Bim kecewa berat, istri yang dikasihi selingkuh dengan sahabatnya sendiri.
Disaat Bim kecewa berat, ia hampir saja terjerumus pada minuman keras. Disaat yang tepat, Bim bertemu dengan Nana yang ternyata gadis cantik berwajah oriental, yang ketika kecil, suka ia ganggu karena terpesona dengan kecantikannya.
Bim tidak perduli dengan kelamnya kehidupan Nana. Cinta yang dulu pernah singgah di hatinya, akan Bim raih kembali walau Nana ragu dengan kesungguhannya.
Bim harus berjuang sekuat tenaga untuk memulihkan kepercayaan dan kesungguhan cintanya terhadap Nana.
Apakah Nana menerima cinta Bim? Apakah Nana bisa bangkit dari keterpurukannya?
untuk endingnya seperti apa, baca saja keseruannya ..
Jangan lupa ya, kasih dukungan agar saya semangat untuk menulis novel berikutnya.
Saya menunggu komentar dan saran yang membangun untuk meningkatkan kualitas tulisan novel saya di kemudian hari.
terima kasih kakak- kakak yang sudah mampir😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SINUH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Nana Yang telah membuat bathinnya tenang
Semua yang melihat adegan yang begitu syahdu terharu biru, air mata kebahagiaan bukan saja menetes di pipi Nana juga di pipi mbok Nah, mamah juga yang lainnya yang menyaksikan adegan itu.
" Mari kita rayakan kebahagiaan ini," setelah semua memberi selamat Bim mengajak untuk pergi ke sebuah hotel di kawasan Sudirman. Semua sibuk untuk menyiapkan diri.
"Suasana romantis, dengan iringan biola, telah dipersiapkan Bim di sebuah ruangan yang diperuntukan 15 orang di sebuah hotel mewah. Nana merasa seperti bak ratu disambut dengan buket warna pink dirangkai begitu indahnya.
"Selamat datang ibu dan bapak, silahkan masuk," gadis gadis cantik telah dipersiapkan pihak hotel untuk menyambut mereka.
Sebuah lagu Diana Rose yang berjudul "When you tell me that you love me" mengalun dari sebuah biola sehingga susana keromantisan nya semakin terasa.
Nana merasa bak di negri dongeng menerima semua ini dari seorang laki laki yang sejak kecil memang sudah mencintainya dan kini cinta itu benar benar diwujudkan dalam bentuk yang nyata.
Tiba tiba dari balik gorden ada yang menyanyikan lagu "aku makin cinta" diiringi biola sehingga menambah keromantisan lagu itu. Penyanyi yang bersembunyi dari balik gorden tiba tiba hadir di ruangan yang ternyata penyanyi aslinya Vina Panduwinata yang sejak lama Nana idolakan.
Air mata kebahagiaan Nana lepas ketika Vina mendekatinya dan menciumnya. Lalu Nana diajak jalan dari satu meja kemeja lain oleh Vina sambil memberi cium kehangatan pada sanak saudara dan karyawan yang memberi selamat padanya.
Setelah 3 lagu yang di bawakan Vina selesai, mereka pun menikmati makan berat yang baru saja di hidangkan di meja masing masing
"Mama, sekarang sudah resmi jadi mama Muti ya pa?" tanya Muti di sela sela mereka makan. Nana tersenyum mendengar celoteh polos dari Muti.
" Belum sayang, papa harus menikah dihadapan penghulu dulu," Bim menjelaskan
"Kenapa tidak langsung bawa penghulunya pa, biar Mama jadi mama aku sesungguhnya," protes Muti
"Tidak semudah itu sayang, papa harus lapor dulu pada RT, RW, kelurahan...
panjang urusannya sayang," dengan sabar Bim tetap menjelaskan sambil menghabiskan makanan di mulutnya.
"Oh begitu ya, kalau begitu, besok biar pak supir, Muti suruh buat mengurus surat suratnya ya, Pa," Muti memberi ide. Bim terkekeh.
" Coba tanya sama mama Nana, setuju tidak?" Nana yang sedang menikmati makanan di depannya jadi gugup dan tak sengaja, garpu yang dipegangnya terlepas dan jatuh di lantai.
"Kalau mama tergantung Papa saja sayang, jika Papa sudah siap menikahi mama, pasti mama terima," jawab Nana lugas.
" Tuh Pa, semua tergantung papa kan," bela Muti
"Karena mama menyerahkan semuanya pada papa, oke kalau begitu, besok papa akan mengurus surat suratnya. Biar nanti orang kantor yang
papa delegasikan," Bim akhirnya menyerah kalah karena desakan dari Muti. Jika bukan anak anak yang meminta, Bim pasti mengukur ulur waktu untuk mencari waktu yang tepat, karena di kantor pekerjaan sedang banyak banyaknya.
"Kang Bim, terima kasih untuk semuanya ya," kata Nana setelah sampai rumah.
" Akang juga mau ucapkan terima kasih sama neng, karena mau menerima cinta akang yang sudah bertahun tahun dipendam," balas Bimbim.
" Mungkin baru kali ini Allah mempersatukan kita ya kang." Bim mengangguk setuju.
Tak lama azan Isya sayup sayup terdengar.
"Hayu kang kita jamah sama yang lain," pinta Nana. Bim mengangguk setuju. Bim ingin memiliki wanita yang bisa membuat bathinnya nyaman dan Nana telah mengajaknya bisa bermunajat pada Allah yang membuat hatinya jadi tentram.
cuss baca jan lupa tinggalkan jejaak🤗
tkn prfil aq aja yaa😍
vielen danke😘
seeruuu nih ... semangat kak😊
saling menjejak kita yak💪😊
Mmpir balik ya, biar aki rajin datang kesini. Semangat!!
Hai kak, aku dah mampir. Ditunggu feedback nya ke ceritaku yg judulnya "If You Hate Me So" ya 💖 Terus semangat berkarya💖
semangat terus buat up lagi 😍
owwh ya udah aku tambah ke favorit biar bisa bekerjasama.
mampir juga kak
salam I LIKE ROSE