu pak Narto?" tanya Satria pada penerima tamu
" bapak sedang mengobati pasien, silakan tunggu sebentar mas" sahut penerima tamu itu
Satria dan Bimo duduk di ruang tunggu yang di sediakan
Tapi sayang kalau Satria jika dipecat dari kerjanya, soalnya kerjanya sudah mantap tuh, santai dan lingkungannya sangat mendukung untuk latihan²nya... 😁