"Di tengah kesibukan kehidupan SMA di Jakarta, Yuki dan kelompok teman terbaiknya menjalani petualangan yang mengubah hidup mereka dari merawat kakaknya yang sakit, menemukan cinta pertama, hingga membentuk tim untuk lomba bahasa asing nasional.
Dengan persahabatan sebagai dasar kuatnya, mereka menghadapi segala rintangan: perbedaan cara pandang, tantangan kompetisi, dan bahkan menemukan makna baru dalam persahabatan antar budaya. Awalnya hanya sekelompok teman biasa, kini mereka membuktikan bahwa kerja sama dan cinta bisa membawa mereka meraih kemenangan yang tak terduga termasuk kesempatan untuk menjelajahi dunia luar!"
"Siapakah mereka? Dan apa yang akan terjadi saat mereka melangkah keluar dari zona nyaman Jakarta untuk menjelajahi dunia yang lebih luas?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Kolim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 35 (S2)
Waktu berlalu cepat dan akhirnya memasuki bulan November hanya beberapa bulan lagi mereka akan menyelesaikan masa SMA. Sekolah mengadakan berbagai kegiatan akhir tahun, dan teman-teman mulai menyadari bahwa waktu bersama semakin terbatas sebelum Yuki pergi ke Jepang.
Hari Rabu pagi, mereka berkumpul di kelas dan menemukan papan pengumuman yang menghiasi dinding kelas. Ada pengumuman tentang acara puncak tahun ajaran yaitu "Pesta Akhir Tahun & Malam Penghargaan" yang akan digelar dalam dua minggu lagi.
Hana langsung berteriak dengan senang:
"WOHOO! PESTA AKHIR TAHUN! KITA HARUS SIAPIN PERTUNJUKAN YANG SERU BANGET!"
Dia langsung mengumpulkan teman-teman nya untuk merencanakan pertunjukan. Kinta ikut bersemangat dan berkata. "Bisa kita kombinasikan tari tradisional Indonesia sama Jepang seperti yang kita pelajari dulu ya!"
Mereka langsung membentuk tim persiapan pertunjukan. Rina jadi koreografer utama, Mei menangani musik dan kostum, Rio menangani pencahayaan dan efek visual, Hana dan Dina menangani promosi dan dekorasi, sedangkan Yuki dan Kinta jadi pemain utama pertunjukan.
Saat rapat perencanaan di ruang klub, Hana mengeluarkan buku catatan yang penuh dengan ide lucu. "Kita bisa pakai kostum yang campuran batik Indonesia sama kimono Jepang! Pasti unik dan menarik!"
Dia menunjukkan sketsa yang dia gambar sendiri meskipun bentuknya agak tidak jelas tapi ide nya sangat kreatif.
Rina kemudian menunjukkan sketsa tari yang sudah dia buat:
"Aku mau menggabungkan gerakan Tari Saman dari Aceh dengan gerakan Bon Odori dari Jepang. Kalau digabungkan pasti akan sangat menarik!"
Kinta bereaksi positif "Itu ide yang bagus banget! Kita bisa menunjukkan bahwa budaya berbeda bisa saling menyatu dengan indah!"
Mei mulai mencari musik yang cocok untuk pertunjukan tersebut. Dia menggabungkan musik gamelan Indonesia dengan musik tradisional Jepang yang dimainkan dengan shamisen "Kalau musiknya sudah pas, maka gerakan tari nya juga akan lebih sinkron!"
Dia memutar contoh musik yang sudah dia edit.
Rio mulai merencanakan sistem pencahayaan. "Kita bisa pakai lampu berwarna merah putih untuk Indonesia dan merah putih juga untuk Jepang karena kedua negara punya warna bendera yang sama lho!"
Yuki tersenyum dan menjawab "Itu sangat tepat Rio! Bisa jadi simbol persahabatan antara kedua negara!"
Mereka mulai berlatih setiap sore setelah pelajaran selesai. Lokasi latihan mereka berganti-ganti mulai dari aula sekolah, halaman sekolah, sampai kadang-kadang di rumah salah satu teman.
Pada hari pertama latihan, Hana salah memakai kostum yang sudah disiapkan. Dia pakai bagian atas kimono tapi bagian bawahnya pakai rok batik yang terbalik. "WADUH! KOSTUMNYA SALAH BALIK YA!"
Dia merasa canggung tapi tetap tertawa, membuat semua orang ikut ketawa.
Kinta sering salah langkah saat berlatih tari bareng Yuki. Kali ini dia tersandung rok Yuki sehingga mereka berdua hampir jatuh. "Aduh maaf ya Yuki, aku terlalu fokus sama gerakan kamu aja!"
Yuki langsung tertawa dan berkata. "Tenang aja Kinta, kita bisa berlatih lagi aja kan?"
Mereka terus berlatih dengan giat meskipun sering mengalami kesalahan dan kesusahan. Kadang-kadang mereka berlatih sampai larut malam, hanya beristirahat sebentar untuk makan makanan yang dibawa Hana atau minum air putih yang disiapkan Dina.
Pada satu kesempatan, Bu Siti dan Pak Hiroshi datang melihat latihan mereka. Bu Siti memberikan masukan. "Gerakan tari nya sudah sangat baik, tapi kalian perlu lebih memperhatikan irama musiknya!"
