Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.
Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.
Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.
Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.
Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Panggilan Raja
Rusia, Moscow...
Musim dingin yang lebat yang seharusnya menjadi kebiasaan disana kini berbeda.
Jalanan di penuhi orang-orang yang membeku karena suhu tinggi, rumah dan semua objek membeku.
"Brak!" Kaki seorang Yeti raksasa seukuran Kaiju menggeram menatap barisan prajurit di depannya.
"Groarr!!" Teriaknya kemudian berlari.
Freya seorang wanita yang mendapat julukan malaikat besi berdiri di hadapan prajurit dengan memegang sebotol miras.
Freya melirik Yeti itu dengan sinis. "Huh, dia seperti monyet" tertawa geli. "Kasihan sekali harus di bunuh"
"Nyonya, cepatlah jika tidak baris pertahanan kita akan hancur" desak Sersan yang memiliki unit.
Freya menghela nafas lalu meneguk mirasnya. "Iya iya" ia berjalan menuju Yeti itu dengan santai.
Yeti tersebut melompat dengan kedua tangan hendak memukul Freya, namun Freya tidak menghindar.
Yeti mengira Freya sudah mati namun Freya masih berdiri baik-baik saja bahkan dapat meneguk mirasnya sampai habis.
"Wuhah! Benar-benar melegakan" Freya menatap mata Yeti itu dengan seringai licik. "Perkenalkan namaku Freya, Exorcist Legenda dari Rusia. Wanita cantik yang suka mabuk"
Yeti berteriak marah lalu mundur dan melempari Freya dengan puing-puing bebatuan.
Tapi Freya baik-baik saja, dia berjalan ke arah Yeti dengan santai. "Kudengar kode-15 adalah Kaiju level 14, jadi aku hanya perlu memakai sedikit kekuatan logam"
Freya menjentikkan jarinya, mobil-mobil tiba-tiba ringsek dan membentuk jadi jarum tajam.
Freya pergi ke salah satu jarum dan melemparnya ke Yeti dengan cepat.
"Bom!" Dentuman itu mengejutkan Yeti.
Yeti terbelakak dan dia telat menghindar hingga tangan kanannya terkena serangan. "Grau! Grah!" Teriaknya.
Freya terkikik licik. "Hei belum selesai urusan kita" Freya memegang dua jarum. "Rasakan ini!"
Bom! Bom! Dentuman yang keras itu berbunyi lagi.
Yeti itu panik karena tidak mau mati, dia meraung keras hingga kedua jarum itu membeku dan hancur di udara.
Manfaatkan momen itu Yeti memilih kabur dari Freya, sebab Freya bukan lawannya.
Freya melihatnya dengan kagum. "Wah wah bisa-bisanya di sebut ancaman tapi lari dari aku?" Freya agak kesal. "Oke" Freya hendak melesat.
Dom!
Siu!
Gerakan cepat dari Freya dapat menyusul posisi Yeti yang sudah menjauh, Yeti melihat Freya di sebelahnya dengan ketakutan dia berbalik berbelok.
Freya mengerem lalu meremas mobil dengan satu tangannya kemudian merubah jadi objek pedang.
"Berhenti berlari!" Freya melemparnya tepat di kaki Yeti.
"Gauh!" Raungnya kesakitan sebelum jatuh berlutut di tanah.
Freya berjalan dengan wajah mabuknya. "Nah begini kan bagus" dia terus mendekat dan hendak membunuh Yeti.
Tapi Yeti terlihat ketakutan dan berbicara padanya apa memakai bahasa gorila. Freya melihat raut wajah dan gerakan mulutnya membuat Freya mengerti.
"Hei, apa kau mau jadi hewan peliharaan ku?" Tersenyum nakal. "Aku akan senang dan tidak jadi membunuhmu jika kamu mau" Freya menepuk punggung besar Yeti itu untuk membuatnya panik.
Yeti itu buru-buru mengangguk setuju, Freya tertawa keras kemudian mengangguk puas. "Oke oke! Mulai sekarang namamu Yeti saja oke? Sesuai rasmu"
Yeti menghela nafas lega karena tidak jadi di bunuh, meskipun dia Kaiju tapi kera adalah spesies Kaiju paling pintar sebab kera tetap memiliki akal.
Namun saat Freya selesai, Exorcist lainnya datang dari Gate seperti kejadian Andika.
"Nyonya Freya, saya membaw laporan dari Raja untuk anda"
Freya mengerutkan kening. "Ada apa?"
Exorcist itu berbisik agar menjaga rahasia, Freya mengangguk paham. "Aku akan kesana beberapa saat lagi, ngomong-ngomong berapa Exorcist Grandmaster dan Legenda yang akan hadir?"
Exorcist itu menggeleng. "Saya tak terlalu tau banyak tapi setahu saya, Exorcist terkuat akan di panggil"
Freya mengerti. "Oke pergilah, aku akan kesana"
"Baik" Exorcist itu kembali masuk ke dalam Gate untuk teleportasi.
Yeti kebingungan melihat raut eskpresi Freya yang tidak main-main dan mabuk seperti sebelumnya. Yang ini seperti serius dan ketakutan akan sesuatu hal.
.....
