NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:54k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Karina rela melepaskan identitas dan membuang kemewahan yang dimilikinya sebagai putri tunggal keluarga Wijaya hanya untuk bersama Agus, ia jatuh cinta pada Agus karena kebaikan dan kejujurannya.

Pernikahannya tampak begitu sempurna dan bahagia, hingga Agus pun sudah menjadi pria sukses berkat dukungan dan bantuan Karina. Sayangnya dengan kesuksesannya, Agus justru terlena dan mengkhianati pernikahan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun itu.

Bagaimana kisah selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada pernikahan Karina dan Agus? Apa yang akan dilakukan Karina?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bawa dia Pergi!

Faisal melangkah maju dan menghalangi jalan Ibu Ratmi dengan tubuhnya yang tinggi menjulang, tatapannya tidak lagi lembut seperti saat ia menatap Karina, kini mata itu sedingin es yang mampu membekukan siapa pun yang berani menentangnya.

​"Ibu Ratmi, hak yang Ibu bicarakan itu sudah hilang saat Ibu membantu anak Ibu berselingkuh dan mengusir cucu-cucu Ibu sendiri ke jalanan tanpa belas kasihan, jadi jangan bicara soal hak jika Ibu bahkan tidak mengerti apa itu kewajiban dan rasa malu," ucap Faisal.

​"Tahu apa kau itu! Karina itu hanya wanita jahat! Dia berhutang pada anakku!" balas Ibu Ratmi dengan teriakan yang melengking dan menarik perhatian lebih banyak orang tua murid.

​Faisal memberikan isyarat pada tim keamanannya untuk membentuk barikade agar para orang tua murid dan jurnalis yang mulai berdatangan tidak bisa mendekat. Kemudian, ia mendekatkan wajahnya ke arah Ibu Ratmi dan berbisik dengan nada yang hanya bisa didengar oleh wanita tua itu.

​"Ibu pikir saya tidak tahu tentang deposit emas yang Ibu sembunyikan di brankas bank bawah tanah menggunakan nama palsu? Emas yang Ibu beli dari hasil menggelapkan dana operasional kantor Agus selama bertahun-tahun?" bisik Faisal.

​Mata Ibu Ratmi membelalak dan tubuhnya yang semula tegang karena amarah, tiba-tiba gemetar hebat. "Ka-kau... dari mana kau tahu?" tanya Ibu Ratmi.

Ibu Ratmi begitu terkejut, karena tidak ada yang tahu soal deposit miliknya termasuk Agus ataupun Karina dan hanya ia yang tahu.

​"Tidak ada rahasia yang terkubur cukup dalam yang tidak bisa saya gali, jika Ibu tidak segera masuk ke mobil yang sudah saya siapkan dan pergi dari sini selamanya, saya pastikan malam ini juga Ibu akan tidur di sel yang sama dengan Agus dan percayalah, penjara untuk lansia tidak senyaman yang ada dipikirkan," ucap Faisal dengan senyum tipis yang mematikan.

​Ibu Ratmi terdiam seribu bahasa, nyalinya ciut seketika. Keserakahan yang selama ini menjadi penggerak hidupnya kini menjadi senjata yang berbalik menyerangnya, ia menatap gerbang sekolah lalu menatap Faisal yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan berkompromi.

​"Bawa dia pergi!" perintah Faisal kepada dua pengawalnya.

​Tanpa banyak bicara lagi, Ibu Ratmi digiring masuk ke dalam mobil hitam yang sudah disiapkan. Tidak ada lagi teriakan histeris, hanya ada wajah seorang wanita tua yang kini sadar bahwa kekuasaan yang selama ini ia nikmati telah musnah tertelan oleh dosa-dosanya sendiri.

​Setelah mobil yang membawa Ibu Ratmi menghilang dari pandangan, Faisal mengatur napasnya dan merapikan jasnya dan berjalan menuju kantor kepala sekolah untuk menjemput Ella dan Aisha melalui pintu belakang guna menghindari kerumunan.

