NovelToon NovelToon
DRAMA ISTANA ALHAMBRA

DRAMA ISTANA ALHAMBRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Antagonis / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.

Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.

Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.

Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.

Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 JABEZ EZAZ DAN RAHASIANYA

Jabez Ezaz memandang Sofia dengan mata yang tajam, seolah-olah dia sedang mencoba untuk membaca pikiran Sofia. "Apa yang dia katakan kepadamu?" dia bertanya dengan suara yang rendah.

Sofia mengulangi percakapan mereka, termasuk ancaman tersembunyi yang dibuat oleh Putri Calista. Jabez Ezaz mendengarkan dengan seksama, ekspresinya semakin gelap.

"Jangan khawatir, Sofia," Jabez Ezaz berkata setelah Sofia selesai berbicara. "Aku akan menangani Putri Calista. Dia tidak akan mengganggu kamu lagi."

Tapi Sofia bisa melihat ada sesuatu yang tidak beres. Jabez Ezaz tampaknya tidak terkejut dengan kunjungan Putri Calista, dan dia tidak bertanya tentang apa yang Sofia pikir tentang adik perempuannya itu.

"Apa yang sebenarnya terjadi, Jabez Ezaz?" Sofia bertanya, merasa sedikit frustrasi. "Mengapa Putri Calista begitu tertarik dengan aku?"

Jabez Ezaz memandang Sofia dengan mata yang misterius. "Aku tidak bisa memberitahu kamu sekarang, Sofia," dia berkata. "Tapi aku berjanji bahwa aku akan memberitahu kamu segalanya nanti."

Sofia merasa tidak puas dengan jawaban Jabez Ezaz. Dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi Jabez Ezaz tampaknya tidak mau memberitahu dia.

"Mengapa kamu tidak bisa memberitahu aku?" Sofia bertanya, suaranya sedikit meninggi. "Apa yang kamu sembunyikan dari aku?"

Jabez Ezaz melangkah maju dan memegang bahu Sofia. "Aku hanya ingin melindungimu, Sofia," dia berkata dengan suara yang lembut. "Aku tidak ingin kamu terluka."

Tapi Sofia bisa melihat keraguan di mata Jabez Ezaz. Dia tidak percaya bahwa Jabez Ezaz hanya ingin melindunginya. Ada sesuatu yang lebih besar yang terjadi, dan Sofia ingin tahu apa itu.

Jabez Ezaz memandang Sofia dengan mata yang dalam, seolah-olah dia sedang mempertimbangkan apakah dia harus memberitahu Sofia tentang kebenaran. Sofia bisa melihat konflik di dalam dirinya, dan dia tahu bahwa Jabez Ezaz sedang berjuang untuk membuat keputusan.

"Aku tidak bisa memberitahu kamu sekarang, Sofia," Jabez Ezaz akhirnya berkata, suaranya masih lembut tapi tegas. "Tapi aku berjanji bahwa aku akan memberitahu kamu segalanya nanti. Kamu harus percaya padaku."

Sofia menghela napas, merasa sedikit frustrasi tapi juga ingin percaya pada Jabez Ezaz. Dia tahu bahwa Jabez Ezaz peduli padanya, dan dia tidak ingin meragukan itu. Tapi dia juga tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa ada sesuatu yang besar yang disembunyikan dari dirinya.

Sofia memutuskan untuk tidak mendesak Jabez Ezaz lagi, setidaknya untuk saat ini. Dia tahu bahwa Jabez Ezaz akan memberitahu dia jika sudah siap. Sofia mengangguk, mencoba untuk memahami.

"Baiklah, aku akan percaya padamu," Sofia berkata, suaranya lembut. "Tapi kamu harus berjanji bahwa kamu akan memberitahu aku segalanya nanti."

Jabez Ezaz mengangguk, senyum kecil muncul di wajahnya. "Aku berjanji, Sofia. Aku akan memberitahu kamu segalanya nanti."

Sofia merasa sedikit lebih lega setelah mendengar janji Jabez Ezaz. Dia tahu bahwa dia harus percaya pada suaminya, dan dia akan mencoba untuk melakukannya.

