NovelToon NovelToon
Akbar Muhammad Alfattah

Akbar Muhammad Alfattah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:921
Nilai: 5
Nama Author: camamutts_Sall29

Bayangin kalo kamu jadi Aku?

Aku punya sepupu di pesantren namanya Fattah!? dia itu populer banget di pondok guys! tapi anehnya Aku dan Fattah begitu terikat sampai banyak mata melihat ngiranya kita adalah pasangan Sah?

penasaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon camamutts_Sall29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Piknik di pondok!?

Sesudah memasak Aku menghampiri suamiku yang sedang terlelap di kasurnya.

ku bangunkan dan perlahan dia bangun memberikan mata sipitnya yang tersenyum.

"Udah jadi sayang?"

Aku membalas senyumannnya.

"Udah nih,"

memasak ala kadarnya sayur sup ayam, 5 buah sosis goreng + mayonaise serta saus pedas.

sama telur dadar orak arik.

Minuman pendampingnya Air hangat dan susu full cream sebagai minuman setelah jeda 1 jam sarapan.

"Mas? masih sedih?"

Hamdan menoleh.

"Kalo kamu disamping mas mungkin ga terlalu sedih, Rasyid kan sama mama kamu."

Aku mengangguk.

"Maafin Aku ya sayang, Aku masih banyak kurangnya jadi ibu buat putra kita."

Hamdan merengkuh pinggang dan memelukku kedalam dekapan hangatnya.

"Kamu ga salah, kamu bisa terbuka sama aku kalo kamu capek menghadapi tangisan Rasyid."

"Aku sama tangisan Rasyid bukan masalah mas, lidah dia menyakiti nimplenya itu loh."

"Oke mas paham sekarang."

Aku mengangguk.

"Karna hari ini Aku ulang tahun kamu mau jalan-jalan kemana?"

Aku tersentuh sama ucapan Hamdan, dan tersenyum lebar. Sembari beberapa makanan masuk kedalam mulut Hamdan karena rasa laparnya.

"Hmm kemana aja deh asal bareng kamu."

Hamdan tertawa hebat dan kegelian melihat Aku terlalu gemas.

"Jadi terserah aku aja nih?"

Aku mengangguk yakin.

"Oke!"

Setelah kita sarapan berdua, berganti busana lalu packing hal yang sederhana dan membawa perlatan piknik?

Entah Hamdan mau bawa Aku kemana, tapi ini bawaannya itu roti tawar, selai kacang dan coklat, beragam buah-buahan dan ter akhir termos.

"Mas kita mau piknik dimana?"

"Rahasia hehe."

"Oh jadi gitu ya, oke!"

kataku menurut.

"Nanti kamu tau sayang, udah kunci pintunya dulu,"

Akhirnya kita sudah sampai di halaman dan menuju mobil.

"Udah siap?" kata suamiku Hamdan.

"Siap dong!?"

Aku dan Hamdan memasuki mobil kompak dan ketika mesin mobil dinyalakan membuat perjalanan cukup menenangkan.

Di perjalanan Aku dan suamiku bernyanyi singkat bercanda tawa dan berhenti di tengah perjalanan untuk jajan sedikit.

Aku beli teh pucuk Mas hamdan beli pocari swet.

"Masih macet huhuhu mau pesan bakso dulu?"

“Dih!" kataku meledek.

Hamdan tertawa barbar sekali.

"Biarin aja nunggu ga macet sayang?“

"Nanti tambah macet gara-gara kita makan ih."

Hamdan berubah pikiran.

"Yaudah ga usah kali ya? nanti kamu ngeluh sama aku kalo kamu gendut? nanti kamu ngomel ke Aku kalo kamu aga berisi dikit?"

"Ya gapapa untuk sekarang karna bayi kita, kan ibu menyusui butuh asupan energi yang stabil kan mas?"

"Hmm." singkatnya

Perjalanan sudah mulai jauh, mobil berbelok ke kiri. dengan jalan ter sepi di jam 8 pagi.

Suasana syahdu menyambut kedatangan mobil kami di depan gerbang Pesantren. Bau khas kayu jati dan suara santri yang mengaji sayup-sayup terdengar. Begitu turun, sosok Abi dan Bunda sudah berdiri di teras rumah kayu mereka dengan senyum lebar.

​Aku langsung berlari memeluk Bunda, menghirup aroma rindu yang selalu menenangkan. Abi menepuk bahu Hamdan, suamiku, sambil memberikan anggukan bangga. "Alhamdulillah, akhirnya sampai juga kalian," ucap Abi tenang. Kami berbincang sejenak di ruang tamu yang penuh kitab, menikmati teh hangat dan wejangan ringan yang selalu kurindukan.

Sore harinya, Hamdan mengajakku menepi sejenak dari keramaian. Kami membawa keranjang kecil berisi buah-buahan dan camilan buatan Bunda. Kami berjalan menuju area hijau di belakang pesantren yang berbatasan dengan sungai kecil yang jernih.

​Hamdan membentangkan tikar di bawah pohon rindang. Sambil menikmati semilir angin, kami bercerita tentang rencana masa depan dan betapa tenangnya suasana di sini. Hamdan menggenggam tanganku, "Sesekali kita butuh jeda seperti ini, kan?" Aku tersenyum, merasa lengkap karena berada di tempat paling damai bersama orang tersayang.

----

TBC.

1
LEECHAGYN
sama2🤭
Dania
kayak dah nikah tapi yg tau cuma sebelah pihak aja ,cuma perasaan ku aja yak .
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!