Di ruang kepala sekolah, Ella dan Aisha duduk dengan bahu yang merosot, wajah mereka menunjukkan perpaduan antara rasa malu dan kesedihan. Begitu, Faisal masuk kedalam ruang kepala sekolah, ia melihat dua gadis remaja yang menunduk.

Faisal menghela napas panjang, melunakkan tatapan matanya yang tadi sedingin es saat berhadapan dengan Ibu Ratmi. Di hadapannya, Ella dan Aisha, dua remaja berusia 15 tahun yang biasanya ceria, kini tampak begitu rapuh.

Seragam sekolah mereka yang rapi kontras dengan raut wajah yang menanggung beban orang dewasa. ​"Ella, Aisha," panggil Faisal lembut.

​Kedua gadis itu mendongak serentak, Aisha yang lebih emosional langsung berdiri dan menghambur memeluk Faisal, sementara Ella mengikuti di belakangnya dengan air mata yang mulai menitik.

​"Om Faisal... apa Nenek sudah pergi? Teman-teman Aisha tadi melihat semuanya dan mereka bilang Nenek gila, mereka bilang Mama jahat...," bisik Aisha di sela isakannya.

​Faisal mengusap rambut Aisha dengan kebapakan lalu merangkul bahu Ella, "Nenek sudah pergi. Dia tidak akan kembali lagi ke sini, Om janji dan soal apa yang orang katakan... kalian tahu kebenarannya bukan? Mama kalian adalah wanita terkuat yang pernah Om kenal. Dia tidak jahat, dia hanya sedang mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik kalian," jawab Faisal yang berusaha menenangkan kedua remaja itu.

​Ella menyeka air matanya dengan punggung tangan, tatapannya menyiratkan kedewasaan yang dipaksakan oleh keadaan. "Kami tidak malu punya Mama seperti Mama Karina, Om. Kami hanya... kami hanya lelah, kenapa mereka tidak bisa membiarkan kami tenang? Kenapa Ayah dan Nenek terus saja menyiksa Mama?" ucap Ella yang mengeluarkan keluh kesahnya.

Pertanyaan jujur dari seorang remaja itu membuat hati Faisal berdenyut nyeri, "Karena beberapa orang sulit menerima kenyataan bahwa mereka telah kalah, Ella. Tapi hari ini, semuanya berakhir, Ayah kalian sudah ditangani polisi dan Nenek kalian tidak akan berani muncul lagi," ucap Faisal.

​Faisal kemudian menoleh ke arah Kepala Sekolah yang berdiri di sudut ruangan, "Terima kasih atas kerja samanya, Pak. Saya akan membawa mereka pulang sekarang, mohon pastikan tidak ada rekaman cctv atau video dari wali murid yang bocor ke media, tim hukum Wijaya akan memantau ini secara ketat," ucap Faisal.

​"Tentu, Pak Faisal. Kami mengerti privasi keluarga Nyonya Karina," jawab Kepala Sekolah dengan hormat.

​Faisal menuntun kedua gadis itu menuju mobil melalui pintu samping yang dijaga ketat. Di dalam mobil yang kedap suara, suasana menjadi hening. Ella menatap keluar jendela, sementara Aisha menggenggam tangan Faisal erat-erat.

"Om," panggil Aisha tiba-tiba.

​"Ya, Aisha?" tanya Faisal.

​"Apa Om akan terus menjaga Mama? Maksud Aisha... bukan hanya sebagai pengacara," tanya Ella dengan mata yang menyelidiki.

​Faisal tertegun sejenak, ia tidak menyangka remaja berusia 15 tahun itu akan bertanya sefrontal itu. Faisal tersenyum tipis, matanya menatap spion tengah yang memantulkan bayangan Aisha.

"Om sudah menjaga Mama kalian selama dua puluh tahun dari jauh. Sekarang, Om ingin menjaganya dari dekat, jika kalian mengizinkan," jawab Faisal.

​Aisha tersenyum di balik sisa air matanya, "Kami lebih suka Om yang jadi Ayah kami daripada... orang itu," jawab Aisha.

​Kalimat itu menjadi pengakuan paling berharga bagi Faisal melebihi kemenangan hukum mana pun. ​Sesampainya di rumah kediaman Wijaya, Karina sudah menunggu di lobi dengan wajah cemas dan begitu melihat anak-anaknya keluar dari mobil, ia langsung berlari dan memeluk mereka berdua erat-erat.

