(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 15 - Memelukmu
Gian pun menghampiri Hilya yang tengah berbaring di ranjang pasien.
"Apa kamu butuh sesuatu?" Tanya Gian yang masih berdiri di samping tempat tidur pasien.
"Tidak pak, saya mau istirahat saja"
"Baiklah kalau begitu istirahat yang nyenyak, aku akan tidur disofa. jika kamu butuh bantuan panggil saja aku"
Hilya pun hanya menganggukan kepalanya lalu meminjamkan mata dan tertidur. Sama halnya dengan Gian yang berbaring di sofa sambil memejamkan matanya, tak lama Gian pun ikut menyusul Hilya ke alam mimpinya.
Pukul 00.30
"TIDAKKKK..... JANGAN BAWA AKUUUU!!!!"
"PERGIII!!!!!! "
"LEPASKAN LEPASKAN AKUUUU....!!! " Teriakan Hilya terdengar di telinganya Gian, Gian yang terkejut akan teriakan Hilya pun bangun dan menghampirinya.
Terlihat Hilya masih memejamkan matanya, ternyata Hilya hanya mengigau, mungkin dia sedang mimpi buruk, tapi semakin kesini teriakannya semakin kencang.
"TOLONGGGG TOLONGGGG AKUUUU!! "
Gian pun langsung membangunkan Hilya sambil menepuk nepuk pipi gadis itu.
"Hilya Hilya hey bangun... Hilya" Ucap Gian sambil terus menepuk nepuk pipi gadis itu.
"Bagun Hilya, sadarlah ini hanya mimpi buruk" Ucapan Gian membuat Hilya bangun seketika, terlihat keringat dingin bercucuran di dahinya.
"Hah.. Hah... Hah... ini cuma mimpi buruk, syukurlah" Ujar Hilya sambil terengah engah mengatur nafasnya.
"Iya ini hanya mimpi buruk, tenanglah"
Gian terus menenangkan Hilya yang sedari tadi terus terlihat pucat dan berkeringat dingin, setelah dirasa Hilya mulai membaik Gian pun segera bertanya.
"Ada apa Hilya? kau memimpikan apa?"
"Aku memimpikan ada orang yang ingin membawa ku entah kemana, orang itu terlihat sangat menyeramkan. Aku benar benar takut"
"Sudah tenanglah itu hanya bunga tidur, sekarang kembali lanjutkan tidurmu ini masih dini hari"
Ttapi aku tidak bisa tidur, mimpi itu masih terbayang bayang"
"Tidak perlu memikirkan hal itu lagi, aku ada disini aku akan melihatmu sampai kau tidur oke?"
Hilya pun menganggukkan kepalanya, ia berusaha untuk tertidur.
30 menit berlalu tapi ia tetap saja belum terbawa ke alam bawah sadarnya.
Melihat Hilya yang uring uringan Gian pun memberanikan diri untuk berkata
"Apa kau mau kupeluk?"
Hilya pun langsung menoleh ke arah Gian, ia sedikit terkejut dengan pertanyaan Gian. tapi kali ini ia benar benar tidak bisa tidur, hatinya tidak tenang.
"Apa Bapak tidak keberatan?" Tanya Hilya berbicara dengan hati hati.
"Ya, aku tidak keberatan, siapa tau kau memang butuh pelukan untuk menenangkan kegelisahanmu"
Hilya pun terdiam sejenak, lalu mulai membuka suara "Baiklah, tolong bantu aku"
Gian pun langsung naik ke atas tempat tidur pasien, dan berbaring sambil memeluk Hilya dengan lembut seakan akan ia tidak mau menyakitinya.
"Tidurlah, aku akan memelukmu"
DEG
DEG
DEG
Jatung Hilya berdegup sangat kencang saat Gian memeluknya dengan lembut.
Ada apa ini? Ada apa dengan hatiku? Hei hati tolong jangan berlebihan, bagaimana jika dia mendengarnya? .batin Hilya
Kenapa hatiku berdegup dengan kencang saat memeluknya? Hah... Mungkin karna aku sudah lama tidak memeluk seorang wanita jadi aku merasa sedikit gugup. batin Gian
Mereka pun memejamkan matanya dan tidur dengan posisi saling Memeluk. Wangi tubuh Gian seperti menghipnotis indra penciuman hilya, begitu menenangkan batinnya. Ia pun akhirnya tertidur kembali ke alam mimpinya, kali ini ia tidak mimpi buruk justru sebaliknya. Pelukan Gian benar benar membuatnya tenang.
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe