"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "
Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau
Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.
Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14. Dapat genderuwo
Sudah biasa mencari tahu apa yang telah terjadi sehingga saat ini Arya bergerak cepat dari atap rumah ke atap rumah yang lain, bahkan Yasmin dan juga Jenderal perang itu begitu kesulitan sekali untuk mengikuti pergerakan Pangeran ular yang saat ini memang sangat lincah dan tidak bisa untuk mereka kendalikan seperti dulu.
Jadi Xiela dan juga Yasmin hanya mengikuti dari belakang tanpa harus mendekat lebih lagi karena dia tidak memiliki kemampuan untuk bertahan sampai sejauh ini, bisa melihat keadaan sekitar dengan seksama saja sudah sangat luar biasa sehingga Yasmin terus memanjat pohon kelapa yang ada di dekat sana karena dia penasaran sesuatu yang tadi tak sengaja ia lihat.
Yasmin seperti melihat pergerakan sesuatu di balik rumput ilalang itu sehingga dia penasaran dan ingin melihat saja dari atas, selain ingin melihat pergerakan tersebut maka dia juga sangat haus sekali sehingga memutuskan untuk mengambil kelapa muda karena makanan Dewi salju itu adalah kelapa muda seperti ini.
Sekalian karena dia merasa lelah sekali bekerja keras dengan Arya, Sebelumnya dia juga sudah pernah bekerja sama dengan pangeran ular namun tidak selelah ini karena Pangeran ular itu dulu menekan kekuatan yang ada di dalam diri dan hanya mengikuti apa yang telah diperintah oleh Purnama saja saat sedang mencari mangsa.
Namun sekarang dia sudah berubah dan mengikuti naluri yang ada di dalam diri sehingga para member kesulitan untuk mengikuti kemana langkah dia, sama seperti sekarang dan bahkan Jenderal perang itu harus tertinggal beberapa meter dari lokasi Arya berada dan membuat dia mengeluh beberapa kali agar bisa menyusul.
''Aku lelah sekali, Aaaaah enak aku minum air kelapa.'' Yasmin duduk santai.
''Yas! kita masih mau mengejar dia dan sekarang kau malah santai saja di atas pohon seperti ini.'' Xiela berkacak pinggang.
''Aku lelah dan tidak sanggup untuk mengejar dia jadi lebih baik kita istirahat dan memantau keadaan sekitar.'' jawab Yasmin.
''Aku juga tidak menyangka kalau Arya Sekarang bisa sangat lincah seperti itu.'' Xiela ikut heran.
''Biarkan saja dia sibuk mencari sendiri dan kita mencari pada bagian sini.'' Yasmin berusaha mengelak saat diajak untuk mengikuti Arya.
''Oke lah, Aku juga mau minum air kelapa itu kalau kau mengajak aku duduk sini.'' Jenderal perang tertarik dengan ajakan Dewi salju tersebut.
''Tadi saat melintas arah sana aku melihat pergerakan yang tidak biasa dari arah rumput ilalang itu.'' Yasmin menunjuk arah selatan.
''Menurut kabar yang aku dengar pelaku ini bergerak pada malam bulan purnama, seperti kejadian Purnama berdarah di masa itu.'' kenang Xiela.
Mereka memang pernah menangani sebuah kasus yang di namakan sebagai Purnama berdarah karena pelaku berjalan ketika malam bulan purnama untuk mencari korban, ini malah berjalan kembali seperti dulu karena menurut kabar yang telah didengar oleh mereka, pelaku tersebut bergerak di malam bulan purnama untuk mencari korban dan mengambil bagian kepala.
''Malam bulan purnama memang memiliki kekuatan yang tidak biasa.'' Yasmin berkata pelan.
''Segala sumber kekuatan dan para iblis memang suka bergerak di malam bulan purnama seperti itu.'' Xiela juga setuju.
''Ini kalau menurut aku memang orang yang sedang menimba ilmu sehingga dia membutuhkan korban di malam bulan purnama.'' tebak Yasmin.
