windu pamungkas adalah seorang pria yang menanggung kutukan akibat kesalahan leluhur nya.
dalam perjalan nya, dia akan menghadapi beberapa tokoh hebat di dunia persilatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopugho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pedang Malaikat
Di sebuah lembah dekat jurang neraka di kaki gunung lawu. Mpu Pancareksa yang sedang membawa pangeran windu pamungkas dan demung pati, berdiri terdiam menatap jurang yang kedalaman nya tidak terukur tersebut. Konon tak satupun pendekar yang berani turun ke dalam jurang tersebut.
Mpu Pancareksa kebingungan mencari orang yang akan ditemui nya sesuai dengan amanat prabu arya pamungkas. Suasana tepi jurang tersebut yang ber hawa lembab dan dingin membuat mpu pancareksa ragu apakah sudah salah dalam melakukan perjalanan. Dalam keraguan mpu pancareksa tiba – tiba dia mendengar suara teguran ber nada halus.
“siapa kisanak dan ada perlu apa kemari,”tutur orang yang belum kelihatan wujud nya itu.
“maaf sebelum nya, saya kemari membawa amanat dari kerajaan jaya dipa” jawab mpu panca reksa.
“apakah ki ageng yang meminta kisanak kemari? “ lagi – lagi suara tanpa ujud itu bertanya,
“benar, tapi sebelum nya bolehkah saya tahu bicara dengan siapa saat ini ? “ tanya mpu pancareksa.
“kisanak tidak perlu tahu, saat ini tinggalkan bocah kecil tersebut di sini, dan untuk bocah yang satu lagi, pelajari kitab yang ada di buntalan itu, latih dia untuk menjadi pendamping bocah pangeran ini nanti nya” ujar suara tak berwujud.
“tapi.... “
Mpu pancareksa ragu meninggalkan pangeran pada orang yang dia tidak tahu wujud nya. Dan mendadak penglihatan mpu pancareksa menjadi buram serta pusing, mpu pancareksa terjatuh tak sadarkan diri. Pada saat itu lah muncul sesosok manusia ber pakaian putih dengan celana hitam serta memegang tongkat kayu yang seperti nya sudah lapuk untuk dijadikan tongkat.
“he he he abdi yang setia, tapi sayang nya belum saat nya kita bertemu pancareksa “ ujar pria tua tersebut.
Dia lalu melangkah mendekati demung pati yang duduk terdiam. Bocah berumur sepuluh tahun itu hanya bisa terdiam tidak mengerti apa yang terjadi.
“bocah bagus, setelah dewasa nanti, kehebatanmu dalam berpikir tiada dua nya, itu karena kamu memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain, kamu akan menjadi pendamping yang cocok dengan pangeran ini, saat nya kamu bersama mpu pancareksa untuk turun dari gunung ini” ujar pria tua tersebut.
Pada saat itu pria tua tersebut mengibaskan tangan nya, dan ajaib nya, mpu pancareksa serta demung pati raib beserta dua buah kitab yang ada di dekat kaki demung pati.
Kemana pergi nya mpu pancareksa dan demung pati ? lantas siapa pria tua tersebut ?
Mpu pancareksa yang belum sadarkan diri dan demung pati ternyata muncul di sebuah pondok di tepi hutan, tapi jauh dari gunung lawu. Setelah sadar mpu pancareksa kebingungan mencari sosok pangeran, pada saat itu dia menemukan sebuah tulisan di sebuah kain.
“pancareksa, untuk saat ini dan seterus nya pangeran windu pamungkas tanggung jawab saya, dan demung pati kau latih lah segala strategi perang pada kitab yang saya tinggalkan tadi, pada saat nya demung pati dan kamu akan menjadi pendamping bagi pangeran menghadapi keras nya dunia persilatan. GUNDALA “
Mpu pancareksa dan demung pati pun berangkatsetelah merasa yakin sudah menitipkan pangeran ke orang yang benar. Mpu panca reksa berjalan menuju arah utara, menuju sebuah bukit yang bernama bukit asam, di bukit ini lah mpu pancareksa mendidik demung pati untuk dipersiapkan sebagai teman perjalanan bagi pangeran windu pamungkas.
