Semoga kalian suka ya.
Di dunia ini dihuni lima ras: manusia, elf, dark elf, beast, dan demon, lalu ada kekuatan "Aliran Alam" yang mengatur api, air, tanah, dan angin mulai terganggu drastis. seorang pemuda dari desa kecil yang bisa melihat jejak kekuatan tersembunyi ini terpaksa keluar dari rumahnya menuju Hutan Awan Gelap, tempat yang dilarang masuk oleh semua ras, menyebarkan kekuatan gelap yang merusak alam sekitar dan memicu konflik antar ras.
Bersama seorang elf yang melarikan diri dari tugasnya, seorang beast muda yang hilang ingatan, serta ditemani oleh seorang dark elf penyelidik dan seorang demon yang mencari kebenaran tentang masa lalunya, ia menjadi pengelana dalam perjalanan panjang menuju hutan terlarang.
Mereka harus bekerja sama melewati berbagai rintangan dari berbagai pihak yang punya kepentingan sendiri, untuk menghentikan bahaya yang mengancam seluruh dunia dan mengungkap rahasia lama tentang hubungan kelima ras yang selama ini disembunyikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyelidikan Bayangan
Setelah semua pertempuran selesai, kami berkumpul di depan semua instruktur. Matahari sudah mulai menjelma sore dan langit berwarna jingga keemasan yang indah.
"Tim Pelindung Alam," kata Master Gideon sambil mengambil sertifikat kelulusan untuk masing-masing dari kami. "Kalian telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa selama seminggu ini. Tidak hanya dalam hal kekuatan, tapi juga dalam hal kerja sama, rasa hormat, dan pemahaman tentang diri kalian sendiri."
Setiap dari kami menerima sertifikat dengan rasa bangga yang luar biasa. Anya dari resepsionis datang menghampiri kami dengan senyum lebar.
"Selamat ya! Kalian sekarang sudah resmi lulus kursus dan bisa mengambil misi dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Oh iya – ada satu misi khusus yang baru masuk dari pemerintah kerajaan. Misi ini menyangkut penyebaran Awan Gelap di wilayah dekat perbatasan, dan mereka menyatakan bahwa misi ini cocok untuk tim seperti kalian."
Kami melihat satu sama lain dengan senyum yang penuh semangat. Tubuh kami merasa lelah tapi hati kami merasa sangat puas dan siap untuk menghadapi tantangan baru.
"Siap kah kalian untuk misi selanjutnya?" tanyaku ke teman-temanku.
"Siap!" mereka menjawab dengan suara yang bulat dan penuh keyakinan.
–Ruang Rapat Kecil Guild Petualang–
Tim Pelindung Alam duduk berkeliling meja kayu besar yang penuh dengan peta dan dokumen.
Anya berdiri di depan mereka sambil membuka amplop berwarna merah tua yang ditandatangani langsung oleh Raja Marcus.
Anya: "Misi ini bukan hanya tugas biasa dari Guild. Pemerintah kerajaan sangat prihatin dengan kondisi di perbatasan utara – wilayah dekat Hutan Bayangan."
Liam: "Kita sudah siap menerima apa pun yang diperlukan."
Lyra: "Apa yang sebenarnya terjadi di sana?"
Anya mengeluarkan peta dan membentangkannya di atas meja. "
Desa-desa sekitar mulai mengalami gangguan yang tidak biasa sejak tiga minggu yang lalu. Tanaman layu dalam semalam, hewan ternak menjadi agresif tanpa sebab, bahkan beberapa warga merasa tubuhnya lemah terus-menerus meskipun tidak sakit."
Olivia: "Kemungkinan besar terkait dengan Awan Gelap."
Stella: "Benar. Tapi dari laporan yang ada, penyebarannya terlihat lebih terkontrol daripada yang kita temui sebelumnya."
Setelah menerima surat izin dan perlengkapan tambahan dari Guild – termasuk makanan awet, obat-obatan khusus, dan alat deteksi energi – mereka memutuskan untuk berangkat pada pagi hari berikutnya.
Malam sebelum berangkat, mereka berkumpul di kamar penginapan sambil mempersiapkan barang bawaan.
Naomi sedang mengecek sarung tinjunya yang sudah diberi lapisan pelindung baru dari Olivia, sementara Lyra memilah-milah ramuan obat yang sudah dia siapkan dengan hati-hati.
Stella sedang membersihkan dual belatinya dan mengoleskan minyak khusus agar tetap tajam, sedangkan Liam sedang meneliti peta dengan cermat.
Naomi: "Aku sudah tidak sabar untuk melihat bagaimana kemampuan kita sekarang setelah kursus."
Lyra: "Jangan terlalu ceria dulu ya. Kita harus tetap hati-hati – kalau penyebaran energi gelapnya terkontrol, berarti ada yang mengendalikannya."
