"Aku bersyukur Tuhan mengirim kamu untukku dan Alicia. Terimakasih sudah menerima diriku dan putriku" ~ Adhit
Pertemuan tidak sengaja antara Adhitama dengan Clara membuat mereka saling terikat satu sama lain. Clara yang berharap tidak akan pernah bertemu lagi dengan Adhit, justru takdir mempertemukan mereka kembali.
Clara yang sangat menyayangi Alicia terpaksa menerima lamaran Adhit untuk menjadi istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anugrah Utarie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran Ditolak
Clara sudah bangun dan melihat Alicia masih tertidur nyenyak. Ia pandangi wajah cantik putri Adhitama dan tersenyum hangat. Ia membelai lembut kepala gadis kecil itu dengan perasaan yang tidak bisa ia gambarkan. Karena ia bahagia sekali bisa berlama-lama dengan Alicia.
"Selamat pagi sayang" Clara mengecup kening Alicia saat gadis kecil itu mulai mengerjapkan matanya, setelah tidurnya terusik oleh cahaya matahari yang masuk ke dalam kamar Clara.
"Selamat pagi Bibi, kenapa Bibi bisa ada disini? " tanya Alicia mengusap-usap matanya.
Clara membelai lembut rambut Alicia "Ini kamar Bibi sayang. Semalam kamu menginap di rumah Bibi" Clara segera bangkit dari ranjang.
Alicia menepuk keningnya "Oh iya, aku kan semalam mengantarkan Bibi pulang" Alicia mentap Clara dengan kedua matanya yang berwarna kebiruan sama dengan warna mata Adhitama.
"Ayo sayang, sekarang kamu mandi dulu. Bibi akan ambilkan baju yang bisa kamu pakai ya" Clara segera membereskan ranjangnya.
"Siap Bibi" Alicia segera turun dari ranjang dan menuju kamar mandi. Clara segera turun ke bawah menuju kamar kakanya.
Tok.... tok... tok
"Kak, kak Talita" Clara mengetuk pintu kamar Talita. Talita yang baru saja bangun segera membukakan pintu untuk adiknya.
"Iya, ada apa dek?" Talita kembali masuk ke dalam dan Clara mengikuti kakaknya masuk.
"Baju Adelia ada yang besar tidak kak? Untuk dipakai Alicia" bisiknya pelan karena takut membangunkan Adelia dan Gilang yang masih tidur.
"Ada kok, tunggu sebentar kakak ambilkan" Talita segera menuju ruang ganti untuk mengambil pakaian yang diminta adiknya.
"Ini" Talita menyerahkan satu set pakaian kepada adiknya.
Cup
Clara mencium pipi Talita "Makasih kak" lalu segera pergi meninggalkan kamar kakaknya. Talita geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya.
"Alicia sudah selesai mandi rupanya" ucap Clara saat sudah berada di kamarnya dan mendapati Alicia sudah keluar dari kamar mandi. "Sini sayang, Bibi keringkan rambutnya" Clara segera menghampiri Alicia dan mengusap-usap rambut panjang itu dengan handuk. Kemudian Clara segera memakaikan pakaian Alicia dan menaburkan bedak bayi ke wajah gadis kecil itu.
"Sudah selesai sayang, anak Bibi sudah cantik" Clara mencium gemas pipi Alicia.
"Kamu tunggu disini ya, Bibi mau mandi dulu" Clara segera berdiri dan berjalan ke kamar mandi. Kemudian ia segera masuk untuk menyelesaikan kegiatannya di dalam sana. Setelah selesai ia segera keluar dan memakai pakaiannya.
"Pagi Ma" sapa Clara pada Mama Vania saat sudah berada di ruang makan.
"Iya sayang, Mama mau memanggil Papamu dulu" Mama Vania segera beranjak dari ruang makan.
Semua orang sudah berada di meja makan untuk sarapan "Loh nak Adhit mana? Apa dia belum bangun?" tanya Papa Abi pada istrinya.
"Sepertinya belum Mas, semalam dia kan tidurnya sudah lewat tengah malam" Mama Vania menjawab pertanyaan suaminya.
"Clara, kamu lihat nak Adhit ke kamar tamu sayang" perintah Papa Abi pada putrinya.
(Ya ampun, kenapa harus aku yang membangunkan manusia menyebalkan itu?) gumamnya dalam hati. Kemudian segera berdiri dan menuju kamar tamu.
Tok... tok
"Adhit bangun, sudah siang" Clara mengetuk pintu kamar tamu, namun tidak ada jawaban.
Ceklek
Clara akhirnya terpaksa masuk ke dalam dan mendapati Adhit masih tertidur pulas "Astaga, dia masih tidur. Memangnya semalam dia tidur jam berapa?"
Kemudian ia segera menghampiri ranjang untuk membangunkan Adhit. Clara menggoyang-goyang tubuh Adhit, tapi dia malah merubah posisi tidurnya.
Clara menepuk keningnya "Aku lupa, kalau dia susah sekali dibangunkan" ia segera mendekat pada Adhit dan melakukan cara yang sama sewaktu ia membangunkan Adhit ketika di kantor. Clara memencet hidung Adhit dengan jarinya. Cara itu berhasil, Adhit segera membuka matanya dan langsung menoleh ke arah Clara. Jarak diantara mereka sangat dekat.
"Astaga Clara, kenapa kamu sangat menyebalkan? Kamu selalu membangunkanku dengan cara seperti itu" Adhit langsung kesal karena ulah Clara.
"Salah sendiri, kenapa susah sekali dibangunkan?" Clara mengomeli Adhit.
"Cepat sana mandi, semua orang sudah menunggumu untuk sarapan! " setelah mengomeli Adhit, Clara segera meninggalkan Adhit sendirian.
Adhit langsung tertawa melihat tingkah Clara, kemudian segera bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Dek, ini berikan pada Adhit" Talita memberikan satu stel pakaian pada adiknya, saat Clara baru saja keluar dari kamar tamu.
"Kak" raut wajahnya berubah cemberut.
"Sudah sana, Alicia sudah selesai makan tadi bareng Adelia. Jadi kamu urus Ayahnya saja" Talita menggoda adiknya.
"Ihh kakak, aku kan bukan istrinya" Clara semakin memanyunkan bibirnya.
"Cepat saja, nanti kalian terlambat ke kantor!" perintah Talita pada adiknya. Dengan wajah cemberut ia kembali masuk ke dalam kamar yang ditempati Adhitama semalam.
"Arghhh" Clara langsung membalikkan tubuhnya saat melihat Adhit baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk sebatas pinggang dan sedang mengusap rambutnya dengan handuk ditangannya.
(Astaga, kenapa dia seksi sekali kalau seperti itu?) jantung Clara masih berdetak kencang seperti habis berlari.
"His, apa yang aku pikirkan? " Clara memukul kepalanya pelan.
"Aham, sedang apa?" Adhit berdiri tepat di belakang Clara dan membuat wanita itu terperanjat kaget.
Clara yang kaget karena mendengar suara Adhit langsung berbalik, namun karena posisi kakinya yang tidak seimbang sehingga dia hampir jatuh. Dengan sigap Adhit menangkap tubuh Clara. Otomatis Clara langsung mencengkram lengan kekar Adhitama. Setelah sadar dengan posisi mereka saat ini, Clara langsung menjauhkan tubuhnya dari tubuh Adhitama.
"Ahmm terimakasih, ini pakaian untukmu" Clara memberikan satu stel pakaian yang ia bawa tadi dan segera berlari keluar kamar dengan wajah merona karena malu.
Adhit langsung berpakaian dan segera ke luar dari kamar menuju ruang makan. Disana hanya ada Clara yang sedang menikmati sarapannya, karena yang lainnya sudah selesai sarapan. Adhit duduk di sebelah Clara dan mengambil makanannya. Mereka sarapan dalam diam, tidak ada pembicaraan diantara mereka.
Selesai sarapan dan membereskan meja makan, Clara segera menyusul Adhit dan yang lainnya ke ruang tengah.
"Alicia biar tinggal disini dulu bersama kakak, supaya Adelia ada temannya. Nanti pulang dari kantor kamu jemput ke sini" Talita meminta izin Adhitama.
"Apa tidak merepotkan nantinya kak?" tanya Adhit sungkan.
"Tidak Daddy, aku tidak akan merepotkan Bibi Talita" jawab Alicia polos.
Seketika semua orang langsung tertawa mendengar celotehan Alicia.
"Ya ampun sayang, kamu ini ada-ada saja" Adhit mengacak-acak rambut anaknya gemas.
"Papa sudah berangkat ya ma?" tanya Clara karena sudah tidak melihat keberadaan Papa nya.