Lantas siapa sebenar nya pria tua yang mengaku bernama gundala tersebut. Dia tak lain adalah tokoh yang paling di takuti aliran hitam, yaitu si pedang malaikat, seratus tahun yang lalu, pada saat terjadi perang besar antara aliran hitam dan aliran putih, pedang malaikat tiba – tiba menghilang, akibat nya aliran putih mengalami kekalahan telak dari aliran hitam.
Penyebab hilang nya pedang malaikat masih simpang siur, selain pedang malaikat itu sendiri tidak ada seorang pun yang mengetahui alasan pasti nya. Kini pedang malaikat muncul kembali dengan membawa pangeran windu pamungkas.
***
Lima belas tahun sudah berlalu, waktu terus berjalan. Di sebuah jurang yang dalam tidak seorang pun yang akan mengira hidup dua orang berbeda usia, yang satu pria tua yang memakai baju putih celana hitam dan memegang tongkat dari kayu. Dan yang satu lagi pria muda berusia dua puluh tahun, berwajah tampan, kulit putih dan sepasang alis yang sedikit tebal.
Dua pria ini duduk sambil memakan pangangan ubi, yah, pria tua ini adalah si pedang malaikat, sedangkan pemuda tad adalah windu pamungkas, pangeran dari kerajaan jaya dipa.
“Murid ku windu, sudah lima belas tahun kau di sini, dan semua kepandaian ku pun sudah kau miliki. Saat nya kau ke turun gunung, mendatangi kedua orang tua mu, nanti ada tugas berat yang akan menunggumu, pergunakan ilmu mu secara bijak, ingat, tubuh mu tidak bisa menerima ketika kamu dalam emosi, jadi sebisa mungkin kamu harus meredam semua emosi mu” ujar pedang malaikat.
“ampun guru, mohon murid diberitahu tugas apa yang akan murid tanggung nanti nya”
“huffft, guru harap apa yang akan kau dengar tidak di bantah terlebih dahulu sebelum guru menyelesaikan nya”
“Baik guru”
“Seratus lima belas tahun yang lalu,” ujar si pedang malaikat sambil mengingat kejadian seratus lima belas tahun yang lewat.
ketika akan terjadi perang besar antara aliran hitam dan putih, pedang malaikat kedatangan seorang tamu istimewa, yaitu guru si pedang malaikat, guru si pedang malaikat sekarang berada di dimensi api, pada saat itu gundala dan guru nya sedang mempelajari kelebihan pedang naga langit, tanpa sengaja guru si pedang malaikat memasukkan energi unsur api pada pedang tersebut. pada saat itu muncul sekor naga api raksasa, mereka bertiga bertarung dan guru serta gundala bisa dikalahkan dengan mudah, gundala mengalami luka dalam parah, sedangkan guru nya walau tidak terluka parah tapi sudah tidak bisa melanjutkan pertarungan. Pada saat itu naga api, tersenyum sinis kepada kami dan berkata.
“jangan kalian pikir bisa dengan mudah menguasai pedang tersebut” ujar naga tersebut.
“maafkan kelancangan kami, sebenar nya siapa anda” ujar guru pedang malaikat.
Naga tersebut mendengus yang mengeluarkan asap dari lobang hidung nya. Selanjut nya dia berubah menjadi sosok manusia yaitu pria muda dan tampan.
Gundala dan guru nya hanya diam menyaksikan apa yang akan dilakukan oleh naga itu.
“pedang ini hanya bisa digunakan oleh orang yang memiliki empat unsur naga di tubuh nya” ujar sang naga api.
“tapi selama ini saya memakai nya untuk bertarung” bantah gundala.
“kau memakai nya dalam kedaan kosong gundala, dalam keadaan kosong pedang naga langit tak ubah nya pedang pusaka biasa lain nya, dia jadi kuat karena kau alirkan tenaga dalam yang besar, hal yang bisa memicu pedang naga langit adalah ketika dimasukkan salah satu energi empat naga penguasa ke dalam wadah nya, karena sebenar nya di dalam pedang tersebut ada empat roh naga penguasa yang sedang tertidur”.