NovelToon NovelToon
Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Pengkhianatan / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:31.7k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Kania harus mengalami malam tergelap dalam hidupnya, ia direnggut kehormatannya dan kehilangan harga dirinya. ‎Ketika kebenaran terungkap, orang-orang yang seharusnya menjadi tempat perlindungannya justru menjadi hakim yang paling kejam.

‎Tunangannya, Haris, langsung memutuskan pertunangan mereka, menganggap Kania sudah kotor dan tak layak lagi bersanding dengannya. Bahkan ayah kandungnya sendiri membuangnya, menyebutnya telah mencoreng nama baik keluarga.

‎Tanpa dukungan siapa pun, Kania terhempas ke jalanan, hingga seseorang mengulurkan tangan dan membantunya untuk bangkit dari keterpurukan.

‎Kini, ia kembali bukan lagi sebagai wanita lemah yang diusir, melainkan sebagai sosok yang berani menantang takdir.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

‎Di ruang tengah yang hangat dan nyaman, Luna duduk bersandar santai di sofa empuk, jari-jarinya sesekali memutar-mutar ujung rambutnya. Di sebelahnya, Nyonya Melani menyesap kopi sambil menatap layar televisi dengan tenang.

‎‎"Mama sudah menyuruh orang-orang Mama untuk mengurus Bian," ucap Nyonya Melani pelan tanpa menoleh. "Sekarang kamu bisa tenang, Sayang. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi."

‎‎Luna mengangguk lemah, mencoba tersenyum. Namun saat ia hendak menjawab, berita utama tiba-tiba berganti, suara penyiar terdengar serius dan tegas.

‎‎"Kabar duka datang dari jalan pegunungan pinggiran kota. Sebuah mobil diketahui kehilangan kendali, menabrak pembatas jalan, dan jatuh ke dalam jurang yang dalam. Tim penyelamat menemukan sejumlah barang pribadi di lokasi kejadian, namun hingga kini belum ditemukan jenazah pengemudinya. Berdasarkan identitas yang ditemukan, pengemudi diduga bernama Bian Pratama..."

‎‎Rasa takut yang sempat menyelimuti hati Luna perlahan berubah menjadi senyum tipis yang lega. Ia menatap layar televisi yang kini menampilkan gambar asap mengepul di dasar jurang, dan rasa bersalah yang sempat muncul seketika lenyap digantikan rasa puas. Bian sudah tidak ada. Ancaman itu sudah hilang selamanya. Tidak ada lagi yang bisa merusak pertunangannya, tidak ada lagi yang bisa mengambil apa yang sudah ia genggam erat.

‎‎"Kamu pantas mendapatkannya Bian," gumamnya pelan, matanya berkilau penuh kelegaan. "Tidak ada yang berani menggangguku lagi sekarang."

‎‎Namun tiba-tiba, dering ponsel Nyonya Melani memecah keheningan. Wanita itu meraihnya dari atas meja dengan tenang dan menekan tombol jawab, menempelkan benda pipih itu di telinganya.

‎‎"Apa maksudmu?" suaranya rendah namun penuh amarah yang tertahan setelah mendengar informasi dari seberang sana. "Gagal? Bagaimana bisa gagal?"

‎‎Dari seberang telepon terdengar suara gemetar. "Maaf, Nyonya. Saat kami hendak melaksanakan tugas, tiba-tiba beberapa kendaraan tak dikenal memotong jalan dan menghalangi laju kami. Kami terjebak macet sesaat... dan saat kami bisa melanjutkan perjalanan, jejak mobilnya sudah hilang tak berbekas. Kecelakaan itu... bukan perbuatan kami."

‎‎Nyonya Melani mencengkeram ponselnya kuat, lalu membentak kasar. "Bodoh! Kalian semua tidak berguna! Tidak bisa mengurus hal sepele!"

‎‎Ia menutup sambungan telepon dengan kasar, napasnya memburu menahan kekesalan. Namun perlahan, senyum sinis kembali terukir di bibirnya. Ia menoleh ke arah Luna yang menatapnya bingung.

‎‎"Ada apa, Ma?" tanya Luna penasaran sekaligus panik.

