Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lebih Ringan
Sebelumnya David telah sampai dia menunggu dalam mobil mengingat didepan banyak wartawan, David lebih baik menghindar, sehingga dia menunggu didalam mobil yang terparkir di besman.
"Nona saya sudah menunggu di basmen lantai lima," ujar Jack yang menelpon Mavie, "apa kau bersama David, jika tidak ada David aku tidak akan kesana." ujar Mavie di ujung ponsel "Tuan Muda bersama saya," jawab Jack.
David yang ada di bangku belakang tidak ada energi untuk menelfon Mavie dia lebih memilih melihat layar laptop untuk membuka tiap pesan email yang masuk.
Sedangkan, dalam kesunyian di mobil hanya ada suara keyboard yang diketik oleh David, sampai manik Jack melihat seseorang "Tuan Muda, ada nona Gianna," ujar Jack hal itu sontak membuat David segera mengalihkan sorotan mata melihat kearah luar. Respon David segera menggapai handle pintu, pikir David dia tidak akan menemukan kesempatan ini kedua kalinya, David harus datang kesana.
Sementara sekarang keduanya sudah ada didalam mobil dengan Gianna yang duduk dibangku yang sama, Gianna memeluk tubuhnya sendiri jas milik David sudah melekat di tubuh Anna untuk menutupi bagian tubuh Gianna yang terbuka akibat desain dress yang dia gunakan, sampai pandangannya kembali fokus ketika mobil sudah membawa mereka masuk kedalam suatu gedung.
Gianna menoleh kearah David "dimana ini" tanya dia "Apartemen ku", Mata Gianna membulat "turunkan aku disini" jawab Gianna hendak keluar sedangkan mobil masih jalan perlahan, "Gianna stop" ujar David yang masih duduk tenang hal itu membuat Anna berdiam, "aku tidak ingin dengan pria mesum" Kalimat Gianna, David yang mendengarnya berdecak "perpikir untuk menyakiti kamu saja tidak ada" Kata David, "kamu hampir memperk*sa aku David" ujar Gianna tegas, "Aku tidak sengaja".
Gianna melihat diri sendiri kini menggunakan piyama satin berwarna abu, David memesan sebelumnya kepada Jack. Menuruni anak tangga satu demi satu dari kejauhan dapat terlihat David ada didapur, Kini Anna melihat dengan jelas dan lebih dekat punggung polos David yang penuh dengan tato sampai kebagian pergelangan tangan kiri, "ingin makan?" tawar David, dia sama sekali tidak memandang Anna namun David menyadari Anna ada disana "tidak," Jawab Anna. "apa pipimu masih sakit" lanjut David "sudah lebih baik,". "biar aku lihat," David berbalik badan mendekat Gianna, keberadaan mereka semakin dekat dengan David yang menggapai pipi Anna menggunakan telapak tangan, kali ini Anna membiarkan David melakukan itu.
Gianna hanya menemani David dimeja makan dia tidak makan malam alasannya karena diet, David menyelesaikan makan malam dan berjalan kearah lemari besar yang terlihat layar televisi, Anna yang melihat kepergian David kembali jalan mengikuti dia, sekian detik lemari televisi berputar menjadi lemari pendingin berisi wine dan anggur yang tersusun rapi, David mengambil salah satunya melangkah hendak menuju balkon namun langkahnya terhenti dan berbalik arah "kenapa kamu mengikuti ku? Bukan kamu takut dengan ku?," Tanya David dengan alis sedikit naik melihat Anna kini seperti penguntit berjalan membuntuti kemana David pergi "akuuu-? Aku tidak," jawab Gianna kikuk.
Kini keduanya ada dibalkon menikmati dingin malam dan pemandangan arah laut , David memilih apartemen ditepi kota, kota ini dikelolah oleh swasta menjadi kota yang lebih maju dan berkembang pesat, David menanamkan saham besar disini, kota dengan kawasan elit. Dari kalangan sosialita, pengusaha sampai pejabat paling tidak memiliki aset, alasan lain David dapat menyimpan Kapal pesiar yang dia beli di perusahaan sahabatnya Lebas, kota ini menjadi sangat efisien dan strategis.
"Apa kamu sering minum?" Tanya Anna memecah keheningan "setiap hari, minum anggur untuk rasa tenang penghantar tidur" jawab David "kau ingin minum?" tawar David "tidak" tolak Anna, "kenapa? kamu takut kita mabuk bersama dan aku memperko*sa kamu?" Jawab David terkekeh.
devvuholic