''Betul juga, untuk pesugihan Maka sangat sulit sekali karena tidak mungkin juga tumbal mereka butuhkan setiap malam bulan purnama.'' ujar Jenderal perang.
''Para manusia jelas tidak sanggup bila mereka harus mencari tumbal setiap bulan seperti itu, pesugihan juga tidak geragas banget lah.'' sambung dewi salju sembari meminum air kelapa muda.
Xiela tidak menjawab ucapan Yasmin barusan karena dia melihat sesuatu dibalik pohon Kapuk besar, maka dia bergerak perlahan di atas pohon kelapa itu untuk menyembunyikan diri agar mangsa tidak melihat keberadaan mereka berdua di sini, bila pengintaian seperti ini maka harus dilakukan secara detail agar mereka tidak di ketahui lawan lebih dulu.
''Kau lihat itu?'' Xiela menoleh pada Yasmin yang tadi masih duduk di belakang dia.
''Eh sialan, Ke mana dia pergi?!'' Jenderal perang kaget karena Yasmin sudah tidak ada di belakang dia lagi.
''Cepat sekali dia bergerak mendekati itu, Padahal tadi aku kira dia sama sekali tidak tahu.'' rutuk Xiela sembari bergerak cepat.
Yasmin memang sudah bergerak terlebih dahulu untuk mendekati bayangan yang ada di balik pohon Kapuk itu, sebab sejak tadi dia merasakan sesuatu yang berbeda dan baru sekarang berani mendekat untuk melihat lebih jelas dan menantang apakah sosok tersebut adalah pencuri kepala yang telah di bicarakan oleh para warga sini.
''Siapa kau?!'' Yasmin menodongkan pedang es berbentuk kristal yang memiliki Gemerincing.
''Ak... aku genderuwo sini.'' makhluk tinggi besar itu kaget karena mendadak saja langsung mendapat todongan seperti itu.
''Jangan banyak tingkah atau leher kau akan putus ku tebas menggunakan pedang ini!'' ancam Yasmin.
''Tidak, kau tanya saja apa yang ingin kau tahu karena aku tidak memiliki niat buruk.'' genderuwo itu terlihat pasrah saja.
''Bagaimana pula kami percaya bahwa kau tidak memiliki niat buruk, sedangkan wajah kau saja terlihat buruk seperti itu.'' celetuk Xiela.
''Astaga tajam nya!'' genderuwo merasa sedih mendengar ucapan yang keluar dari mulut gadis cantik itu.
''Eh pedas juga mulut kau ketika menghina setan lain!'' Yasmin menoleh kepada Jenderal perang.
''Lah kan bener yang aku katakan saat ini, dia saja bentuknya sangat seram dan buruk rupa sehingga mana mungkin orang akan percaya bahwa dia adalah genderuwo yang baik.'' jelas Xiela sambil menunjuk wajah genderuwo itu.
Yasmin ingin tertawa namun dia berusaha keras untuk menahan agar genderuwo ini tidak semakin sakit hati atas ucapan yang keluar dari mulut mereka berdua, sebab Yasmin masih ingin banyak bertanya kepada dia sebagai penghuni pohon Kapuk itu, sudah pasti genderuwo ini tahu banyak tentang daerah sekitar dan kemungkinan besar dia juga mengetahui tentang iblis kepala.
''Tidak usah dengarkan ucapan dia, kita akan terlihat bagus di mata orang yang tepat.'' Yasmin berusaha untuk menghibur.
''Aku sangat terharu karena kau selain cantik Maka sangat halus sekali ketika berbicara.'' genderuwo itu menatap Yasmin dengan pandangan sangat kagum.
''Weh alamat jatuh cinta ini dengan pacar Dewa iblis.'' gumam Xiela.
Melihat dari gelagat genderuwo itu saja maka Jenderal perang sudah bisa menebak bahwa dia pasti akan jatuh cinta kepada Dewi salju, berani dia jatuh cinta kepada Yasmin maka sama saja akan menentang Dewa iblis dan kemungkinan peperangan akan terjadi ketika nanti hubungan mereka semakin larut.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
aku menanti si Iis kena banting sm mba pur😏