Utusan dari Lionil itu memberi kabar pada beberapa orang lagi selain Andika dan Freya. Exorcist Grandmaster Jepang, Cid Kazuma, Exorcist Grandmaster China Fui Han, Rei Shui, Exorcist Legenda Alisa.
....
Pada pagi hari berikutnya, Reyhan berjalan-jalan di sekitar rumah sakit sendirian. "Aku penasaran apa kira-kira Lionil akan menuruti perkataan mu"
Putri Petir menggeleng, menjawab dari dalam pikiran Reyhan. "Tidak, dia tidak akan menuruti ku. Dia akan melawannya saat salah satu dari mereka menang"
Reyhan terkejut. "Apa? Tapi itu bukankah berbahaya?"
Putri Petir menghela nafas. "Tapi pikiran Lionil ada benarnya meski aku tahu kemungkinan terburuknya"
"Kemungkinan terburuknya?" Alis Reyhan berkerut. "Apa kemungkinan terburuknya?"
Naga petir menyela. "Setiap Kaiju akan memakan orb di organ dalam dada lawan mereka, itu menjawab kenapa Savage memiliki petir halilintar darah"
Reyhan terkejut, langkahnya berhenti. "Tunggu jadi maksudmu Savage memiliki petir halilintar darah dari ayahku?!"
Naga petir mengangguk. "Ya Reyhan, mungkin ayahmu juga pengguna petir dan sebelum mati ayahmu telah di lahap oleh Savage dan energinya di ambil"
Reyhan mendesis dengan emosi. "Pantas saja aku tidak menerima jasadnya sama sekali"
Keduanya menggeleng karena tidak tahu harus berkata apa.
[Host, sistem telah di upgrade versi 2.0. apa host mau mengecek fitur baru sistem kecuali gacha dan budak?]
Reyhan menaikan alisnya. "Ya" batinnya.
[Baik, sistem sudah memiliki fitur bernama poin dan toko. Poin bisa di dapat dari host membunuh iblis, setiap level iblis memiliki poin berbeda yakni...]
[Level 1 (1) poin, level 2 (4) poin, level 3 (8) poin, level 4 (12) poin, level 5 (15 poin), level 6 (18) poin, level 7 (20) poin, level 8 (22) poin, level 9 (24) poin, level 10 (26 poin), level 11 (28) poin, level 12 (32) poin, level 13 (35) poin, level 14 (38) poin, level 15 (40) poin]
[Selain itu masih ad banyak lainnya di atas level 15, dan sistem akan memberikan nya. Poin bisa di pakai di toko sistem. Dan cara menukarnya juga sama yaitu menerima gacha atau poin]
Reyhan merasa pusing karena menerima banyak informasi sekaligus. "Uh begini saja sistem, aku mau lihat-lihat toko mu terlebih dahulu"
[Baik, toko di buka]
Reyhan dapat melihat layar biru di depannya dengan terkejut, layar itu juga menunjukan nama di pojok kiri.
Dari Senjata, zirah, Kertas Exorcist, Ramuan, Budak, dan sebagainya.
"Gila semuanya ada disini" gumamnya.
"Sistem, kira-kira apa yang dibutuhkan Putri Petir untuk evolusi?" Tanyanya.
[Hal yang dibutuhkan Putri Petir adalah, ekor dari naga halilintar, saat dia menyerap energi itu maka Putri Petir akan berevolusi dari petir biru menjadi petir merah tua]
Reyhan mengangguk mengerti. "Jadi berapa harganya?" Reyhan merasa evolusi Putri Petir adalah suatu kewajiban.
[Host harus membeli ekor naga halilintar seharga 500 poin]
Reyhan tercengang. "5-500?!"
....
"Ada apa Reyhan? Kenapa kau berteriak seperti itu?" Tanya Alisa tiba-tiba di belakangnya.
Reyhan terkejut dan sontak menoleh. "Eh ibu, aku hanya berpikir saja. Tidak ada yang perlu di cemaskan" tersenyum. "Ibu sendiri? Kenapa berpakaian rapi?" Bingung.
Alisa tersenyum lalu memeluk Reyhan. "Semua Exorcist kuat di panggil Raja untuk bertempur di Baghdad, kami ini pertahanan terakhir. Jadi tolong kamu doakan kami berhasil oke?"
Reyhan terkejut tapi dia mengangguk agar Alisa tidak khawatir. "Baik ibu, aku akan temui Asuna. Jadi ibu pergilah kalau terdesak"
Alisa mengiyakan lalu dia terbang pergi, Reyhan mengepal erat. "Ternyata benar, ibuku akan pergi" gumam nya tanpa menatap kepergiannya Alisa.
Flower serta Asuna berjalan cepat ke arah Reyhan, dan yang berkata duluan adalah Flower.
"Reyhan kami butuh bantuan! Dari Kabupaten Ziyang yang kami selamatkan tiba-tiba aktif 6 Gate level 4-5!"
Alis Reyhan terangkat. "Kalau begitu kita pergi" tegasnya.
Flower dan Asuna mengangguk, mereka bertiga berjalan ke luar rumah sakit untuk berangkat.
Setelah keluar mereka bertiga berlari dari atap-atap perumahan, untuk ke Ziyang mereka harus bergerak 1 jam.