Olivia datang membawa toples berisi kue bakar yang dia beli dari pasar malam. "Mari kita makan dulu sebelum tidur. Besok kita harus bangun pagi dan jalan jauh."
Mereka makan bersama di lantai kamar, bercerita tentang cerita lucu kesalahan kecil yang mereka lakukan saat berlatih kursus.
Pagi harinya mereka berangkat dengan kereta yang lebih besar dan kuat, ditarik oleh dua ekor kuda yang terlatih baik.
Jalur yang mereka tempuh melewati hamparan sawah yang biasanya subur, tapi sekarang sudah mulai terlihat sedikit layu di beberapa bagian.
Di tengah jalan, mereka bertemu dengan sebuah gerobak pedagang yang di dorong oleh seorang lelaki tua dengan wajah kusut tapi ramah.
Laki-laki itu langsung berhenti saat melihat baju mereka dengan lambang Guild Petualang.
Pedagang: "Wah, petualang dari Guild ya? Kalian mau pergi ke arah Desa Cemara bukan?"
Liam: "Betul sekali Pak. Apakah ada masalah di sana?"
Pedagang: "Ada nih. Aku sering jalan kesana untuk berjualan, tapi beberapa hari terakhir udara di sana rasanya berbeda – lebih berat dan membuat kepala pusing kalau tinggal lama. Beberapa teman saya yang tinggal di desa bilang, mereka sering melihat cahaya aneh dari arah Hutan Bayangan pada malam hari."
Stella: "Apakah ada yang tahu apa yang menyebabkan semua itu?"
Pedagang: "Ada kabar kalau ada orang asing yang sering muncul di sekitar hutan beberapa minggu yang lalu. Tapi tidak ada yang tahu pasti dia orang atau makhluk apa."
Setelah berbagi beberapa buah dan air dari gerobaknya, pedagang itu melanjutkan perjalanannya. Tim Pelindung Alam pun melanjutkan perjalanan dengan hati yang lebih waspada.
Saat matahari mulai menjelma sore, mereka akhirnya melihat hamparan rumah-rumah Desa Cemara yang terletak di kaki bukit dengan latar belakang Hutan Bayangan yang tampak gelap dan menakutkan.
Kepala Desa, seorang wanita dengan rambut putih tapi tubuh yang masih kuat, sudah menunggu di gerbang desa bersama beberapa warga.
Kepala Desa: "Selamat datang, petualang dari Guild. Kami sudah menunggu kedatangan kalian dengan sabar."
Lyra: "Kami akan melakukan yang terbaik untuk membantu desa ini, Bu."
Mereka diundang untuk tinggal di rumah kepala desa yang cukup luas dengan halaman yang penuh dengan tanaman obat.
Saat sore menjelma, warga desa berkumpul di halaman untuk menyambut mereka dengan hidangan makan malam yang sederhana tapi penuh cinta – nasi hangat, sayuran rebus, dan ikan bakar yang dibumbui dengan ramuan khas desa.
Warga Muda: "Kalian benar-benar bisa mengatasi masalah yang terjadi di sini ya?"
Naomi: "Kita akan coba yang terbaik! Kita sudah belajar banyak teknik baru untuk menangani energi gelap."
Warga Tua: "Semoga saja. Desa ini sudah lama tidak merasakan kedamaian seperti dulu. Banyak anak-anak yang tidak bisa bermain di luar karena khawatir akan hewan yang jadi agresif."
Setelah makan malam, mereka berbincang dengan kepala desa untuk mendapatkan informasi lebih detail.
Dia mengatakan bahwa masalah pertama kali muncul setelah ada orang yang melihat sosok berpakaian gelap masuk ke dalam Hutan Bayangan. Sejak saat itu, fenomena aneh mulai terjadi satu per satu.
Hari berikutnya mereka mulai penyelidikan. Lyra berjalan ke sekitar desa dengan tangan terbuka, merasakan energi alam yang ada di sekitarnya. Setelah beberapa saat, dia berhenti di dekat sumur utama desa yang airnya sudah mulai keruh.
Lyra: "Energi gelapnya berasal dari arah hutan, tapi ada sesuatu yang berbeda. Biasa saja energi gelap itu acak dan merusak apa saja yang ditemui, tapi yang satu ini sepertinya hanya menyerang tanaman dan hewan tertentu."
Liam: "Bisa jadi ada yang mengendalikannya dengan sengaja."
Stella membawa alat deteksi energi yang diberikan oleh Guild – sebuah batu kristal yang akan berubah warna jika ada energi gelap di sekitarnya.
Mereka berjalan menuju perbatasan hutan dan batu kristal mulai berubah warna dari bening menjadi ungu pekat.