​"Maafkan Mama... Mama gagal melindungi kalian dari keributan ini," isak Karina sambil mencium kening mereka bergantian.

​"Tidak, Ma. Mama hebat. Om Faisal bilang Mama sedang berjuang," ucap Aisha menenangkan Ibunya.

​Setelah memastikan anak-anak masuk ke kamar untuk beristirahat dan ditemani oleh Bi Sumi, Karina berbalik menatap Faisal yang masih berdiri di dekat pintu.

​"Bagaimana dengan wanita tua itu?" tanya Karina dan suaranya kembali dingin.

"Entahlah, aku hanya menyuruh anak buahku membawanya keluar kota, tapi aku tidak tahu bagaimana nasibnya nanti, mungkin dia akan jadi gelandangan" jawab Faisal.

"Kamu sangat jahat, Faisal," ucap Karina.

"Tapi, kamu suka kan kalau wanita tua itu jadi gelandangan," ucap Faisal.

"Sangat suka," jawab Karina.

.

.

.

Bersambung.....

1
Patrick Khan
aku suka😍😍😍😍
Rina Arie
good book
Naufal Affiq
terimakasih kak atas karya nya
Ariany Sudjana
bagaimana nasibnya Bagas? apa bagas punya kesempatan ketemu Ella dan Aisha?
Naufal Affiq
gak apa2 om,memang gitu kalau istri lagi ngidam,jadi di maklumi aja
Ariany Sudjana
kapan launching nya kak?
elaretaa: Hari ini Kak, Bab 1 sudah up ya🥰
total 1 replies
Ariany Sudjana
kenapa Karina ga kasih tahu kalau Ella dan Aisha juga punya adik tiri, Bagas?
Eva Tigan: Faisal sudah tau kok..kan kemaren dia yg antar Karina menjumpai Bagas dan ibunya ke rumah mereka yg sempit dan kumuh itu
total 1 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Karina dan Faisal sudah berkomitmen menjamin pendidikan Bagas, terharu membaca part yang ini
Ariany Sudjana
sebaiknya karina urus anak itu dan sekolahkan anak itu, bagaimanapun anak itu tidak memilih lahir dari orang tua yang mana, dan anak itu juga tidak tahu kejahatan Agus seperti apa, supaya anak itu dan ibunya juga bisa hidup dengan baik
Yana Phung
saya dukung karina
dibandingkan ditemukan agus dan Agus mengarang cerita utk balas dendam
emang dasar agus sudah gila
Yana Phung
membaca tema spt ini saat bulan ramadhan itu rasanya.........😅😅😅
Ariany Sudjana
hahaha mampus kamu Sabrina, siap-siap jadi gembel 🤣🤣🤭🤭
Ariany Sudjana
puji Tuhan, finally 😄
Ariany Sudjana
restu anak-anak sudah dikantongi, jadi jangan ragu yah Karina , maju terus
Ariany Sudjana
dasar serakah Bu Ratmi , siap-siap jadi gembel
Ariany Sudjana
dasar ga tau diri, begitu miskin langsung playing victim. Bu Ratmi dan Agus sama saja, kehilangan kekayaan langsung menyalahkan Karina, padahal kan mereka yang buat ulah, jadi jangan salahkan Karina mengambil tindakan tegas, sudah cukup Karina selama ini diam, demi membela suami dan mertua yang ga tahu diri
Ariany Sudjana
good decision Karina and Faisal 😄
Ariany Sudjana
bagus Karina, masa lalu tidak bisa diubah, tapi masa depan masih bisa dilukis dengan baik, jangan terus terjebak dalam luka masa lalu, jadikan pelajaran berharga
Ariany Sudjana
ayo Karina, tunggu apa lagi, restu dari pa Wijaya sudah turun, anak-anak pasti tidak masalah, apalagi anak-anak juga kenal dengan Faisal
Naufal Affiq
khilaf kata mu,manusia gak jelas seperti mu,harus nya hidup luntang lantung aja lebih baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!