Tapi saat Sofia sedang memikirkan tentang Jabez Ezaz dan rahasia yang disembunyikannya, dia mendengar suara langkah kaki di luar kamar.

Sofia melihat ke arah pintu, dan dia melihat Putri Calista berdiri di sana, dengan senyum sinis di wajahnya.

"Selamat pagi, Sofia," Putri Calista berkata, suaranya manis tapi penuh dengan ejekan. "Aku lihat kamu dan Jabez Ezaz sedang memiliki percakapan yang intim. Aku tidak ingin mengganggu."

Putri Calista melangkah masuk ke dalam kamar, matanya memandang Sofia dengan sinis. Sofia bisa merasakan ketegangan di udara, dan dia tahu bahwa Putri Calista tidak datang untuk mengobrol santai.

"Ada apa, Calista?" Jabez Ezaz bertanya, suaranya tegas.

"Aku hanya ingin berbicara dengan Sofia," Putri Calista menjawab, matanya tidak meninggalkan wajah Sofia. "Tentang masa lalunya."

Sofia merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Apa yang Putri Calista tahu tentang masa lalunya? Dan apa yang dia ingin katakan?

"Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan," Sofia berkata, mencoba untuk tetap tenang.

"Tidak perlu berpura-pura, Sofia," Putri Calista berkata, suaranya penuh dengan ejekan. "Aku tahu semua tentang kamu. Dan aku akan memberitahu Jabez Ezaz tentang kebenaranmu."

Sofia merasa darahnya menjadi dingin. Apa yang Putri Calista tahu? Dan apa yang dia akan lakukan?

Jabez Ezaz melangkah maju, matanya memandang Putri Calista dengan keras. "Calista, apa yang kamu lakukan?" dia bertanya, suaranya tegas.

"Aku hanya ingin memberitahu Jabez Ezaz tentang kebenaran Sofia," Putri Calista menjawab, matanya tidak berkedip. "Aku pikir dia harus tahu tentang masa lalu Sofia yang gelap."

Sofia merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Apa yang Putri Calista tahu tentang masa lalunya? Dan apa yang dia akan katakan?

"Calista, jangan!" Jabez Ezaz memotong, suaranya keras. "Aku tidak ingin kamu mencampuri urusan Sofia."

Putri Calista tersenyum sinis. "Aku hanya ingin membantu, Jabez Ezaz. Aku tidak ingin kamu terluka oleh kebohongan Sofia."

Sofia merasa dirinya seperti sedang berada di ujung tebing, siap untuk jatuh ke jurang yang dalam. Dia tahu bahwa dia harus berbuat sesuatu, tapi apa?

Sofia mengambil napas dalam-dalam dan melangkah maju, matanya memandang Putri Calista dengan tegas. "Aku sudah cukup," dia berkata, suaranya keras. "Aku tidak akan membiarkan kamu menghancurkan hidupku dengan kebohongan dan fitnah."

Putri Calista tersenyum sinis. "Oh, aku tidak berbohong, Sofia. Aku tahu semua tentang kamu. Aku tahu tentang masa lalu kamu yang gelap, tentang rahasia yang kamu sembunyikan."

Sofia merasa dirinya seperti sedang terbakar oleh api kemarahan. Dia tahu bahwa dia harus berhati-hati, tapi dia tidak bisa menahan diri. "Aku tidak tahu apa yang kamu tahu, tapi aku tidak akan membiarkan kamu menggunakannya untuk menghancurkan hidupku," dia berkata, suaranya keras.

Jabez Ezaz melangkah maju dan memegang lengan Sofia, mencoba untuk menenangkannya. "Sofia, jangan," dia berkata, suaranya lembut. "Aku yang akan menangani ini."

Tapi Sofia tidak mau didiamkan. Dia tahu bahwa dia harus berjuang untuk dirinya sendiri, untuk hidupnya. "Tidak, Jabez Ezaz," dia berkata, suaranya tegas. "Aku yang akan menangani ini."

