Terbangun sebagai Zhu Xuan, Kepala Keluarga Klan Kucing Roh Nether yang dingin, seorang pria modern membawa jiwa baru yang hangat dan protektif ke Benua Douluo. Menyadari dirinya memiliki istri yang setia dan empat putri jenius—termasuk si bungsu yang dingin, Zhu Zhuqing—Zhu Xuan bersumpah untuk mengubah nasib tragis keluarga mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Qilin yang Cacat dan Murid Pertama sang Patriark
Zhu Xuan melangkah maju, aura tenangnya menyelimuti ruangan saat ia membantu ketiga Spirit Saint itu berdiri. "Aku sudah lama mendengar bahwa Jenderal Luo Ke membina pengawal rahasia yang luar biasa. Melihat kesetiaan kalian hari ini, reputasi itu memang nyata."
"Kalian bertiga, tenanglah. Mulai detik ini, Xuanxuan adalah manusia bebas," ucap Zhu Xuan tegas. Ia mengambil dokumen kontrak perbudakan Luo Xuanxuan yang baru saja diserahkan staf lelang. Tanpa ragu, ia menyalurkan sedikit kekuatan rohnya.
Wush! Kontrak seharga tiga juta koin emas itu seketika menjadi abu di tangannya.
Luo Yi, Luo Qi, dan Luo Jiu tertegun. Keberanian dan kedermawanan Zhu Xuan menghancurkan aset sebesar itu tanpa berkedip membuat mereka benar-benar tunduk. "Zhu Yi, Zhu Qi, Zhu Jiu... bersumpah setia pada Tuan!" seru mereka, mengganti marga mereka sebagai tanda pengabdian total.
Zhu Xuan mengalihkan pandangannya pada Luo Xuanxuan yang masih tampak rapuh. "Xuanxuan, kau bebas pergi ke mana pun. Namun, dunia di luar sana kejam bagi gadis tanpamu kekuatan roh. Jika kau mau, tinggallah di klan Zhu bersama putri-putriku."
"Aku... aku bersedia, Paman Zhu Xuan. Aku tidak punya tempat lain untuk pulang," jawab Xuanxuan dengan suara bergetar.
"Bagus. Mulai sekarang, kau adalah bagian dari keluarga kami," sambung Zhu Xuan. Ia kemudian bertanya tentang tragedi keluarga Luo.
Luo Yi menjelaskan dengan pahit bahwa Kaisar Bintang Luo telah melenyapkan keluarga Luo setelah sebuah misi rahasia yang gagal. Kekejaman Kaisar membuat Zhu Xuan semakin waspada. Di dunia ini, pengabdian pada kekaisaran seringkali berakhir dengan pengkhianatan dari takhta.
"Xuanxuan, tunjukkan Rohmu padaku," perintah Zhu Xuan tiba-tiba.
Xuanxuan ragu. "Paman... Rohku cacat. Aku takut akan menakuti adik-adik."
"Jangan takut, Kakak Xuanxuan! Kami ingin lihat!" seru Zhuyun menyemangati.
Xuanxuan pun memanggil rohnya. Seekor Qilin muncul, namun bentuknya memprihatinkan. Roh itu memiliki dua kepala; satu kepala berukuran mini dan tidak proporsional, sementara kepala satunya lagi buta dan tuli tanpa telinga maupun mata. Inilah mutasi gagal yang membuat Xuanxuan tidak memiliki kekuatan roh bawaan.
Namun, mata tajam Zhu Xuan menangkap sesuatu yang lain. Melalui persepsi sistemnya, ia merasakan fluktuasi energi yang kontradiktif: Atribut Es dan Api yang murni.
"Mutasi ini bukan kegagalan total, melainkan ketidakseimbangan energi yang sangat ekstrem," gumam Zhu Xuan.
Xuanxuan menatapnya dengan harapan tipis. "Paman, apakah... apakah aku masih bisa berkultivasi?"
Zhu Xuan menatap dalam mata gadis itu. "Jika kau adalah orang biasa, itu mudah. Tapi dengan Roh Qilin mutan ini, risikonya besar. Peluang keberhasilannya saat ini mungkin hanya tiga puluh persen. Xuanxuan, apakah kau bersedia menjadi murid pertamaku?"
Xuanxuan terperangah. Menjadi murid Patriark klan Zhu? Ini adalah kesempatan yang bahkan tidak berani ia impikan. Tanpa membuang waktu, ia berlutut dan bersujud. "Murid Luo Xuanxuan, bersumpah akan melayani Guru sepanjang hayat!"
[Ding! Selamat kepada Host! Karena pengeluaran 3 Juta Koin Emas dilakukan demi memenuhi permintaan putri-putri Anda, investasi ini dinyatakan SAH!]
[Memicu Hadiah Balasan Ayah Super 100x (Kategori Spesial: Pengembangan Bakat)!]
[Anda mendapatkan: 1 Tetes Esensi Darah Qilin Suci (Atribut Ganda Es-Api)!]
Zhu Xuan tersenyum puas di dalam hati. System, kau benar-benar tahu apa yang aku butuhkan. Dengan esensi darah ini, peluang tiga puluh persen tadi akan meroket menjadi seratus persen.
"Bangunlah, Muridku," ucap Zhu Xuan lembut. "Malam ini, kita selesaikan lelang ini. Besok, aku akan menunjukkan padamu bahwa takdir tidak ditentukan oleh bagaimana kau lahir, tapi oleh siapa yang berdiri di belakangmu."