seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kayla bekerja di perusahaan Devano?
Devano setelah mandi lalu ke dapur ingin minum karena sangat haus saat ia membuka kulkas membuat Devano terkejut ada banyak buah dan makanan, dirinya perasaan ngga beli kemarin memang ke mall tapi ngga beli buah apapun..
"apakah.. Alina yang beli?"gumam Devano sembari mengambil minum.
"Ehh.. Tuan, apakah mau di buatin sesuatu?"tanya Alina membuat Devano geleng.
"ini apa kamu, yang stok buah?"tanya Devano balik membuat Alina ngangguk.
"iya tuan,maaf kalo ngga izin,"jawab Alina membuat Devano menghela nafas.
"kamu sebenarnya bebas, lakukan apapun disini,"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
"Aku cuma kaget saja,tiba tiba ada buah,"ucap Devano membuat Alina tersenyum.
Devano pun mengambil buah nya lalu kupas sementara Alina hanya berdiam diri saja melihat Devano mengupas buah mangga,lalu Devano pun menarik tangan Alina dengan pelan membuat Alina terkejut lalu ikut duduk..
"Makan lah,biar sehat Alina,"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
"Terimakasih tuan,"ucap Alina membuat Devano ngangguk.
"Alina,apa kamu ingin melanjutkan kuliah?"tanya Devano membuat Alina menghela nafas.
"sebenarnya mau,tapi saya tak punya uang!"jawab Alina balas Anggukan Devano.
Devano Sebenarnya ingin mendaftarkan Alina kuliah agar bisa mengejar cita cita nya mungkin mumpung Alina masih muda,dan masih bisa kuliah walaupun sudah lama tak sekolah pasti lumayan susah untuk memikirkan pelajaran lagi..
"Yaudah.. Mending kita tidur,ini sudah malam,"ucap Devano balas Anggukan Alina.
"Baiklah.. Saya juga,sudah mengantuk tuan,"ucap Alina dengan tersenyum.
****
PAGI HARI KEMUDIAN..
Pagi ini Devano baru saja berangkat kerja di jam tujuh karena sempat ada kepentingan dengan sang ayah,lalu saat keruangan nya merasa nyaman aroma nya setelah tadi sempat berdebat dengan ayah masalah perjodohan..
"Tuan Devano,ada yang ingin melamar pekerjaan!"ucap David membuat Devano mengerutkan keningnya.
"persilakan masuk!"titah Devano sembari membuka laptopnya.
Karyawan baru pun masuk ruangan nya membuat Devano mengerutkan keningnya, yang melamar kerja adalah Kayla sepupu Alina yang selalu nind4s Alina selama ini entah kenapa kerja di perusahaan nya..
"Ehmm.. tuan Devano,saya ingin menjadi sekretaris,"ucap Kayla membuat Devano tersenyum sinis.
"Maaf ya,tapi Sekretaris sudah ada yang tersisa hanya Office girl!"ucap Devano membuat Kayla terkejut.
"Yaudah.. Saya mau tuan!"ucap Kayla membuat Devano ngangguk.
"selamat bekerja nona,"ucap Devano balas Anggukan Kayla.
Alina membawa minum untuk Devano namun merasa kaget ada Kayla,lalu Alina pun menghela nafas berharap tak berdebat karena ia sudah malas berdebat dengan sepupunya itu apalagi jika bertemu bibinya sudah membuat Alina muak.
"Ehh.. Alina,ayo masuk saja!"pinta Devano balas Anggukan Alina.
"kak Alina,kok bisa disini?"tanya Kayla membuat Alina menghela nafas.
"Aku bekerja disini!"jawab Alina dengan tersenyum.
Alina pun meletakkan cangkir berisi kopi ke meja Devano,lalu segera pergi dari ruangan Devano entah kenapa merasa ngga enak jika ada Kayla takut sesuatu akan terjadi apalagi saat ini pasti uang bibinya di ambil kembali oleh Fahmi.
"Yaudah.. Saya akan kerja, mulai hari ini,"ucap Kayla membuat Devano ngangguk.
"semoga saja, lancar kerjanya,"ucap Devano sembari mengetik laptop nya.