Sofia menarik lengannya dari genggaman Jabez Ezaz dan melangkah maju, matanya tetap memandang Putri Calista. "Aku tidak takut padamu," dia berkata, suaranya keras. "Aku tidak takut dengan apa yang kamu tahu tentang aku. Aku siap untuk menghadapi apa pun yang kamu lemparkan padaku."

Putri Calista tersenyum sinis, tapi Sofia bisa melihat sedikit keraguan di matanya. "Kamu tidak tahu apa yang kamu hadapi, Sofia," Putri Calista berkata, suaranya sedikit bergetar. "Aku tidak hanya tahu tentang masa lalu kamu, aku juga tahu tentang masa depan kamu. Dan aku akan melakukan apa saja untuk memastikan bahwa kamu tidak akan bahagia."

Sofia merasa dirinya seperti sedang berada di ambang ledakan. Dia tidak tahu apa yang Putri Calista rencanakan, tapi dia tahu bahwa dia harus siap untuk menghadapi apa pun. "Aku tidak akan pernah menyerah," dia berkata, suaranya keras. "Aku akan berjuang untuk hidupku, untuk kebahagiaanku. Dan aku tidak akan membiarkan kamu menghancurkannya."

Jabez Ezaz melangkah maju dan memeluk Sofia, mencoba untuk menenangkannya. "Sofia, aku ada di sini," dia berkata, suaranya lembut. "Aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi padamu."

Sofia merasa dirinya sedikit tenang ketika Jabez Ezaz memeluknya. Dia tahu bahwa dia tidak sendirian, bahwa ada seseorang yang peduli padanya. Tapi dia juga tahu bahwa dia harus tetap waspada, karena Putri Calista tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan.

"Aku tidak akan pernah membiarkan kamu menghancurkan hidupku," Sofia berkata, suaranya tegas. "Aku akan berjuang untuk kebahagiaanku, dan aku tidak akan sendirian."

Putri Calista tersenyum sinis, tapi Sofia bisa melihat kemarahan di matanya. "Kamu tidak tahu apa yang kamu hadapi," Putri Calista berkata, suaranya keras. "Aku akan menunjukkan padamu apa yang aku bisa lakukan."

Dengan itu, Putri Calista berbalik dan meninggalkan kamar, meninggalkan Sofia dan Jabez Ezaz sendirian. Sofia merasa dirinya sedikit gemetar, tapi Jabez Ezaz memeluknya lebih erat.

"Aku ada di sini, Sofia," Jabez Ezaz berkata, suaranya lembut. "Aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi padamu."

Sofia merasa dirinya sedikit tenang, tapi dia tahu bahwa ini belum berakhir. Putri Calista tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan, dan Sofia harus siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi.

1
Patricia Vernanda
keji sekali ternyata layla itu y
Reny Rizky Aryati, SE.: yup, kayak Rohayya 🤭
total 1 replies
sky 15
dah hidupnya di istana bak istana surga masih saja kurang sewotnya layla itu ya ☹️
sky 15
haduh, istri pertama rasa pelakor kalau kayak ketek gini 😄
sky 15
berani mampus lebih baik rebut juga posisi Layla dari jabatan istri pertama, selir Sofia jangan mau kalah ma nenek lampir
sky 15
🤣🤣🤣🤣🤣 gimana seh thor, masak bayinya yang disimpan trus netek susunya ke siapa kalau ibuna di buang 😄
Reny Rizky Aryati, SE.
yang benar buang bayinya dan bunuh ibunya 🤔🙄
Reny Rizky Aryati, SE.: seharusnya kau yang di tendang author 🙄👘
total 2 replies
Reny Rizky Aryati, SE.
semoga berkenan membaca karya author terbaru ini ya semua pemirsa yang budiman dan kreatif 🙏
Reny Rizky Aryati, SE.
letih...
Reny Rizky Aryati, SE.
bola kehidupan tak selamanya mulus
Patricia Vernanda
kenpa diganti covernya thor
Patricia Vernanda
belum apa-apa udah konflik terjadi nih thor 🤭
Patricia Vernanda
🤭 selir rasa istri bisa bisa saja thor ini🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!