‎‎"Mereka gagal. Tapi biarlah," jawabnya dingin namun penuh kepuasan. "Siapa pun yang melakukannya, hasilnya tetap sama. Bian sudah tewas di jurang itu. Tidak ada lagi yang bisa mengancam kamu, Sayang."

‎‎Luna menghela napas panjang, rasa lega kembali memenuhi dadanya. Ia tak peduli siapa yang sebenarnya melakukannya. Yang penting ancaman itu sudah hilang. Sekarang tak ada satu pun hal yang kini bisa mengganggu rencananya.

‎‎-

‎-

‎-

‎‎Di dalam ruangan yang gelap dan lembap, hanya disinari satu bohlam lampu kuning yang bergoyang pelan menciptakan bayangan menakutkan di dinding batu. Bian terbaring di lantai beton yang dingin, tangannya diikat erat ke belakang punggung dengan tali tambang yang kasar. Ia terus bergerak kesana kemari, mencoba menggesekkan ikatan ke sudut tembok kasar, berusaha sekuat tenaga untuk melonggarkan simpulnya. Namun semakin ia meronta, semakin erat tali itu menekan kulitnya hingga terasa nyeri dan mati rasa. Napasnya memburu, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.

‎‎"Siapa sebenarnya kalian?! Lepaskan aku!" teriaknya parau, suaranya hanya memantul kosong dari dinding ke dinding.

‎‎Tiba-tiba, suara kunci berputar terdengar dari balik pintu besi yang berat. Pintu itu terbuka perlahan, berderit panjang. Cahaya terang dari luar menyusup masuk, membuat Bian menyipitkan mata.

‎‎Di ambang pintu, berdiri sosok pria yang berdiri tegap, menaungi cahaya di belakangnya seolah bayangan yang hidup. Ia mengenakan setelan jas hitam, wajahnya dingin tanpa ekspresi, matanya setajam mata elang yang sedang menatap mangsa. Di kanan dan kirinya berdiri dua pengawal bertubuh kekar yang menunduk hormat.

‎‎Ia melangkah masuk perlahan, sepatunya menginjak lantai beton dengan suara yang berirama dan mengancam. Langkah itu seolah memiliki kekuatan untuk membekukan darah siapa pun yang mendengarnya. Ia berhenti tak jauh dari Bian, menatap pria itu dari atas ke bawah dengan tatapan merendahkan, seolah melihat sampah yang tak layak disentuh.

‎‎Bian tertegun, rasa takut yang jauh lebih besar dari sebelumnya menyergapnya.

‎‎"Si-siapa kamu?! Kenapa kamu menculik dan mengurungku di sini?!"

‎‎Salah satu pengawal segera melangkah maju, meletakkan kursi kayu tepat di hadapan Bian. Victor duduk perlahan, melipat satu kakinya di atas kaki yang lain, menatap Bian dengan tatapan tenang.

‎‎Bian menelan ludah susah payah, keringat dingin menetes di pelipisnya. Ia mencoba mengatur napas yang kacau, lalu melontarkan pertanyaan dengan suara gemetar penuh keputusasaan.

‎‎"Apa... apa yang kau inginkan dariku? Apakah kamu datang untuk mengambil nyawaku?"

‎‎Victor diam sejenak, lalu menjawab dengan nada datar dan dingin, "Aku tidak butuh nyawamu untuk saat ini. Nyawamu terlalu murah untuk menjadi tujuanku."

‎‎Ia mencondongkan tubuh sedikit ke depan, sorot matanya menajam menembus ke dalam jiwa Bian. "Sebaliknya, aku datang untuk menawarkan sesuatu yang jauh lebih berharga. Kerjasama dan perlindungan mutlak."

‎‎Bian terbelalak tak percaya, "Kerjasama? Perlindungan? Apa maksudmu? Aku bahkan tidak mengenalmu, lalu kenapa aku harus percaya padamu?"

‎‎"Kamu tidak perlu mengenalku untuk tahu bahwa aku adalah satu-satunya alasan kamu masih bernapas saat ini. Dan kamu tidak akan mendapatkan pilihan lain." ucap Victor, suaranya tetap rendah namun membawa tekanan yang tak terbantahkan.