"Entah.. Apa niatnya, bekerja di sini aku harus waspada,"gumam Devano menatap Kayla dengan penuh kecurigaan.
sementara itu Alina sedang duduk karena sudah selesai kerja nya,namun tiba-tiba Kayla menyerahkan pel kepada Alina membuat Alina mengerutkan keningnya tiba tiba Kayla menyuruhnya untuk ngepel lantai.
"Aku ngga bisa kak,"ucap Kayla membuat Alina menghela nafas.
"kalo ngga bisa, ngapain dirimu menerima pekerjaan ini hm?"tanya Alina membuat Kayla menghela nafas.
"bukan urusan kamu kak!"jawab Kayla membuat Alina geleng kepala.
Alina tentu tak menurut karena ia bukan Alina yang dulu yang selalu nurut di suruh apa saja oleh Kayla, karena ini kan pekerjaan Kayla juga yang menjadi karyawan baru di perusahaan ini jadi ini bukan pekerjaan nya jika menurut bisa bisa seenaknya.
"Heh, ngapain nyuruh Alina!"ucap Laras dengan natap sinis.
"kan dia juga, pelayan disini,"ucap Kayla membuat Alina menghela nafas.
"lalu apa gunanya,kamu disini kalo ngga kerja,mau saya laporin hah!"bentak Laras membuat Kayla sebal.
David melihat Kayla di bentak Laras entah kenapa merasa senang, karena mungkin ia tau bagaimana kehidupan Alina selama ini yang selalu di sakiti oleh keluarga nya sendiri di tambah orang tua nya sudah tiada Alina wanita hebat bisa bersabar.
"Aku sebenarnya,ngga mau dendam tapi aku sangat sakit hati dengan keluarga ku, yang dengan sengaja ingin jual diriku,"gumam Alina.
"kenapa Alina, sangat berubah udah ngga penurut?"gumam Kayla.
****
SIANG HARI KEMUDIAN..
Siang ini Devano sudah menyelesaikan meetingnya lalu membereskan meja kerjanya yang berantakan karena terburu buru untuk meeting tadi, untung Meeting nya lancar dengan Client nya walaupun sempat alami kendala namun sudah di atasi..
"Tuan Devano,ada nona Novi!"ucap David membuat Devano mengerutkan keningnya.
"usir saja David,saya malas bertemu dengan gadis itu!"titah Devano sembari menutup laptop nya.
Devano ngga tau harus bagaimana untuk membuat Novi mengerti kalau ia,benar benar tak tertarik dengan Novi walaupun orang tuanya bujuk sebanyak apapun tetap saja ngga membuat nya menyukai Novi.
"Alina saat ini,kira kira sedang apa ya?"gumam Devano merasa penasaran.
Devano pun segera ke pantri melihat lantai berbusa membuat nya mengerutkan keningnya,ngga mungkin Office girl seperti ini apalagi Alina karena Alina sangat rajin kalo kerja ngga seperti ini..
"Tuan Devano,biar saya pel ini masih kotor,"ucap Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"apakah.. Ini yang bekerja,sepupu kamu?"tanya Devano membuat Alina ngangguk.
"iya tuan,maklum saja dia selalu di manjakan oleh orang tuanya,"jawab Alina membuat Devano ngangguk.
"Yaudah.. Saya harus pergi,dan ini kunci apartemen nya,"ucap Devano sembari menyerahkan kunci.
"Baiklah.. Hati hati tuan!"ucap Alina dengan tersenyum.
Deg!
Entah kenapa dengar Alina bicara seperti itu membuat hatinya berdegup kencang ngga seperti biasanya,ini seperti saat dirinya bersama mendiang sang istri apa mungkin ia sudah move on dari istri nya atau mungkin hanya rasa haru saja karena Alina bicara hati hati?
"aku benar benar bingung, kenapa dengan diriku?"gumam Devano.
"aku yakin,tuan Devano akan jatuh cinta pada nona Alina,"gumam David dengan tersenyum.
Devano pun geleng kepala lalu pergi dari perusahaan nya ia harus pergi bersama Client nya ke luar kota, karena ada hotel yang Devano ingin bangun bersama Client nya alias sahabat Devano.
"Semoga saja, pembangunan hotelnya lancar,"gumam Devano.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"