Mama Vania menoleh pada anaknya "sudah sayang, Papa sudah berangkat dari tadi" jawab Mama Vania pada putrinya.
"Baiklah, kalau gitu aku berangkat dulu ya" Clara mencium pipi Mama dan kakaknya.
"Sayang Bibi berangkat dulu ya" Clara berpamitan pada Alicia dan ponakannya kemudian mencium pipi keduanya.
Adhit berpamitan pada Talita dan Vania "Bibi, kakak, saya berangkat dulu. Saya titip Alicia" kemudian beralih kepada kedua bocah yang ada disamping Talita.
"Sayang Daddy pergi dulu ya, kamu jangan nakal! " Adhit mencium puncak kepala anaknya.
"Siap Daddy" Alicia menganggukkan kepalanya.
Kemudian Adhit mencium puncak kepala Adelia "Paman pergi dulu cantik" yang dijawab senyuman oleh Adelia.
Saat Adhit baru masuk ke dalam mobil, ia langsung di omeli oleh Clara "Kenapa lama sekali, kalau aku terlambat bagaimana? Nanti aku akan dimarahi."
Adhit melirik Clara yang masih terus mengomel "Siapa yang akan memarahimu?"
"Tentu saja Direktur galak" jawabnya ketus.
Adhit sedikit jengkel mendengar jawaban Clara "Direkturnya siapa?" Adhit menatap tajam ke arah Clara.
Seketika Clara menoleh dan melihat Adhit yang sedang menatap tajam ke arahnya (Astaga Direkturnya kan ada bersamaku) Clara langsung merapatkan bibirnya. Dia tidak lagi mengeluarkan sepatah kata apapun. Kemudian segera mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
Adhit segera melajukan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Clara menuju kantornya.
"Aku turun disini saja, tidak enak dilihat yang lain kalau tau aku berangkat ke kantor bersama denganmu! " Clara tiba-tiba meminta Adhit menghentikan mobilnya. Adhit segera menghentikan mobilnya.
"Memangnya kenapa kalau kamu pergi denganku? Kamu juga akan menjadi istriku!" jawaban Adhit membuat Clara melototkan matanya.
"Maksud kamu apa?" tanya Clara bingung.
"Maukah kamu menjadi istriku, menjadi ibu untuk Alicia" Adhit langsung melamar Clara di dalam mobil.
Clara kaget mendapat lamaran yang begitu tiba-tiba, ia hanya diam dan langsung turun dari mobil meninggalkan Adhit tanpa sepatah katapun.
"Apa aku baru saja di tolak?" Adhit tertunduk lesu kemudian kembali melajukan mobilnya.
Sementara Clara berjalan masuk ke dalam kantor dengan perasaan campur aduk. Ia bingung dan tidak tau harus berbuat apa. Dia langsung naik ke ruangannya dan segera mendaratkan tubuhnya di kursi. Tatapannya kosong, pikirannya melayang-layang entah kemana. Ia jadi tidak fokus untuk bekerja.
"Hei" Agni menepuk pundak Clara sehingga gadis itu langsung kaget dibuatnya.
"Ya ampun Agni, jangan mengagetkanku seperti itu! " Clara menatap sahabatnya kesal.
"Kamu sih, pagi-pagi sudah melamun. Memangnya kamu mikirin apa? " tanya Agni pada sahabatnya.
"Aku dilamar" jawabnya singkat. Namun jawaban Clara membuat Agni membulatkan matanya.
"Apa? Kamu dilamar! Siapa orangnya?" Agni sangat shock mendengar jawaban Clara.
Clara hanya diam, ia belum siap mengatakannya pada Agni "Sudah sana balik ke mejamu, nanti kena marah" Clara mengusir Agni dari hadapannya.
"Clara jawab dulu, siapa yang melamarmu?" ucap Agni setengah berteriak.
Semua orang di ruangan itu langsung melihat ke arah Clara akibat ulah Agni.
"Agnii..., bisa diam tidak! Atau mau ku sumpal mulutmu pakai tisu ini" Clara menatap tajam sahabatnya itu. Agni langsung bungkam dan berlari ke mejanya. Ia tau saat ini Clara dalam mode yang tidak bisa dibawa bercanda. Kalau dia masih nekat, dia akan menerima ledakan amarah dari seorang Claretta.
sudah 2x loh kyk gitu kasian kan Alicia ny thor