Pak Hiroshi juga menambahkan. "Jangan lupa untuk menunjukkan ekspresi wajah yang penuh emosi agar penonton bisa merasakan pesan yang ingin kalian sampaikan!"
Dengan masukan dari guru-guru tersebut, mereka semakin semangat berlatih. Hana yang awalnya sering salah langkah mulai bisa mengikuti irama dengan baik. Kinta juga semakin mahir dalam menggabungkan gerakan tari dari kedua budaya.
Yuki berkata dengan penuh keyakinan. "Kita pasti bisa memberikan pertunjukan yang luar biasa!"
Pada hari Jumat pagi, hasil ujian nasional akhirnya diumumkan. Semua orang bergegas ke halaman sekolah untuk melihat nama mereka di papan pengumuman.
Hana yang paling tidak sabar langsung mencari nama teman-teman nya satu per satu. "YEAY! KITA SEMUA LULUS DENGAN NILAI SANGAT BAGUS!" teriak Hana dengan penuh kegembiraan.
Suaranya bikin seluruh halaman sekolah ramai dengan sorakan senang.
Yuki mendapatkan nilai unggul di semua mata pelajaran, terutama bahasa dan matematika. Kinta juga meraih nilai tinggi di IPA dan bahasa Inggris. Rio mendapatkan nilai sempurna di mata pelajaran IPA dan teknologi informasi. Mei unggul di bahasa asing, Rina unggul di seni dan budaya, sedangkan Hana dan Dina unggul di bahasa Indonesia dan ilmu sosial.
Guru-guru mereka datang memberikan apresiasi dan ucapan selamat. Bu Sri berkata dengan penuh bangga. "Aku tahu kalian semua pasti bisa! Semua kerja keras kalian selama ini sudah membuahkan hasil yang indah!"
Pak Hiroshi juga ikut senang. "Selamat ya anak-anak! Terutama untuk Yuki kamu sudah siap untuk melanjutkan studi di Jepang!"
Mereka semua berpelukan dengan penuh kebahagiaan.
Kinta mengambil tangan Yuki dan berkata. "Kamu lihat ya Yuki? Kamu sudah berhasil dengan sangat baik! Sekarang kamu semakin siap untuk menjalani hidup baru di Jepang!"
Yuki menangis bahagia mendengar itu dan menjawab. "Ini semua tidak mungkin terjadi tanpa dukungan dari kamu semua teman-teman ku!"
Malam sebelum acara puncak tahun ajaran, mereka berkumpul di sekolah untuk menghias aula dengan dekorasi yang sudah mereka siapkan. Tema dekorasi adalah "Persahabatan Antar Budaya" dengan kombinasi unsur Indonesia dan Jepang.
Hana dan Dina mulai memasang balon berwarna merah putih di sekeliling aula. Rio memasang sistem pencahayaan yang sudah dia rancang, sementara Rina memasang lukisan-lukisan yang dia buat sendiri tentang budaya Indonesia dan Jepang. Mei dan Yuki memasang dekorasi khas Jepang seperti origami dan lampu kertas, sedangkan Kinta memasang dekorasi khas Indonesia seperti wayang kulit mini dan anyaman bambu. Semua dekorasi digabungkan dengan sangat indah, menciptakan suasana yang meriah dan penuh makna.
Setelah selesai menghias, mereka semua duduk berkeliling di tengah aula yang sudah jadi cantik. Hana membawa makanan ringan yang sudah dia siapkan ada makanan khas Indonesia seperti krupuk dan pastel, juga makanan khas Jepang seperti onigiri dan edamame.
Mereka mulai bercerita tentang kenangan-kenangan mereka selama tiga tahun di SMA.
Rio bercerita. "Saat pertama kali kita membuat klub bahasa dan budaya internasional, aku tidak menyangka akan bisa berkembang seperti sekarang."
Mei menambahkan."Kalau aku, kenangan paling berharga adalah saat kita pergi ke Jerman bareng-bareng. Rasanya seperti kita benar-benar bisa memperkenalkan budaya Indonesia ke luar negeri."
Rina juga bercerita. "Saat pertama kali aku menggambar teman-teman nya, aku hanya berpikir untuk mengabadikan momen. Tapi sekarang gambar-gambar itu sudah jadi kenangan yang sangat berharga."
Kinta kemudian berdiri dan mengambil mikrofon yang ada di aula. "Teman-teman semua, aku ingin bilang terima kasih banyak ya! Kita sudah melalui banyak hal bersama dari suka cita sampai kesusahan. Meskipun nanti Yuki akan pergi jauh ke Jepang, tapi aku yakin persahabatan kita akan tetap kuat!"
Semua orang berdiri dan bersorak senang. Yuki juga berdiri dan berkata. "Aku tidak bisa berkata apa-apa selain terima kasih. Kamu semua adalah orang-orang terpenting dalam hidupku. Aku akan selalu merindukan kamu semua dan pasti akan kembali untuk bertemu lagi!"
Mereka semua menyanyi lagu kesayangan mereka bersama-sama lagu "Persahabatan" yang sudah jadi lagu wajib mereka setiap ada acara khusus. Suara mereka merdu dan penuh emosi bergema di aula yang sudah dihias dengan indah, menandai awal dari acara besar yang akan datang dan juga awal dari babak baru dalam hidup mereka masing-masing.
Kinta adlh your 'taisetsu na hito' mungkin bagi Yuki... pelan2 memori akan terbuka...