Stella: "Energi gelapnya sangat kuat di sini. Kita harus berhati-hati saat memasuki hutan."
Olivia: "Aku akan membentuk lapisan api tipis di sekitar kita untuk melindungi dari energi negatif."
Mereka memasuki Hutan Bayangan dengan langkah yang hati-hati. Pohon-pohon di sana tumbuh sangat rimbun sehingga sinar matahari sulit masuk, membuat suhu udara terasa sangat dingin.
Lyra terus memantau energi alam sekitar, sementara Stella mengikuti jejak yang ada di tanah.
Stella: "Lihat ini – ada jejak kaki besar yang tidak seperti hewan apa pun yang aku kenal. Bentuknya seperti manusia tapi lebih besar dan ada bekas seperti cakar di ujungnya."
Liam: "Mungkin makhluk yang sudah terinfeksi dan mengalami perubahan bentuk."
Di dalam hutan, mereka menemukan beberapa pohon yang batangnya ada tanda-tanda goresan besar dan tanah yang tampak seperti pernah digali dengan sengaja.
Lyra menyentuh salah satu pohon yang sudah layu dan segera menarik tangannya kembali dengan wajah yang sedikit kesakitan.
Lyra: "Energi gelapnya sudah meresap dalam-dalam ke dalam akar pohon. Tapi aku merasakan ada campuran energi lain di dalamnya – energi api dan tanah yang diolah dengan cara tertentu."
Olivia: "Hanya penyihir yang terlatih yang bisa melakukan hal seperti itu."
Saat mereka ingin melanjutkan penyelidikan lebih dalam, suara dering aneh terdengar dari kejauhan. Udara yang sudah dingin menjadi semakin sejuk dan kabut gelap mulai menyebar dengan cepat di sekitar mereka.
Dari dalam kabut itu muncul sekitar sepuluh makhluk yang tubuhnya tertutup kulit gelap dengan mata yang menyala merah. Mereka bergerak dengan sangat terkoordinasi – tidak seperti makhluk terinfeksi biasa yang biasanya menyerang dengan acak.
Lyra: "Mereka bergerak seperti ada yang memerintah mereka!"
Liam: "Siap siap! Kita gunakan strategi yang sudah kita latih!"
Liam: "Naomi, kamu serang dari depan dengan api terkendali – fokus untuk membakar energi gelap di tubuh mereka saja!"
Naomi: "Siap!"
Liam: "Stella, kamu dari sisi kanan dengan energi air – bersihkan energi gelap yang tersisa setelah Naomi menyerang!"
Stella: "Oke siap!"
Liam: "Olivia, buat perisai api di sekitar kita dan bantu Lyra yang ada di belakang!"
Olivia: "Baik!"
Liam: "Lyra, pantau gerakan semua musuh dan beri tahu kita kalau ada yang mau menyerang dari belakang!"
Lyra: "Siap!"
Mereka bekerja sama dengan sangat baik. Naomi melepaskan semburan api hangat yang tepat mengenai tubuh makhluk-makhluk itu tanpa menyakiti mereka secara fisik, hanya membersihkan energi gelap yang ada di dalam tubuh.
Stella mengikuti dengan energi air yang menyiram mereka, membuat energi gelap benar-benar hilang.
Setelah semua makhluk terbebas dari energi gelap, mereka kembali ke bentuk aslinya – ternyata adalah hewan liar seperti rusa dan babi hutan yang sudah terinfeksi. Mereka segera berlari menjauh ke dalam hutan dengan tubuh yang sudah kembali normal.
Naomi: "Berhasil! Kita bisa membantunya tanpa harus membunuh!"
Tiba-tiba suara tertawa dingin terdengar dari atas pohon besar di dekat mereka. Seorang sosok berpakaian jubah gelap dengan wajah yang ditutupi topeng hitam melompat ke tanah dengan gerakan yang anggun.
???: "Hebat sekali... tidak menyangka ada petualang yang bisa menangani pasukanku dengan begitu mudah."
Liam: "Kamu siapa? Dan mengapa kamu menggunakan energi gelap untuk mengendalikan makhluk-makhluk ini?"
Sosok itu melepas topengnya, menunjukkan wajah seorang pria muda dengan mata berwarna ungu yang menyala. Di lehernya ada kalung dengan batu gelap yang memancarkan energi negatif.
Raven: "Aku adalah Raven – mantan anggota Guild Petualang yang pernah dianggap sebagai harapan besar. Tapi kerajaan hanya melihatku sebagai alat saja."
Olivia: "Jadi kamu memanfaatkan Awan Gelap untuk membalas dendam?"
Raven: "Bukan hanya membalas dendam – aku akan membuat kekuatan yang cukup untuk menguasai seluruh kerajaan dan membangun dunia baru yang lebih adil sesuai dengan keinginanku!"