NovelToon NovelToon
Senandung Malam Yang Menghancurkan

Senandung Malam Yang Menghancurkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Pelakor / One Night Stand / Selingkuh / Romansa / Playboy
Popularitas:855
Nilai: 5
Nama Author: Siti yulia Saroh

Felix yang kecewa karena kekasihnya berselingkuh dengan orang lain, menghabiskan malam penuh gairah bersama seorang gadis penyanyi bar.

Syerly adalah seorang penyanyi bar yang cantik. Suara Syerly membuat Felix terpesona.

tetapi, semuanya berubah ketika Felix mengetahui kebenarannya.

Syerly ternyata sudah memiliki kekasih, dan kekasih Syerly adalah orang yang berselingkuh dengan pacarnya sendiri.

"Mengapa kau pura-pura tidak mengenaliku? Apa kau takut, pacarmu tahu?" Felix mendorong tubuh Syerly ke dinding.

Syerly hanya tertawa kecil, sambil menatap Felix.

"Kita hanya cinta satu malam. Mengapa kau menganggap serius? Atau... "
Syerly menarik kerah Felix dan wajah mereka sangat dekat.

"Kau mulai ketagihan denganku." Senyum kecil dari bibir Syerly membuat jantung Felix berdetak kencang.

"Ya." Felix tidak menyangkal. dia berbisik didekat telinga Syerly.

"Bahkan suara desahanmu masih aku ingat dengan jelas."

Hubungan mereka makin rumit dan berbahaya. Dan menja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti yulia Saroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

Postingan tentang Syerly yang tertidur di pangkuan Felix tersebar luas didalam media sosial.

Komentar dan dukungan berdatangan, namun tak sedikit pula yang berubah menjadi perdebatan sengit. Para penggemar keduanya saling menyerang di media sosial, seolah hubungan itu benar-benar nyata.

Peter yang sedang berjalan menuju lapangan basket tanpa sengaja melihat unggahan itu saat membuka ponselnya.

Langkahnya melambat.

Ia menoleh ke arah Syerly yang berjalan di sampingnya.

"Syer..." panggilnya pelan.

Syerly menoleh.

"Enn?"

"Apa kau tahu, apa yang telah kau lakukan?"

Syerly mengerutkan keningnya lembut.

"Memang apa yang telah aku lakukan?" Tanyanya ragu.

"Apa aku sudah melakukan kesalahan tanpa aku sadari?"

"Kau tidak melakukan kesalahan." Kata peter pelan.

"Tapi mungkin kau hanya tidak menyadarinya saja."

Lalu Peter menarik tangan Syerly dan membawanya duduk di pinggir lapangan basket. Angin sore berembus pelan.

Peter terdiam cukup lama sebelum akhirnya bicara.

"Kau sudah banyak berubah sejak bertemu dengan Felik." Katanya.

"Apa kalian diam-diam berkencan?"

Meski Felix baru saja melajang, tapi kemungkinan itu bisa saja terjadi bukan?

Peter sudah memperhatikan interaksi antara Felix dan Syerly, mereka berdua sangat dekat. Syerly juga tidak mempunyai pasangan, jika mereka bersama, Peter akan mendo'akan untuk kebahagiaan sahabatnya itu.

"Kami tidak berkencan." Jawab Syerly dengan cepat.

Lalu nadanya berubah lunak ketika memeluk lengan Peter.

"Aku hanya memilikimu, aku tidak berkencan dengan siapapun."

Peter mendesah pelan.

Apa yang ia takutkan ternyata menjadi kenyataan. Syerly benar-benar belum menyadari apapun.

"Dasar keras kepala!" Gumam Peter.

"Kau membiarkannya menata rambutmu, dan..." suaranya menegang.

"Dan ini..."

Tatapannya jatuh pada kemeja yang dikenakan Syerly.

"Pakaian ini... apa kau ingin menyangkalnya?"

"Aku..."

Syerly terdiam.

"Mengapa kau tidak mencoba berkencan dengan Felix?" Tanya Peter pelan.

"Tidak mau." Tolak Syerly.

"Kau tahu aku tidak mencari hubungan yang serius. Aku bahagia sendirian."

"Tapi mengapa kamu membiarkan Felix mendekatimu? Bukankah kau sangat membenci orang lain menyentuh rambutmu?" Tanya Peter tajam.

"Aku bahkan membutuh waktu lama agar kamu mau mengijinkanku berada didekatmu." Lanjutnya.

"Jika aku tidak melihatnya sendiri, saat Felix menyentuh rambutmu dan kau tidur dipangkuannya, aku tidak akan tahu jika kamu sangat dekat dengan Felix."

"Bukankah aku sudah bilang." Tegas Syerly tajam.

"Aku baru saja bertemu dengan Felix belum lama ini." Ia sedikit mengalihkan pandangannya.

"Aku hanya sedang menggodanya."

Peter mendesah panjang

"Kalau begitu kau harus hati-hati!" Katanya dengan nada serius.

"Karena kau telah mempermainkan perasaan orang."

Peter membiarkan kata-katanya meresap ke dalam pikiran Syerly, memberi ruang baginya untuk mencerna semuanya sendiri. Ia kemudian turun ke lapangan dan mulai berlatih basket bersama teman-temannya.

Syerly masih duduk diam di pinggir lapangan.

Ia menunduk, menatap ujung sepatunya sendiri. Ada sesuatu yang mengganjal di dadanya sesuatu yang sulit ia jelaskan.

Pikirannya melayang.

Ia teringat bagaimana pelukan Felix semalam terasa hangat dan nyaman. Dan ia kembali tertidur dipangkuannya lagi.

Ia juga teringat bagaimana ia membiarkan Felix mengeringkan rambutnya, lalu pagi tadi kembali membiarkan lelaki itu menyentuh rambutnya dengan lembut.

Ia tidak menolak sentuhan itu.

Ia membiarkan semuanya terjadi.

Mungkin Felix bukan sekedar orang yang sedang ia goda.

Dan dirinya…

mungkin tidak sesantai yang ia kira.

Pikiran itu membuat dadanya sesak. Semakin ia memikirkannya, semakin rasa takut menjalar. Kepanikan datang tiba-tiba.

Syerly tiba-tiba berdiri, ia dengan cepat berjalan pergi.

Di kejauhan, Thea yang melihat Syerly berjalan cepat sempat ingin menyapanya, namun gadis itu berlalu tanpa menoleh sedikit pun.

Thea menatapnya bingung, tapi sorak dan suara sepatu yang beradu di lantai lapangan menarik perhatiannya. Thea menoleh dan mendapati Peter sedang berlatih bersama teman-temannya. Senyum cerah muncul diwajahnya.

Namun sebelum ia sempat melangkah mendekat, sebuah suara memanggilnya.

"Thea..."

Thea menoleh. Hanna berdiri di sampingnya.

Hanna adalah salah satu temannya, gadis cantik yang cukup populer di kampus.

"Ada apa, Han." Tanya Thea.

"Kau berada disini..." kata Hanna.

Gadis itu melirik kearah Peter yang sedang berada ditengah lapangan, menggiring bola dengan mulus.

"Mungkinkah kabar kau putus dengan Felix lalu berkencan dengan Peter itu benar?"

Wajah Thea mengeras sejenak.

Ia tahu, orang-orang datang bukan untuk bertanya, melainkan untuk bergosip. Meski begitu, ia tetap menjawab dengan jujur.

"Ya." Katanya singkat.

"Jadi sekarang Felix jomblo?" Tanya Hanna tersenyum lebar penuh minat.

Thea menahan senyum.

"Aku tidak begitu yakin tentang itu." Katanya tenang.

"Karena saat kita berkencan, dia juga berkencan dengan orang lain."

"Tapi, Felix belum mengumumkan pacar barunya." Kata Hanna cepat.

"Aku masih punya kesempatan."

Tanpa menunggu jawaban, Hanna pergi dengan langkah penuh percaya diri.

Thea menghela napas panjang setelah kepergiannya.

"Ada apa?"

Peter datang menghampiri, keringat masih membasahi wajahnya.

Thea segera menyodorkan botol air dan handuk.

"Tidak ada apa-apa." Katanya dengan senyum lembut.

"Hanya salah satu penggemar Felix."

Raut wajah Peter langsung berubah dingin.

"Apa dia mengganggumu?"

Thea menarik tangan Peter pelan, menenangkannya.

"Tidak." Katanya lembut.

"Aku benar-benar baik-baik saja."

Melihat tatapan Thea yang meyakinkan, Peter akhirnya mengendur dan duduk disampingnya sambil membuka botol minum.

"Bukankah tadi kau bilang, masih tidak enak badan?"

"Aku sudah merasa sehat." Jawab Thea.

Thea sedikit menundukkan kepalanya.

"Maaf sudah membuatmu khawatir."

Peter tersenyum kecil, lalu mengusap kepala Thea dengan lembut.

"Kau sehat saja, sudah membuatku bahagia." Katanya dengan lembut.

Thea mendongak menatap Peter dan membalas senyum itu. Dan untuk sesaat, semua kegaduhan di sekitar mereka terasa menjauh.

"Tadi aku melihat Syerly." Kata Thea pelan.

"Dia sepertinya sedang terburu-buru."

Peter meminum airnya sekali lagi.

"Mungkin dia memilih melarikan lagi." Gumam Peter pelan.

Wajah Peter berubah, membuat Thea khawatir.

"Apa kalian bertengkar?" Tanyanya pelan.

Peter menggelengkan kepalanya pelan.

"Tidak." Katanya.

"Aku hanya berbicara sedikit dengannya. Aku berharap kali ini Syerly dapat memikirkannya dengan baik-baik."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!