AFI seorang gadis yang berusia 21 tahun ,yang masih menduduki bangku perkuliahan yang harus menikah muda karna perjodohan dengan seorang abimana
salah seorang dokter muda ,sifat nya yang dingin ,cuek, dan muka datar nya namun tidak untuk istri nya ,ketika bersama istri nya Abi selalu bersikap lembut ,bawel, dan yang tentunya selalu menyayangi dan mencintai AFI,,,
jangan lupa mampir ke cerita ku ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aini saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 14
"kalau nggak ada yang penting kak rangga bisa keluar dari kamar aku" kata Adena
Rangga tersenyum getir biasa nya gadis itu tidak pernah berkata seketus itu pada nya, Ana yang dia kenal adalah gadis yang lembut saat bersamanya.
"Ana plisss"
"Ana lelah kak, kak Rangga sendiri kan yang bilang, kalo kak Rangga lebih dulu mengenal dia ketimbang kan Ana?"Kata Adena
Ya Rangga sadar dia salah atas ucapan nya itu, dia telah menyakiti perasaan gadis nya.
"pliss ana, ya aku tau aku salah, aku minta maaf" Kata Rangga memohon
"Ana fikir kak Rangga ngerti Ana, ternyata nggak, kak Rangga belum sepenuh nya mengenal ana," kata Ana ketus
Rangga memandang gadis itu yang telah mengeluar kan bulir air mata nya, Rangga pandang mata indah itu.
"Ana benci kak Rangga, ana sakit kak hikk," teriak Ana di depan Rangga
Rangga langsung mendekap tubuh wanita itu, dia tidak marah sama sekali Adena memukul- mukul dada nya melampias kan rasa sakit nya,
"Ana benci kamu kak"kata Ana masih dengan Isak tangis nya ...
"i love you with Al my heart. My girl. I'm sorry for disappointing you" ucap Rangga menenang kan Ana
( aku mencintaimu sepenuh hati ku gadis ku, maaf telah membuat mu kecewa )
"I 'm sorry Ana " kata Rangga kembali "aku bersumpah Ana aku hanya menncintai kamu tidak ada orang lain di hati ini" kata Rangga melepas kan pelukan nya, laki- laki itu menangkup pipi Ana, menatap wanita itu dalam.
"tatap aku sayang ,," ucap Rangga kepada Ana yang tidak ingin menatap nya, rangga menghapus sisa air mata yang keluar dari mata indah wanita nya, "my love has been exhausted on you, so don't think that there' s someone else in this heart" ucap Rangga lalu memeluk Adena kembali
"ehemm" dehem wanita paruh baya yang berdiri di pintu balkon, rangga langsung melepas kan pelukan nya
"maaf ma reflek" kata Rangga yang takut Karin marah, karna sudah memeluk putri semata wayang nya.
"hemmm lain kali kalo mau meluk anak mama, tunggu kalian halal dulu" ucap Karin diiringi candaan nya.
Rangga hanya tersenyum canggung ," secepat nya ma, kalo anak gadis mama sudah maaf kan Rangga" kata Rangga
"Mama pegang ucapan kamu nak" kata Karin "ayo turun papa sudah menunggu kalian gabung untuk makan malam" ucap Karin dan berlalu dari hadapan dua sejoli itu.
Rangga kembali menatap Ana, gadis itu hanya diam bahkan untuk menatap wajah nya pun tidak Sudi.
"Ana butuh waktu kak !" ucap Ana lirih
Rangga mengerti sekarang kalo Ana sebenar nya ingin memaaf kan nya, namun masih ada keraguan di hati gadis itu,
"ya aku tau, kalau begitu ayo turun makan dulu biar kamu nggak sakit" jawab Rangga sambil memperlihat kan senyum nya
"Kakak duluan aja bentar lagi Ana nyusul"
Rangga hanya mengangguk kan kepalanya , dan meninggal kan gadis itu sendiri...
***
"kamu ngerasa aneh nggak sih fi kalo ana itu aneh akhir-akhit ini" tanya gadis itu yang sedang telfonan di teras rumah nya .
rumah yang sederhana. Tidak terlalu kecil, tidak juga besar
"kayak nya sih iya ,lagi ada masalah kali sama kak rangga" balas Afi di seberang sana .
Adiba hanya mengangguk-ngangguk kan kepala nya "tapi ya fi akhir-akhir ini dia juga jarang ngumpul bareng kita" kata Diba
"iya sih , nanti deh aku coba ngomong sama Ana"
BERSAMBUNG...