‎‎Ia menatap tajam tepat ke manik mata Bian, menekankan setiap kata dengan tegas. "Mulai detik ini, kamu adalah orangku. Apa pun yang kamu tahu, semua itu sekarang menjadi milikku. Jika kamu berani memberontak, lehermu akan aku putuskan malam ini juga."

‎‎Bian ternganga, rasa takut bercampur bingung membuatnya tak mampu berbicara. Ia tahu betul bahwa menolak sama saja dengan menandatangani surat kematiannya sendiri. Di hadapan sosok ini, ia tak punya kuasa sedikit pun.

-

-

-

Bersambung...

1
W I 2 K
terimakasih so much kk author... ending yg manis... kayak aku 🤣🤣😍😍
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih kembali kakak /Kiss//Kiss//Kiss/
total 1 replies
MamDeyh
Loveee sekebon kakkkk
🔥Violetta🔥: /Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
total 1 replies
Elina thea
selamat berbahagia kania_victor,jangan lupa ngadon biar ada tambahan keluarga baru....
🔥Violetta🔥: Terimakasih kakak sudah mengikuti cerita ini sampai akhir 😁🙏
total 1 replies
Elina thea
betapa beruntungnya si luna...di saat terpuruk pak aryan sebagai ayah slalu ada di sampingnya,kasian Kania.....
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
tau² udh end aja thor pengen liat victor & kania junior 🤭 sumpah cerita nya bagus i like it thor 🥰
semangat trs untuk karya² selanjutnya kk 😘
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak 😁🙏
total 1 replies
Rizky Manik
terimakasih sudah menyajikan karya yg luar biasa thor
kamu dan karyamu sangat keren🥰🥰
peluk jauh🤗
teruslah berkarya thor💪🏼
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak /Drool//Drool//Drool/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
terima kasih atas karya luar biasanya kaka..tetap smangat untuk lanjut karya selanjutnyaaa/Kiss//Kiss/
🔥Violetta🔥: Terimakasih banyak kakak sudah mengikuti cerita ini sampai akhir 😁🙏
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mereka akhirbya saling menerima keadaan🥹
🔥Violetta🔥: Ya.. mau gimanaa lagi 🤭🤭🤭
total 1 replies
Manis
bulan depan apa Minggu depan nih, paragraf sebelumnya bulan depan
🔥Violetta🔥: Makasih kak udah bantu koreksi... tandai aja kalau ada typo nanti aku revisi 😁🙏
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
siap untuk kondangan
W I 2 K: cosplay jaelangkung dong 🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
W I 2 K
diperkaos y lun..... kasiannnnnnnnn, kehormatan diblas keHormatan dibayar TUNAI !!!!!!!
〈⎳ FT. Zira
andai semua tindakann salah bisa selesai dengan satu kata, menyesal.. damailah indonesia ini🤧🤧🤧
Rizky Manik
sebenarnya aku kesal sama ayah Aryan ini, cuman kita juga harus ngerti posisi ayah Aryan, cuman Luna yg dia punya saat ini. dia cuman ingin berusaha menjaga keluarga yg tersisa agar tak terlalu menyesal
kymlove...
udah di perkosa rame2 tetap dimaafin dan gak di usir kayak kania dulu, fiks sih.. bapak blo'on matii aja kau!!
Lee Mba Young
Kita lihat bakal di usir gk di Luna itu. kl gk berarti pak Aryan cm sayang ma Luna gk sayang ma Kania.
Lee Mba Young
di perkaos pasti Luna. tp Wes gk perawan kn dia.
zahrahaifa
pasti abis diperkaos.... rasain....1 sama....kita liat pemirsah apakah anak kesayangan bakalan diusir
kymlove...
gantian lun, kamu juga ngrasain rsanya di nodai orang lain, yah meskipun km udh gak suci sih kan sisa 2 lelaki 😌
zahrahaifa
mampoooss lu ... culik aja pak.... enak bener idup lo udah berbuat jahat + mau ngebunuh orang masih aje lenggang kangkung... klo perlu buang ke tengah laut
🔥Violetta🔥: Astaga /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
berharap boleh lun,,tapi lihat keadaan lah.. masih mimpi aja🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!